
" Suster tolong jaga papa saya ya sus ".
" Baik " ujar suster.
Kantor
Tok...... tok....... tok........
" Siapa " ujar Pangeran pura-pura tidak tau.
" Saya tuan ingin mengantarkan minuman ".
" Silahkan masuk " ujar Pangeran.
" Ini minumannya tuan ".
" Hanya itu yang kamu katakan apakah tidak ada hal lain yang ingin kamu katakan " ujar Pangeran.
" Uhhhh baik saya mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan tuan yang membiayai perawatan papa dan tuan juga tidak melukai papa ".
" Ehmmmm baiklah itu cukup " Dirga.
" Kalo begitu saya permisi tuan sekali lagi terima kasih sudah mau membantu saya ".
" Saya belum mengatakan apapun ingat bantuan saya tidak gratis " Dirga.
" Maksud tuan sebenarnya apa yang kamu rencanakan Arya aku sudah katakan kita tidak tau apa-apa saat itu kita masih kecil, dan sekarang kamu mau apa katakan saja membunuh papa daripada kamu membunuh papa lebih baik kamu bunuh saya saya supaya kamu bahagia ".
" Saya tidak ingin membunuh siapa pun saya hanya ingin kamu merasakan apa yang dulu saya dan orang tua saya rasakan " tegas Dirga.
" Saya katakan saya sudah merasakannya sudah bahkan mungkin jauh lebih miskin dari hidup kamu dulu, jadi apa lagi yang ingin kamu lakukan tolong maafkan semua yang sudah terjadi ".
" Tidak saya tidak akan pernah memaafkan kamu sampai kapanpun saya hanya ingin kamu mengikuti perintah saya " ujar Dirga.
" Baiklah saya lelah dan tidak sanggup lagi melawan perkataan tuan saya akan ikuti perintah tuan ".
..............................................
" Alma kamu liat Hana gak ? " ujar Asri.
" Gak tau mbak mungkin masih bersihin ruangan, emangnya kenapa mbak cariin dia " ujar Alma.
" Ya karna ada kerjaan buat dialah yaudah nanti aja deh suruh dia lagian ini udah mau jam istirahat juga " ujar Asri.
Kantin
" Haii han kok kamu ngelamun sih satu lagi kenapa kamu kelihatanya pucat gitu han kamu sakit " ujar Rina.
" Gak rin aku baik-baik aja mungkin cuma kecapean aja sama kurang tidur ".
" Kalo kamu sakit mendingan kamu ambil libur saja han tapi kamu baru kerjakan " ujar Rina.
" Udah aku gakpapa rin nanti habis minum obat juga mendingan kok, ohh ya kamu bahagia banget kelihatanya ada apa ni pasti ada kabar baikkan ".
__ADS_1
" Kamu tau aja sih han kalo gini aku gak bisa kasih surprise ke kamu " ujar Rina.
" Akukan udah tau dari kita SMA rin kalo ngeliat ekspresi kamu bahagia itu gimana jadi kamu bahagianya soal apa ni ? ".
" Jadi gini bulan depan itu rencananya aku mau dilamar sama pacar aku han aku senang banget deh " ujar Rina penuh bahagia.
" Wahhh selamat ya rin aku ikut senang dengernya sekali lagi selamat ya rin ".
" Han tangan kamu kenapa sampe merah gitu jawab han tangan kamu kenapa ? " ujar Rina.
" Tangan aku ketumpahan teh panas rin tapi ini udah diobatin kok rin ".
" Tapi ini cukup parah lo han kamu gak mau periksa ke dokter takutnya infeksi nanti " ujar Rina.
" Udah gakpapa rin lagian nanti juga sembuh kok walaupun mungkin butuh waktu beberapa hari ".
" Ya ampun hana kamu semangat banget tu kerjanya sampai bisa ketumpahan gitu lain kali hati-hati ya han " ujar Rina.
" Siap rin udah yuk kita makan siang dulu ".
" Oke han " ujar Rina.
.........................................
" Han aku duluan ya maaf aku gak bisa anter kamu pulang " ujar Rina.
