
Fwooooshhhh!!!
Angin kuat menerpa tumpukan batu sisa Gunung Diwu.
Tak ada kehidupan di sana.
Tapi, ketika awan merah di atas mulai menghilang, tumpukan batu itu bergerak dan dari sana dan sesosok pemuda tampan dengan rambut panjang merangkak keluar.
"Astaga! Barusan itu adalah petir terkuat!"
Sosok pemuda itu adalah Ji Nie Tian yang baru saja selamat dari Kemarahan Surga.
Bajunya robek, memperlihatkan tubuh yang masih penuh dengan darah dan debu akan tetapi matanya sama sekali tidak kehilangan semangat juang. Matanya itu kemudian mengintip ke atas. Melihat awan mengerikan itu sudah menghilang, dia bersorak gembira.
"Bagus! Sekarang aku bisa keluar dari sini!" Serunya sambil melompat. Tapi beberapa saat kemudian, kepalanya pening dan tubuhnya goyah. Dia hampir jatuh. Tapi dia masih tersenyum gembira.
Sudah 7 tahun, selama 7 tahun itu dia terus jatuh dan bangkit, sambil terus memikirkan bagaimana cara lolos dari murka surga.
Setelah mencoba banyak cara, Ji Nie Tian akhirnya menemukan bahwa untuk lolos dari Kemurkaan Surga, dia harus mati!
Hanya itu caranya untuk bisa lolos!
Dengan kata lain, jika Ji Nie Tian menipu surga dengan berpura-pura mati maka dia lolos!
Namun itu hanya hipotesis... ... ...
Sungguh, sangat sulit untuk mempertahankan nyawa ketika seluruh nadi, jantung dan otaknya ia hentikan!
Jika bukan karena waktu yang singkat, dia pasti betulan mati!
Ji Nie Tian masih tersenyum gembira dan dia tertawa.
Sekarang seharusnya dia sudah selesai berlatih dan siap menghadapi dunia kultivasi... ... ...
"Sekarang, tujuanku adalah menikahi Xu Yongmei!" Berseru, Ji Nie Tian berlari ke arah timur... ... ...
...••• ••• •••...
Di jalan timur, Ji Nie Tian harus melewati hutan yang sangat besar. Dia masih belum boleh terbang karena jaraknya dengan Gunung masih dekat. Jika saja seseorang melihatnya keluar dari sana, maka dia akan diburu.
Bagaimanapun, dia tahu bahwa Paviliun peninggalan ayahnya telah menarik sejumlah ahli Jendral Spiritual. Untuk saat ini, dia belum mampu menandingi Jendral Spiritual, bagaimanapun juga, dia adalah praktisi ranah Xiantian.
Melawan Jendral Spiritual ketika baru saja seminggu yang lalu menjadi Ahli Pra Surga itu sungguh konyol. Dia bukan badut ataupun orang konyol, jadi dia akan kabur untuk saat ini.
Catatan tambahan, ranah Xiantian dibagi menjadi 1314 Meridian Abadi dan setiap kali kamu membangkitkan Meridian Abadi, umurmu bertambah 10 Tahun. Praktisi Pra Surga adalah mereka yang telah membuka satu dari 1314 Meridian Abadi, dan yang membuka 33 Meridian Abadi disebut Ahli Pra Surga.
Adapun Master Pra Surga, Grandmaster Pra Surga dan Grandmaster Puncak Pra Surga, ada perbedaan besar di antara mereka.
Dengan basis kultivasinya, Ji Nie Tian telah melewati beberapa mil dalam waktu sejam dan dia belum lelah. Namun dia berhenti ketika melihat ada segerombolan manusia dan iblis berjalan berdampingan.
Setidaknya ada 50-an manusia dan satu iblis.
Masing-masing dari mereka terbilang sangat kuat jika dibandingkan manusia biasa, bagaimanapun salah satu dari mereka adalah praktisi pasca surga tingkat bawah yang berarti telah membuka satu Belenggu.
