Everlasting Realm

Everlasting Realm
Episode. 02: Ji Nie Tian Part 2


__ADS_3

"Teman Ji, kenapa kamu datang kemari setiap hari?"


Mendengar pertanyaan itu dari mulut Xu Yongmei secara tiba-tiba, Ji Nie Tian menelan ludahnya. Jadi dia mengetahuinya selama ini? Memikirkan ini membuatnya menjadi lebih gugup. "I-i-itu…" Kata-katanya berhenti sejenak. Matanya berputar ke kanan, mencoba untuk berpikir, dan melanjutkan dengan gagapan, dengan mata yang kembali ke sosok indah Xu Yongmei, "Aku………… aku datang untuk melihat keindahan."


"Keindahan?" Xu Yongmei melihat ke sekitar. Dedaunan bambu yang tak lah terlalu rimbun, batang bambu yang menjulang ke atas, cahaya yang menusuk lurus ke dalam. Aliran air yang pelan dan jembatan yang ada diantaranya…………


"Tempat ini memang indah." Angguknya, setuju dengan Ji Nie Tian.


Ji Nie Tian melihatnya setuju, dengan ragu bertanya, "Kamu sendiri…?"


"Aku………… datang untuk menenangkan diri."


Ji Nie Tian melihat tatapan Xu Yongmei yang mendalam. Dalam benak, dia menebak bahwa pasti lah adalah beban yang diberikan oleh Klannya. Dia berpikir diberikan harapan yang sangat tinggi ketika masih muda adalah hal yang berat, mengingat ayahnya juga menaruh harapan yang tinggi padanya, Ji Nie Tian cukup paham. Memang, Xu Yongmei terkenal dengan bakatnya dan seluruh anggota suku menaruh harapan besar padanya.


Sekarang Xu Yongmei berada di belenggu ke-9 walau umurnya 9 tahun, dan baru 3 tahun sejak dia berlatih. Kecepatan seperti itu memang seperti monster yang hidup………… tidak, mitos yang hidup!


Jika dia menjadi Xiantian Grandmaster pada saat umurnya 10 tahun, maka dia akan menjadi Xiantian Grandmaster termuda di Dataran Hulong — tidak, diseluruh Dinasti Agung Xihuang!


Harus diketahui bahwa pada umumnya, Houtian Master akan menjadi Xiantian Grandmaster pada umur 30 hingga 60 tahun!


Sesulit itu lah untuk menjadi Xiantian Grandmaster…………


Jika saja umurnya 13 tahun, dia sudah pasti dikirim ke Sekte terbesar di Dinasti Agung Xihung dan menjadi murid warisan mereka!


Status Putri Xu akan menjadi setara dengan Pangeran dan Putri dari Kekaisaran!


Namun sekarang umurnya baru menginjak 9 tahun. Ada aturan bahwa murid sekte minimal harus berada di umur 13 tahun.


"Masih ada 4 tahun lagi…………" Ji Nie Tian ingin mengukuti Xu Yongmei, tapi dia tak bisa, jadi baginya, waktu 4 tahun ini adalah waktu yang paling berharga baginya.


Baik waktu bersama Ayahnya, ataupun Xu Yongmei.


"Apanya?" Xu Yongmei mendengar Ji Nie Tian bergumam, bertanya dengan tanpa basa-basi.


"Waktu yang harus kuhabiskan denganmu."


"Kamu bisa ikut denganku!" Xu Yongmei tanpa ragu mengajak Ji Nie Tian. "Jika kamu mengikutiku, kamu bisa menjadi pria terkuat di dunia!"


"Benar." Ji Nie Tian tersenyum lembut dan menggeleng kepala. "Tapi aku tak bisa. Aku harus berlatih dan menemukan Tao ku…— "


Ting!


Sebelum Ji Nie Tian menyelesaikan kata-katanya, sebilah pedang terbang ke Xu Yongmei, namun Xu Yongmei melompat ke Ji Nie Tian.


Melihat bilah pedang yang panjang itu tertancap dalam di lantai, mereka berdua menarik nafas dalam.


"Ada yang menyerang!" Ji Nie Tian segera berdiri, begitu pula dengan Xu Yongmei.


