
" Sebenarnya Juna muda adalah orang yang sangat Workaholic, Ia tidak tahu waktu dan selalu hanya memikirkan pekerjaan saja. Kamu pasti sudah pernah dengar kan, di usia muda Ia sudah menjadi CEO untuk Mulya Grup, Mungkin itu yang menyebabkan Ia merasa tanggung jawabnya semakin tinggi dan ingin memberikan hasil yang lebih baik dan lebih tiap prosesnya. Karena sibuk bekerja , Ia sama sekali tidak pernah memikirkan soal percintaan. Wanita saja tidak pernah ada yang di liriknya. Hingga menginjak usia awal tiga puluh tahun, Hendri Mulya pernah mencoba mencarikan jodoh untuknya, tapi kamu juga pasti sudah tahu hasilnya.... ", Sony berhenti.
' Apa? Aku sama sekali tak tahu' , teriakku dalam hati.
"...Ia menolak semuanya. Padahal mereka juga bukan dari keluarga yang biasa - biasa saja, kebanyakan juga dari keluarga pebisnis yang kaya raya... Hingga suatu hari, entah dari mana asalnya, dan dari mana Juna bisa mengenal Anna, Anna tiba - tiba saja muncul di kehidupan Juna. Tapi tentu saja tidak mudah bagi Anna untuk mendekati Juna, butuh waktu berbulan-bulan ...",
Aku tak tahan, jadi ku potong perkataan Sony.
" Tunggu Kak, bukan Juna yang mengejar Anna?", tanyaku.
" Hahhaha... Tentu saja bukan, Si Juna itu mana tahu cara mengejar atau mencintai perempuan, malah si Anna itu lah yang mengejar Juna, dan entah bagaimana juga akhirnya Juna luluh pada Anna. Setahuku Anna menyelamatkan Juna saat hampir kecelakaan, jadi Juna seakan ingin membalas budi pada Anna", kata Sony.
" Si Juna yang bodoh itu ternyata tahu balas budi Juna yaa", ucapku sambil tertawa.
" Meskipun dia keras kepala begitu, dia paling anti hutang budi Len...", ucap Sony.
Aku hanya manggut-manggut.
" Jadi apa yang akhirnya terjadi?" , tanyaku.
" Apalagi? Akhirnya mereka menikah kan... Saat itu Mulya grup benar-benar sedang kacau, Hendri Mulya menentang keras pernikahan mereka, Anna dianggap tidak pantas, karena tidak jelas siapa keluarga nya, asal - usulnya, yaa... Anna sebatang kara", kata Sony.
" Wahh, aku pikir yang seperti itu hanya ada di drama-drama China, ternyata di kehidupan nyata pun ada ", ucap ku setengah tak percaya.
" Gadis biasa mendapatkan CEO kaya raya kan? Awalnya semua orang juga berkata begitu", ucap Sony.
" Tapi sejak menikah , kinerja Juna semakin menurun, tender banyak yang kalah, Saham merosot tajam, Mulya Grup benar-benar di ambang batas", sambung Sony.
Aku sama sekali tidak pernah mendengar berita itu, karena memang tidak berada disini. Tapi aku kaget sekali Mulya Grup bisa tergoncang seperti itu.
" Hendri Mulya marah besar, Anna dianggapnya sebagai pengaruh terburuk dalam diri Juna. Saat itu Juna sedang bucin-bucin nya , jadi memang sedikit keteteran dalam mengurus perusahaan, , Setelah tiga bulan pernikahan mereka, terjadilah kecelakaan maut itu", ucap Sony.
Ada sebuah tendangan di relung hatiku, bucin , Dia bucin pada mendiang istrinya.
Kenapa rasanya aku tak terima?
" Dia koma hampir satu tahun dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia 6 bulan yang lalu...", Sony lalu meneguk minumannya.
Yaa aku ingat, saat aku mendengar nya pertama kali dia adalah seorang duda, dia baru saja menduda selama 3 bulan.
Ahh, apa waktu setengah tahun ini cukup untuk membuat nya melupakan Anna?
__ADS_1
" Sejak Anna koma lah, Juna nampaknya baru sadar jika perusahaan nya sangat terbengkalai, jadi ia kembali menjadi workaholic sampai saat ini dan Mulya Grup berangsur-angsur kembali jaya lagi", kata Sony akhirnya.
" Ehmm.. Jadi itu alasannya mau mencari kebenaran? Juna pernah bilang padaku jika dia ingin menyelidiki kematian istrinya itu, karena merasa ada yang janggal", ucap ku.
