
Bekas-bekas acara hari ini masih berserakan, acara ku hari ini yang ku pikir akan menjadi kebahagiaan ku malah berujung pada duka.
Aku melihat Kelvin duduk termangu di seberang ku.
Saat aku melihatnya aku teringat Elena. Andai saja aku membiarkan Elena dan Kelvin yang menikah, mungkin semua ini tak akan terjadi. Aku tidak akan menyakiti hati Elena.
Apa Kelvin juga berpikiran sama dengan ku?
Tapi aku tidak rela , aku tak bisa .
" Vin", aku menatap Kelvin .
" Kenapa kak? ", Kelvin terbangun dari lamunan nya.
" Nanti ikut aku menjenguk Bunda nya Elena", ucap ku.
" Aku mengerti ", kata Kelvin.
" Kita berangkat malam nanti, sekarang istirahat lah", ucap ku.
Kelvin bersiap untuk berdiri.
" Jun.. Aku bagaimana? ", Anna menatap ku.
Aku kembali bingung, apa yang harus ku lakukan pada Anna. Bagaimana aku harus bersikap ?
" Kau bisa pulang sekarang", ucap Papa yang langsung duduk di hadapan ku.
" Kemana?", Anna terlihat sedih.
" Ke tempat selama ini kau tinggal lah", sahut papa.
" Aku gak mungkin kan harus kembali ke hutan Pah?", kata Anna.
Tapi papa hanya diam tak menanggapi.
" Jun .. Aku tak berbohong dengan cerita ku tadi, kau percaya padaku kan?", ratap Anna.
" Tenanglah Ann... Tenang", kataku.
" Tapi semua orang tidak percaya pada ku, sedangkan aku hanya memiliki mu, Lihatlah bagaimana papa mu semakin membenciku", lanjut Anna.
" Kami membencimu bukan tanpa sebab, kau adalah pengaruh terburuk bagi Juna", sahut mama.
Anna nampak terkejut, mama Sherly yang biasanya terlihat ceria dan kalem kini bisa memarahinya.
" Kau tidak ingat Jun? Sejak kau menikahinya? Bagaimana pekerjaan mu selalu terbengkalai? Bagaimana kondisi bisnis Mulya? Hancur !!!" , teriak Mama.
" Papa mu mati - matian membangkitkan nya kembali, itu juga berkat bantuan pak Arnold dan Jeng Naya, hingga kami akhirnya setuju untuk mengawinkan kedua perusahaan itu melalui perjodohan. Kau pikir semua yang terjadi bukan andil nya? Wanita ini, yang membuat mu bodoh dan terikat padanya, Hanya gara-gara wanita ini Jun", lanjut Mama.
__ADS_1
" Ma.... Sudahlah... ", Kevin mulai menenangkan mama.
" Kami memang ingin menyatukan Elena dan Kevin, tapi takdir sepertinya memihak pada mu. Karena memang kau ditakdirkan untuk membayar kesalahan mu sendiri.. Sadarlah Juna", ucap Mama.
" Ma... aku antar istirahat yaa", Kevin membujuk.
" Ingat yaa Jun .. Jika kau kembali salah langkah, Aku sendiri yang akan membuat Elena menceraikan mu" , Mama akhirnya menuruti Kevin dan pergi menuju kamar nya.
Aku tersentak dengan ucapan Mama, perceraian?
Aku dan Elena berpisah?
Ini baru hari pertama pernikahan ku kan?
Roda takdir ini, benar-benar membuatku gila.
Aku memandang kembali masa laluku, aku adalah orang yang gila kerja , sukses dengan karir ku yang cemerlang. Tapi tiba -tiba menjadi hancur dan Mulya Grup hampir saja kolaps, semua orang menganggap Anna, istri ku kala itu lah penyebabnya. Aku yang terlalu mencintai nya dengan buta saat itu selalu mengutamakan dirinya dan mengesampingkan segala urusan bisnis.
" Kau sudah sadar kesalahan mu dimana?", tanya papa ku.
Aku memandang papa, yang sedari tadi ternyata menatap ku.
" Pah", kataku singkat.
Papa hanya mengangguk kan kepala.
" Kalau kau sudah tahu dimana letak kesalahan mu, papa harap kamu bisa mengambil langkah yang tepat", kata Papa yang langsung berdiri meninggalkan ku.
