ENEMY

ENEMY
10. terkejut


__ADS_3

Iqbal langsung masuk kamar, ia benar benar kehilangan sosok orang ia cintai, tak segan segan ia melemparkan barang barang ke dinding. Berusaha untuk mengontrol emosinya tetapi sayang, emosinya telah menutupi seluruh hati iqbal.


Seorang pengawal masuk ke dalam ruangan papa wijaya dengan tergesa gesa. Dengan nafas yang memburu, ia ingin memberitahukan sesuatu yang baru saja ia temui.


"Ada apa?" Tanya wijaya.


"Tuan, maaf jika saya lancang. Tetapi tuan harus melihat ini." Pengawal itu memberikan flasdisk kepada wijaya. Tentu saja pria itu dibuat heran dengan kelakuan pengawalnya,"Maksudmu apa ini?" Tanya wijaya.


"Didalamnya terdapat bukti bahwa sebenarnya pencurian uang itu dilakukan oleh tuan rangga. Bukan tuan hery." Pernyataan pengawal itu sontak membuat wijaya geram. Ternyata ia salah menangkap orang.


"Aku menemukan flasdisk itu berada di dalam tong sampah yang terdapat di taman kantor tuan." Jawab pengawal itu dengan nafas yang sedikit memburu.


"Sialan.. kurang ajar.." wijaya memberontak. Ia benar benar akan menghabisi rangga kali ini.

__ADS_1


"Bawa dia, kurung dia kalo perlu jangan beri dia makan semalaman." Perintah wijaya yang penuh penekanan membuat pengawal itu berkidik ngeri dibuatnya.


"Baik tuan" jawab pengawal itu sembari meninggalkan ruangan bos besarnya itu, yang hanya terpaku.


Wijaya benar benar merasa bersalah kepada putranya sendiri, bahkan orang yang selama ini ia percayai malah menghkianati dirinya. Sungguh perbuatan memalukan bagi wijaya. Wijaya malu akan perbuatannya yang telah melampiaskan semua kekesalanya pada keluarga yang sama sekali tidak melakukan kesalahan bahkan sedikitpun.


Tak hanya itu, wijaya juga merasa tak enak hati pada putranya sendiri. Benar, itu adalah iqbal. Ia tahu betul bagaimana kehilangan orang begitu berarti dalam hidupnya. Tapi ia malah membiarkan anaknya sendiri merasakan penderitaan itu.


***


"Iqbal.." kata keyla pelan.


Sontak membuat iqbal, membuka matanya sedikit, ia terkejut mendapati keyla kini berada di hadapannya. Keyla duduk di pinggir ranjang, ia membelai lembut rambut iqbal.

__ADS_1


"Key.." iqbal memposisikan dirinya untuk duduk dekat keyla. Iqbal menyentuh kedua pipi keyla dengan sangat erat.


"Ini pasti hanya khayalanku saja.." iqbal kembali menurunkan benih air dari matanya, "aku sangat merindukanmu.." kata iqbal.


Keyla hanya diam, ia memandang wajah suaminya yang pucat dan matanya yang bengkak, ia juga sangat merindukan sosok laki laki di hadapannya kini.


Keduanya saling mendekatkan bibir mereka, kini kedua bibir itu saling bersentuhan merasakan kehangatan yang terjadi, setiap ******* mereka rasakan. Iqbal mulai tidak terkontrol, ia mulai menyentuh bagian intim dari keyla, keyla hanya diam merasakan sentuhan dari suaminya.


Kini mereka sudah terbawa suasana malam dikamar iqbal yang hanya diterangi oleh lampu tidur berwarna kuning, mereka menyalurkan hasrat mereka satu sama lain. Iqbal dan keyla benar benar merasakan kerinduan dan juga kenikmatan secara bersamaan.


***


Pagi menyinari kamar iqbal, iqbal mulai membuka matanya pelan pelan, ia melihat ke samping tempat tidur.

__ADS_1


"Malam itu terasa nyata, malam itu benar benar aku merasakan keyla ada disini.." iqbal mengingat kejadian semalam, ia menyentuh bantal dan juga kasur disampingnya, yang biasa keyla gunakan untuk tidur. "Ternyata aku hanya berhalusinasi.." iqbal menyentuh dahinya sendiri, ia mulai menutup matanya kembali.


__ADS_2