
Sekte Renyuan, adalah Sekte yang terletak di Negara Zhou, Pegunungan Taiyuan.
Sekte itu miliki sejarah yang amat panjang dengan seluruh sekte di Pegunungan Taiyuan — Sekte Tianyuan dan Sekte Diyuan.
Ketiga Sekte ini dahulunya satu bagian dengan Sekte Taiyuan, sekte kuat yang dahulu dipimpin oleh seorang Half Immortal kuat berjulukan Immortal Taiyuan.
Sekte Taiyuan dahulu kala sangat kuat dan telah menjadi Tanah Suci Kultivasi sejak ratusan ribu tahun yang lalu. Namun karena kenaikan Immortal Taiyuan dan konflik internal, Sekte Taiyuan dipecah sesuai dengan tiga warisan utama Sekte Taiyuan — Tian, Di dan Ren.
Tian (天) mewakili Warisan Tianyuan,
Di (地) mewakili Warisan Diyuan,
Dan Ren (人) mewakili Warisan Renyuan,
Setelah perpecahan Sekte Taiyuan, Sekte Renyuan dipimpin oleh Leluhur Renyuan selama 6 generasi, namun ia meninggal di Tanah Luas yang Tertinggalkan.
Dan selama 7 Generasi berikutnya, Sekte Renyuan dipimpin oleh Patriark Gunung Jiwa dan kemudian barulah dipimpin oleh Patriark Renyuan.
-... ... ... ...-
Langit biru itu sangat cerah,
Cahaya mentari bersinar dengan segala keagungannya.
Di Gunung Renyuan, empat sosok lewat dengan sangat cepat seperti panah yang ditembakkan.
Salah satu dari rombongan itu adalah Ji Nie Tian, dan tiga sosok lainnya adalah Gu Kuangren dan Gu Die Yu lalu Patriark Renyuan.
Ji Nie Tian memerhatikan Gunung Renyuan.
Gunung Renyuan memiliki Enam puncak, dan masing-masing puncak memiliki Gedung raksasa disekitarnya.
Dari atas sana, Sekte Renyuan seperti Kota raksasa, penuh dengan segala macam keramaian. Sungguh, sekte itu terlihat Kota daripada Sekte kultivasi.
Ini pertama kalinya Ji Nie Tian berada di suatu Sekte, jadi dia terkejut. Dia mengira sekte itu akan sepi dan semua murid melakukan kultivasi tertutup dan lebih memilih untuk fokus berkultivasi daripada hubungan dunia luar.
...... ......
Empat sosok jatuh ke taman yang luas.
Taman itu sangat indah. Banyak bunga dan tumbuhan. Jalan bebatuan membuat segalanya menjadi lebih rapi.
Angin sepoy, dedaunan yang bergemerisik dan keheningan.
Ji Nie Tian menghela nafasnya dengan dalam. Tempat ini memiliki wawasan dao yang luas, tempat yang tepat untuk bermeditasi dan berkultivasi.
Lalu Patriark Renyuan membawa mereka ke sebuah kediaman sederhana. Ketika mereka masuk, mereka melihat ayam, kebun kecil dan paviliun kayu. Tempat itu sangat sederhana, tapi hal itu lah yang membuatnya terlihat mendalam.
Lalu Patriark Renyuan menyuruh yang lain untuk menunggu.
Mereka menunggu tanpa ada yang berbicara. Sesekali mereka saling memandang dan tersenyum satu sama lain.
Tak butuh waktu lama, Patriark Renyuan keluar dengan bongkahan batu dengan tanda 人源 (Renyuan).
Ji Nie Tian melihat batu itu dan menjadi bersemangat.
"Ambil ini," kata Patriark Renyuan ketika memberikan Ji Nie Tian bongkahan batu. "Itu adalah Token Sekte Renyuan untuk murid."
"Terimakasih." Ji Nie Tian membungkuk bertrimakasih, "Patriark Sekte." lanjutnya.
"Ya." Patriark Renyuan mengangguk tersenyum, "Pergilah ke Aula utama untuk memilih Gua abadimu. Ada ribuan gua abadi untukmu pilih agar bisa berkultivasi dengan tenang. Kamu bisa mengambil misi untuk mendapatkan sumber daya kultivasimu. Kamu juga akan mendapatkan sumber daya sekali sebulan. Jika kamu menjadi murid inti, maka kami akan memberikanmu sumber daya sekali seminggu, jika kamu menjadi murid dao maka kami akan mendukungmu sebisa kami untuk membuatmu menjadi seorang Grandmaster Pra Surga."
"Baiklah." kata Ji Nie Tian.