Di sisi lain, iblis bertubuh merah dan bertingkah seperti manusia yang mengikuti mereka adalah praktisi Pasca Surga tingkat tengah yang berarti 3 Belenggu telah ia pecahkan.
Ji Nie Tian bersembunyi di sana sambil melihat apa yang mereka kerjakan.
"Tuan Iblis," Panggil praktisi Pasca Surga dari ras manusia, "Di dekat sini masih ada pemukiman kecil. Jika saja persembahannya kurang, kita masih bisa pergi ke sana." Lanjutnya menawarkan.
__ADS_1
Tapi iblis itu menggeleng kepala, menolak dengan dingin, "Tidak. Kamu lihat apa yang terjadi beberapa jam yang lalu bukan? Sudah pasti ada ahli yang maha kuasa bertempur. Jika pergerakan kita ketahuan, maka habislah kita. Jadi lebih baik secepatnya antarkan orang-orang ini ke Tuan Kuil dahulu."
Kuil juga tak terlalu jauh dari sini, jadi bukan ide buruk mengantarkan mereka lalu mencari yang lainnya. Bagaimanapun, praktisi Pasca Surga dari ras manusia juga sadar apa yang telah terjadi beberapa jam yang lalu, jadi dia juga setuju bertindak gegabah untuk saat ini adalah hal yang berbahaya.
Namun, langkah mereka berhenti ketika sesosok pria muda dengan pakaian tanpa lengan, bertubuh agak kekar, dan tinggi sekitar 185cm melompat keluar dari semak-semak. Wajahnya tersenyum lebar dan matanya penuh dengan semangat yang membara,
"Takutlah! Karena aku, Gu Kuangren dari Sekte Renyuan, ada di sini!"
Seolah-olah dia berada dipuncak rantai makanan, dia mendeklarasikan dengan lantang.
"Bocah ini!!!" Lalu seorang gadis muda yang tinggi dan cantik mengikuti dari belakang, keluar dari semak-semak dan menarik telinganya. "Kau merusak rencana kita!" bisiknya.
"Rencana apa? Tak perlu rencana! Taktik cerdik tak akan berguna dihadapan kekuatan yang mutlak!" Serunya dengan tanpa takut.
"... ... ..."
Semua orang di sana terdiam melihat perbincangan dari dua praktisi misterius tersebut.
Tapi, Iblis tampak lebih dingin setelah mendengar nama Sekte Renyuan.
"Renyuan... ... ... ... Sekte dari Jalan Kebaikan." Gumam iblis itu. "Bersiaplah, kita akan bertempur!" Iblis itu berseru dan dia segera menerjang Gu Kuangren dengan pedangnya.
Gu Kuangren seakan telah melihat kedatangannya, mengeluarkan bilah pedangnya dan mengayunkannya!
Peng!
Dua bilah pedang bertemu dan percikan api menyebar.
Kemudian Gu Kuangren mendorong pedangnya dan membuat iblis itu mundur. Dia tak membiarkan iblis itu begitu saja, jadi dia mengayunkan pedangnya sekali lagi.
Peng!
Peng!
Lagi.
Peng!
Peng!
Peng!
Lagi, lagi dan lagi, hingga iblis itu jatuh ketika dasar tubuh nya goyah.
Melihat kesempatan, Gu Kuangren mengayunkan pedangnya secepat kilat.
"Matilah!" Seru Gu Kuangren.
Peng!
Namun Iblis itu menahan serangan dari Gu Kuangren dan terpental ke pohon.
Praktisi dari manusia, ketika melihat pertempuran berat sebelah itu, menjadi panik dan hendak kabur, namun gadis yang bersama Gu Kuangren tadi, menghalangi jalan pelariannya.
Gadis itu menggunakan sihir dan menutup ruang dari Praktisi manusia untuk kabur.
