Elzio(A)

Elzio(A)
Bab 6


__ADS_3

Elzio turun dari mobil milik Sarga dan meninggalkan Elzia di mobil. Sarga pun mengikuti Elzio memasuki rumah. Baru saja masuk mereka sudah disuguhi dua orang paruh baya, lelaki dan perempuan.


"Mohon maaf ada keperluan apa ya kalian kesini? atau mungkin kalian salah alamat?" tanya Elzio.


wanita paruh baya yang tidak diketahui namanya berjalan mendekat ke arah Elzio. wanita itu menyentuh pipi Elzio pelan. Elzio yang merasa risih mencoba menepisnya namun urung kala wanita tersebut malah memeluk tubuh Elzio. Elzio sendiri hanya diam mematung mendapat pelukan tiba-tiba dari orang yang tidak dikenalnya.


"maaf sekali lagi kalian ada perlu apa disini?" Tanya Elzio sekali lagi.


"Elzio? kamu Elzio?" Tanya wanita itu.


Elzio menjawab dengan anggukan kepala. melihat jawaban yang diberikan Elzio wanita itu memeluk Elzio kian erat dan menangis sesegukan. Sedangkan pria paruh baya yang berdiri di belakang wanita itu hanya menyeka air mata yang keluar dari ujung matanya.


"ini mama nak. mama kandung kamu," ucap orang yang mengaku-ngaku sebagai mama Elzio.


"Mama? saya tidak memiliki orang tua."


"tidak usah lancang menyentuh saya," Elzio mendorong wanita itu hingga tersungkur ke bawah.


"RENATA! Elzio kamu tidak boleh kasar dengan orang yang lebih tua!" lantas pria paruh baya itu membantu istrinya untuk bangkit. Wanita yang diketahui namanya Renata itu hanya mengelus lengan suaminya menenangkan.


"jangan berteriak Rangga," Renata tersenyum ke arah Elzio yang membuang muka.


"kalian berdua hanya orang asing. tidak usah mengaku-ngaku orangtua saya. memang kalian ada bukti kalau kalian memang orangtua saya? tidak kan? " ucap Elzio.


Sarga yang tahu suasana mulai berubah berjalan keluar. Dia tidak ingin ikut campur masalah Elzio dengan dua orang yang mengaku sebagai orangtua Elzio.


"Kenapa kamu tidak percaya? Kami benar-benar orangtuamu." Ucap Renata meyakinkan Elzio kembali.


"Gimana saya mau percaya kalau kalian datang tiba-tiba dan mengaku-ngaku? Sedangkan selama saya hidup saya belum pernah bertemu orangtua saya sama sekali. Saya dan adik saya tinggal di panti asuhan sejak kecil. Tidak ada foto atau apapun mengenai identintas orangtua saya. "


"Jadi apa saya pantas percaya kalau kalian benar-benar orangtua saya sedangkan kalian baru saya temui hari ini? " Renata dan Rangga hanya terdiam.

__ADS_1


"Wajah kita mirip, apa ini bisa membuat kamu percaya? " ucap Renata yang mulai meyakinkan Elzio.


Elzio menelisik wajah wanita dihadapannya. Memang wajah mereka berdua ada kemiripan, tapi apakah dengan wajah mirip bisa membuktikan kalau kita ada hubungan darah?


"Apa Kemiripan memang menjadi tolak ukur kalau kita ada hubungan darah? Tidak kan? Ingat kita memiliki 7 kembaran di dunia ini. Mungkin kita hanya kebetulan ketemu dan karena aku mungkin mirip dengan anakmu kamu jadi mengaku-ngaku sebagai orangtua saya. "


"Mama tidak berbohong El. Kalau kamu tetap tidak percaya kita bisa melakukan tes DNA sekarang, " ucap renata.


Rangga menatap Elzio dengan sebal. "Renata sudah aku bilang bukan kalau Dia bukan anak kita yang hilang! Ayo kita pulang sekarang! " Rangga menyeret Renata untuk keluar dari rumah Elzio.


Elzio yang melihatnya sedikit kasihan. Wanita itu sampai menangis menolak ajakan suaminya. Dia masih tetap kekeh mengatakan kalau ia adalah ibu dari Elzio.


