
"ZIA!!!!" Teriak Elzio.
Elzio langsung bergerak mendekat ke arah Elzia yang kini tengah pingsan dengan panik. Vania yang berada dibelakangnya menggerutu sebal kenapa sih Elzio selalu peduli sama Elzia? Sama dirinya kapan? Dirinya juga mau.
Elzio menggendong tubuh ringan Elzia ke arah UKS. Nanti setelah Elzia bangun akan dia marahi. Sejak Elzia datang ke sekolah tadi dia sudah marah. Elzia tidak menuruti perintahnya dan ditambah dengan kejadian pingsan membuat Elzio semakin marah.
"Ga tolong pesenin air putih anget sama bubur, bawa ke UKS pake uang lo dulu nanti gue ganti," ucap Elzio yang kini tengah menghubungi temannya Arga Langit Gemintang.
Tanpa menunggu balasan dari Arga, Elzio segera mematikan sambungannya. Tak lama setelahnya Elzia mulai membuka mata.
"Awss," ringis elzia pelan sambil memegang kepalanya.
"Mana yang sakit?" Tanya Elzio sambil memijat ringan kepala Elzia.
"Kepalaku pusing sama perutku sakit banget kak," jawab Elzia lemah.
"Kamu gak sarapan?" Tanya Elzio.
Elzia menatap Elzio dengan takut-takut.
Mampus Zia! Gerutunya dalam hati.
"A-aku gak sempet sarapan lagian kakak juga tadi gak bangunin aku."
"Kamu lagi sakit ngapain sekolah? Kakak udah pesen kan ga usah sekolah dulu ngeyel dibilangain," omel Elzio dibalas Elzia dengan anggukan kecil.
Cklek
Pintu UKS terbuka terlihat arga yang membawa pesanan Elzio tadi. "Nih el pesenan lo," ucapnya sambil menaruh pesanannya di atas nakas.
"Hm makasih" balas Elzio. "Berapa?" Lanjut Elzio.
"Gausah diganti gue ikhlas," Elzio tidak jadi mengeluarkan uangnya. Rezeki tidak boleh ditolak.
"Cepet sembuh Zi gue panik banget denger lo pingsan di lapangan. Mana anak anak pada ngegosip lo berdua lagi."
"Ngegosip?" Tanya Elzia kebingungan
"Iya kan mereka gak tau kalo kalian sebenernya kakak adik ya jadi gitulah," ucap Arga yang diangguki mengerti oleh Elzia.
"Pasti semua ulah Vania," guman Elzio yang masih bisa didengar Elzia.
"Kak jangan lakuin apa-apa sama vania!" pinta Elzia.
__ADS_1
"Emang kakak mau lakuin apa? Gak ada, " elak Elzio.
"Yaudah gue keluar dulu jangan lupa dimakan Zi, biar cepat sembuh," Arga mengusap rambut Elzia sekilas sebelum keluar dari UKS. Elzio yang melihatnya rasanya ingin menonjok wajah Arga. Bisa-bisanya dengan seenak jidat menyentuh adiknya. Kan hanya dia yang boleh.
—
Tak lama setelah Arga keluar dari UKS Elzio pun keluar. Ia kini berjalan ke arah kelas 11 IPA 4 tepat kelas Vania berada. Setelah sampai didepan kelas dengan kakinya Elzio menendang pintu kelas yang tertutup.
"Akhh..." sontak penghuni kelas 11 IPA 4 terkejut akan dobrakan Elzio yang tiba-tiba.
"Mana Vania?" Tanya Elzio yang kini sudah masuk.
Vania yang merasa terpanggil segera berjalan mendekat kearah Elzio. "Kenapa El?" Tanya Vania.
"Ikut gue!" Ajak Elzio dan langsung beranjak dari kelas 11 IPA 4 yang diikuti Vania dari belakang.
Elzio berjalan sampai di lorong yang sepi, dia berhenti begitupun dengan Vania.
"Ada apa ya El?" Tanya Vania penasaran. Tumben Elzio datang mencarinya.
"Lo kan yang nyebar gosip buruk tentang gue sama Elzia?" Elzio buka suara.
Vania mengerutkan dahinya bingung. "Gosip? Gosip apa sih El aku gak nyebarin aku gak tau apa apa."
"Kamu kenapa sih selalu nuduh aku ngelakuin hal kaya gitu? Padahal aku gak tau apa-apa. Emang dulu aku sering jahatin Elzia, tapi itu dulu. Sekarang aku udah berubah," ucap Vania dengan mata merah menahan tangis.