"Sihir?!" Praktisi manusia menelan ludahnya melihat sihir yang digunakan untuk mengurungnya. Dengan adanya sihir, sudah bisa dipastikan pihak lawan memiliki latar belakang yang mendalam.
"Sial!" Praktisi manusia memukul penghalang dengan frustasi.
__ADS_1
Haaaaah!!!!
Di sisi lain, Gu Kuangren masih bertempur dengan ganas dan kejam. Dia tak memberikan lawan waktu untuk beristirahat dan tak memberikan lawan ruang untuk bergerak dengan leluasa.
Peng!
Peng!
Peng!
Tiga ayunan yang berurutan memotong batang pohon dan menjatuhkan dedaunan.
"Bunuh!"
Seru Gu Kuangren dengan gila.
Bom!
Tubuh Iblis terpental jauh. Namun tak perlu lama, Gu Kuangren menyusul dan memukul jatuh Iblis itu ke tanah.
Boomm!
Debu berhamburan. Visi terhalangi. Hanya setelah beberapa detik, kita bisa melihat Gu Kuangren memijak perut iblis itu ketika ujung pedangnya menembus lehernya.
Darah menyembur keluar dan tubuh iblis itu terkulai tak bernyawa.
Gu Kuangren mencabut pedangnya dan mendengus dingin.
"Aku, Gu Kuangren, merupakan salah satu jenius terbaik Sekte Renyuan. Bagaimana bisa kalah?" Katanya dengan ekspresi kejam.
"Yaya, murid jenius yang memiliki pikiran yang dangkal!" bentak gadis yang berdiri tak jauh darinya. "Bukankah kita sepakat akan menyergap ketika sudah sampai ke markas mereka?"
"Tapi manusia-manusia yang disandera terlihat kasihan... ... ..." Sebelum Gu Kuangren selesai menyahut, dia tak lagi melihat orang-orang yang dibawa oleh dua penjahat itu. "Kemana mereka?"
"Kabur." Jawab gadis itu. "Tentu saja, itu adalah kesempatan terbaik mereka untuk kabur. Kalah atau menangnya dirimu itu tak penting bagi mereka. Yang penting adalah mereka memanfaatkan celah untuk kabur!" Lanjutnya.
Gu Kuangren menggaruk kepalanya. Tapi dia mendengus dan terlihat tak terlalu peduli.
"Lupakan. Kita harus mencari Kuil dari Tuan Kuil yang disebut Iblis. Jika kita tak menemukannya sebelum matahari terbenam... ... ... Sudah pasti kita akan dimarahi oleh Master."
"Baiklah, Saudari Junior."
Setelah perbincangan singkat itu, mereka membawa Praktisi manusia dan menyuruhnya untuk menuntun jalan.
Praktisi manusia yang jahat itu hanya bisa mengikuti kata-kata mereka. Apa yang bisa dia lakukan? Dua orang ini sangat kuat!
Di sisi lain, Ji Nie Tian yang diam-diam memperhatikan, berkedip.
Dua orang ini juga cukup hebat. Mereka merupakan praktisi Pra Surga namun mereka memiliki kemampuan yang hebat yang pasti rata-rata Praktisi pra Surga tak bisa menandinginya!
Dan mereka berasal dari Sekte Renyuan... ... ... Ji Nie Tian tak pernah mendengar nama sekte itu tapi dia tau bahwa dia memerlukan koneksi untuk terus berkembang... ... ... Dan untuk menikahi Xu Yongmei, dia harus menjadi lelaki terkuat!
Dia juga harus mencolok di antara generasinya!
Dia juga harus luar biasa!
Xu Yongmei pasti telah menjadi gadis muda yang sangat cantik sekarang dan pasti banyak pria yang ingin meminangnya, jadi dia harus sangat berusaha!
Juga, tentang Ayahnya, Ji Nie Tian menatap pria yang disandera oleh Gu Kuangren dan matanya bersinar dengan cahaya yang misterius.
__ADS_1
Ji Nie Tian merasa dia harus mengikuti mereka... ... ...