
Ji Nie Tian dan Xu Yongmei menyaksikan seseorang jatuh dari langit, dengan seluruh cahaya suci yang menyelimutinya. Pria itu tampak seperti seorang dewa suci yang turun dari surga.
Ketika melihat pria itu di langit, Ji Nie Tian langsung yakin bahwa dia datang untuk memburu mereka. Tekanan maha kuasa menjatuhkan lutut Ji Nie Tian, memberikan aura ilahi yang mengintimidasi!
"Kuh!" Ji Nie Tian mencoba untuk menahan tekanan itu, dan dia tersenyum lebar. "Hanya satu? Aku yakin ada lagi beberapa di antara kalian, 'bukan?"
Melihat mata tanpa ketakutan Ji Nie Tian, pria itu menyipitkan matanya. "Hebat sekali kau masih berkata seperti itu, bahkan setelah melihat diriku."
"Huh! Apa yang harus kutakutkan dari atuk tua sepertimu?" Ji Nie Tian mendengus tak peduli dan berdiri ketika aura mistis berputar dengan intensitas yang tinggi.
"Biar kutanyakan sekali lagi, apakah hanya ada dirimu seorang, pak tua?"
Melihat perubahan besar Ji Nie Tian, Xu Yongmei dan pria misterius itu terkejut.
"Kenapa tiba-tiba…………"
"Leluhur Spiritual?"
Pria tua itu menjadi pucat. Dia hendak berbalik, namun sebelum dia bisa pergi, kekuatan tak terlihat meremukkannya dan dia menjadi onggokan daging yang jatuh.
Ji Nie Tian yang merasakan melihat kekuatan pemberian ayahnya, menghela nafas dengan berat. "Leluhur Spiritual……… ranah Reinkarnasi!" Segera, Ji Nie Tian menarik seluruh kekuatan Leluhur Spiritual. Kekuatan ini adalah pemberian ayahnya, dan jelas bukan miliknya, jika dia terus menggunakan kekuatan Leluhur Spiritual, seluruh kekuatannya akan habis.
Ayahnya juga berkata dia hanya bisa bertempur selama 1 menit dengan kekuatan Leluhur Spiritual, jadi dia harus menahan diri dan hanya menggunakan kekuatan Leluhur Spiritual disaat-saat keadaan genting saja.
56 detik, hanya itu waktu yang tersisa.
Sayang sekali bahwa dia tak bisa melakukan gerakan besar dengan kekuatan Leluhur Spiritual, jika tidak, kekuatan Leluhur Spiritual pemberian ayahnya akan segera habis.
"Apa kita akan menetap disini atau bergerak?"
Akhirnya Ji Nie Tian membangunkan Xu Yongmei dari shock nya. Dia masih belum percaya dengan apa yang baru saja dia lihat, "Ya-... Ya! Namun tempat ini sudah dibuka oleh Raja spiritual, dan keberadaan kita sudah pasti disadari oleh mereka, jadi percuma saja kita pergi."
"Kalau begitu kita tetap di sini." Ji Nie Tian kemudian mendekati pohon, menyandarkan Xu Yongmei di sana dan duduk di hadapan nya.
"Kenapa?" Xu Yongmei yang baru disandarkan, melihat Ji Nie Tian yang duduk, bertanya dengan penuh keheranan. Jika mereka tidak bergerak, akan banyak Jendral Spiritual yang datang, atau bahkan Raja Spiritual.
"Sangat melelahkan jika aku menggiringmu ke manapun. Akan lebih baik tetap disini, menunggu setiap Jendral Spiritual dan membunuh mereka satu persatu atau bahkan bersamaan!" Ji Nie Tian memikirkan ide cemerlangnya dan tak bisa untuk tidak kagum. Kekuatan Leluhur Spiritual cukup untuk membunuh Jendral Spiritual dengan satu pikiran saja. Tak perlu baginya untuk takut.
"…………" Xu Yongmei terdiam mendengarkan isi pemikiran Ji Nie Tian dan dia bertanya, "Apakah kamu terbiasa membunuh orang lain?"
