
Dunia bawah, alam kematian, alam Sungai Styx, adalah alam yang didatangi oleh jiwa-jiwa yang mati.
Apapun bentuk Jiwanya, mereka akan datang ke Sungai Styx untuk masuk ke Enam Jalan Reinkarnasi dalam bentuk atau makhluk yang berbeda. Ada kemungkinan pula jiwa mereka dibagi menjadi enam bagian untuk memasuki Enam Jalan Reinkarnasi.
Pada saat ini, Ji Nie Tian sedang berjalan di Hutan Sungai Styx dengan arah tak menentu sembari memandang pohon-pohon yang ada disekitar.
"Pohon-pohon ini seperti pohon biasa." Ji Nie Tian bergumam, tampak tatapan tak yakin dimatanya, "Aku mengira mereka mengerikan. Tapi walau pun pohonnya terlihat seperti yang ada di dunia nyata, langitnya………" Ji Nie Tian memandang langit merah dengan lebar, yang di puncak langitnya, bulan dan matahari saling sejajar.
Ji Nie Tian menggeleng kepalanya dan kembali berjalan. Berjalan di hutan alam Sungai Styx tak begitu sulit, karena, diluar dugaan, ternyata tak banyak semak dan ranting serta sampah alam lainnya. Akarnya juga tak banyak yang menjalar keluar, memudahkannya untuk berjalan.
Ji Nie Tian terus berjalan, sampai dia melihat ada hantu kelaparan yang berkeliaran. Dia bersembunyi dibalik pohon, menunggu kesempatan untuk menyerangnya.
JIka dia melahap jiwa hantu itu, jiwanya akan bertambah kuat. Jelas Ji Nie Tian menginginkannya,
Namun, ketika dia sedang menunggu, seorang pria mendatangi hantu itu dan dengan pedang panjang ditangan kanannya, dia menusuk hantu itu.
Tsk!
Suara halus mendesis dihutan, tak besar namun masih terdengar oleh Ji Nie Tian yang masih bersembunyi di sema-semak.
Setelah hantu kelaparan jatuh, pria itu memakannya. Setelah memakan hantu kelaparan itu, tubuhnya yang awalnya redup, mulai bersinar. Selesai makan, dia menoleh ke arah Ji Nie Tian, mengejutkan pemuda itu.
Wajah Ji Nie Tian membeku dan dia mundur kebelakang. Namun sebelum dia berbalik, sesuatu menusuk dadanya, membuatnya sakit, membuatnya menderita, membuatnya kehilangan akal.
Ji Nie Tian menarik nafas sedalam mungkin dengan wajah pucat.
Saat dia berkedip lagi, rasa sakit itu menghilang, namun dia jatuh kebelakang dengan keringat dan wajah yang pucat yang memiliki ekspresi penuh tanda tanya.
"Apa yang terjadi mudah saja, kamu ditusuk, kamu mati, kamu kehilangan nyawa dan kamu hidup lagi." Pria yang membawa pedang berkata dengan nada santai, dan berjalan selangkah demi selangkah ke Ji Nie Tian.
"Tak perlu memusingkannya. Jika kamu ditusuk pedang, kamu mati, semudah itu."
Ji Nie Tian terdiam, dan perlahan bangkit menatap pria itu, namun di hadapan sepasang mata santai itu, dia ketakutan, bergetar dengan gugup dan mundur perlahan.
"Kamu hebat untuk bisa merasakan kedalaman kekuatanku." Pria itu tertawa kecil dan berkata lagi, kali ini dengan sedikit membungkuk, "Namaku adalah Qing Yufeng, salam kenal, anak muda."
Ji Nie Tian mundur selangkah lagi mendengar kata-kata Qing Yufeng. Namun dia menggeleng kepalanya dan menatap langsung mata Qing Yufeng, lalu memberi hormat, "Namaku Ji Nie Tian."
"Kamu bermarga Ji?" Qing Yufeng berkedut lalu dia bertanya dengan dingin, "Sangat jarang kultivator berbakat dengan marga Ji. Apakah salah satu orang tua mu adalah keturunan utama Klan tertentu?"
Ji Nie Tian menggeleng kepalanya, "Ibuku berasal dari Kotq Yueye, dan Ayahku berasal dari Desa Longshan."
"Kalau begitu kamu adalah Pemegang Takdir, Putra Surga," Memikirkan ini, Qing Yufeng berdecak kagum.
"Kurasa tidak………" Ji Nie Tian bergumam pelan, "Ayahku adalah Immortal Ji."
