
" Assalamualaikum, pa papa Hana pulang pa papa...... papa dimana ? ".
Tidak ada jawaban sama sekali.
Saat itu Hamdan memang sedang pergi keluar untuk membeli beberapa barang untuk persiapannya merantau. Karena ia memutuskan untuk pergi merantau dan meringankan beban Hana putrinya.
" Kenapa pintu rumah terbuka jangan-jangan ada..... " Hamdan.
Saat itu Hana sudah duduk terdiam di kamar sang papa karna disana ia melihat tas papanya yang sudah penuh dengan baju.
" Hana..... Hana pulang " ujar Hamdan.
" Pa papa jelasin sama Hana papa mau kemana, pa jawab Hana pa jangan diam papa ".
" Maafin papa Han tapi semua ini papa lakuin buat ngeringanin beban Hana papa gak mau terus-terusan jadi beban Hana. Karena yang seharusnya cari uang dan bahagiain Hana itu papa sayang " jelas Hamdan.
" Gak pa papa gak boleh pergi kemanapun Hana udah sering bilang ke papa kalo papa itu bukan beban Hana, pa tolong dengerin Hana pa tolong jangan pergi Hana gak mau sendirian pa Hana mohon pa ".
Tangisan Hana pecah seketika.
" Pa hiksssss hiksssss hiksssss hiksssss ".
" Maafin papa sayang (memeluk Hana) ".
" Pa papa janji yang gak akan ninggalin Hana andai papa tau pa Hana lebih milih hidup menderita selamanya asalkan sama papa ".
" Iya sayang papa janji (erat memeluk Hana), terima kasih ya Allah kau berikan aku putri yang lembut dan berhati malaikat " Hamdan.
Tok tok
" Siapa itu pa ".
" Biar papa saja yang buka pintunya" Hamdan.
" Jangan-jangan Pangeran ".
" Ohhh kamu " ujar Hamdan.
" Iya pak saya temannya Hana yang waktu itu Hananya ada pak ? " ujar Pangeran.
" Ohh Hana ada di dalam kita duduk dulu saja nanti bapak panggilkan Hananya " ujar Hamdan.
" Kenapa harus duduk diluar ada apa dengan mereka " batin Pangeran.
.....................................................
" Siapa pak ? ".
" Hapus dulu air matanya sama cuci muka kamu dulu, yang datang itu teman kamu yang kasih kamu pekerjaan " Hamdan.
" Yasudah Hana cuci muka dulu ya pak ".
" Aku tidak bisa meninggalkan Hana sendirian tapi, apakah aku harus membebani putriku terus tidak mungkin tapi jika aku meninggalkannya itu akan membuat dia sedih " batin Hamdan.
__ADS_1
" Kenapa dia lama sekali " gelisah Pangeran.
" Uhhh semoga saja dia tidak marah, (membuka pintu) tuan ".
" Ehhmm, (kenapa mata dia sembab ada masalah apa mereka ) ya kamu pasti taukan kedatangan saya kesini " ujar Pangeran.
" Tau tuan tapi ".
" Tapi apalagi jangan buat saya semakin marah ya apa susahnya mengikuti perkataan saya " ujar Pangeran.
" Tapi........ (air mata menetes) ".
" Heiii kenapa kamu malah menangis jangan sampai papa kamu itu menuduh saya yang membuat kamu menangis " ujar Pangeran.
" Tuan Hana mohon hari ini Hana ingin disini saja, Hana menangis bukan karna tuan tapi memang ada hal lain jadi Hana mohon tuan Hana ingin disini dulu ".
" Kamu harus memberikan alasan yang jelas dulu dan bukan hanya menangis " ujar Pangeran.
" Hana cerita besok saja tuan ".
" Perkataan saya menyatakan sekarang bukan besok " tegas Pangeran.
" Yasudah Hana akan katakan tapi, jangan disini ".
" Ya boleh " ujar Pangeran.
Menyusuri gang menuju sebuah jembatan warna warni.
" Setelah pulang ke rumah tuan tadi tiba-tiba perasaan Hana tidak enak dan langsung teringat papa dan benar saja, saat sampai dirumah Hana melihat papa bersiap-siap untuk pergi ".