Ji Nie Tian menggeleng kepalanya dan tersenyum pahit. "Baru saja adalah pembunuhan pertamaku. Jelas aku akan memikirkan ini. Tapi jika aku membiarkan pemikiran lemah ini menguasaiku, aku akan menjadi lemah. Mereka datang untuk menangkap dan membunuh kita, jika aku membiarkan mereka, mereka akan terus memburu dan membunuh kita. Jadi lebih baik membunuhnya lebih dulu."
Ji Nie Tian mengatakan kebenaran. Ayahnya selalu mengatakan bahwa untuk menangani masalah sepenuhnya, kita harus mencabut hingga akar agar tak lagi tumbuh. Membiarkannya sama seperti membiarkan tanaman liar di halaman — masalah tanpa akhir!
Xu Yongmei terdiam; tak lagi bertanya. Ayahnya adalah seorang Immortal; dengan kata lain yang dikatakannya pastilah benar! Dan pernyataan Ji Nie Tian juga terdengar logis……… namun baginya, itu juga terdengar salah. Dia lahir di keluarga dengan moralitas yang tinggi, dia lahir di jalan kebenaran. Baginya, mengampuni lawan adalah suatu keharusan.
Beginikah pandangan Immortal?
Apakah dunia kultivasi abadi sekejam itu?
"Jangan terlalu memikirkannya," Ji Nie Tian yang melihat perubahan ekspresi Xu Yongmei, bergegas berkata; "Ini adalah percayaan kami, kepercayaanku. Jangan lakukan jika kamu tak ingin, jangan lakukan jika kamu merasa terpaksa. Penyesalan bisa datang ketika kamu tak mengikuti perasaanmu, penyesalan juga bisa datang jika kamu melakukan dengan pikiran yang logis. Jika kamu pada akhirnya menyesal, bukankah lebih baik melakukannya sesuai perasaan? Setidaknya kamu tak mengikuti sesuatu yang tak memiliki perasaan."
Xu Yongmei yang mendengarkan pernyataan Ji Nie Tian, perlahan tersenyum dan kemudian menganggukkan kepala.
Setelah hening beberapa saat, Xu Yongmei kembali mengangkat topik. "Teman Ji — "
"Nie Tian atau Abang Tian atau Tian'er, kamu bisa memanggilku apapun." Ji Nie Tian kemudian memotong kata-kaya Xu Yongmei, tersenyum dan mengatakannya dengan senyuman yang polos.
Xu Yongmei terdiam, lalu berkata lagi, "Kalau begitu, Nie Tian, panggil aku Yongmei,"
"Tentu!" Seru Ji Nie Tian dengan penuh semangat.
"Nie Tian, bisa aku menanyakan sesuatu?"
Melihat keraguan dimata Xu Yongmei, Ji Nie Tian menjadi penasaran, "Apa itu? Tanyakan saja apapun! Aku akan menjawabnya dengan semampuku."
"Kalau begitu……… kenapa kamu menyembunyikan kekuatanmu?"
Ini sudah menjadi pertanyaan Xu Yongmei sejak dia melihat Ji Nie Tian.
Jelas, Ji Nie Tian adalah putra dari Immortal Ji yang legendaris, namun mengapa dia menyembunyikan basis kultivasinya? Jelas, dengan bakat super nya dan latar belakang yang mendalam, dia bisa menjadi tuan besar dari Negara ini!
Jadi mengapa dia menyembunyikan basis kultivasinya?
"Itu bukan basis kultivasiku." Ji Nie Tian terkekeh mendengarnya. "Jika aku adalah Leluhur Spiritual, aku sudah pasti tak akan menetap di tempat kecil ini."
"Huh? Maksudnya?"
"Semuanya sangat rumit,"
Itu adalah alasan yang dibuat Ji Nie Tian. Dia sangat memercayai Xu Yongmei, terutama mereka sudah menghadapi keadaan hidup dan mati berdampingan, namun Ji Nie Tian merasa dia tak bisa memercayai seseorang sepenuhnya, jadi dia hanya mengungkapkan setengah dari rahasianya.
"Baiklah………" Xu Yongmei merasa dia tak seharusnya bertanya lebih lanjut, dan memutuskan untuk diam.