"Kalau begitu pergilah, Gu Die Yu akan mengarahkanmu." lalu Patriark Renyuan melihat ke arah Gu Die Yu, "Die Yu, pergi lah bersama Ji Nie Tian. Jangan buat dia tersesat."
"Saya mengerti, master." Gu Die Yu membungkuk.
Lalu mereka berdua pamit dan keluar dari kediaman, bersama Gu Kuangren. Namun Patriark Renyuan memanggil Gu Kuangren. "Kuangren, kemarilah. Die Yu dan Ji Nie Tian bisa lanjut berjalan."
Gu Kuangren tak berani membantah, berhenti, dan berbalik lalu berjalan lagi ke arah Patriark Renyuan sementara Gu Die Yu dan Ji Nie Tian kembali berjalan keluar.
Ketika kedua orang itu pergi, Gu Kuangren bertanya, "Ada apa, Master?"
"Kuangren, ketika saudarimu dan Ji Nie Tian bersama, tinggalkan mereka sendirian."
"Huh?"
Gu Kuangren merasa dia mendengar sesuatu yang diluar nalar.
Apakah tua bangka ini mencoba menjodohkan suadariku dan senior itu?
...... ... ... ......
__ADS_1
Selama Gu Die Yu dan Ji Nie Tian berjalan ke Aula Utama, Gu Die Yu menceritakan banyak hal, salah satunya adalah tentang divisi yang diharuskan untuk dipilih.
Sekte Renyuan dibagi menjadi 3 Divisi, Divisi Sihir, Divisi Alkemis, Divisi Beladiri.
Mendengar tiga divisi itu, Ji Nie Tian langsung menetapkan pilihannya.
Beberapa dupa habis dan mereka akhirnya tiba di Aula Utama. Aula utama sangat besar. Luasnya sungguh tak bisa dikira, ketika kita mendongak me atas, rasanya seperti melihat langit.
"Sekte kita mungkin bukan sekte yang hebat, tapi sekte kita dahulu adalah bagian dari Sekte Taiyuan yang legendaris." kata Gu Die Yu dengan penuh kebanggaan. "Dan aku berani berkata bahwa jika dibandingkan seluruh Sekte peringkat bawah dan atas, warisan kita lebih besar dan pondasi kita lebih mendalam."
Ji Nie Tian mengangguk paham. Dia menjadi lebih penasaran dengan Sekte Renyuan dan sejarah dibaliknya.
Setelah itu, mereka berpisah dan Gu Die Yu pergi.
Tugasnya sudah selesai, jadi Ji Nie Tian tidak menahannya.
Lalu Ji Nie Tian berjalan menuju meja resepsionis. Di sana, dia sambut oleh pemuda berjubah khusus. Ketika dia melihat Ji Nie Tian, dia tersenyum mendalam.
"Selamat datang, apa ada yang bisa kubantu?" Resepsionis bertanya dengan ramah.
Ji Nie Tian masih melihat ke kanan dan ke kiri, lalu dia melihat resepsionis itu dan membalas, "Aku baru saja menjadi Murid dalam dan aku diperintahkan oleh Patriark Renyuan untuk menerima Gua abadi."
"Sungguh?" Resepsionis terkejut dan dia diam-diam tak percaya, "Beliau sulit untuk ditemukan, bagaimana kamu bisa menemuinya... ... ...?"
"Aku menyelamatkan dua muridnya disaat genting," Ji Nie Tian sama sekali tak menyembunyikan prestasinya dan berkata dengan acuh. "Beliau membiarkanku menjadi murid dalam sebagai balasannya dan memberikanku Gua abadi... ... ..."
"Dua murid?" Resepsionis masih tidak percaya. Patriark Renyuan memiliki 5 murid dan setiap muridnya adalah bakat mencengangkan yang hanya muncul 500 tahun sekali dan sekarang masing-masing dari mereka adalah kultivator ranah Xiantian. Untuk bisa menyelamatkan kultivator dengan tingkat seperti itu... ... ... Maka pemuda ini harusnya bukan orang biasa.
"Bisakah kamu menunjukan tokenmu?"
Ji Nie Tian mengangguk dan mengeluarkan tokennya dari celah baju.
Setelah melihat token itu, resepsionis menganggukkan kepalanya. Ini memang token murid dalam. Lalu dia bertanya, "Dari divisi mana?"
"Aku belum memasuki divisi apapun. Aku bukan murid yang melalui jalur biasa, sebelumnya aku adalah kultivator lepas."
Resepsionis langsung memahami keadaan khusus Ji Nie Tian namun dia mendesah mendalam, "Kalau begitu saya gak bisa melakukan apapun. Kamu harus memasuki divisi dulu sebelum mengambil Gua abadimu, karena Gua abadimu akan satu wilayah dengan markas utama Divisi mu."
