
Wijaya memiringkan senyum sedikit, "kau boleh menyentuh papamu nak, tetapi ada syarat yang harus kau patuhi terlebih dahulu..." wijaya menjeda omongannya. Membuat keyla geram tetapi ia harus tetap menunggu syarat dari laki laki tua itu.
"Menikah dengan putraku.." Seketika keyla langsung melebarkan matanya dalam dalam pada pria paruh baya itu. Pria itu hanya tersenyum. Mengapa ia malah menjodohkan anaknya kepada anak musuhnya? Sebenarnya apa yang ia rencanakan? Pertanyaan itu jelas terlontar dari pikiran keyla.
"Jadi wanita itu, yang ingin papa jodohkan padaku?" Gumam iqbal yang masih penasaran, seketika ia melamun melihat kecantikan keyla "dia ini manusia apa bidadari?" Tanya iqbal pada dirinya sendirinya melihat calon istrinya itu.
"Kalo aku gamau" dengan berani keyla menjawab, tetapi pria itu malah tersenyum.
"tidak masalah jika kau menolak, tetapi nyawa kedua orang tuamu berada di tanganmu, jika kau menolak perjodohan ini maka orang tuamu akan mati, bereskan?" Jawab pria tua itu dengan mudahnya.
Rangga, orang kepercayaan wijaya itu mulai mengeluarkan benda tajam yaitu pisau, siap untuk menusuk bahkan mengiris leher kedua orang tua keyla. Sontak keyla terkejut dengan perlakuan kejam dari calon mertuanya itu.
__ADS_1
"Iya.. iya.. aku mau" keyla melontarkan kalimat itu dengan terpaksa.
"Bagus.. baguss... anak pintar" jawab laki laki itu dengan mengelus pelan rambut keyla.
Seketika iqbal keluar dari tempat persembunyiannya, ia memakai kemeja putih yang berbalut jas hitam dengan pita kupu kupunya. Ia menarik perhatian orang didalam ruangan tersebut. Sungguh pemandangan indah.
Keyla tidak memperdulikan lelaki yang akan menjadi suaminya itu. Pandangannya hanya terfokus pada kedua orang tuanya. Pikirannya melayang layang ia benar benar takut jika pria paruh baya itu benar benar menghabisi kedua orang tuanya. Ia belum siap sama sekali.
***
Tak lama, keyla memakai gaun pengantin itu. Balutan gaun putih yang disertai hiasan yang berada di atas kepalanya membuat iqbal tak berkedip sedikitpun, "aku benar benar akan menikahi bidadari ini.." batin iqbal sembari melihat keyla berjalan menghampirinya.
__ADS_1
Mengucapkan janji suci, dan berfoto bersama keluarga layaknya dua keluarga yang harmonis benar benar ingin sekali keyla rasakan nanti. Tetapi hatinya tak bisa dibohongi, ia benar benar masih takut akan nasib kedua orang tuanya itu.
"Lepaskan mereka.." titah wijaya, membuat pengawalnya melepaskan kedua orang tua keyla "Kau boleh memeluk anakmu itu, tetapi setelah itu lunasi dulu semua yang telah kau curi di perusahaanku, lalu akan kukembalikan lagi putri yang manis ini.." pernyataan wijaya membuat papa hery geram.
Ia benar benar tak bisa berbuat apa apa sekarang, ia benar benar merelakan putri gadisnya dinikahi oleh anak musuhnya sendiri membuat hati papa hery tidak tenang jika meninggalkan gadisnya itu. "Baiklah, aku akan kembali dengan uang yang kau mau.. tapi ingat jika kau melukai anakku bahkan tergores saja, aku tidak akan mengampunimu..." dengan hery yang berbicara seperti itu membuat wijaya memiringkan senyumnya.
Keyla dibawa ke kamar iqbal bersama dengan pelayan pelayan yang sudah disiapkan oleh wijaya pada keyla, pelayan itu juga membantu keyla membersihkan diri dan menyiapkan kebutuhan keyla.
Keyla yang mulai lelah dengan yang terjadi hari ini, membuatnya terbaring di atas ranjang milik iqbal.
Iqbal yang baru saja datang, ia melihat istrinya tertidur pulas segera menghampiri istrinya, "cantik sekali, sekarang kau istriku.." kata iqbal dengan menyunggingkan senyum manisnya kepada keyla yang tengah tertidur.
__ADS_1