Evil Prince

Evil Prince
10. Bersandiwara


__ADS_3

" Aku tidak ingin bertemu dia melihat wajahnya membuat aku merasa sedih, wajah yang dulu memberiku bahagia dan ceria sekarang malah berganti penuh kedinginan dan kebencian padaku" membatin.


" Huupp syaaw lalalala jangan ngelamun pagi-pagi gak baik tau han " kejut Rina.


" Astaga Rina kamu ngagetin aku aja sih rin ".


" Maaf han aku sengaja sih habisnya kamu masih pagi udah ngelamun aja, kalo punya masalah cerita aja ke aku tapi nanti ya selesai kerja kalo gak jam istirahat nanti.


Yaudah aku mau ke tempat kerja aku dulu ada sedikit pekerjaan ni dahhhh hati-hati jangan ngelamun lagi " ujar Rina.


Sebelum kedatangan Pangeran, Hana sudah mengantarkan minuman keruangannya hal ini ia lakukan agar tidak bertemu dengan Pangeran.


" Semoga saja dia belum datang aku tidak ingin berdebat lagi " membatin.


Saat Hana bergegas menuju pantry sepasang mata sedang memperhatikannya dengan mata tajam dan penuh kebencian.


" Kamu tidak akan bisa lari dariku lihat saja nanti " batin Pangeran.


Jam istirahat


" Yuk cerita di kantin soal yang tadi kamu ngelamun han " ujar Rina.


" Ya ampun rin kamu masih aja bahas itu aku gakpapa Rina cuma capek aja, apalagi aku kasihan liat papa harus sendirian di rumah ".


" Soal papa kamu aku tau han gimana ada di posisi kamu semoga kamu kuat ya ngehadapinnya, kalo butuh sesuatu apalagi buat pengobatan papa kamu aku bakal usahain bantu ya semampu aku han " ujar Rina penuh perhatian.


" Makasih ya rin kamu udah baik banget sama aku tapi aku bakal terus kerja keras demi papa dan aku ".


Di Desa


" Ma mama masih ingat gak perjuangan kita saat tinggal disini dulu ? " ucap Utama.


" Mama selalu ingat pa bagaimana hidup kita begitu menderita dan yang paling mama ingat adalah perlakuan keluarga Hamdan dan Lia, tapi kita harus berusaha memaafkan serta mengikhlaskannya semuanya " ujar Paramita.


" Benar ma itulah yang harus kita lakukan dan bagaimanapun putrinya sudah dengan baik membantu kita karna, dialah alasan kita untuk memaafkan kesalahan orang tuanya " ujar Utama.


**********************


" Mbak Hana duluan ya mbak ".


" Iya han " Asri.


" Han hana tunggu mau aku antar ga..... Hana kenapa sih main lari aja kayak dikejar setan aja gak kayak biasanya juga dia gitu " gerutu Rina.


Senyuman terlukis diwajah Pangeran bukan senyuman bahagia tetapi senyuman kecut, yang bermakna menertawakan sebuah kekonyolan seseorang.


" Ternyata menyaksikan seseorang yang ketakutan sungguhlah lucu tetapi, lihat saja tidak ada seorangpun yang bisa menghindar dari seorang pangeran " gumam Pangeran.

__ADS_1


" Semoga saja Pangeran mau memberi aku waktu karna aku tidak ingin meninggalkan papa sendirian " membatin.


" Saya tunggu jam 20:00 di rumah saya jika tidak muncul maka bersiaplah untuk menerima perintah yang lebih menyenangkan lagi " pesan Pangeran.


Ting......... (notifikasi) membaca pesan


" Apa yang harus aku lakukan sekarang ini aku tidak bisa berpikir, mama tolonglah Hana ma Hana tidak ingin hidup seperti ini " membatin.


Akhirnya Hana tidak mempedulikan pesan dari Pangeran hatinya tiba-tiba tersentak untuk melawan dan tak lemah.


" Tidak aku tidak bisa hanya diam dan mengikuti perkataannya meskipun dia adalah atasanku, tetapi apa yang ia lakukan sekarang bukanlah masalah mengenai kantor jadi tidak ada yang perlu aku takutkan ".


Langkah kaki kembali menuju rumah sederhana miliknya kembali bertemu sang papa, sumber kekuatannya untuk terus berjuang dititik paling buruk hidupnya.


" Pa papa Hana pulang pa papa....... papa dimana ya tidak seperti biasanya papa tidak ada dirumah ".


20:00 WIB


Tok........... tok............


Sedang menyiapkan makan malam.


" Iya sebentar papa darimana saja (membuka pintu ".