Ji Nie Tian mengerutkan dahinya dan menyentuh dagunya. Lalu dia bertanya, "Kalau begitu bisakah aku tau bagaimana cara memasuki Divisi?"
"Kamu hanya perlu menemui salah satu sesepuh atau instruktur untuk bisa mengajukan ujian."
"... ... ... ..." Ji Nie Tian yang mendengar itu langsung mengutuk Gu Die Yu. Pekerjaanmu belum berakhir dan kamu pergi begitu saja? Aku akan mengingat ini... ... ... Ji Nie Tian menggeleng kepalanya, lalu bertanya tentang arah dari divisi yang dia inginkan, yaitu Divisi Sihir.
Alasan dia memilih Sihir sebagai Divisinya adalah karena dia memiliki jumlah Qi yang sangat besar dan jangkauan Qi nya sungguh luas. Terbuang rasanya jika dia memfokuskan pada seni beladiri saja, jadi dia memilih Divisi Sihir.
Ji Nie Tian mengolah kata demi kata dan langsung paham arah-arah yang harus dia lalui.
Kemudian Ji Nie Tian keluar dari Aula Utama dan belok kanan.
Setelah Langkah demi langkah, kelok demi kelok,
Akhirnya Ji Nie Tian sampai ke Divisi Sihir. Sekte Renyuan sungguh luas. 1 jam rasanya sudah lewat... ... ... Apakah sekte yang lainnya juga seluas ini? Jika bukan karena larangan untuk terbang, dia pasti sudah terbang sekarang.
Ketika dia memasuki Divisi Sihir, dia melihat ada berbagai macam Kultivator, mulai dari Praktisi Pasca Surga hingga Praktisi Pra Surga. Beberapa di antara mereka juga ada Ahli Pra Surga!
Divisi dibagi lagi menjadi beberapa Aula, itu tergantung dengan Kepala Divisi nya tentang harus sebanyak apa Aula yang dia mau.
Dia bisa saja menciptakan atau menghancurkan Aula... ... ... Semuanya seterah dari Kepala Divisi.
Di divisi Sihir, ada 3 Aula, yaitu Aula Kuning, Aula Hitam dan Aula Ungu.
Ji Nie Tian memilih Aula Ungu karena mereka memiliki warisan Qi ungu dari Timur. Dia mengolah Mantra Langit Ungu jadi wajar jika dia memilih Aula Ungu.
Ketika memasuki Aula Ungu, dia melihat ada resepsionis lainnya. Ji Nie Tian mendatanginya dan berkata bahwa dia ingin mendaftar.
Kemudian resepsionis itu menerima pendaftaran Ji Nie Tian dan menuntunnya pada Instruktur Yu.
Instruktur Yu adalah wanita berbadan tinggi, berambut hitam dan bermata Hijau layaknya giok. Ketika Ji Nie Tian melihat matanya, dia merasa sedikit terpukau. Tapi wajahnya tak secantik Xu Yongmei nya.
Resepsionis itu kemudian meninggalkan mereka berdua dan pada saat itu lah, Instruktur Yu berbicara, "Nama?"
"Ji Nie Tian."
"Basis kultivasi?"
"37 Meridian Abadi, Ahli Pra Surga."
"Keahlian?"
"... ... ..." pada pertanyaan itu, Ji Nie Tian sedikit terdiam. Dia ahli dalam hal apa? Dia bisa berpedang, bisa menyihir, bisa memukul. Jadi apa keahliannya?
Setelah beberapa saat, Ji Nie Tian menjawab, "Aku pandai dalam mengolah dan mengendalikan Qi Ungu dari Timur."
__ADS_1
"... ... ... ..." kali ini Instruktur Yu yang terdiam. Dan tiba-tiba suasananya menjadi mencekam. "Kamu tau kan kalau itu bukan candaan yang wajar?"
"Tidak." Ji Nie Tian menggeleng kepalanya dengan lembut, "Tapi aku juga tidak bercanda." perlahan, Qi ungu nya merembes keluar. Itu adalah Qi yang penuh dengan wawasan yang mendalam pada Qi ungu dari Timur.
Instruktur Yu menarik seluruh auranya dan melihat Qi ungu itu dengan takjub. "Bagaimana... ... ... Bagaimana bisa?"
Bagi kultivator yang mengolah Qi ungu, mereka tau seberapa susah untuk menghasilkan Qi ungu.
Instruktur Yu adalah Master Pra Surga yang sudah hidup 100 tahun, dan dia tak memiliki Qi ungu sebanyak Ji Nie Tian, wajar jika saja dia terkejut dan takjub pada saat yang bersamaan melihat pemuda dihadapannya memiliki jumlah Qi ungu yang lebih banyak darinya.
