
"Keyla, jangan percaya dengan kata kataku barusan aku sama sekali ga ada niatan sedikitpun untuk manfaatin kamu atau apapun itu.." jelas iqbal.
"Aku beneran sayang sama kamu key, dari pertama aku ketemu sama kamu, aku udah suka sama kamu..."
"Key, dari dulu papa selalu egois dan semaunya sendiri, aku sudah kehilangan ibuku jadi tolong jangan tinggalkan aku.." kata iqbal lagi.
Iqbal terduduk lemas dilantai seraya menunggu keyla membukakan pintu. Tak sadar kibi air matanya sudah menetes satu persatu dari pelupuk matanya jatuh menuju pipi dan berahkir hilang dengan sendirinya, Ia ia tertidur disana.
Keyla yang sedaritadi tak bisa tidur karna pernyataan yang terlonta di mulut iqbal membuat keyla beranjak dari tempat tidur dan mulai membuka pintu kamarnya.
Keyla yang melihat iqbal tertidur disana segera menempuk pelan pipi iqbal membuat iqbal sedikit membuka matanya. Perlahan keyla membawa iqbal di atas ranjang dan menidurkan iqbal disana. Keyla mengambil selimut dan segera menyelimuti iqbal. Keyla segera tidur disamping iqbal
"Aku mencintaimu.." kata iqbal.
Keyla tersenyum melihat dan mendengar pernyataan iqbal yang berbicara sambil tertidur seperti itu. Lalu keyla segera menyusul iqbal di alam mimpi.
__ADS_1
***
Kini matahari sudah datang menghampiri bumi untuk menyinari alam semesta ini. Begitu juga dengan keyla yang sedang menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya yang sudah siap akan bekerja.
"Pagi sayang.." kata iqbal menghampiri keyla dan segera duduk.
"Pagi.." sambutan manis keyla dengan senyum merekahnya.
"Ehm keyla.." kata iqbal ketika mengunyah makanannya.
"Kenapa?.." kata keyla.
"Kalo kamu gamau, kita bisa batalin kok.." kata iqbal lagi.
"Ehmm engga, aku mau kok nanti pulang kerja kita kesana.." kata keyla tersenyum.
__ADS_1
"Beneran?.." kata iqbal.
"Iya.." kata keyla.
Sesuai rencana iqbal dan segera berangkat ke rumah papa wijaya setelah iqbal menyelesaikan pekerjaannya. Iqbal dan keyla menggunakan kendaraan umum untuk bergegas ke rumah papa wijaya.
Ketika keyla dan iqbal sampai di rumah papa wijaya, keyla begitu terkejut mengetahui bahwa kedua orang tuanya berada di rumah wijaya tengah memberikan uang sebagai ganti rugi pada saat kejadian dan permasalahan pada waktu itu.
Papa...mama.." melihat kedua orang tuanya kembali, keyla tak bisa menahan gejolak air matanya. Seketika jatuh bersamaan dengan keyla yang berlari ke pelukan kedua orang tuanya. Cukup lama, sekian lama keyla tidak merasakan kehangatan pelukan itu. Sangat rindu, kata keyla dalam hati.
"Utang sudah lunas, saatnya kau kembali ke pelukan kedua orang tuamu" pernyataan dari musuh papa itu membuat iqbal terdiam, seketika mencerna maksud dari papanya. "Jangan khawatir, perceraian ini akan cepat selesai.." pernyataan papa wijaya membuat iqbal dan keyla melebarkan matanya.
"Pa, iqbal gamau pisah dari keyla.." tolak iqbal.
"Kau lupa nak dengan perjanjian kita, dia sudah mencintaimu, sekarang saatnya kau tinggalkan dia kan?" Kata kata wijaya membuat keyla seketika menangis, ia langsung berlari keluar disusul orang tuanya.
__ADS_1
"ini yang iqbal ga suka dari papa, papa egois, makanya mama ninggalin papa, karna papa egois, papa selalu mementingkan diri papa dan harta papa ini.. sebenarnya apa sih yang papa mau?" Iqbal mengeluarkan semuanya, cukup lama ia pendam perasaannya setelah mamanya meninggal akibat keegoisan papanya sendiri.
"Iqbal cuman mau hidup sama orang yang iqbal cintai, kenapa papa selalu aja mempersulit.." kata iqbal.