Melihat Xu Yongmei diam, Ji Nie Tian juga diam, sambil berpikir dengan keras untuk membawa topik yang ringan.
Suasana hening untuk beberapa saat hingga siluet seorang pria melintas disudut mata.
Pria itu mengenakan jubah taois dengan tanda Wuji. Dia memiliki wajah yang hampir sama dengan Xu Yongmei.
Xu Yongmei yang melihat pria itu turun, segera bersemangat dan menjadi bahagia, "abang!"
Mendengar panggilan abang dari Xu Yongmei, Ji Nie Tian langsung berpikir bahwa dia haruslah salah satu saudara Xu Yongmei.
Pria itu turun dengan pelan, ketika melihat wujud Xu Yongmei, ekspresinya sedikit bergetar dan dia segera mengangkat Xu Yongmei lalu terbang begitu saja, meninggalkan Ji Nie Tian tanpa sepatah kata sedikitpun.
"Hah?!" Ji Nie Tian yang sadar bahwa dia ditinggal, terkejut dan tersentak kaget, sambil berlari mengikuti arah Xu bersaudara itu pergi. Namun percuma, mereka terlalu cepat dan Ji Nie Tian kehilangan jejak mereka begitu saja.
"Apa-apaan barusan?!!!"
…………
Di langit yang biru, di samping awan-awan yang berputar dengan liar, Xu Yongmei dibawa oleh saudara ke-3 nya, putra dari kepala suku Xu ke-3 dari 6 bersaudara, Xu Chenxiao.
__ADS_1
Xu Yongmei melihat wajah dingin Xu Chenxiao lalu memberontak, "Abang! Kamu meninggalkan Nie Tian di sana!!!"
"Siapa?" Xu Chenxiao bertanya dengan halus dan tak peduli.
"Ji Nie Tian!"
"Oh, putra dari Immortal Ji? Kalau begitu tak perlu khawatir. Dia mempunyai ayahnya."
Mendengar Xu Chenxiao yang sama sekali tak peduli, Xu Yongmei menjadi kesal dan melambaikan tangannya ke wajah Xu Chenxiao dengan kuat……… pah! Suara itu nyaring dan bergema di langit, mengejutkan langit dan bumi.
Seakan-akan itu adalah pertanda dari langit, tak ada suara lagi selain gema suara nyaring tamparan dan siulan lembut angin.
"Huh?" Xu Chenxiao terpukau dengan kejadian itu, terdiam dengan penuh kejutan. Ketika matanya berputar ke arah wajah Xu Yongmei, itu mengeluarkan niat membunuh yang besar dan mengintimidasi. "Atas alasan apa engkau menamparku?"
"Kau meninggalkan penyelamatku!!!" Xu Yongmei tak takut dengan suadara — tidak, jauh di dalam dirinya, dia ketakutan setengah mati melihat tatapan mengerikan itu, namun dia menguburnya jauh-jauh dan memilih untuk berdiri demi keadilan Ji Nie Tian. "Kita, suku Xu, bukan orang yang tak tahu terimakasih! Dia menyelamatkan nyawaku dua kali — tidak, tiga kali!!! Dan kau meninggalkannya begitu saja?!! Di mana kepalamu?!!!!!!!"
"Apakah menurutmu kita ada waktu untuk orang luar?"
Xu Chenxiao berusaha untuk memberikan tamparan kenyataan ke Xu Yongmei, namun gadis itu tetap tak takut; matanya masih kuat seperti seorang pendekar dengan ambisi yang setinggi langit — penuh dengan cahaya yang memukau dunia!
"Dia adalah penyelamatku, bukan orang luar."
"…………"
Melihat Xu Yongmei tetap tak kalah dengan argumennya, ekspresi Xu Chenxiao menjadi semakin dingin.
"Sekarang 3 Raja Spiritual dari pihak lawan sudah menyerang. Hanya ada 2 Raja Spiritual di suku kita, apakah menurutmu dia seberharga dengan nyawa kita?"
"Sudah lah."
Setelah mengucapkan nada tak berdaya ini, Xu Yongmei kemudian mendorong tubuh Xu Chenxiao, membuat tubuhnya perlahan bergerak jatuh ke daratan.