"Ayo segera pergi dari sini!" Xu Yongmei kemudian menarik tangan Ji Nie Tian dan berlari menuju pedalaman Hutan bambu.


Tangannya yang lembut bergetar. Ji Nie Tian tahu bahwa Xu Yongmei ketakutan, namun dia tak tahu kenapa. Akan tetapi, dia tak peduli. Dia dengan lembut menggenggam tangan Xu Yongmei dan berlari bersamanya.


Xu Yongmei kemudian berhenti. Wajahnya pucat dan dia menggigit bibirnya ketika matanya menatap dengan jelas ratusan panah yang melaju di atas langit, jatuh menuju mereka.


"Aku bisa!" Xu Yongmei melepas tangan Ji Nie Tian. Dia melebarkan tangan dan kakinya, memasang kekokohan pada kuda-kudanya.


Ji Nie Tian yang melihat hujan panah, menelan ludah, namun melihat Xu Yongmei yang memasang kuda-kuda, Ji Nie Tian juga bersiap-siap. Dia juga bisa melindungi dirinya sendiri!!!


"Haaaaaaaaaaa!!!!!!!" Ketika panah datang ke mereka, telapak Xu Yongmei bergerak seperti angin, menghalau dan mematahkan panah yang mendekati dia ataupun Ji Nie Tian.


Ji Nie Tian juga bahkan tak sempat untuk memamerkan keahlian sehingga dia agak kesal.


Pak!


Pak!


Pak!


Pak!


Kejadian itu sangat cepat, namun segera setelahnya, ratusan panah lain menyusul.


Xu Yongmei tak lelah. Sebagai Houtian Master belenggu ke-9, tenaganya sangatlah banyak. Jadi dia memasang kembali kuda-kudanya.


Pak!


Pak!


Pak!


Sekali lagi, telapak Xu Yongmei bergerak seperti angin, menghalau segala panah yang mendekat.


Ting!


Namun, suara dentingan membuatnya menjadi panik dan menoleh. Pada saat itu, dia melihar Ji Nie Tian menjaga belakangnya, berdiri tegap dengan tatapan datar. Di sampingnya ada pedang yang tertancap,


"Barusan…?"


"Tetap fokus. Mereka belum berhenti." Ji Nie Tian menegur Xu Yongmei.


"............" Xu Yongmei terdiam. Dia tak menduga bahwa lelaki tanpa basis kultivasi ini menghalau serangan dari Houtian Master. Tapi dengan adanya dia, Xu Yongmei bisa menjadi tenang. "Sekarang kita bisa pergi! Ayo ke barat!"


"Barat? Bukankah barat…………" Ji Nie Tian ingin protes.


"Jika kita menuju Kota, maka di jalan pastilah jebakan dari orang-orang itu telah menunggu!" Xu Yongmei menjelaskan. "Jika saja mereka menunjukan batang hidung mereka, mereka pasti sudah habis!!!"


Xu Yongmei menggerutu dengan keras. Kekuatannya hampir setara dengan Xiantian Grandmaster, jadi bahkan jika ada 50 Houtian Master, dia masih bisa bertahan!!!


"Apakah tidak apa-apa?" Ji Nie Tian agak khawatir. Karena tampaknya mereka serius ingin membunuh Xu Yongmei…………


"Ya! Seharusnya ada murid yang menjaga tak jauh dari Paviliun, namun tampaknya mereka telah dikalahkan………… namun dengan kekalahan mereka, kekuatan utama Suku Xu akan bertindak!"


Ji Nie Tian memikirkan penjelasan Xu Yongmei dan menganggukkan kepala. "Baiklah, ayo ke Barat — ?!"


Ting!


Kata-kata Ji Nie Tian di potong oleh suara dentingan pedang dan langkah Xu Yongmei yang tak terduga, yang dengan mudahnya menepis pedang yang datang.


"Cepatlah!"


"Baik!" Dengan panik, Ji Nie Tian segera berlari ke barat, bersama Xu Yongmei yang memimpin.


