Elzio(A)

Elzio(A)
Bab 10


__ADS_3

Keesokan harinya Sarga benar-benar membawa Elzia untuk datang kerumahnya. Tujuannya untuk sebagai pacar pura-pura dan hari ini juga akan melakukan tes DNA. Kini Sarga tengah siap-siap untung menjemput Elzia. Di pertengahan jalan Sarga berpapasan dengan Diva.


"Sarga aku boleh ngomong sama kamu sebentar? Sebentar aja," pinta Diva dengan muka memelas. Sarga berdecak pelan dan mengiyakan saja.


Diva tersenyum senang melihat anggukan kepala Sarga. "Aku bisa gak minta waktu 1 minggu aja buat sama kamu? Berdua sama kamu sebelum perjodohan ini batal. Aku janji habis itu bakal pergi dari hidup kamu."


"Mau ya ga? Please, ini permintaan terakhir aku ke kamu," pinta Diva memelas.


"Mau mohon-mohon sekalipun gue nggak akan mau," ucap Sarga.


"Pasti gara-gara cewek itu kan? Dia bawa pengaruh buruk buat kamu. Mendingan kamu sama aku aja," ucap Diva.


"Gak usah ngejelek-jelekin Elzia, lo bahkan lebih buruk dari dia. Lagian apa hubungannya gue gak mau Nerima permintaan lo sama Elzia? Gue gak nerima karena gue risih di deketin sama lo."


Setelah mengatakan itu Sarga berlalu untuk menjemput Elzia. Padahal ia ingin membawa Elzia datang ke rumahnya pada hari Minggu. Namun karena sekarang elzio tidak ada di rumah ini adalah kesempatan yang bagus. Elzia tidak perlu meminta izin kepada Elzio.


Sedangkan Diva yang ditinggalkan oleh Sarga segera berlari untuk mengadu ke mamanya Sarga.


"Cih dasar tukang ngadu," ucap Arga yang sejak tadi melihat perdebatan mereka.



Sarga kini sudah membawa Elzia ke rumah om dan tantenya. Dia tidak jadi membawa Elzia ke rumahnya karena ada Diva disana. Pasti Diva akan melakukan hal yang aneh bila bertemu dengan Elzia.


"Jangan gugup zi!" Ucap Sarga sambil terkekeh kecil ketika melihat Elzia yang wajahnya terlihat tegang.


"Aku cuma takut kalau nanti hasilnya gak sesuai sama apa yang aku harepin," ucap Elzia sambil menunduk sedih.


"Percaya sama gue. Lo sama kak Zio itu anaknya om Rangga sama tante Renata."


"Kenapa mereka seyakin itu ga? Apa sebelumnya mereka udah cek dulu?" Tanya Elzia penasaran.


"Sebenernya gak mudah cari kalian. Om sama tante udah cari kalian di seluruh panti asuhan daerah ini. Tapi gak ketemu ketemu, akhirnya setelah sekian lama om sama tante menemukan kalian di panti asuhan kalian tinggal dulu."


"Tapi sayangnya kalian udah diadopsi sama orang lain menurut keterangan panti asuhan itu. Dan gue seneng dong kalau anak om tante gue udah ketemu. Tapi gue kaget banget waktu kalian yang ternyata anak kandung om sama tante. Padahal kita udah temenan lama tapi gue gak sadar sama sekali."


"Oh iya menurut panti asuhan kalian dulu, kalian berdua diadopsi? Bener? Kok gue kayak gak pernah lihat orangtua angkat lo ya zi?" Tanya Sarga.


Elzia menerawang ke kejadian dulu. "Hm dulu emang sempet mau diadopsi. Tapi aku sama kak zio kabur. Ternyata orang itu mau jual kita ke pelelangan manusia. Kita yang tau kabur hingga hidup sendiri sampai sekarang."


"Maaf zi, gue gak maksud ngungetin lo sama kejadian ini," ucap Sarga merasa bersalah.

__ADS_1


Dia tidak menyangka hidup temannya bisa seperti itu. Mungkin kalau dia, ah sudah tidak usah dipertanyakan. Yang jelas Sarga tidak akan sanggup.


"Lagian kejadian itu udah 10 tahun lalu, aku pun inget-inget lupa."


Tak sampai lama mereka sudah sampai di depan rumah Renata dan Rangga. Elzia menatap kagum bangunan megah yang ada dihadapannya. Sekaya apa orangtuanya? Rumah kontrakannya pun hanya sebesar setengah garasi rumah ini.


"Keluarga kamu kaya banget ya ga," ucap Elzia.


Sarga merangkul Elzia dan membawanya untuk memasuki rumah om tantennya. "Keluarga gue nanti jadi keluarga lo juga zi."