"Immortal Ji?" Qing Yufeng berkedip dengan ekspresi ragu, "Apakah kamu yakin ayahmu adalah Immortal? Immortal bisa terbang, bisa mengendalikan langit dan bumi, tak bisa dibunuh apapun yang masih memiliki hubungan duniawi, bukan orang yang bisa terbang dengan pedang, membelah batu raksasa ataupun mengeluarkan sihir………"
"Tentu saja ayahku seorang immortal. Ayahku bisa membunuh Pertapa, apakah pertapa bisa dibunuh begitu saja?"
Qing Yufeng memandang Ji Nie Tian dengan curiga, namun dia menggeleng kepalanya dan menganggukkan kepala, "Baiklah, apapun itu." Dia berhenti sejenak dan berkata lagi, "Anak muda, aku akan memberikanmu warisanku."
__ADS_1
"Warisan?"
"Ya," Qing Yufeng menganggukkan kepala, "Aku adalah pewaris Dewa Primal Pedang Cloudstream. Saat ini, aku ingin memasuki 6 Jalan Reinkarnasi untuk bereinkarnas, akan tetapi masih ada penyesalan yang membuatku tertahan……… itu adalah mencari pewaris baru. Jika kamu menjadi Pewarisku, aku akan membantumu keluar melalui alam Enam Jalan Reinkarnasi dan mengembalikan jiwamu ke tubuh aslimu."
"Benarkah?!"
Ji Nie Tian terkejut.
"Tentu saja," Qing Yufeng menganggukkan kepala. "Aku bisa dengan sangat yakin mengeluarkanmu……… tapi jika kamu melakukan ini, haruslah diingat bahwa Surga tidak akan membiarkanmu hidup. Ketika kamu kembali, hal pertama yang kamu hadapi adalah percobaan pembunuhan pertama Surga. Setiap kamu dipromosikan ke ranah baru, kamu akan menghadapi kesengsaraan yang sangat besar. Harus kamu pahami, bahwa Surga tak bisa membiarkan sesuatu yang ada di bawah pengawasannya tak memiliki takdir, dan takdir besar yang kamu pegang saat ini akan lenyap. Kamu juga akan mendapatkan penolakan oleh surga ketika melangkah ke wilayah utama 9 Surga."
Ji Nie Tian menelan ludahnya dan menganggukkan kepalanya.
"Aku siap."
"Baiklah, kalau begitu mari pergi ke Enam Jalan Reinkarnasi."
Qin Yufeng tertawa. Senang melihat anak muda mempunyai hasrat panas seperti itu.
Setelah itu mereka berjalan berdampingn menuju Utara………
………
"Karena kamu adalah pewarisku, maka kamu juga adalah murid pertamaku dan satu-satunya, karena itu aku akan memberitahukan kamu beberapa hal."
Sambil berjalan di depan Ji Nie Tian, Qin Yufeng perlahan berucap;
"Warisanku sangat mendalam dan memiliki beberapa pengikut kecil di Perbatasan Dao Abadi yang Luas dan aku ingin kamu melindunginya dan menjaganya seperti keluargamu. Ada beberapa musuh utama, seperti Istana Putih dan Istana Awan Ungu, jadi ketika kamu ketemu mereka, aku ingin kamu membunuh atau menghajar atau kabur secepat mungkin."
"Masalah barang tua, jangan terlalu dipikirkan, cukup hajar mereka. Hanya dengan itu, kamu akan memahaminya dengan perspektif mu sendiri. Yang terakhir adalah, warisan kita terhubung langsung ke insiden Kehancuran Enam Alam dan Era Pembuktian Buddha, juga Zaman Es Primal."
"Sedalam itu?"
"Ya," Qin Yufeng mengangguk. "Warisan ku, Teknik Pedang Cloudstream, adalah salah satu teknik pedang yang pernah membelah bulan dan matahari. Ketika dipegang oleh Pertapa, pertapa itu bisa membelah makhluk setengah abadi menjadi dua bagian. Progenitor Cloudstream atau bisa disebut Kaisar Abadi Awan Bulan adalah salah satu kandidat Dewa Primal."
"Dewa Primal?"
"Ranah Abadi yang Mulia adalah ranah yang sangat penuh komplikasi. Itu dibagi dua, Tingkat Raja Abadi dan Tingkat Kaisar Abadi. Hanya mereka yang mampu menjadi Kaisar Abadi yang bisa memimpin Dunia. Jika ada lebih dari satu Kaisar Abadi, maka mereka harus memimpin dunia bersama-sama dan mereka dilarang oleh Dao Surgawi untuk saling membunuh. Namun ketika Kaisar Abadi menjadi Dewa Primal, mereka dilarang untuk ikut campur apapun masalah dunia itu dan mereka akan ditarik dari dunia ke suatu tempat yang misterius."
"Apakah itu ulah Surga?" Ji Nie Tian pernah mendengar ini dari Ayahnya, jadi dia bertanya langsung, berharap mendapatkan jawaban yang berbeda.