Pelarian mereka sangat lah lancar. Semakin lancarnya, Ji Nie Tian curiga bahwa perangkap yang ada di depan lebih mengerikan dari yang dia duga.


Hanya ada satu Houtian Master disini dan dia, Ji Nie Tian, bahkan tak bisa mengolah Qi. Dia menjadi sangat……….sangat takut ketika memikirkan ini dengan sangat dalam.


Bagaimana jika Xu Yongmei mati?


Aku takut…………


Ketika kegelisahan mengendalikan pikirannya, dia dibangunkan oleh Xu Yongmei yang memukul pundaknya. "Ada apa?"


"Tidak ada." Ji Nie Tian tersenyum tulus.


"En," Xu Yongmei menganggukkan kepala. "Tetaplah fokus. Jika kamu mati, siapa yang akan menikahiku?" Katanya dengan nada gurauan.


Ji Nie Tian hanya tersenyum, tertawa dan menganggukkan kepala. "Oke."


Tong!


Pada saat mereka lari, kaki Xu Yongmei tiba-tiba terjepit dan dia jatuh. Ji Nie Tian panik. Dia melihat ada semacam perangkap yang menahan kaki dan menusuk kaki Xu Yongmei. Itu berdarah sekarang…………


"Ughh," Xu Yongmei tak berteriak. Dia menahan rasa sakit dan menarik nafas.


"Sial!" Ji Nie Tian bergegas menuju kebelakang, berusaha untuk melepas perangkap namun kilat cahaya dari kejauhan mengalihkannya.


"Ha!" Ji Nie Tian maju ke depan kilat cahaya.


Fwoooshh!!


Dengan kecepatan yang luar biasa, pedang mendatangi mereka, namun Ji Nie Tian, dengan seluruh tenaganya, menepis pedang itu.

__ADS_1


Peng!


Suara dentingan yang tumpul bergema di hutan yang gelap dan serangan pedang itu dibelokkan.


Tangan Ji Nie Tian bergetar dan dia memejamkan mata ketika merasakan rasa pilu dari tankisan pedang yang baru saja dia tangkis. Dia melihat tangan kanannya. Lengan dibelakang tapak tangan tampak membiru dan berdarah. Tapi dia tak berteriak, mengerang ataupun mengeluh.


Ayahnya pernah berkata, jika dia melindungi seseorang, kita tak boleh mengeluh, berteriak ataupun menangis, karena jika begitu, orang yang kita lindungi akan khawatir. Jadi, untuk membuat Xu Yongmei merasa aman, Ji Nie Tian tak mengeluh.


"Apa kau tidak apa-apa?!" Xu Yongmei berteriak khawatir. Tapi dia tak bisa bergerak. Dia tahu itu pasti sangat menyakitkan.


"Dia mengkhawatirkanku?" Benak Ji Nie Tian yang diam-diam tersenyum tenang. Dia berdehem dan menjawab, "Tak apa." Singkatnya. Lalu dengan tenang dia melanjutkan, "Apa kau bisa melepasnya sendirian?"


"Ya…………" Xu Yongmei melihat punggung Ji Nie Tian yang lebar. Dari belakang dia memang terlihat gagah………… Xu Yongmei menggeleng kepala dan melihat jebakan yang menahannya. Kemudian gadis kecil itu mengumpulkan Qi di tangan kanannya dan mengayunkannya ke jebakan — peng! Itu tak hancur, malah semakin erat jebakan itu menahan kakinya.


"Ghh," Xu Yongmei mengerang menahan sakit.


Peng!


Ketika suara dentingan terdengar lagi, Xu Yongmei kembali teralihkan. Matanya tampak ketakutan ketika dia melihat pedang itu menusuk pundak Ji Nie Tian. Itu terlihat menyakitkan, tapi tak sedikitpun dirinya mengeluh.


"Kenapa kamu tak menangis?" Xu Yongmei melihat Ji Nie Tian yang menderita, menunjukan ekspresi sakit.


Seharusnya aku tak mengajaknya meminum teh,


Seharusnya aku mengusirnya,


Seharusnya aku tak membawanya,


Seharusnya…………


"Xu Yongmei!"


Dengan teriakan berat itu, Xu Yongmei kembali sadar dan melihat ke arah Ji Nie Tian.


