Everlasting Realm

Everlasting Realm
Episode. 06: Cloudstream Technique


__ADS_3

"Yang Mulia Abadi Qin, kenapa kamu tidak mendengarkanku? Kaisar Abadi tidak bisa memasuki Enam Jalan Reinkarnasi tanpa takdir, pahala yang besar dan keinginan yang terpenuhi………."


"Keinginanku sudah terpenuhi, dan pahalaku……… perlukah aku menyebutkannya?" Qin Yufeng memandang wajah di langit dengan sedikit cemoohan dan menantang.


"Kalau begitu kamu tak perlu menerobos dan membunuh penjaga Enam Jalan Reinkarnasi ku." Balas wajah di langit dengan wajah yang sedih.


"Maaf, kali ini aku harus melawan langit dan bumi. Aku ingin mengembalikan anak ini ke dunia fana."


"Huh?" Wajah di langit lalu memandang Ji Nie Tian dan berkata lagi pada Qin Yufeng. "Apa kamu tak lagi ingin hidup?"


"Aku sudah mati.. ... ..." Qin Yufeng tersenyum kaku mendengarnya.


"............." Terdiam sejenak, Wajah di langit berdehem, "Seterah. Aku akan menutup mataku, dan seluruh kejadian buruk yang akan terjadi pada anak itu, aku tidak akan membantunya."


"Aku tidak peduli! Tapi aku terkejut dengan pernyataan mu. Pasalnya, anak muda ini bisa membantumu menyempurnakan Enam Jalan Reinkarnasi."


"Apa maksudmu? — "


Sebelum wajah di langit menyelesaikan kata-katanya, Qin Yufeng melambaikan tangannya dan seketika awan-awan gelap di atas lenyap di hembus angin kuat.


"Bersiaplah," Qin Yufeng menoleh, dan tersenyum ketika lengan kanannya mengangkat tubuh Ji Nie Tian dengan kerahnya lalu melompat sekali lagi, dengan sangat tinggi.


Ji Nie Tian menatap Qin Yufeng dari samping. Dalam benaknya, dia terkejut, dan kagum.


Lelaki ini, dia adalah Kaisar Abadi, namun dia mati?


Menurut ayahnya, hanya Kaisar Abadi yang mewakilkan kekuatan dari ranah Golden Immortal yang legendaris yang bisa menikmati umur panjang……… kekuatan mereka juga bisa menghalau penghukuman dan murka surga……… jadi bagaimana bisa dia mati?


Apa yang terjadi padanya?


…………


Setelah 2 kali Lompatan, dari kejauhan Ji Nie Tian melihat Makhluk raksasa lainnya yang duduk di atas Gunung dengan sangat santai. Makhluk itu berkepala Sapi dan bertubuh manusia. Tinggi dan besarnya? Lebih besar daripada Gunung biasa. Bagaimanapun, dia duduk di atas gunung seolah-olah dia duduk di kursi biasa dan terlihat sangat santai.


"Apakah itu salah satu dari Raja Yama?"


Mendengar pertanyaan Ji Nie Tian, Qin Yufeng menjawab dengan sedikit tawa. "Itu bawahannya. 18 Raja Yama adalah makhluk yang memiliki wujud yang lebih manusiawi daripada setengah Asura itu dan mereka seratus kali lebih kuat daripada nya. Mereka ada di tahap setengah langkah menuju ranah Exalted Immortal atau puncak Perfected Immortal."


Ji Nie Tian menganggukkan kepala.


"Apakah kita akan membunuhnya?" Ji Nie Tian bertanya lagi.


"Tidak," Qin Yufeng menggelemg kepalanya, "Membunuh satu Penjaga saja sudah membuat alam ini goyah. Jika kita membunuhnya, maka setengah dari alam ini bisa saja runtuh."


Ji Nie Tian terdiam seribu kata.


Apakah sebesar itu dampaknya? Lalu kenapa kamu membunuhnya?


Menggeleng kepala, Ji Nie Tian kembali fokus ke depan.


Di depan, Ji Nie Tian melihat enam garis sinar cahaya naik ke atas langit.


Enam garis itu memiliki warnanya sendiri — putih, hitam, merah, biru, ungu dan emas.