"Iya kalo hasilnya bener kalo gak?"


"Lo tetep keluarga gue. Gue udah anggep lo bagian keluarga sejak dulu begitupun kak zio."


"Akhirnya kalian dateng juga," Renata berjalan menuju ke arah Elzia dengan semangat.


"Kita langsung berangkat sekarang saja ga. Om nanti mau ke luar kota," ucap Rangga.


"Gimana zi? Mau berangkat sekarang?" Tanya Sarga. Dia takut kalau Elzia merasa capek. Mereka kan baru saja sampai.


"Gak papa ayo berangkat sekarang!" Renata tersenyum senang lalu menggandeng tangan Elzia keluar rumah.


"Seneng deh om ngeliat tante senyum kaya gitu lagi," ucap Sarga.



Setelah selesai melakukan tes mereka harus menunggu selama 1 hari untuk mengetahui hasilnya. Elzia tidak sabar menunggu besok.


"Mending sekarang kita jalan-jalan, gimana?" Tanya Renata.


"Ayo mau pergi kemana tan?"


"Zia kan udah diingetin dari tadi panggil mama jangan Tante. Okey?"


Elzia menggaruk tengkuknya. "I-iya ma aku lupa."


"Udah gak papa sekarang kita lets go ke mall kita beli dan main apa yang kamu pengen."


"Beneran?" Tanya Elzia dengan mata yang berbinar. Jarang-jarang ia pergi ke mall karena tidak ada uang yang pasti.


"Aku gak bisa nemenin kamu gak papa kan?" Tanya Rangga karena dia hari ini akan ke luar kota.

__ADS_1


"Gak papa kan ada Sarga. Iya kan Sarga kamu mau kan temenin Tante sama Zia?" Tanya Renata yang dijawab iya oleh Sarga. lagian dia tidak bisa menolak.


Akhirnya mereka menuju ke arah mall terdekat tanpa Rangga tentunnya. Mereka menjelajasi seiisi mall mulai dari shopping baju, tas, ke salon, makan direstoran, main di timezone dan lain-lain. Sarga masih setia mengikuti dari belakang. Sebenernya dia sudah jenuh menunggu.


"Tante aku tunggu di situ ya masa aku ikutan masuk?" Sarga menunjuk bangku yang tersedia di luar toko yang akan dimasuki Renata dan Elzia.


"Oke jangan kemana-mana ya ga kita gak akan lama," Renata dan Elzia memasuki toko dengan brand mahal tersebut.


Sarga hanya menghela nafas. Mana mungkin mereka sebentar pastinya akan lama.


"Tumben lo ke mall ga?" Tiba-tiba tanpa angin tanpa hujan datang Elzio langsung duduk disebelah Sarga.


Sarga sedikit tegang. Gimana nanti kalau Elzio marah ke Elzia? "G-gue nemenin tante gue kak. Lo sendiri tumben kesini sama siapa?"


"Oh gue nemenin Vania tadi. Bukan nemenin sih tapi dipaksa nemenin."


"Terus kok lo sendirian? Samperin sana Vania," Sarga berharap Elzio mengiyakan ucapnnya dan menghampiri Vania.


"Gak deh gue duduk disini aja sama lo. Kasihan gue lihat lo duduk sendirian. Lagian Vania udah gede bisa lah pulang sendiri."


"Masa lo jadi cowok gak gentle sih kak? Kalo lo bawa anak orang harusnya lo juga pulangin dia dengan selamat lah."


"Dih ngapain? Orang gue kesini dipaksa Vania pake mobil dia. Dia juga bisa pulang sendiri, gue suruh dia aja pulang sendiri. Berhubung gue gak ada kendaraan gue nebeng ya?"


"Gak bisa!" Tolak Sarga. Bisa gawat kalau Elzio ikut satu mobil.


"Lah kenapa?"


"Sarga ayo kita pulang," Sarga mengusap wajahnya kasar. Kenapa tantennya dan Elzia datang disaat yang tidak tepat?


"Zia? Ngapain kamu sama dia?"


Nah kan Elzio ngamuk.


"K-kkak Zio? Ngapain kakak disini?"


Elzio mencekal tangan Elzia erat. "Harusnya kakak yang tanya kamu ngapain disini sama dia lagi. Kakak udah bilang kan jangan berhubungan sama dia lagi!"


Elzio membawa Elzia pergi. Renata yang hendak mengejar pun ditahan oleh Sarga. "Jangan tan! Biar mereka nyelesain urusan mereka sendiri."


...BERSAMBUNG......

__ADS_1


jangan lupa like and komennya!


__ADS_2