"S*al! Gadis b*doh ini!!!" Xu Chenxiao mengumpat dan terbang turun ke bawah, mengejar tubuh Xu Yongmei yang terjun bebas lalu menangkapnya. "Baiklah. Kita akan kembali membawanya."
Dengan gerakan yang sangat cepat, tubuh Xu Chenxiao terbang di langit, melintas seperti cahaya dan sedetik kemudian, dia bisa merasakan suhu mulai berubah, seakan-akan ada bigshot yang bertempur di sana!
"Apa ini? Raja Spiritual bergerak?" Xu Chenxiao menarik nafas dengan dalam, ingin mundur namun melihat lagi ke ekspresi tanpa takut Xu Yongmei dan merasakan getaran tubuh Xu Yongmei, Xu Chenxiao kembali bergerak.
Wooshh!!!
Bufff!!!
Xu Chenxiao berhenti ketika mereka sampai. Namun tak sesuai dengan dugaannya, itu bukanlah tempat yang masih indah seperti tadi, itu adalah kekacauan total.
Aura qi yang brutal, udara yang mencabik-cabik kerongkongan, dan hawa yang terus naik dan turun memberikan perasaan tak terkatakan dalam hati dua bersaudara Xu itu.
Di tengah semua kekacauan itu, berdiri seorang pemuda, tinggi sekitar 160, dengan baju robek dan luka di sekujur tubuhnya.
Aura tiada tanding masih berputar, seolah-olah itu bertindak sebagai peringatan bagi siapapun yang menyerang.
"Nie Tian………" Xu Yongmei melihat pemuda itu, langsung mengenalinya — itu adalah Ji Nie Tian!!!
"Yongmei." Ji Nie Tian yang mendengar suara Xu Yongmei, memutar matanya dan tersenyum. Ketika dia melangkah mendekat, dia menghilang dan beberapa saat kemudian, suara nyaring terdengar dari belakang mereka.
Xu Chenxiao bergerak menjauh dan kemudian dia melihat, Ji Nie Tian menghalau serangan dari seseorang yang ia kenal sebagai salah satu Raja Spiritual yang amat sangat terkenal. Ketika ayunan berhenti di tangan Ji Nie Tian, qi tiada batas meledak dan menyapu debu di tempat itu, mengacaukan seluruh udara dan pikiran makhluk yang ada di dalam jangkauan.
Woooshhhh!!!!!!!!
Sisa-sisa angin membawa debu terbang ke udara dan qi menyebar seperti gas, mengisi ke tempat-tempat yang kosong.
"Tak ada serangan dari belakang."
Kata-katanya datar, namun seluruh bobot dari kata-kata sederhana itu seberat gunung, membuat Raja Spiritual itu jatuh bertekuk lutut. Lalu Ji Nie Tian mengambil leher raja Spiritual itu dan ia remas leher itu hingga hancur.
Tass!
Darah meledak dan bercucuran di segala tempat, seperti hujan dan membasahi daratan.
"Anak ini………" Xu Chenxiao menelan ludahnya, tampak ketakutan dengan Ji Nie Tian, lalu dia melihat Xu Yongmei. Gadis itu, yang mana jarang membunuh lawannya, berekspresi biasa dan takut.
Ini membuatnya penasaran……… apa yang sebenarnya terjadi di antara dua orang ini.
Setelah Raja Spiritual itu mati, akhirnya tempat itu menjadi damai. Seluruh ketegangan dan niat membunuh yang mencekik akhirnya menghilang. Tak ada lagi selain suara hembusan angin yang menenangkan.
Rambut sepanjang punggung Ji Nie Tian menari-nari ketika dia melihat ke atas langit, menjatuhkan tubuh tak bernyawa dan terdiam seperti m@yat tak bernyawa.
Apa yang dia pikirkan?
Apa yang dia lihat?
Xu Yongmei ingin tahu, karena itu, mulutnya bergerak seiring namanya ia sebutkan, "Nie Tian."
Ji Nie Tian mendengar panggilan namanya, menoleh ke Xu Yongmei dan tersenyum, "Yongmei."