" Kau kenapa Jun?", tanya Anna.
Aku membuka mata ku , melihat wanita yang pernah sangat kucintai itu, tapi entah mengapa perasaan ku kini padanya tak sama.
" Kau tak suka aku kembali?" , ucap Anna
" Ann, ini tak mudah untukku!", jawab ku.
" Aku istrimu Juna, Aku juga istrimu ", katanya kini mulai terisak.
" Aku sudah menduda sejak kecelakaan mu Ann, lebih dari satu tahun. Kamu koma, entah kamu atau orang lain yang seperti kamu , intinya Anna istriku sudah meninggal. Bahkan akta kematian mu aku punya Ann!!",
" Sekarang kau datang , dalam kondisi yang masih hidup, sehat , lalu siapa yang ku tunggu kesembuhan nya selama lebih dari setahun Ann? Siapa yang ku kubur kan? Siapa ? ",
" Aku sudah mencoba membuka lembaran hidup baru, Aku baru saja menikah Anna", ucap ku mengiba.
" Kau menyalahkan aku Jun? Aku yang bahkan juga menderita selama lebih dari setahun ini hidup di hutan? Kau tak tahu betapa keras nya kehidupan ku disana? Aku juga menderita Jun... Aku tidak ingat apapun. Dan saat aku pulang, suamiku sudah menikahi wanita lain!! Punya istri muda!! Aku juga sakit hati Juna...", ucap Anna.
" Maaf Ann", ucap ku lirih.
" Jun... Hanya kamu yang terpenting untuk ku, hanya kamu Juna", Anna memeluk tubuhku.
__ADS_1
Tapi gelora rasa itu sudah lenyap, Anna yang sekarang tak lagi bertempat sepenuhnya di hatiku.
" Ann, maaf kan aku, tapi , aku tak tahu di mata hukum, apa status pernikahan kita masih di akui atau tidak", kataku .
" Juna!!!!", Anna berteriak.
Aku memandang nya, menunggu nya untuk bicara.
" Kau hanya memikirkan status saja? Apa cinta mu untuk ku telah hilang?", katanya.
" Aku tidak bisa mengesampingkan Elena, dia istriku sekarang dan prioritas ku", kata Juna.
" Jadi aku bukan prioritas mu lagi?", Anna terlihat sedih .
" Maaf Ann, bukan begitu maksud ku" , kata ku.
" Kalau bahkan dirimu yang paling ku cintai , ku harapkan, tidak mau bersama ku lagi , lebih baik aku mati saja Jun ", Anna berlari.
Ia berlari menuju dapur dan mengambil pisau, aku mengejarnya.
" Aku mati saja Jun, kau bisa melanjutkan hidup mu", kata Anna.
" Ann, tenang lah dulu, jangan lakukan hal yang bodoh", aku berteriak.
Anna siap siap memotong urat nadi nya sendiri, Ia terlalu nekat.
" Ann .. Please", ucapku.
" Tidak ada gunanya aku hidup jika kamu tidak menerima ku lagi Jun", ucap Anna.
" Baiklah..baiklah ... Aku akan tetap menerima mu, kita bicarakan ini baik - baik, Okey?", Aku memohon.
" Kau tidak sepenuh hati Jun... Aku tahu kau terpaksa", kata Anna.
Pisau terbanting ke lantai, Kevin datang disaat yang tepat, Ia menendang tangan Anna.
Anna terjatuh ke lantai, menangis.
" Tenanglah Anna", aku meraihnya, Anna memeluk ku, menangis.
" Kalau kau ingin mati, mati saja di tempat lain, karena disini Kakak ku sudah pernah mengubur mu, tidak mungkin ada pemakaman yang kedua untuk mu", ucap Kelvin.
Entah mengapa Kelvin terlihat biasa , tidak syok dan hanya terdiam saat mengetahui Anna kembali.
" Vin.... Kau juga membenci ku?", tanya Anna.
" Sudahlah kak, bawa dia ke kamar tamu saja, suruh istirahat, dan jangan membuat gaduh lagi", ucap Kevin. Ia tidak menjawab pertanyaan Anna .
" Ayoo Ann, untuk sementara saja", ucapku .
__ADS_1
Aku memapah Anna menuju kamar tamu.
***