ELENA..ISTRI MUDA, TUAN JUNA

ELENA..ISTRI MUDA, TUAN JUNA
DUAEMPAT.


__ADS_3

Hari ini aku akan segera menjadi istri seorang Arjuna Mulya.


Rasanya aku hampir tidak percaya, hari ini akhirnya datang juga, pikiran ku masih kacau tak karuan, khawatir dan gelisah menyelimuti, apalagi Arjuna masih belum menghubungi ku sama sekali.


Aku memandang wajahku di cermin, Aku kelihatan cukup cantik dengan gaun ini. Gaun pengantin yang dipilih kan sendiri oleh mama Sherly. Gaun yang cukup membuatku terlihat dewasa apalagi make up pesanan mama Sherly yang minta dibuat lebih dewasa juga. Bunda bilang, tante Sherly ingin aku cocok dengan Juna yang dewasa, jangan sampai terlihat Juna menikahi anak kecil. Aku tertawa mendengarnya. Karena bagaimana pun kelihatannya nanti, tetap saja memang Juna akan menikahi gadis yang lebih muda.


" Ihh, cantik banget anak bunda", Bunda menghampiri ku.


" Bunn ....", kata ku merengek.


" Iya sayang? Kenapa? ", tanya Bunda.


" Lena takut", ucapku akhirnya.


Aku tak bisa berbohong lagi, semua yang ku pendam dalam hati rasanya ingin pecah, keluar.


" Ihhh, Lena takut apa?", suara seseorang menyahut.


Aku dan Bunda segera menoleh dan mendapati Mama Sherly sudah memasuki ruangan make up ku dengan santai .


Bunda dan Mama Sherly saling berpelukan seperti biasa, mereka terlihat lebih bahagia dari biasanya mungkin karena akan segera menjadi besan .


" Juna sudah sampai jeng?", tanya Bundaku.


" Iya, sedang bersiap-siap di tempat acara", jawab mama Sherly.


Aku memandang mereka dari cermin. Jantungku semakin dag.dig.dug mendengar Juna sudah disini .


" Lena takut kenapa? Wajar kok , takut, deg-degan saat mau menikah itu sangat wajar. Apalagi ini pernikahan besar, disiarkan langsung di TV" , ucap mama Sherly.


Aku tak bisa menjawab nya, hanya ku balas dengan senyuman kecil


" Kamu cantik banget lhoo sayang", sambung mama Sherly.


" Makasih ma...", jawabku.


" Pantas saja Juna tergila-gila lho jeng sama Elena", kata mama sherly menghampiri Bundaku.


Aku memasang telinga untuk mendengar kan percakapan mereka.


" iyaa jeng, sejak pagi, sudah ribut sana sini, bilang ada yang kurang enggak, ini sudah bagus belom, Ahh.. Seperti anak kecil saja.. Padahal ini pernikahan kedua buat dia, tapi rasanya seperti pernikahan pertama saja. Pokoknya nih ya jeng, Juna minta gak mau kelihatan jelek di mata Elena", ucap mama Sherly.


Mereka berdua tertawa bersama - sama.


Aku tersenyum dalam hati,


' Mampus kau tuan Juna, aku punya senjata untuk membuat mu malu' , kataku dalam hati.


--


Juna sudah menunggu di dalam gedung, aku memasuki gedung pernikahan dengan suara nyanyian khas daerah sini yang terasa sangat sakral. Aku langsung duduk di samping Arjuna.


" Cantik", bisik Juna di telinga ku.


" Selalu", jawab ku dengan bangga nya.


Juna tersenyum, tampan sekali, terlihat lebih tampan dari biasanya.

__ADS_1


Serangkaian acara dimulai dan akhirnya aku sah menjadi istri Arjuna Mulya.


Riuh tepuk tangan dan ucapan selamat, kulihat tangan Juna hingga bergetar , hahahha, mungkin ia juga sama sangat deg.deg.an


" Tanganmu... Apa perlu ku pegang? Agar tidak terbang", ucapku berbisik ke telinga Juna, berusaha menggodanya.


Juna melihat ke tangan nya, Ia nampak tidak sadar jika tangannya sedang bergetar hebat.


Ia lalu menggenggam tanganku tiba-tiba.


" Seperti ini? Kau suka?", tanyanya .


Aku melihatnya sambil tersenyum, karena tidak mungkin dihadapan publik seperti ini aku memelototi Juna.