"Ada apa ini? " Elzia berdiri mematung menatap Rangga yang menyeret paksa Renata.


Renata menatap Elzia sebentar sebelum melepas cekalan tangan Rangga. Dia menatap Elzia dengan binar di matanya.


"Kamu Elzia? Saudara kembar Elzio? " Renata menangkup wajah Elzia yang terkejut. Gimana tidak tiba-tiba orang di hadapannya ini berlaku aneh.


"Mama nak ini mama! " setelah mengatakan itu Renata memeluk Elzia yang mematung kaget setengah mati.


Apa orang ini bilang mama? Mamanya? Apa benar orang yang memeluknya ini adalah mamanya. Orang yang selama ini dia tunggu.


"Mama! " Elzia mengeratkan pelukannya. Renata tersenyum gembira mendengar panggilan mama dari Elzia.


Elzio mengeraskan rahangnya melihat Elzia yang begitu percaya dengan wanita yang baru dia temui. Elzio mendekat kearah dua perempuan yang asik berpelukan itu. Dia melepas paksa pelukannya dan mendorong tubuh Renata lagi.


"Lancang sekali memeluk adikku! "


Elzia menatap Elzio tidak percaya. "Kak! Jangan kasar sama mama! "


Kini giliran Elzio yang menatap Elzia tidak percaya. "Kamu percaya gitu aja kalau dia mama? Dia cuma orang asing zi! Gak sepatutnya kamu percaya. Bisa aja mereka berdua cuma nipu kita! "

__ADS_1


"Aku percaya kalau dia mama kita. Perasaan ini gak bisa dibohongi. Aku ngerasa nyaman dan senang ketemu sama dia. Apa kakak gak ngerasain? " ucap Elzia.


"Gak, kakak gak ngerasain apa yang kamu rasain. Bisa aja perasaan kaya gitu cuma perasaan sesaat. Nanti juga hilang sendiri. "


"Sudah Renata kita pulang saja. Dia bukan anak kita. Kita harus cari lagi. Mereka bukan Zio dan Zia kita. Ini cuma kebetulan nama mereka sama dengan anak kita, " Rangga membantu Renata berdiri. Renata menatap sendu Elzio dan Elzia.


"Kalau begitu tidak ada cara lain. Kita harus melakukan tes DNA supaya kita tahu kami orangtua kalian atau bukan. Tapi aku yakin aku mama, mama yang kalian tunggu sejak dulu, " ucap Renata.


Elzio menatap dingin ke arah Renata dan Rangga. "Aku sudah tidak membutuhkan orangtua lagi. Keinginan itu sudah lama hilang. Lebih baik kalian pergi. "


"PERGI DARI SINI SEKARANG! " Elzio mendorong tubuh kedua orang itu hingga keluar dari rumahnya.


"GAK! GAK KAKAK GAK BOLEH USIR MAMA! MAMA! " Teriak Elzia dari dalam rumah.


Renata yang mendengar teriakan Elzia mengeraskan tangisannya. Dia jatuh terduduk dan menenggelamkan wajahnya di kedua lututnya.


"Sudah jangan menangis lagi! Aku juga ikut sedih dengernya, " Rangga mengelus kepala Renata lembut.


"Kenapa kamu gak bantu aku waktu di dalam? Kenapa kamu malah ngomong kaya gitu tadi? Sudah jelas-jelas mereka anak aku yang hilang. Kenapa kamu malah bilang kalau mereka bukan anak aku? KENAPA?! "


"Kamu malah bikin mereka gak percaya kalau kita orangtua kandung mereka, " ucap Renata.


Rangga menundukan kepalanya. Dia menjadi merasa bersalah kepada istrinya. Sebenarnya dia tadi emosi saat melihat Elzio kasar dengan istrinya. Jadi spontan dia mengucapkan hal tadi.


"Maaf, aku akan meyakinkan Elzio kalau kita adalah orangtua kandungnya. Aku akan melakukan hal apapun agar Elzio percaya, " ucap Rangga penuh tekad.


"ya pokoknya kamu harus buat Elzio percaya, " ucap Renata.


"Aku bisa bantuin om sama tante. "


"SARGA?! "

__ADS_1


BERSAMBUNG!


__ADS_2