Bukan sosok papanya yang ia dapati tetapi seorang laki-laki bertubuh tegap.


" Tuan saya ingin bicara dengan anda dia sudah menunggu disana (menunjuk kearah mobil) " ujarnya.


" Tuan ? tuan siapa saya rasa saya tidak kenal dengan tuan yang mas maksud saya permisi.


Itu pasti pangeran tidak aku tidak ingin bertemu dengan dia dan kenapa juga dia begitu keras kepala, apa tidak cukup dengan hidupku yang menderita sekarang dia masih ingat membalaskan dendamnya padaku ".


" Mana dia ? " ujar Pangeran.


" Maaf tuan dia mengatakan bahwa dia tidak mengenal tuan ".


" Apa dia tidak mengenal saya baiklah biar saya sendiri yang mengenalkan diri saya jika dia memang belum mengenal saya " Pangeran.


" Bagaimana ini apa yang harus aku lakukan jika benar itu Pangeran, pa papa cepatlah pulang Hana butuh papa pa " membatin.


" Kamu mungkin sudah tau siapa yang datang bukan jadi keluarlah sebelum saya mengeluarkan kamu dan papa tercinta kamu dari rumah ini " ancam Pangeran.


" Kenapa dia bisa-bisanya bicara seperti itu ".


" Cepatlah sebelum saya benar-benar muak dengan diri kamu " ketus Pangeran.


(Membuka pintu)

__ADS_1


" Akhirnya kamu keluar juga, saya rasa kamu pasti tau bukan maksud saya harus datang kerumahmu yang buruk ini bahkan sama buruknya dengan pemilik rumah ini " sindir Pangeran.


" Maaf tuan saya rasa tuan tidak perlu berkata seperti itu ".


" Apa salahnya itu memang benar bukan " balas Pangeran.


" Tuan saya mohon jangan berkata seperti itu lagi apa...... ".


" Ternyata ada tamu yang datang ke rumah kita kenapa tidak berbicara didalam saja " ujar Hamdan.


Saat melihat wajah Hamdan peristiwa dimasa lalu kembali terbayang di ingatan Pangeran.


flashback


" Pergi sana kamu tidak boleh berteman dengan putri saya, kamu itu hanya anak miskin hanya akan memberi pengaruh buruk pada anak saya pergi " ujar Hamdan.


" Tapi saya hanya berteman dengan Hana om, jika saya miskin saya tau om tapi saya punya cita-cita untuk menjadi orang hebat dan bisa banggain ayah ibu " polos Pangeran.


" Hahahaha silahkan bercita-cita dan terus bermimpi sampai kamu bisa mendapatkannya, semoga berhasil tapi ingat satu hal orang miskin bahkan dari keturunan miskin akan tetap miskin ingat apa yang saya katakan " tekan Hamdan dan pergi meninggalkan Pangeran.


" Siapakah yang baru datang ini Hana apa mungkin dia ayah kamu ? " ujar manis Pangeran.


" Papa....... ".


" Ohh dia ini papa kamu " Pangeran.


" Iya saya papanya Hana, hana siapa laki-laki ini ? " ujar Hamdan.


" Dia...... " gugup.


" Begini pak kenalkan nama saya Pangeran saya ini temanya Hana, teman sekantornya disini saya ingin menawarkan pekerjaan tambahan untuk Hana pak karna saya dengar papanya (menunjuk Hamdan) sedang sakit " sandiwara Pangeran.


" Apa yang dia katakan sandiwara apa yang akan terjadi, papa maafkan Hana harus berbohong kepada papa demi keselamatan kita papa " membatin.


" Sepertinya kita bicarakan didalam saja mari masuk ana silahkan ajak teman kamu masuk " Hamdan.


" Maaf sebelumnya pak saya rasa tidak bisa karna orang tempat ana ingin bekerja sudah menunggu pak, Hana juga berkata mau bekerja tapi dia menunggu izin dari bapak terlebih dahulu bukan begitu Hana ? ujar Pangeran.


" (mengangguk), tidak pa Hana tidak ingin pergi bersama dia pa papa Hana takut pa " batin.


" Papa selalu mengizinkan kamu nak tetapi jika memang diri kamu tidak sanggup maka ayah juga tidak akan memaksa kamu untuk bekerja " ujar Hamdan.


" Saya yakin Hana bisa pak karna dikantor pun hana lah yang gigih bekerja dia sangat menyayangi bapak " yakin Pangeran.


" Baiklah papa izinkan han hati-hati " rela Hamdan.


" Papa baik-baik dirumah ya hana akan sering-sering menemui papa hana pamit pa ".

__ADS_1


__ADS_2