
Pagi yang menyambut cahaya yang berkilau membuat keyla terbangun dari tidurnya, ia terkejut mendapati dirinya seranjang dengan laki laki.
"Astaga, bagaimana bisa aku lupa, sekarang aku adalah seorang istri sekarang.." keyla menyentuh dahinya dan sedikit menggelengkan kepala. Ia melihat iqbal dengan tatapan penuh selidik, "dia pasti ga jauh beda dari wijaya.." kata keyla.
Keyla membersihkan dirinya, memakai baju yang sudah disiapkan pelayan tadi malam, ia keluar dan mendapati iqbal yang sedang mengemasi barang barangnya.
"Kamu udah selesai mandi? Kita mau pindah sekarang.." kata iqbal yang masih mengemasi barangnya. Keyla tidak menjawab, ia hanya diam.
"Ayo ke bawah, temui papa wijaya.." kata iqbal mengajak keyla, ia menggenggam tangan keyla. Keyla hanya diam, tidak membalas ataupun melepaskan.
Sesampainya di bawah, terlihatlah sosok wijaya yang sedang membaca koran, iqbal dan keyla langsung menghampirinya, "pahh.." kata iqbal, memecah keheningan tempat.
"Ada apa?" Tanya wijaya, ia masih fokus membaca koran.
__ADS_1
"Papa pernah bilangkan sama iqbal untuk hidup mandiri, iqbal mau hidup mandiri bareng keyla, ini fasilitas yang papa berikan, iqbal kembaliin ke papa.." iqbal mengambil kunci mobil dan dompet yang berisi uang dan lainnya.
Wijaya sedikit terkejut dengan sikap iqbal kali ini, tetapi ia mengijinkan iqbal untuk pergi dari rumah, sementara wijaya hanya memberikan pesangon 1 juta untuk modal iqbal dan keyla.
"Aku mandi dulu ya, kamu tunggu disini aja.." kata iqbal yang menggenggam kedua pundak keyla, tetapi keyla hanya diam sedari tadi.
Kini keduanya sudah kembali lagi di ruang tidur iqbal, mereka sudah mempersiapkan semuanya, tinggal menunggu iqbal yang masih membersihkan dirinya.
"Kamu ga papakan, kita tinggal dirumah yang sempit?" Tanya iqbal yang dari tadi menggenggam erat tangan keyla.
"Ga papa.." kata keyla singkat, sebenarnya banyak sekali pertanyaan yang terus bergentanyan di pikiran keyla tetapi ia memilih untuk diam.
Sampailah pada satu rumah kecil, rumah kontrakan. Iqbal segera menghampiri pemilik rumah tersebut dan setelah urusan rumah selesai, iqbal mengajak keyla untuk masuk ke dalam rumah kecil itu.
__ADS_1
"Kamu istirahat aja, biar aku yang beresin.." kata iqbal. Keyla duduk di pinggir ranjang mereka, ia melihat suaminya sedang membereskan barang bawaan mereka.
"Sebenarnya apa kamu rencanakan?" Batin keyla yang tengah menatap lekat ke arah suaminya.
***
Matahari sudah menunjukkan sinar manisnya kepada dunia, lebih tepatnya sinar itu mengarah pada bangunan sempit milik keyla dan iqbal. Keyla sudah bangun kini bersiap untuk pergi keluar karna ia akan membeli beberapa sayur dan lauk pauk lainnya untuk memasak dan makan bersama dengan iqbal.
Ia memilah milah sayur yang akan ia masak nanti seraya bercanda dengan tukang sayur, Iqbal yang batu bangun segera mencari keyla disekitar tempat tetapi tak menemukannya, lalu ia mencoba keluar karna pintu depan terbuka sedikit.
Iqbal melihat istrinya sedang bercanda bersama tukang sayur dan baru kali ini iqbal melihat senyum keyla yang begitu merekah. Ketika keyla selesai membeli beberapa sayur ia kembali dengan melihat iqbal dengan tatapan datar dan bergegas masuk tanpa menghiraukan suaminya itu.
"Kenapa kamu bisa tertawa senyam senyum sama tukang sayur sedangkan sama suami kamu sendiri kamu nunjukkin muka datar dan kaku kamu itu?.." kata iqbal yang dari mulai menikah dengan keyla tak pernah menunjukkan senyumnya.
__ADS_1