Ji Nie Tian memandangnya dan dengan senyuman ia mencabut pedang di pundak. "Apa aku terlihat kesakitan?"


"............"


Xu Yongmei menahan nafasnya dan hatinya bergetar karena senyuman tipis itu.


Xu Yongmei menggigit bibirnya lalu melihat ke jebakan. Jebakan ini, tak akan melepasnya kecuali dia mendapatkan kakinya. Tak ada cara untuk melepas diri dari jebakan kecuali………… memberikan apa yang diinginkan jebakan itu.


Dengan tarikan nafas yang dalam, Xu Yongmei memukul jebakan dengan keras.


Peng!


Tasss!!!!!!!


Ketika dentingan bergema, suara tipis seperti air yang pecah mengikuti.


Ji Nie Tian yang melihat kaki Xu Yongmei yang terlepas, segera menjadi panik. "Xu Yongmei! Apa yang kau lakukan?!"


"Jangan bertanya. Angkat dan bawa aku."


Ji Nie Tian yang melihat wajah kesakitan Xu Yongmei membuat hatinya berkedut dan kesakitan juga. Tapi dia tak bertanya, mengangkat Xu Yongmei di depan dan berlari ke dalam hutan.


"Ke kanan." Xu Yongmei bergumam memberi arah.


Ji Nie Tian mengikuti arahan Xu Yongmei. Tak lama kemudian dia menemukan ada gua tak jauh dari sana.


"Tempat ini…………?" Aku bertanya-tanya namun ragu untuk berucap.


"Ini adalah tempat pewaris utama Suku Xu di latih………… tak banyak yang tahu karena hanya mereka dengan garis keturunan utama yang bisa masuk." Xu Yongmei dengan wajah pucatnya menjawab dengan nada rendah.


"Ah, benar! Darahnya!"


Ji Nie Tian seakan-akan baru saja mengingat hal penting dan panik. Dia masuk dan menggeletakan tubuh Xu Yongmei ke bawah dengan lembut. Sebelum dia merobek baju, Xu Yongmei menghentikannya.


"Aku sudah menghentikannya dengan Qi sejati."


"Dan bagaimana jika Qi sejati mu habis?" Ji Nie Tian kemudian merobek baju lusuhnya tanpa memedulikan perkataan Xu Yongmei. "Gunakan seluruh Qi sejatimu untuk menutup luka,"


"............"


"Ada apa?" Ji Nie Tian yang menyelesaikan pertolongan pertamanya bertanya.


"Tak ada." Xu Yongmei menggeleng kepala.


"Baiklah kalau begitu…………"


Ji Nie Tian memandang Xu Yongmei dengan curiga — dia menebak bahwa Xu Yongmei memikirkan sesuatu tapi dia ragu untuk mengatakannya.


"Kalau begitu aku akan berjaga. Tidurlah." Ji Nie Tian menyuruh Xu Yongmei untuk tidur.


"En," Xu Yongmei menganggukan kepala ketika dia dengan perlahan memandang ke samping, memandang langit yang kini menjadi oranye dan terlihat sangat indah juga………… menyeramkan; mengingat bahwa mereka diburu saat ini.


Ji Nie Tian tetap membuka matanya lebar-lebar melihat ke arah hutan. Dia mengetahui bahwa para pemburu sudah berhenti mengikuti mereka tapi dia tetap tak bisa untuk tak khawatir.


Malam tiba…………


Ji Nie Tian tetap terjaga sedangkan Xu Yongmei tertidur. Matanya yang gelap memandang langit yang hitam dan berawan. Walaupun malam sangat gelap, baginya dengan konstitusi yang spesial, melihat saat malam sangat lah mudah. Jadi Ji Nie Tian bisa melihat dengan jelas apapun yang ada di hadapannya.


Suara jangkrik, siulan lembut angin, dingin dan sejuknya malam,


Ji Nie Tian merasakan setiap momen pada saat itu. Matanya tak tertutup sedikitpun bahkan ketika malam telah lelap tertidur.


"Huhhh," Ji Nie Tian menghela nafas pelan.


