ELENA..ISTRI MUDA, TUAN JUNA

ELENA..ISTRI MUDA, TUAN JUNA
DUAENAM.


__ADS_3

~Juna~


Aku sangat terkejut melihat kehadiran Anna,


Yaa Anna, mendiang istriku yang setengah tahun lalu telah ku makam kan. Yang nama bahkan wajahnya sudah mulai ku lupakan. Tapi bagaimana mungkin ia bisa kembali. Dan sangat tepat, ia seolah kembali hidup saat aku ingin memulai hidup baru.


Tanpa sadar aku berlari ke arahnya, memeluk Anna. Sungguh aku tak sadar, ini adalah refleks alami tubuh ku saat melihat nya.


' Sial, aku suami Elena sekarang' , bahkan tubuhku terperanjat karena kaget.


Segera ku lepaskan pelukan ku dari tubuh Anna, aku memandang Elena yang berekspresi datar, aku tak bisa membaca pikirannya. Aku mengutuk diriku sendiri, aku ingin berlari padanya dan meminta maaf, tapi genggaman tangan Anna menghalangi ku.


Sial,


Apa Anna tahu aku telah menikah kembali ? Kenapa dia datang sekarang? Lalu siapa yang ku makamkan ?


Pikiran ku kacau,,


Tiba-tiba Bunda jatuh pingsan, untunglah Sony yang berada di dekatnya langsung mengode dan membawanya ke Rumah Sakit. Aku seperti nya pernah cerita ke Sony jika Bunda punya riwayat penyakit jantung, semoga ini tidak berbahaya untuk beliau. Bunda pasti juga sangat syok seperti halnya diriku.


Elena .. Dia tidak menghiraukan aku.


Dia pasti kecewa dan marah sekali padaku.


Ahhh . . Sepertinya benar yang dikatakan nya, ini adalah hari sial, seandainya saja kami tetap di rumah nya pagi tadi.


Brengsek,


Aku ingat jika aku berjanji untuk menemani nya melewati hari ini meskipun ini hari sial nya.


Tapi apa yang aku lakukan sekarang ??


'Tetap tenang Juna... Berpikir lah ... Jangan sampai otak mu berhenti berpikir ' , Aku menenangkan diriku sendiri.


--


" Bagaimana bisa kamu kembali saat ini? ", Papa Hendri melotot marah ke arah Anna.


Tapi hening, tak ada jawaban dari Anna.

__ADS_1


" Untuk apa kamu kembali?", Papa kembali berteriak.


" Jun... Aku bisa menjelaskan semuanya", Anna menatap ku dengan nanar.


Seakan ia sedang meminta bantuan ku. Tapi apa dayaku, aku sudah tidak punya ikatan dengannya bukan? Atau aku masih suaminya? Tapi bahkan dia sudah tidak bersamaku lebih dari Satu setengah tahun yang lalu.


" Tolong jelaskan maksud mu apa ? Kenapa tiba-tiba datang seperti ini?", sahut mama Sherly.


Anna terlihat sangat terpojok.


" Mari kita duduk dan mendengarkan semua penjelasannya" , ucap Ayah.


Aku baru sadar jika Ayah masih di sini. Ternyata Ayah tinggal disini untuk memantau apa yang sedang terjadi. Beliau tidak ikut pergi ke rumah sakit.


Semua orang lantas duduk melingkar , nampak antusias menunggu penjelasan dari Anna.


" Ann sekarang bisa kau jelaskan semuanya pada kami", ucap ku.


Anna yang duduk di sampingku masih menggenggam erat tangan ku.


" Jun aku bener-bener tidak ingat apa-apa sampai beberapa waktu yang lalu, Aku melihatmu di televisi tentang rencana pernikahanmu dan tiba-tiba ingatanku segera kembali", Anna memulai ceritanya.


" Apa kau pikir penjelasan yang seperti itu masuk akal kau dinyatakan koma selama satu tahun lebih, tapi ternyata kau hidup di hutan, begitu maksud mu?", Papa Hendri menimpali.