"Berubah? Kayaknya lo belum berubah deh, masih sama kaya dulu. Lo gak lupa kan 1 minggu yang lalu lo buat Elzia tenggelam sampe mau mati? GAK LUPA KAN LO?!" Bentak Elzio didepan wajah Vania. Vania menutup matanya takut melihat ekspresi Elzio yang menyeramkan.
"Itu bukan aku El percaya sama aku."
Elzio berdecak sebal. "Ini peringatan terakhir, kalo lo ketahuan jahatin Elzia lagi habis lo sama gue. Gak peduli mau lo cewek sekalipun."
Setelah mengatakan itu Elzio pergi untuk menghampiri Elzia. Vania yang menendengar hal terebut mengepalkan tangannya. Matanya memerah.
"Awas aja lo elzia!" Desisnya dengan marah.
—
"Udah mendingan hm?"
Elzia seketika membuka matanya mendengar suara Elzio. Dia melihat kakaknya yang duduk dikursi sambil tersenyum. Elzia pun membals itu dengan senyuman.
"Setelah makan tadi udah mendingan kepala sama perut aku."
__ADS_1
"Mau pulang ? Daripada disini mending pulang."
Elzia sejenak berpikir mending pulang apa disini? Tapi kalau dipikir lagi mending pulang dan ia bisa beristirahat dengan tenang. Daripada disini tidak melakukan apa-apa.
"Pulang aja deh," putus Elzia.
Elzio menggagguk, baru saja ia akan menggendong Elzia namun ditolak oleh gadis tersebut. "Gausah kak aku kuat kok jalan."
Baru saja akan turun dari ranjang UKS tiba-tiba saja kakinya sangat sakit. Sial! Dia lupa kakinya semalam masih sakit dan tadi ia paksa untuk berlari. Ya ada semakin parah bukannya sembuh.
"Kakak minta maaf, kakak lupa kalo kaki kamu sakit tapi dengan bodohnya kakak malah hukum kamu lari tadi," ucap Elzio dengan muka bersalah.
"Kakak gak perlu merasa bersalah lagian aku emang pantes dihukum."
"Harusnya tadi kakak hukum kamu yang ringan aja," Elzia mendelik kearah Elzio. "Kakak harus profesional masa hukumanya gak adil sih ketos macam apa ini."
"Yaudah sini kakak gendong," Elzio berdiri membelakangi Elzia, dengan segera Elzia naik ke punggung Elzio.
Sebelum pulang elzio sudah menghubungi Arga agar memberitahu guru jika ia dan Elzia pulang dikarenakan Elzia sakit.
Beberapa murid terang terangan melihat Elzio menggendong Elzia bahkan ada yang memvideo. Mereka kebanyakan iri ingin diposisi Elzia. Elzia sangat beruntung menurut mereka, karena bisa dekat dengan ketos yang dikenal orang yang cuek.
Vania yang melihat hal tersebut amarahnya semakin berkobar. Ia tidak sabar untuk hari besok. Ia akan memberikan pelajaran untuk Elzia, agar tahu batasan dan sadar diri.
Dasar cewek gatel! Batinya menggerutu
—
Vania berjalan dengan angkuh memasuki kelas. Di pojok kelas ada ketiga temannya yang asik berbincang. Dengan kasar Vania mendudukan dirinya. Hal itu membuat ketiga temannya heran.
"Lo kenapa van? Jutek gitu muka, jelek tau gak?" Temannya yang bernama Sabrina buka suara.
"Gimana gue gak kesel Elzio sejak tadi pagi belain Elzia. Dan dia nuduh ke gue kalo gue nyebarin gosip tentang mereka," ucap Vania kesal.
Falen terkekeh sinis. "Emang lo yang nyebari di akun sekolah kan? Elzio emang bener."
Vania menatap Falen tajam. "Kenapa bisa lo tau?"
Falen hanya menatap Vania mengejek tanpa membalas ucapan Vania. Sedang Vania hanya berdecak sebal. "Pokoknya kalian besok bantuin gue balas Elzia. Sampe dia gak berani macem-macem sama gue."
"Tenang kita bantu," ucap Rasya.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang merekam pembicaraan mereka. Orang itu menyeringai dan terus berlanjut berpura-pura memaikan handphonenya.
__ADS_1
...BERSAMBUNG!...