" Ahh itu, awalnya ia mengira Hendri Mulya melakukan sesuatu , tapi memang tak ada bukti ke arah sana", ucap Sony.
" Tega sekali dia mencurigai papa nya sendiri ", kataku.
" Yaaa , karena papa nya selalu menentang mereka", ucap Sony.
Entah mengapa aku jadi merasa kasihan pada Juna, sebenarnya hidupnya juga sebelas duabelas dengan ku, penyuka bekerja dan mengabaikan percintaan, tapi sekalinya mencintai, dia harus ditinggal pergi.
" Len...", Sony membuyarkan lamunan ku.
" Eh, iya kak?", jawabku terkaget.
" Aku melihat perbedaan saat Juna bersama mu , Dia sepertinya telah jatuh cinta padamu... Ia benar-benar mencintai, Kau paham kan? ", kata Sony.
Aku menggelengkan kepala.
" Dia benar-benar jatuh cinta bukan karena terbiasa atau merasa berhutang budi.. Ahh sudahlah, nanti juga kau paham", ucap Sony.
" Tapi kenapa aku malah berpikir kalian sama-sama sedang jatuh cinta", kata Sony.
" Haa... Aku ? Jatuh cinta?", kata ku sambil melotot.
" Kau tidak tahu betapa seperti orang gila nya Juna saat kau melarikan diri kan? hahah .... Dan kau juga sama bertindak gila nya, mungkin kau belum mau mengakui nya, tapi segera mungkin kau akan sadari itu", kata Sony.
Aku terdiam.
" Jadi apa ada pertanyaan lain yang ingin kau tanya kan lagi tentang Juna?", tanya Sony.
Tiba-tiba ,
Telepon Sony berdering .
Sony tersenyum dan mengangkat teleponnya, Ia juga me load speaker jadi Lena dengan jelas tahu jika Juna sedeng berbicara di seberang.
-- kau ini lama sekali Son, apa sih yang kau lakukan ? ---
" Apa lagi Jun, tentu saja aku mengantar kan Spa ke rumah calon istrimu", kata Sony.
__ADS_1
-- Lalu bagaimana Elena, Ia menyukai nya? --
" Tentu saja, Semua dari Arjuna Mulya, memang dia bisa menolaknya" , goda Sony.
-- Apa hari ini ia terlihat sangat cantik, apa dia merasa lelah? Atau apa coba kau tanyakan dia butuh apa ? --
" Woy Tuan Juna... kenapa tidak kau tanya kan sendiri padanya? " , tanya Sony kesal.
-- Aku? Kalau aku melihatnya atau mendengar suara nya saja, aku tak sanggup menahan diri, aku ingin melahap... --
Sony segera mematikan load speaker hp nya, seperti nya ia takut aku mendengar kebrutalan Juna.
" Sudah yaa Jun, Aku akan kembali sebentar lagi", ucap Sony , lalu menutup telponnya.
' Juna ingin melahap... ku..... Apa yang Juna? Ahh sial.. Sekarang aku mengerti ' , ucap ku dalam hati.
" Lalu Len... Ada hal lain yang ingin kamu tanyakan lagi tentang Juna?" , tanya Sony.
" Maaf kak, aku kan tidak bertanya, Kak Sony sendiri yang ingin bercerita kan?", kataku sambil tertawa tipis.
" Ahh... Teganya kau padaku", ucap Sony .
Aku masih saja tertawa.
" Non, maaf spa nya sudah siap", kata mbok Siti menghampiri ku .
" Ahh iya mbok, suruh tunggu sebentar yaa", ucapku pada mbok Siti.
" Okey, kalau begitu tugas ku sudah selesai yaa Len.. Aku izin pamit dulu. Ahh iya ... Tolong nikmati spa nya, itu adalah hadiah dari yang tersayang Juna", kata Sony.
" Kak.. Terimakasih banyak", ucap ku.
" Oiya Len, Kau tahu kan ? sama saja Juna sudah menduda selama lebih dari setahun... Tolong jaga dia yaa.. Kau harus kuat dan selalu semangat", ucap Sony dengan nada menggoda. Ia lalu melambaikan tangannya dan keluar menuju mobilnya.
Aku mencoba tersenyum
Sepertinya aku mengerti maksud dari ucapan Sony.
Ahhh sial, sejak bertemu Juna dan temannya itu, otak ku selalu traveling kemana -mana. Pikiran lelaki dewasa memang berbeda.
***
__ADS_1