"Aku tidak tahu."
Qin Yufeng menjawab Ji Nie Tian dengan jawaban yang sama dengan Ayahnya, jadi dia agak kecewa.
"Lihat lah, itu barisan orang-orang mati,"
Memanggil Ji Nie Tian, Qin Yufeng menunjuk ke arah barisan tanpa akhir dari manusia.
"Mereka……… apakah mereka sedang berbaris untuk menunggu giliran?"
"Benar. Sesungguhnya, jika saja Enam Alam tidak runtuh, barisan tak akan sepanjang ini dan hanya mereka dengan dosa paling besar saja yang akan masuk barisan, akan tetapi sekarang………" Memikirkan ini, Qin Yufeng menggeleng kepala.
__ADS_1
"Apa itu Enam Alam? Kenapa mereka selalu disebut?" Mendengar enam Alam disebut lagi, akhirnya Ji Nie Tian bertanya.
Qin Yufeng memandang Ji Nie Tian, menyentuh dagu dan menjawab, "Yang bisa kukatakan sekarang adalah; Enam Alam adalah nama dari sebuah Era abadi yang mana hanya ada Enam Alam. Itu adalah Era paling makmur dan disebut disetiap Catatan Kuno yang dibuat sejak dahulu dahulu kala. Dewa, Manusia dan Iblis hidup berdampingan, Surga di saat-saat paling kasihnya. Namun, kasih sayangnya berubah………"
Ji Nie Tian berkerut. "Apa yang terjadi dengan Enam Alam?"
"Tak ada yang tahu. Tapi aku tahu satu fakta pasti……… dahulu surga hanya ada satu, namun sekarang Surga ada banyak, dan masing-masing dari mereka menentang setiap Immortal yang bangkit. Lupakan soal ini, fokus kita sekarang adalah bagaimana kita memasuki Enam Jalan Reinkarnasi."
"Tunggu……… kita?" Ji Nie Tian terkejut.
"Tentu saja! Kamu akan ikut masuk!" Qin Yufeng berseru.
Ji Nie Tian melihat Qin Yufeng dengan tatapan aneh lalu memberitahu, "Aku tak akan ikut bereinkarnasi."
"Siapa yang memintamu untuk ikut? Kita akan masuk ke dalam bersama-sama, dan hanya aku yang bereinkarnasi. Aku akan mengeluarkanmu dari Enam Jalan Reinkarnasi ketika jiwamu dikirim." Qin Yufeng berhenti berbicara sejenak, memerhatikan lingkungan dan berkata lagi, "Kita akan menerobos."
"Eh?"
Sebelum Ji Nie Tian berkata lagi, Qin Yufeng menarik tangan Ji Nie Tian dan melemparkan anak muda itu ke langit seperti roket.
Ketika Ji Nie Tian berada di titik tertingginya, Qin Yufeng melompat mengikuti, menangkap tangan Ji Nie Tian lagi dan melemparnya kembali ke daratan.
Namun sebelum Ji Nie Tian tiba di daratan, suatu sosok raksasa muncul secara tiba-tiba. Dia memiliki Enam lengan, tingginya sekitar 50 kaki, matanya merah dan bersinar lebih terang daripada Bulan.
"Pelanggar!!!!!!!!!!!!!!"
Makhluk enam lengan itu kemudian mengayunkan tangannya, hendak menghempaskan tubuh Ji Nie Tian kembali ke asalnya, namun sebelum ia bisa menghindar, sebilah pedang melesat ke lengan itu
Dusss!!!!
Lengan itu terpotong dan jatuh, menggetarkan dunia dan langit bergemuruh.
"Raahhhhhhh!!!!!" Merasa sakit, Makhluk berlengan enam itu meraung. Namun ia tak berhenti dan terus berteriak selagi salah satu tangannya melaju lagi ke arah Ji Nie Tian.
"Pelanggar!!!!!!!!!!!!!"
Namun sekali lagi, sebelum Makhluk berlengan enam itu menyerang, sebilah pedang melesat lagi dan menusuk dada nya.
"Gahhhhhhh!!!!!!!!!"
Dia meraung lagi sebelum jatuh.
"Masih sangat mudah seperti biasa." Kemudian, Qin Yufeng melesat ke samping Ji Nie Tian dan menarik kerah bajunya untuk turun.
Mereka mendarat tanpa suara.
Setelah itu, Qin Yufeng tak lagi bergerak. Kepalanya mendongak ketika matanya bersinar dengan semangat juang.
Sesaat kemudian, langit bergemuruh dan awan mengepul. Perlahan awan-awan itu membentuk sebuah wajah manusia.
Seketika, kulit Ji Nie Tian memucat.
__ADS_1
Siapa itu?