"Baiklah, maafkan aku." Instruktur Yu menganggukkan kepala dan tersenyum. "Tak perlu ujian. Ambil ini,"
Kemudian Instruktur Yu melemparkan sebuah token yang tampaknya terbuat dari permata berwarna ungu. Di bandingkan Token murid dalam, token itu terlihat lebih mewah.
Ji Nie Tian menganggukkan kepala menerimanya tanpa bertanya lebih lanjut.
Lalu dia pergi lagi menuju Aula Utama. Butuh beberapa jam untuknya sampai dan ketika tiba, dia langsung menyerahkan token dari Aula Ungu.
Resepsionis kemudian mengeluarkan selembar kertas dan memberikannya pada Ji Nie Tian. Itu adalah daftar gua abadi yang kosong dan gratis, tertera dengan informasi dari formasi sihir dan jumlah Qi.
Resepsionis juga memberikan sekantong pil. Ketika diperiksa oleh Ji Nie Tian, ada setidaknya 6 atau 7 pil dan itu tampaknya Pil Meridian Abadi.
Setelah memastikan jumlah pil, dia melihat ke lembaran kertas.
Ji Nie Tian hanya bisa menemukan gua abadi dengan jumlah Qi yang rendah dan bertanya, "Adakah Gua abadi dengan jumlah Qi yang lebih tinggi?"
"Mereka hanya tersedia ketika kamu menjadi murid inti atau kamu membelinya. Gua abadi dengan jumlah Qi yang lebih tinggi, di tingkat menengah, seharga 50.000 Batu roh. Gua abadi dengan jumlah Qi yang tinggi hanya bisa digunakan oleh Murid Dao dan Murid langsung Petinggi dan gua abadi tingkat tinggi tidak bisa dibeli."
Ji Nie Tian menelan ludah.
Gua abadi tingkat menengah terdengar mahal!
Ji Nie Tian mengambil nafas dalam-dalam dan mengangguk. "Kalau begitu yang ini saja." Ji Nie Tian menunjuk ke salah satu yang ada di daftar dan resepsionis menganggukkan kepalanya.
Kemudian dia menyerahkan token lain. Itu adalah Token dengan bahan kayu yang berisi bama dari Gua abadi itu — Gua Abadi Guanghe.
Ji Nie Tian menerima Token itu dan menyimpannya. Setelah itu dia pergi tanpa menunda waktu. Dia ingin segera memeriksa Gua abadinya, tempat dia akan tinggal mulai sekarang.
...... ... ......
Gua abadinya ada di kaki gunung dalam ruang lingkup Divisi Sihir. Jadi ketika tika Ji Nie Tian tiba, matahari sudah terbenam dan langit sudah berganti.
Ji Nie Tian melihat kediamannya yang sederhana, membuatnya mengingat rumah lamanya di Suku Xu dan dia tersenyum. "Tak buruk." gumamnya ketika berjalan masuk.
Secara mengejutkan, ada banyak ruang di dalam dan ada perpustakaan kecil juga di sana. Beberapa di antara mereka adalah buku filosofi dan beberapa tentang alkemi.
Ji Nie Tian penasaran apakah pemilik sebelumnya adalah seorang alkemis?
Jika dia memiliki buku-buku ini, kemungkinan... ... ... Dia bisa mulai meracik pilnya sendiri... ... ...
Setelah dia melihat perpustakaan, dia memutuskan untuk menghidupkan Lilin pada seluruh ruangan.
Ruang Meditasi,
Perpustakaan,
Kamar Tidur,
Ruang Utama
Ruang dapur,
Ruang makan,
Kamar Mandi,
Ketujuh ruangan ini seluruhnya berdebu, dan kotor serta kacau karena dia risih dengan semua ini, terutama pada bagian kamar, Ji Nie Tian memutuskan untuk membersihkan dan merapikan seluruh rumahnya.
Hal ini dia lakukan selama semalaman, jadi ketika pagi tiba, dia memutuskan untuk berkultivasi di paviliun kecil hingga esoknya tiba sekali lagi.
Dia juga menggunakan satu Pil Meridian Abadi. Secara mengejutkan, khasiatnya sangat manjur.
Jika dia terus memakan ini, membuka 20 Meridian Abadi dalam tiga hari bisa!
Dengan begitu, Ji Nie Tian memutuskan untuk berkultivasi dengan tenang dan tak terburu-buru.
Ketika dia membuka mata pagi yang indah menyambutnya,
Burung bercicip,
Angin berhembus,
Dedaunan berterbangan.
__ADS_1
Ji Nie Tian bangkit dan melihat kesekeliling. Dia mengambil nafas yang dalam, melihat ke matahari tang terbit dan bergumam,
"Hari baru, kisah baru!"