"Aku penasaran, apakah ayahku akan bergerak?" Benak Ji Nie Tian yang perlahan melihat tangan kanannya yang seharusnya memar, sekarang itu terlihat bersih seakan-akan tak pernah ada luka.


Berbicara tentang ayahnya, Ji Nie Tian tiba-tiba mengingat perkataan ayahnya, tentang Hati Tao. Dia benar-benar ingin berlatih agar dia bisa melindungi orang-orang terdekatnya. Kejadian kali ini benar-benar membuatnya merasa tak berdaya.


"Manusia…………" Ji Nie Tian melihat Xu Yongmei, dan memutar matanya melihat rumput dan pohon yang bergoyang dibelai angin. "............Bumi…………" Kemudian matanya menatap langit. "............dan Langit. Untuk membentuk hati Tao, aku memerlukan kepastian dari jati diriku………… kekuatan seperti apa yang kuinginkan?" Ji Nie Tian kembali mengingat ajaran dari ayahnya dan perlahan berpikir, "Aku ingin menjadi seperti apa?"


Keraguan memenuhi diri Ji Nie Tian. Dia ragu, tapi dia yakin dia ingin menjadi kuat.


Dia ingin menjadi orang terkuat di dunia agar tidak ada yang mengganggunya lagi.


Dia ingin menjadi orang terkuat di dunia agar bisa melindungi orang-orang terdekatnya.


Tapi dia yakin menjadi kuat saja tak cukup.


Lalu dia harus menjadi Immortal!


Tapi Immortal tak lah tak terkalahkan. Jika mereka memang tak terkalahkan, maka ayahnya sudah pasti tak akan disini dan Ibunya pasti masih hidup.


Lalu, Kaisar Abadi?


Kaisar Abadi bisa mati.


Mereka juga tak bisa hidup selamanya.


Dewa Sejati?


Ji Nie Tian tak pernah mendengar apapun tentang keberadaan dewa sejati dan ayahnya hanya pernah menyebut Dewa Laut yang hanya dewa yang tercipta dari pemujaan orang-orang laut. Itu pun dia hanya seorang Immortal.


Lalu………… aku harus sekuat apa?


"Kekekalan." Ji Nie Tian tiba-tiba bergumam memandang langit berbintang yang luas dengan mata hitam gelap yang penuh dengan kobaran api semangat.


Benar, kekekalan!


Jika dia memiliki kekuatan Kaisar Abadi dan umur sepanjang Kekekalan, maka dia pasti bisa melindungi orang-orang terdekatnya!


Dug!


Tiba-tiba, jantungnya berdegup dengan sangat kuat, sampai-sampai dia harus menarik nafas yang panjang.


"Apa yang baru saja terjadi? Apakah aku membangkitkan kekuatan spiritualku?" Ji Nie Tian kemudian melihat dua telapak tangannya. Namun harapannya hilang ketika tak ada apapun yang terjadi.


"Huhhh,"

__ADS_1


Ji Nie Tian tersenyum pahit, namun tiba-tiba ekspresinya menjadi cerah.


"Tak sabar untuk bertemu ayah!"


Ketika Ji Nie Tian menemukan tujuan utamanya, Xu Yongmei tiba-tiba membuka matanya sejenak, sebelum tertidur dengan tenang.


…………


Pagi tiba begitu cepat,


Pada saat burung berkicau dan embun naik ke permukaan, Xu Yongmei terbangun. Dia sudah mengembalikan seluruh tenaganya saat ini jadi dia terlihat lebih berwarna dari sebelumnya.


"Teman Ji? Apa kamu masih bangun?" Xu Yongmei memandang sosok lelaki yang berduduk sila tak jauh darinya, bertanya dengan pelan.


"Ya, ada apa?"


Perlahan, tubuh lelaki itu menoleh, memperlihatkan mata ungu dan perak keabu-abuannya yang berkilau di bawah sinar matahari, tampak sangat indah cantik.


"Matamu…………" Xu Yongmei terpesona dan diam seribu kata. Bukankah warna matanya itu hitam? Kenapa tiba-tiba menjadi ungu dan perak?