Juna semakin menjadi-jadi, di ciumnya tanganku yang membuat suasana semakin riuh.


" Jangan terlalu over Tuan Juna", bisik ku.


" Bermesraan dengan istri itu adalah kewajiban sayang...Ahhh, apa kau ingin keromantisan kita hanya ada di ruang tertutup?", goda Juna.


Ku cubit pinggang Juna sekeras mungkin , hingga ia meringis kesakitan.


--


Acara pernikahan kami berjalan meriah, lancar dan tanpa halangan apapun.


Sesuai tradisi keluarga ku, malam ini kami menginap di rumah ku, keluarga Wijaya. Dan besok pagi kami berdua akan diantar oleh seluruh keluarga Wijaya menuju kediaman Mulya .


" Sayang... Kami pulang dulu yaa... Di Rumah harus menyiapkan segala sesuatu nya untuk besok pagi", ucap Mama Sherly.


Aku dan Juna mengangguk bersamaan.


Lagi dan lagi kami mengangguk dengan senyuman.


" Kak, semoga bahagia dan langgeng terus yaa", Kelvin memeluk Juna .


" Thanks Vin", ucap Juna.


" Elena... Selamat ", Kelvin menjabat tangan ku.


" Trimakasih Vin", ucapku.


Akhirnya semua keluarga besar Mulya telah kembali pulang .


" Sekarang aku sudah bisa mengucapkan selamat kan Elena?" , Sony menghampiri kami.


" Kak Sony, trimakasih banyak", ucap ku.


" Kenapa kau lebih akrab dengan Sony dibandingkan dengan ku ? " , Juna berbisik .


Pandangan sorot matanya seakan kesal pada Sony.


Aku tak menghiraukan Juna.


" Santai Jun... " , Sony tertawa bahagia melihat sahabat nya itu terlihat kesal.


Aku segera menggandeng tangan Juna , karena melihat beberapa orang melihat ke arah kami.

__ADS_1


" Akhirnya.... Istriku bersikap manja juga. ." , ucap Juna pada Sony dengan bangganya.


" Tenanglah Tuan Juna... Banyak paparazi,, aku tak ingin masuk berita gossip", kataku berbisik di telinga nya.


Sony tertawa makin terpingkal - pingkal.


" Terserah, yang penting kau sudah berinisiatif", ucap Juna.


Juna menarik pinggangku untuk lebih dekat dengan dirinya.


Serangkaian acara akhirnya telah usai, kami bisa kembali pulang untuk melanjutkan acara besok di kediaman keluarga Mulya.


--


Selesai membersihkan make up , aku segera mandi. Kali ini aku mandi lama sekali karena berendam, aku ingin pegal-pegal akibat acara hari ini hilang setelah aku mandi. Selesai mandi aku mendapati Juna tengah tertidur di kasur ku.


Aku yang awalnya ingin berteriak dan memukulnya akhirnya terdiam. Bisa-bisanya aku melupakan hal yang terpenting, Aku sudah menikahi nya. Wajar ia tidur di kasur ku.


Tak ku hiraukan dia, aku mengeringkan rambutku dan mulai menatanya.


" Len... ", Juna memanggilku.


" Hmmm", sahutku.


" Kau sudah siap?", tanya Juna.


Aku menoleh dan memandang ke arahnya, Ia sedang membuka tangannya lebar-lebar, membuat tanda untuk menerima sebuah pelukan.


Aku kembali memalingkan wajahku.


" Kau gila yaa??", ucapku.


Juna tertawa .


" Oke .. Ku tunggu kau siap", ucap Juna.


" Jika aku tak pernah siap?", tanyaku.


" Ayolah Len... Kau sadar kan.. dirimu tak sekuat itu. Kau lupa dengan malam ciuman kita? ", tanya Juna.


Pikiran ku melayang , kembali ke malam dengan Juna yang sangat bergairah.


' Ahh sial, aku jadi merinding', batinku.


" Kau menikmati nya sayang ", bisik Juna tiba-tiba tepat di telingaku. Seluruh badanku langsung bergetar merinding.


" Oke aku mandi dulu", ucap Juna.


Juna pergi ke kamar mandi.


Aku sibuk menenangkan tubuh dan jantung ku yang berdebar. Juna memang meresahkan ...


Dan sialnya, mulai sekarang aku harus selalu bertemu dengannya.


Ohh Tuhan , apa aku kuat menahan godaan dari seorang Arjuna??


Suami ku sendiri....

__ADS_1


***


__ADS_2