Itu adalah senyuman yang indah.
Namun di mata Xu Yongmei, dia bisa melihat penderitaan. Benar, penderitaan.
Ji Nie Tian bisa menyembunyikan seluruh dampak kejadian ini jauh-jauh dengan sangat baik, namun Xu Yongmei melihatnya.
Melihatnya.
Perasaan jijik Ji Nie Tian pada dirinya sendiri.
Tapi apa daya? Xu Yongmei tak bisa melakukan apapun. Baginya, semua ini adalah kesalahan dirinya dan seharusnya Ji Nie Tian menyalahkannya saja dan tidak menyalahkan diri sendiri.
Xu Yongmei menggigit bibirnya, dan ekspresinya tampak kesakitan, "Maaf."
Ji Nie Tian menarik nafas, mendekat dan tertawa, "Tak apa. Semua ini adalah kewajaran………"
Mendengar percakapan dua orang ini, Xu Chenxiao mau tidak mau menarik nafasnya sendiri.
Kewajaran?
__ADS_1
Dibagian mananya?
Tapi dia tak mengatakannya. Berada di antara interaksi dua anak muda ini, dia hanya bisa dia.
Setelah kedua nya tak mengatakan apapun lagi, baru lah Xu Chenxiao berucap sesuatu. "Kita harus segera pergi sebelum Raja Spiritual lainnya menyusul kita."
Ji Nie Tian menganggukan kepalanya, tapi tiba-tiba dia bertanya, "Kenapa kalian kembali?"
"Yongmei ingin aku membawamu juga." Xu Chenxiao berbicara pelan.
Mendengarnya, Ji Nie Tian senang tapi dia berdehem lalu tersenyum, "Kalau begitu saya akan menerima tawaran senior dengan senang hati."
"Kamu kan bisa terbang sendiri," Xu Chenxiao berkedut, "Malahan, kamu tak perlu lagi bantuan kami." Dengan kekuatan Ji Nie Tian, menyapu beberapa Raja Spiritual mungkin bisa.
"Aku masih perlu bantuanmu!" Ji Nie Tian menjadi panik dan mencoba meyakinkan Xu Chenxiao untuk membawanya.
Anak ini………
Apa tujuannya?
Jelas bahwa Ji Nie Tian memiliki kekuatan yang diluar nalar, namun bocah monster ini masih memerlukan bantuan nya — pasti ada suatu alasan khusus.
"Tidak." Xu Chenxiao dengan terus terang memberitahunya.
Mendengar penolakan Xu Chenxiao, Ji Nie Tian tertegun. Setelah berpikir sejenak, dia akhirnya berkata, "Aku tak akan membunuhmu atau berbuat macam-macam padamu, aku bersumpah atas nama Ayahku."
Mendengar sumpah Ji Nie Tian, Xu Chenxiao juga tertegun. Lalu dia melihat ke arah Xu Yongmei. Gadis kecil itu, dia memandang dirinya dengan ekspresi yang cukup serius.
Xu Chenxiao menghela nafas tak berdaya. Dia akhirnya setuju, "Baik, aku mengerti. Kalau begitu naik lah ke atas punggung."
Mendengarnya, Ji Nie Tian mengepalkan tangannya, "Bagus," Gumamnya dalam benak.
Lalu Ji Nie Tian naik ke atas punggung Xu Chenxiao. Karena berat yang agak berlebihan dan perbedaan tinggi, berat kebelakang lebih terasa berat daripada yang ada di depan. Tentu saja, lelaki muda dengan tinggi 160cm itu memiliki berat 55kg…………
Sesungguhnya, segala yang ada pada Ji Nie Tian cukup abnormal…………
Tapi kesulitan ini tak terlalu lama bertahan oleh Xu Chenxiao.
Jadi setelah menyesuaikan tubuh, Xu Chenxiao langsung terbang menukik. Ketika ada di ketinggian 1 mil, dia berhenti. Tekanan angin di ketinggian 1 mil cukup kuat. Akan tetapi Xu Chenxiao me-naturalisasi-kannya dengan Qi sejati sehingga bagi mereka yang bergantungan di tubuhnya terlindungi.