" Gakpapa rin pasti mau ketemu sama hemmmhemmmm ".
" Kamu bisa aja sih han bikin aku malu gini " ujar Rina.
" Iya-iya deh han yaudah aku duluan ya kamu hati-hati pulangnya ya dahhhh " ujar Rina.
" Dahhhhhh ".
" Ternyata dia cukup kuat juga dia masih bisa tersenyum bahkan membuat orang lain tersenyum " batin Pangeran.
Hana pun pergi menuju rumah sakit, saat menunggu bus di halte tiba-tiba ada mobil yang berhenti di depannya ya itu mobil milik Pangeran.
" Masuk " ujar Pangeran.
" Tidak tuan saya naik bus saja mobil ini terlalu bagus untuk saya ".
" Masuk atau " ancam Pangeran.
" Baiklah ".
" Di depan kamu pikir saya ini supir pribadi kamu jika kamu duduk di belakang " tegas Pangeran.
Hana pun duduk disebelah Pangeran.
" Tuan tuan mau membawa saya kemana saya harus ke rumah sakit tuan papa sendirian disana ".
Diam membisu
__ADS_1
" Tuan tolong jawab saya tuan, tuan mau membawa saya kemana saya harus menjaga papa tuan tolong dengarkan saya kali ini saja saya sudah kehilangan semuanya dan saya tidak ingin kehilangan papa juga ".
Tidak ada jawaban sepatah katapun.
Beberapa menit kemudian mobil berhenti dan tepat di depan rumah sakit.
" Sekarang turun " ujar Pangeran.
" Terima kasih tuan ".
" Hapus dulu air mata palsumu itu " ujar Pangeran.
" Terserah tuan saja karena sekarang hati dan pikiran tuan hanya dipenuhi rasa benci dan dendam, tapi tenang saja tuan saya akan tebus semua kesalahan papa dan mama ".
Hana pun keluar dari mobil dan menuju ruangan papanya.
" Mari kita lihat bisakah gadis lemah dengan air mata bisa meredam rasa benci dan dendam ku " ujar Pangeran dengan senyum sinisnya.
Ruangan
" Pa papa udah bangun ".
" Hana udah pulang sayang gimana kerjanya ? " ujar Hamdan.
" Alhamdulillah lancar pa ohh iya papa udah makan ".
" Belum " ujar Hamdan.
" Mungkin sebentar lagi makanannya dianter pa kalo gitu hana bersih-bersih dulu ya pa ".
" Han " ujar hamdan.
" Iya pa ".
" Tangan kamu masih sakit gak mau diobatin papa kawatir nanti sakitnya makin parah han " ujar Hamdan.
" Udah pa Hana gakpapa palingan dikasih salep luka juga sembuh yaudah papa istirahat lagi ya ".
Kamar Mandi
Ketika terkena air tangan Hana begitu perih namun ia berusaha menahan rasa perih itu dan tidak ingin papanya sampai tau.
" Ma Hana rindu sama mama hana gak sanggup disini sendiri ma papa juga lagi sakit ma, Hana gak kuat sendiri ma (tangisan tanpa suara) ".
" Permisi ini makanannya pak " ujar suster.
Sebelum keluar Hana mencuci mukanya dan seperti tidak ada yang terjadi pada dirinya.
" Makanannya udah dateng ya pa Hana siapin ya ".
" Hana papa minta maaf sekarang kamu harus hidup menderita karna papa, tapi papa bangga sama Hana karna Hana bukan sosok yang manja dan mau bekerja keras sekali lagi maafin papa ya sayang " batin Hamdan.
Kadang kala hidup tak selalu diatas, bahagia dan penuh senyuman karna kehidupan itu terus berjalan dengan penuh teka-teki dan rahasianya.
__ADS_1
Kita hanya mampu menjalani apa yang telah ditakdirkan tidak bisa memaksa namun dengan doa dan usaha, bisa tercapai dan ditakdirkan dengan kebaikan agar hadirnya senyuman seperti dulu yang dirasakan.