
" Pa hana pamit ya pa papa baik-baik disini kalo nanti butuh sesuatu papa bisa minta tolong suster ya pa ".
" Iya han hana hati-hati dijalan " ujar Hamdan.
Langkah kaki kembali menjemput asa kehidupan berharap secercah kebahagiaan menanti, tetapi sekarang tempat yang dituju adalah derita dan ketakutan bagi hana.
Kantor
" Pagi han gimana kabar papa kamu udah sehat ? " ujar Rina.
" Alhamdulillah keadaan papa makin membaik mungkin besok papa udah bisa pulang rin ".
" Bagus deh kalo gitu ohh ya minggu besok temanin aku ke butik ya han " ujar Rina.
" Ke butik ? kamu jadi tunangannya dan pasti mau beli kebaya ya rin ".
" Jadi dong han ya betul banget aku pengen beli kebaya buat acara tunangan aku nanti, kamu maukan temanin aku ke butik han " ujar Rina.
" Ya maulah rin pasti itu besok kamu kabarin aku aja lagi, yaudah kalo gitu aku mau bersih-bersih ruangan dulu ya ".
" Oke semangat hana " Rina.
Hana menuju ruangan CEO ya ruangan pangeran sosok laki-laki yang sangat membenci dan dendam pada dirinya.
" Aku gak nyangka arya kamu bisa berubah gini padahal dulu kita temanan dan kamu baik sama aku tapi, sekarang kamu berubah jadi jahat padahal aku gak salah apa-apa ".
Selesai membersihkan ruangan pangeran saat keluar hana berpapasan dengan pangeran yang sedang berbicara dengan petinggi lainnya.
Selanjutnya hana melanjutkan pekerjaannya sampai selesai dan beristirahat sejenak di taman belakang kantor.
" Kok perasaan aku jadi merinding gini ya ".
Tiba-tiba saja pundak hana dicekik oleh tangan seseorang.
" Tolong.................. ".
" Hahahahhhhhaaa hana hana ternyata kamu penakut juga ya baru gitu aja udah teriak ketakutan " ujar Asri.
" Mbak asri mbak ngapain ngagetin hana mbak taukan hana orangnya takutan ".
" Tau sih dari wajah kamu aja udah kelihatan kamu itu penakut tapi kalo kamu penakut ngapain disini sendirian kan disini sepi " ujar Asri.
" Hana cuma capek aja habis selesaiin pekerjaan hana mbak jadi liat disini sepi tenang aja gitu ".
" Kalo mbak boleh tebak ni kamu lagi banyak masalah deh kayaknya " ujar Asri.
Hana yang sedang minum terdiam mendengar ucapan asri padanya.
" Han hana " Asri.
" Hana gakpapa mbak cuma lagi capek aja ".
" Mbak ini juga perempuan han mbak tau kamu lagi punya masalah walaupun mbak sedikit pemarah dan ceplas-ceplos orangnya tapi, mbak tetap perempuan yang hatinya bisa rapuh juga " ujar Asri.
" Hana emang lagi ada masalah mbak tapi yang paling buat hana rindu hana pengen peluk mama tapi mama udah bahagia diatas sana mbak ".
__ADS_1
" Maaf mbak gak tau soal itu tapi hana boleh peluk mbak walaupun mungkin gak sehangat pelukan almarhum mama hana, tapi setidaknya hana bisa peluk mbak " ujar Asri.
" Mbak serius hana boleh peluk mbak ".
" Boleh han " Asri.
Hana pun memeluk erat asri bahkan air mata hana sempat menetes air mata menahan kerinduan pada sang mama.
" Sebenarnya saya juga tidak ingin menyakiti kamu tapi saya juga tidak tau rasa benci dan dendam saya bergejolak saat melihat dirimu " ujar Pangeran.
Pangeran telah memperhatikan hana dan asri sejak tadi dari jendela ruangannya yang menghadap taman belakang.
" Udah jangan sedih lagi mbak yakin hana kuat kok hadapin semuanya, kalo gitu sekarang kita lanjut kerja lagi " ujar Asri.
" Iya mbak hana juga terima kasih banyak sama mbak karna udah mau temanin dan kasih hana semangat ".