" Pergi memangnya papa kamu mau kemana ? " ujar Pangeran.
" Papa ingin pergi dari kota ini alasannya papa ingin mencari pekerjaan dan tidak ingin menyusahkan Hana ".
" Yasudah biarkan saja dengan begitu hidup kamu bisa senang " ujar Pangeran.
Air mata kembali mengalir dipipi Hana.
" Selalu air mata yang diandalkan oleh wanita " ujar Pangeran.
" Hana cuma punya papa tuan tidak ada hal lain yang lebih berharga dihidup Hana saat ini kecuali papa ".
" Baiklah saya berikan kamu waktu untuk bersama papa kamu " ujar Pangeran.
" Terima kasih tuan ".
.............................................
" Papa, Hana mohon jangan tinggalin Hana karna hanya papa yang Hana punya kalo papa pergi Hana gak tau lagi bisa hidup atau gak ".
" Iya Han papa janji gak akan ninggalin Hana karna papa sayang sama Hana tapi, disatu sisi papa kasihan melihat putri papa berjuang sendirian " ujar Hamdan.
" Pa jangan bicara itu lagi Hana lebih baik menderita tapi sama papa dibandingkan punya uang banyak tapi jauh dari papa ".
__ADS_1
(Berpelukan)
" Papa sayang Hana " ujar Hamdan.
Mentari kembali menyapa dengan penuh kehangatan langkah kaki Hana kembali menuju gedung pencangkar langit.
Tak lupa selalu ada tarikan nafas yang dalam dan diakhiri dengan senyuman penuh lelah namun harus tetap semangat.
" Ehhmm hari ini terasa lega walaupun hanya sedikit tapi aku harap sikap Pangeran selalu baik " tersenyum tipis.
" Sepertinya mentari kalah saing pagi ini karna ada yang lebih indah terlihat " ujar Rina.
" Apaan sih rin emangnya apa yang lebih indah sampai nyaingin mentari ".
" Ya jelas senyuman kamulah Han aku baru hari ini liat senyum kamu seindah ini terakhir pas kita SMA kan " ujar Rina.
" Gak ahh aku sering kok senyum kamu baru liat lagi karna kita baru ketemu lagi, udah ahhh yuk masuk kerja kerja ".
" Oke yuk " ujar Rina.
" Rina memang benar senyumanmu begitu indah hingga mentari pun terkalahkan " batin Pangeran.
.......................................
Tak terasa jam istirahat pun sudah tiba semua karyawan menghentikan pekerjaan mereka masing-masing.
" Haii Han ke kantin bareng yuk ohh iya, aku mau kasih tau kamu kalo besok temani aku ke butik ya bisakan Han ? " Rina.
" Besok ? (aku harus izin ke Pangeran dulu ) ".
" Han kok malah diam kamu bisakan temanin aku sebentar aja kok gak lama-lama, aku tau kamu harus jagain papa kamu kan " ujar Rina.
" Yaudah nanti aku bilang ke papa dulu tapi aku usahin bisalah masa sih aku gak mau temanin teman bahkan sahabat terbaik aku ini ".
" Makasih Hana, aku doain supaya kamu cepat nyusul aku juga yakan " ujar Rina.
" Gak usah lari ke aku, udah kita ke kantin aku udah laper ni ".
" Bisa aja ngehindarnya Han tapi aku berharap kamu bakalan bahagia kayak dulu lagi dan ketemu sama laki-laki yang benar-benar tulus sama kamu " ujar Rina.
" Makasih doanya, udah yuk ke kantin ".
" Iya-iya " Rina.
Di Rumah Hana.
" Sepertinya teman hanya yang kemaren itu sangat baik semoga saja mereka bisa bersama, jika memang aku tidak bisa pergi tapi aku ingin Hana putriku bahagia dan mendapatkan pengganti diriku dikemudian hari " batin Hamdan.
Di Kampung.
" Kenapa tiba-tiba mama teringat Hana ya pa dia dimana sekarang, pastinya dia sudah menjadi gadis yang cantik saat ini " ujar Paramita.
" Iya ma papa juga langsung ingat dia pertama kali kembali ke kampung ini, semoga dia baik-baik saja dan tetap berhati bidadari seperti saat dia kecil dulu " ujar Utama.
__ADS_1