ENEMY

ENEMY
11. kebahagiaan


__ADS_3

"Ternyata aku hanya berhalusinasi.." iqbal menyentuh dahinya sendiri, ia mulai menutup matanya kembali.


Keyla keluar dari kamar mandi, ia melihat suaminya sudah terbangun, "udah bangun? Ayo sarapan.." ajak keyla yang masih berbalut handuk. Ia berjalan menuju almari.


Iqbal yang mendengar keyla berbicara laangsung menghadap ke arah keyla, "key.." kata iqbal yang masih tak percaya bahwa perempuan itu adalah keyla.


"Apa?" Keyla membalikkan tubuhnya dihadapan sang suami, "kamu kenapa sih?" Keyla heran dengan sikap iqbal.


Iqbal menghampiri keyla, menyentuh kedua pipi keyla, "ini bener kamu?" Kata iqbal.


"Ya akulah, kamu kira siapa?" Tanya keyla yang mulai mengerucutkan bibirnya.


"Jadi tadi malem, aku ga mimpi.." kata iqbal yang mulai mengembangkan senyumnya.


"Kamu pikir apa yang kita lakuin semalam itu, mimpi?" Tanya keyla.


Iqbal langsung memeluk keyla erat, sangat erat. Ia merindukan istrinya, benar benar merindukan. Ia berpikir bahwa semalam itu hanya mimpi dan halusinasi saja ternyata tidak.


Kini iqbal mencium bibir istrinya, benar benar manis, ini adalah bibir yang sangat dirindukan oleh iqbal. Iqbal ******* lembut bibir istrinya dengan senyum terukit di wajahnya, begitu juga dengan keyla, Ia juga sangat merindukan suaminya itu.


Iqbal mulai menjamah lagi tubuh keyla, baru saja iqbal ingin membuka handuk yang membalut tubuh istrinya itu, keyla melepas ciuman dan melangkah mundur satu langkah.


"Tadi malem kan udah.." kata keyla yang berbalik untuk mengambil pakaiannya.


"Kan tadi malem, aku pikir mimpi.." iqbal mulai memasang wajah lesunya, "lakuin lagi kan boleh, kamu kan istriku.." iqbal memeluk istrinya dari belakang.

__ADS_1


"Nanti ya sayang.." keyla membelai lembut rambut iqbal. Iqbal yang mengerti segera duduk di bibir ranjang.


"Kok bisa ada disini?.." tanya iqbal.


"Papa ga marah kamu ada disini? Sebenarnya ada apa?.." kata iqbal.


Keyla mulai duduk di samping suaminya dan mulai menceritakan kejadian kemarin.


Flashback on


Wijaya yang mengetahui hal tersebut segera kembali ke rumah hery dan berniat untuk meminta maaf atas kesalahpahaman yang sudah terjadi waktu itu.


Kini wijaya sudah berada di depan rumah hery tetapi ia sama sekali hanya diam saja di sana ia merasa sangat takut kalau kalau hery tidak akan memaafkannya dan justru malah bersikeras akan memisahkan keyla dan iqbal yang sudah saling mencintai.


"Ada hal apa kau kesini? Bukannya sudah selesai.." kata hery.


Wijaya segera berlutuh di hadapan hery, mengetahui itu hery seketika memundurkan langkahnya karna terkejut. "Maafkan saya.." kalimat pertama yang terlontat di mulut wijaya.


"Saya mengakui salah, karna telah menunduh anda macam macam, padahal jelas jelas saya tahu kau tidak akan melakukan hal sebodoh itu.." kata wijaya.


"Tolong jangan pisahkan anak saya dari keyla, karna anak saya sudah sangat mencintai keyla.." kata wijaya.


"Sudah maafkan saja pah.." kata diana, mama diana mendengar semua pembicaraan wijaya dan hery tadi.


"Keyla juga sangat mencintai iqbal jadi jangan pisahkan mereka.." kata diana lagi.

__ADS_1


"Baiklah, aku memaafkanmu.." kata hery ddngan menuntut wijaya agar bangkit berdiri.


"Terima kasih, terima kasih.." kata wijaya.


Flashback off


"Jadi semua bukan salah papa hery?.." kata iqbal.


"Jelas bukan sayang.." kata keyla.


"Aku baru tahu, papa meminta maaf dihadapan papa hery sebegitunya.." kata iqbal tersenyum.


"Iya, aku juga.." kata keyla.


Iqbal dan keyla aaling menatap kini keduanya mendekatkan bibir mereka kembali, dan melancarkan aksinya. Iqbal yang segera menuntut keyla untuk tidur di ranjang seketika membuat menghentikan kegiatan.


"Bal.." kata keyla.


"Gapapakan?.." kata iqbal melanjutkan kembali aksinya, seketika iqbal perlahan membuka handuk yang dikenakan keyla. Kini terjadilah aduan suami istri di pagi hari yang dilakukan keyla dan iqbal.


Tamat.


terima kasih untuk selalu setia membaca "ENEMY" sampai ketemu di crita crita berikutnya ya


BYE BYE...

__ADS_1


__ADS_2