Enam garis cahaya itu seperti benang, mereka melilit satu sama lain, mengikat langit ke bumi.

__ADS_1


"Enam jalan Reinkarnasi?" Ji Nie Tian segera menyadarinya.


"Benar — lebih tepatnya pecahannya. Dalam catatan kuno, Enam Jalan Reinkarnasi adalah enam pilar raksasa yang menembus langit."


Tapi karena runtuhnya Enam Alam………


Ji Nie Tian melanjutkan dalam benak dan bertanya di hatinya yang dalam, jika Era Enam Alam begitu luar biasa, kenapa bisa berakhir?


Setelah beberapa detik, akhirnya mereka berhenti. Di tempat Enam Jalan Reinkarnasi berakar, ada jutaan jiwa yang berbaris dari 4 arah. Mereka menanti giliran mereka untuk dilahirkan kembali.


Qin Yufeng tanpa memedulikan jutaan jiwa yang berbaris untuk bereinkarnasi, melompat sekali lagi menuju Enam Jalan Reinkarnasi.


Ketika benang cahaya menyentuh tubuh Qin Yufeng, segera visi mereka berganti ke ruang yang sangat berbeda.


Tempat itu putih.


Benar-benar putih.


Walau begitu, Ji Nie Tian bisa merasakan bahwa ia memijak sesuatu saat ini,


Dia melihat ke sekeliling dan menemukan selain dirinya, Qin Yufeng dan warna putih, tak ada lagi yang lain.


Ji Nie Tian terkejut dan panik. Lalu dia melihat seorang wanita yang seperti seorang Dewi, turun dari langit.


Wajah tak bisa dilukiskan. Sungguh, wanita itu sangat lah mempesona dan berhasil membuat Ji Nie Tian berkedip kagum.


"Permaisuri Bumi."


Suara Qin Yufeng terdengar dari samping. Ji Nie Tian kemudian menoleh lagi ke arahnya lalu melihat lagi ke wanita yang dipanggil sebagai Permaisuri Bumi itu.


"Qin Yufeng,"


"Lakukanlah sesuka hatimu dan kamu berhutang padaku pada kehidupan selanjutnya."


"Hutang itu akan ditebus anak muda ini." Qin Yufeng menyahut.


"Aku berharap begitu."


Kemudian, Permaisuri Bumi terbang kembali dan menghilang.


Melihat wanita itu pergi, Ji Nie Tian kembali bertanya, "Senior, siapa wanita barusan itu?"


"Dia adalah Dewi yang bertanggung jawab atas Enam Jalan Reinkarnasi……… dia adalah Dewa Primal yang telah hidup sejak awal prasejarah. Dia selalu ada di dalam Enam Jalan Reinkarnasi." Qin Yufeng perlahan menjelaskan dengan ekspresi yang cukup menarik; seakan-akan dia mengenang masa lalu saat dia melihat ke arah Permaisuri Bumi pergi.


"Dewa Primal………" Ji Nie Tian tiba-tiba terdiam dan ekspresinya berubah menjadi terkejut, "Bukankah dewa primal akan menghilang ketika mereka mencapai ranah Dewa Primal?"


"Lupakan itu. Suatu hari nanti kamu akan mengetahuinya. Sekarang kita harus mengeluarkan kamu dari sini." Qin Yufeng menoleh ke arah Ji Nie Tian yang mengangguk setuju.


"Baiklah."


Kemudian Qin Yufeng mendekati Ji Nie Tian. Tangannya yang kasar perlahan terangkat ke arah dadanya dan ia dorong dadanya itu.


Ji Nie Tian kemudian jatuh. Visinya menyempit ketika dia melihat nyala api di tangan Qin Yufeng yang bersinar dengan warna cemerlang.


"Aku akan mengambil ini sebagai bayaran."

__ADS_1


………


Cepluk!


Bunyi celupan air sampai ke telinga Ji Nie Tian.


Perlahan, matanya terbuka dan dia melihat langit biru yang cerah. Lalu dia duduk dan melihat air di sekeliling. Menoleh lagi, dia melihat sebuah platform raksasa, berdiri tinggi di atas lautan tiada ujung.


Ji Nie Tian bangkit dan berjalan ke sana; dan melalui tangga, dia sampai ke atas platform.