"Bersiaplah."
Teoat 2 detik setelah lelaki ini bergumam memberitahu, tubuhnya langsung bergerak dengan sangat cepat — woooshh!!! siulan angin terdengar ketika angin menerjang mereka.
Xu Chenxiao terbang seperti peluru, melesat dengan kecepatan yang luar biasa menuju Kota.
Ketika mereka tiba di Kota, tempat itu telah menjadi medan tempur.
Api berkobar di mana-mana, orang m@ti berserakan, darah mewarnai tanah,
"Ini………"
Tepat ketika Ji Nie Tian dan Xu Yongmei terkejut-kejut dengan keadaan kota, suara halus seorang pria terdengar dari belakang.
"Tian'er,"
Mendengar namanya disebut, Ji Nie Tian terkejut lagi, lalu tersenyum. "Ayah?"
Ayah Ji Nie Tian dengan jubah taois putihnya melayang di atas langit, menatap Ji Nie Tian dengan tanpa ekspresi apapun. "Kenapa kamu disini?"
"Aku………"
Sebelum Ji Nie Tian menyelesaikannya, Immortal Ji menyentuh kepala Ji Nie Tian, dan seketika, kekuatan misterius mengalir ke kulitnya dan kemudian membuatnya mengambang………
Ji Nie Tian agak terkejut, lalu dia menekan seluruh emosinya dan menjawab Ayahnya. "Aku dari Hutan, kabur dari beberapa Raja Spiritual yang memburu Yongmei."
"Yongmei?" Xu Chenxiao terkejut dengan panggilan itu, menatap ke Xu Yongmei tapi tak mengatakan apapun. Lalu dia melihat ke arah Immortal Ji, "Ini kah Immortal itu?"
Melihat bagaimana karisma dan temperamen Immortal Ji, Xu Chenxiao mau tidak mau berdecak kagum.
Immortal Ji seperti seorang dewa. Aura mistis yang mengalir tanpa akhir disekitar tubuhnya membuatnya tampak seperti dewa kuno yang turun dari langit.
Itu……… itu tak bisa dijelaskan hanya dengan kata-kata saja………
"Hm, begitu. Sekarang, tampaknya kamu sudah siap untuk latihan."
Mendengar kalimat Immortal Ji, Ji Nie Tian menganggukan kepala. "Ya!"
Lalu Immortal Ji tersenyum dan menepuk kepala Ji Nie Tian dengan penuh kebanggaan. "Bagus." Lalu dia menoleh ke arah Xu Chenxiao. "Yang muda Chenxiao, katakan pada ayahmu bahwa 2 Kaisar Agung dan seorang Pertapa sudah jatuh……… walaupun ayahmu sudah pasti tahu, tetap katakan itu padanya."
Dua Kaisar Agung!
Seorang Pertapa!
Mereka jatuh begitu saja?! Di tanah Suku Xu?!!
Xu Chenxiao menelan ludah dan menganggukkan kepala. "Baiklah."
"Dan untukmu, gadis kecil,"
Immortal Ji memandang Xu Yongmei, yang mana mengejutkan Xu Chenxiao. Immortal Ji kemudian melambaikan tangannya dan sebuah bola kristal aneh muncul dari udara, terbang dan mendarat di atas kepala, lalu bercahaya dan memasuki kepala Xu Yongmei.
"Ini………"
"Aku……… tak ingin kehilangan menantu yang baik begitu cepat."
Setelah menyatakan itu, Ji Nie Tian langsung berdehem, mencoba mengalihkan pembicaraan. "Ayah, kenapa kamu disini?"
"Membawamu pergi." Immortal Ji menoleh dan menjawab, "Sudah saatnya kamu berhenti bermain-main dan mulai berkultivasi dengan serius."
Mendengar itu, tubuh Ji Nie Tian bergetar, lalu dia melihat ke Xu Yongmei, yang kehilangan kakinya, yang juga menatapnya namun dengan tanda tanya besar. Lalu Ji Nie Tian menoleh lagi ke Immortal Ji.
"Baiklah."
__ADS_1