"Mataku kenapa?" Ji Nie Tian memegang matanya dengan tangan kanan, mengusap kedua matanya lalu melihat tidak ada apapun yang jatuh di tangan dari kedua matanya.


"Matamu berubah warna." Xu Yongmei dengan ragu mengatakannya.


"Benarkah?" Ji Nie Tian tak mempunyai cermin, jadi dia tak bisa melihat seperti apa matanya sekarang. Yang jelas, seharusnya matanya itu berwarna hitam gelap, jadi tak mudah bagi Ji Nie Tian untuk percaya.


Setelah itu tak ada satupun dari mereka berbicara.


"Apakah kamu lapar?"


Setelah beberapa detik tak ada suara, Ji Nie Tian akhirnya mencoba menghidupkan suasana.


"Aku kultivator…………" Xu Yongmei mengingatkan dengan lembut.


Ji Nie Tian kemudian menepuk jidatnya. "Benar, bagaimana bisa aku melupakannya? Ahhhh,"


Xu Yongmei tertawa kecil, lalu dia bertanya dengan khawatir, "Bukankah kamu belum membuka jalur kultivasi? Kamu harus mencari makanan!"


"Uhhh," Ji Nie Tian agak ragu. Benar, dia lapar dan saat ini tubuhnya memerlukan banyak khasiat untuk pulih. Kelelahan nya benar-benar menghambat kepalanya.


"Di dalam gua seharusnya ada beberapa binatang buas…………" Xu Yongmei memberitahunya.


"Aku tak bisa meninggalkanmu." Ji Nie Tian menggigit bibir dan tak tergerak ketika mendengar itu.


"Tapi kamu akan kelaparan dan jika aku ikut, aku hanya akan menghambatmu…………" Xu Yongmei mencoba untuk meyakinkan Ji Nie Tian.


"Tak apa." Ji Nie Tian masih tak tergerak. Matanya terus memandang ke depan.


"Tempat ini dijaga oleh susunan mistis yang dibuat oleh Leluhur lama ku. Selain Jendral Spiritual, tak ada yang bisa merusaknya."


Ji Nie Tian tetap menggeleng kepalanya bahkan setelah mendengar kan itu. "Bakatmu sangat tinggi, beberapa Jendral Spiritual pastilah turun untuk memburumu."


"Tapi kamu tak bisa melawan Jendral Spiritual." Xu Yongmei dengan jujur mengatakan itu. Wajahnya agak gelap memikirkan bagaimana seseorang mati lagi untuknya.


"Jendral Spiritual tak akan berani menyentuhku."


Ji Nie Tian dengan yakin memberitahukannya. Dia mengeluarkan aura sombong yang terpisah dari langit dan bumi, seakan-akan dia yakin bahkan jika dewa datang untuk membunuhnya, dia tak akan bisa membunuhnya.


"Lagipula," Ji Nie Tian perlahan melanjutkan. "Bagaimana bisa aku menelantarkan Istri masa depanku? Bisa-bisa aku akan dimarahi besar-besaran oleh Ayah."


Memikirkan bagaimana ayahnya marah, wajah Ji Nie Tian menjadi gelap dan dia menggigil ketakutan. Orang yang paling dia takuti adalah Ayahnya. Membayangkan ayahnya marah membuatnya tak bisa berpikir dengan jernih.


Mendengar pernyataan Ji Nie Tian, Xu Yongmei tertawa pelan. Suaranya sangat lembut dan tawanya sangat menyenangkan sehingga Ji Nie Tian tersenyum bahagia mendengarnya.


"Mari kita lihat kerja kerasmu dulu," Xu Yongmei memberitahu dengan sedikit geli.


"Huh! Berikan aku waktu 30 tahun………… dan aku yakin aku bisa menjadi yang terkuat di dunia!!!" Ji Nie Tian melontarkan pernyataan yang sombong.


Setelah itu, suasana menjadi hidup dan mereka berbincang dengan sangat riang.


Ji Nie Tian menceritakan kesehariannya dan Xu Yongmei menyimak dengan penuh semangat. Setelah Ji Nie Tian menyelesaikan ceritanya, Xu Yongmei melanjutkannya dengan kisahnya.