Di atas platform, seorang pria berdiri tegap. Tubuhnya ramping namun aura yang bergejolak di sekitarnya membuatnya seperti benteng perang.


Di tangan kanannya ada sebilah pedang. Pedang itu bersinar dengan kilat biru dan kabut putih.


Cantik.


Sangat cantik.


Bagaimana pedang itu mengeluarkan kekuatannya mempesona Ji Nie Tian.


Ketika Ji Nie Tian masih terpesona, sosok pria itu menoleh ke arahnya. Menyadari tatapan dari pria itu, Ji Nie Tian juga menatap matanya.


Ketika mata mereka bertemu satu sama lain, sosok pria itu kemudian tersenyum, "Apakah kamu pewaris baru Teknik Pedang Cloudstream?"


Ji Nie Tian mengangguk, "Ya."


Pria itu memutar tubuhnya dan membungkuk memperkenalkaan diri, "Perkenalkan, aku adalah Progenitor Cloudstream, pencipta dan pemilik asli teknik ini."


Ji Nie Tian kemudian naik ke atas platform dan memberi hormat juga, "Namaku Ji Nie Tian, putra Immortal Ji."


"Aku tahu." Sosok pria itu menganggukkan kepala, "Qin Yunfeng mungkin tak tau karena dia hanya tau permukaan dari Perbatasan Dao Abadi yang Luas, tapi aku tau segala yang terjadi sejak dari kehancuran Enam Alam."


"Jadi kamu kenal ayahku?" Ji Nie Tian menaikkan tubuhnya, terkejut dan menjadi bersemangat.


"Kurang lebih begitulah," Progenitor Cloudstream tersenyum dan menggeleng kan kepala dengan ekspresi menyedihkan, "Pria yang menyedihkan. Jika aku disuruh memilih pria yang paling menyedihkan di Dunia Ribuan Alam, maka ayahmu adalah salah satunya. Sungguh, mereka tak salah apapun, namun Surga………"


"Bisakah anda memberitahu saya apa yang sebenarnya terjadi?" Ji Nie Tian memandang Progenitor Cloudstream, berharap dia bisa menjelaskan beberapa hal.


Namun sayangnya progenitor Cloudstream menggeleng kepala sekali lagi, "Tidak. Hanya Ayahmu dan Surga yang tau apa yang terjadi sebenarnya."


Ji Nie Tian menjadi agak kecewa, tapi dia tetap tersenyum, "Baiklah. Kalau begitu, mohon bantuanmu untuk mengajariku Teknik Pedang Cloudstream."


"Tentu saja," Progenitor Cloudstream tertawa, "Teknik Pedang Cloudstream dibagi menjadi 6. Tingkat pertama disebut Teknik Pedang Cloudstream yang Menghanyutkan Bumi. Perhatikanlah."


Progenitor Cloudstream memutar tubuhnya sekali lagi dan mengangkat tangannya.


Seketika, angin bergerak dan awan berputar dan kemudian bumi bergemuruh.


Lantai pijakan dibawah mulai retak dan kekuatan yang misterius mendorong Ji Nie Tian. Pada saat itu, dia mulai merasakannya, sensasi yang di rasakan Ji Nie Tian ketika pertama kali bertemu Qin Yufeng — kematian yang sesungguhnya!


"Ahhhhhh!!!!!!"


Ji Nie Tian terlempar dan seluruh visinya menghilang. Namun benaknya terus berputar ke saat ketika Progenitor Cloudstream mempraktekan kekuatan maha kuasa dari Tingkat 1 Teknik Pedang Cloudstream.


Ketika mimpi itu menghilang, Ji Nie Tian merasakan bahwa dirinya mengambang di atas kekosongan tiada batas.

__ADS_1


Benar-benar tak terbatas………


"Untuk terakhir kalinya, aku akan memberitahumu sesuatu yang penting," Tiba-tiba suara Progenitor Cloudstream terdengar lagi, "Pada saat ini, seluruh keberuntungan yang terjadi sebelumnya terkait dengan Takdirmu. Pada saat ini, kamu telah mengosongkan dan memberikan takdirmu pada Qin Yunfeng. Hal tak akan sama setelah ini. Baiklah, kita akan berjumpa lagi."


__ADS_2