" Itu bukan aku, itu pasti bukan aku pah, Terakhir yang aku ingat, aku dirampok dan setelah itu aku benar-benar lupa apapun. Mungkin itu orang yang merampok diriku", sahut Anna.


" Lalu dimana kau tinggal selama ini, hingga akses mu benar-benar terputus seperti yang kau ceritakan?", tanya Kelvin.


" Aku.... Aku tinggal di desa dekat perbatasan kota seperti yang ku ceritakan ", jawab Anna.


" Waktu pemakaman mu, saat Anna dinyatakan meninggal oleh dokter, itu juga masuk berita nasional, masuk TV, apa kau tak melihat nya? Kenapa tak kembali saat itu ? Jika hanya dengan melihat Juna ingatan mu bisa kembali kan?", mama Sherly menimpali.


" Aku tidak melihatnya. Nenek itu juga pergi ke pasar tidak setiap waktu, Entahlah...", kata Anna.


Semua mata tak terkecuali aku , memandang ragu padanya.


" Aku benar-benar tinggal di pedalaman, bersama seorang nenek yang telah membantu ku, kalian bisa cari nenek itu jika tak mempercayai ku", lanjut Anna.


" Kau gila, Kau berusaha membodohi kami? Cerita Klise macam itu sangat mudah ditebak... ", Papa Hendri semakin menyangkal.

__ADS_1


"Juna aku tak berbohong...", lagi - lagi Anna meminta bantuan ku.


Aku tak bisa berkata -kata, cerita Anna nampaknya memang sangat klise, seperti alur kisah di novel-novel dan film klasik . Tapi, Anna yang begitu murni selama ini... tega kah ia membohongiku seperti ini?


" Percayalah pada ku Jun..." , ucap Anna.


" Aku .. Maaf kan aku Anna, meskipun semua cerita mu benar, kini Aku sudah menikah ", jawab ku.


" Aku ingin menghentikan mu, aku ingin kau kembali padaku, itulah kenapa aku datang", sahut Anna.


Semua orang menggelengkan kepala, nampak sangat janggal. Anna datang kembali dengan cerita baru yang aneh dan janggal. Lalu tentang kecelakaan Anna yang menyebabkan dia koma penyebabnya adalah kabel rem yang terputus. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?


" Tapi apakah semuanya sudah terlambat?", tanya Anna.


Aku tak bisa menjawab tanya nya, aku sendiri masih bingung dengan keadaan ini.


Anna, istri pertama ku tiba-tiba kembali , di saat aku sudah menikahi Elena, istri kedua ku.


" Arnold .. Kau tak perlu memusingkan masalah Anna, Elena adalah satu -satunya menantu kami secara sah dan resmi" , ucap Papa Hendri


Mama Sherly mengangguk setuju.


" Ini baru hari pertama pernikahan Elena dan Juna, tapi masalah begitu berat tiba-tiba datang. Tentu saja ini masalah besar yang tidak bisa di sepelekan. Aku akan bicara pada Elena, dan Aku akan menyetujui semua yang di inginkan atau diharapkan oleh Elena. Apapun itu, meski hal pahit sekalipun. Kuharap kedua keluarga menerima segala keputusan Elena..", kata Ayah.


Aku tahu dengan pasti ada nada kekecewaan di setiap katanya.


" Jun, setelah semuanya kondusif, kita perlu bicara lagi. Sekarang aku harus menyusul Bunda nya Elena", ucap Ayah.


" Aku ikut dengan mu Yah", ucap ku.


" Juna , tolong jangan tinggalkan aku sekarang", Anna merengek.


" Kamu, sebaiknya luruskan semua hal ini terlebih dahulu. Elena juga akan aku tenangkan terlebih dahulu, Ia pasti sangat syok dan butuh ketenangan ", ucap Ayah.


"Baiklah, titip Elena sebentar ", kata ku.


Ayah mengangguk , lalu beserta beberapa kerabat nya beliau langsung meninggalkan rumah.


Papa dan Mama juga segera meminta keluarga ku untuk pergi dan meminta mereka untuk menutup rapat peristiwa hari ini, kemunculan Anna tidak boleh bocor ke publik.

__ADS_1


***


__ADS_2