" Sama-sama yaudah kita masuk ke dalam yuk " ujar Asri.
..........................................
" Permisi ".
" Siapa " ujar Pangeran.
" Saya tuan hana ".
" Silahkan masuk " Pangeran.
" Permisi tuan apakah gelasnya sudah bisa saya bersihkan ".
" Ya " Pangeran.
" Hemmmmmm " Pangeran.
" Syukurlah hari ini tuan tidak memarahi dan menyakiti aku lagi tapi kenapa dia bisa baik hari ini, ahhh yang terpenting aku aman dan sedikit masalahku berkurang terima kasih ".
" Kau cukup menangis satu kali saja setiap harinya karna aku tau perempuan itu lemah bahkan sangat lemah " batin Pangeran.
17:00 WIB
" Han aku anter ke rumah sakit ya sekalian aku mau besuk papa kamu bolehkan ? " ujar Rina.
" Boleh rin yaudah aku ganti baju dulu ya ".
" Aku tunggu diparkiran " ujar Rina.
Setelah hana mengganti bajunya iapun menuju parkiran dan ke rumah sakit bersama Rina.
" Halo sayang, pangeran bisa gak jemput mama di butik sekarang " ujar Paramita.
" Emangnya mama gak bawa mobil " ujar Pangeran.
" Sayang jemput mama ya " ujar Paramita.
" Iya ma Pangeran jalan kesana " ujar Pangeran.
__ADS_1
Rumah Sakit
" Apa kabar om ? " Rina.
" Ya seperti yang nak rina lihat benarkan nama anak rina " ujar Hamdan.
" Benar om nama saya rina saya temannya hana di kantor kemaren saya juga sempat besuk om di rumah " ujar Rina.
" Iya nak om ingat terima kasih ya sudah mau mengantar hana dan besuk om " ujar Hamdan.
" Sama-sama om " ujar Rina.
Butik
" Itu jeng anak saya pengeran datang " ujar Paramita.
" Wahh bener ya jeng kalo pangeran itu pasti tampan saya yakin gladis suka sama dia " ujar Retno teman Paramita.
" Mama udah siapkan ? " ujar Pangeran.
" Udah sayang ohh iya sebelum kita pulang kenalin dulu ini tante Retno teman mama " Paramita.
" Pangeran tan " Pangeran.
" Tante Retno salam kenal ya pangeran kamu memang tampan ya bahkan lebih tampan dari yang mama kamu ceritakan pada tante " ujar Retno.
" Udahkan ma Pangeran mau istirahat kita pulang sekarang " ujar Pangeran.
" Iya sayang tapi mama mau ngomong " Paramita.
" Pangeran tunggu di mobil ya ma " Pangeran.
" Maaf ya jeng pangeran emang suka gitu " Paramita.
" Gakpapa jeng namanya juga anak muda emosinya kadang masih suka membara " ujar Retno.
Di Mobil
" Sayang seharusnya kamu gak boleh bersikap kayak tadi di depan tante retno " ujar Paramita.
" Emangnya kenapa ma pangeran emang lagi capek mau istirahat lagian pangeran baru kenal sama tante retno " Pangeran.
" Pangeran mama itu mau " Paramita.
" Pangeran tau mama mau ngomong soal apa tapi pangeran minta jangan bahas itu sekarang pangeran mohon sama mama " ujar Pangeran.
Akhirnya hanya diam yang tercipta antara ibu dan anak ini.
Rumah Sakit
" Han aku pamit ya jangan lupa minggu besok temanin aku ke butik " Rina.
" Iya rin aku gak akan lupa kalo pun lupa kamu ingetin aku aja ".
" Oke-oke yaudah aku jalan dulu ohh ya titip salam buat papa kamu soalnya tadi papa kamu lagi istirahat, yaudah aku jalan dulu ya dahhh " ujar Rina.
__ADS_1
" Dahhhh hati-hati rin ".
" Kenapa aku masih mikirin soal pangeran ya kenapa hari ini sikap dia dingin aja, tapi semoga aja dia emang berubah jadi baik aku takut dia minta hal yang macam-macam masalah biaya pengobatan papa " membatin.