Baginya untuk bisa bertukar kisah dengan seorang teman membuatnya sangat senang. Dia menceritakannya dengan penuh semangat.


Paman Long,


Saudara Yi


Ibunya dan………… ayahnya…………


Dia menceritakannya dengan penuh kelembutan juga semangat. Yang dia ceritakan adalah orang-orang paling penting dalam hidupnya, tentu saja dia harus menceritakannya dengan hati-hati…


Ji Nie Tian menyimak dengan senyuman yang lebar sembari berpikir hal lain.


Setelah Xu Yongmei selesai bercerita, dia menarik nafas dengan kagum, "Pasti menyenangkan mempunyai keluarga besar…………" Ji Nie Tian bergumam pelan.


"Ada apa…………?" Xu Yongmei bertanya dengan khawatir. Sekilas dia bisa melihat kesedihan di antara matanya.


"Tak ada." Ji Nie Tian menggeleng kepalanya. "Bisakah kamu menceritakan lebih banyak tentang keluargamu?"


"..." Xu Yongmei terdiam melihat tingkah laku Ji Nie Tian, tapi dia tak bertanya apapun dan tersenyum lagi, "Tentu saja! Kamu harus tau kalau si…………"


Cerita Xu Yongmei terus berlanjut dan Ji Nie Tian tetap mendengarkan hingga matahari tepat di titik paling tingginya —


Bom!!!


Pada saat itu, suara ledakan bergema di antara awan yang mengalir menjauh dengan cepat dari utara dan bumi yang bergetar seolah-olah ketakutan.


"Apa yang terjadi?" Ji Nie Tian terkejut. Gua ini bergoyang, sehingga Ji Nie Tian dengan panik bangkit dan mendekati Xu Yongmei, mengangkatnya dan berjalan keluar dari gua.


Di pelukan Ji Nie Tian, Xu Yongmei menjawab perlahan, "Kemungkinan para Jendral Spiritual telah memulai pertempuran mereka."


"Jika memang begitu, apakah kita akan aman? Haruskah kita masuk ke dalam gua itu lagi dan bersembunyi di sana atau keluar dari susunan mistis dan menjauh?" Ji Nie Tian memandang langit dan awan yang kacau dan wajahnya menjadi gelap. Dia tak takut dengan kematian, tapi dia takut jika kekasih kecilnya itu mati.


"Tak perlu, disini sudah sangat aman. Aku hanya bisa berharap Raja Spiritual tak menyadari susunan mistis disini dan menemukan kita." Xu Yongmei menarik nafas khawatir. Susunan mistis adalah satu-satunya alasan kenapa mereka masih hidup, jika itu hancur, maka tak ada lagi harapan…………


Ji Nie Tian menelan ludah.


Wajahnya tak hanya penuh ketakutan tapi juga antisipasi. Kekuatan sebesar ini………… dia menginginkannya!


Ji Nie Tian memegang erat Xu Yongmei seolah-olah takut jika dia melepasnya, dia akan menghilang dari pengawasannya.


Bom!


Bom!


Bom!


Berbagai sinar meledak dari berbagai arah dan suhu terus berubah!


Panas, dingin, panas, dingin,


Ji Nie Tian menelan ludahnya sekali lagi. "Mereka bisa mempengaruhi suhu juga?"


"Tidak, Jendral Spiritual hanya bisa menggoncang langit dan bumi………… hanya Raja Spiritual yang bisa mengendalikan langit dan bumi…………"


Mendengarnya, Ji Nie Tian akhirnya menunjukan reaksi besar. Wajahnya menjadi gelap.


Ini kah kekuatan Raja Spiritual…………?


Xu Yongmei tetap terlihat tenang. Namun ekspresinya segera berubah ketika menyadari sesuatu.


"Langit-langitnya — ?!"


Crack………


Ji Nie Tian dikejutkan oleh suara retakan.


Bom!


Langit dunia kemudian meledak, menyilaukan seluruh daratan, menghalangi mata Ji Nie Tian untuk melihat dengan jelas.

__ADS_1


"Akhirnya………… aku menemukanmu…………"


__ADS_2