
" Han jawab papa kenapa kamu diam saja " ujar Hamdan.
" Hana pinjem ke teman kerja hana pa ".
" Teman kerja kamu pasti nanti kamu bayaran pas gajian pertama kamukan han, lagi-lagi papa minta maaf han gak bisa bantu hana cari uang nak " ujar Hamdan.
" Udah papa hanakan udah sering bilang gakpapa Hana bakalan lakuin apa aja buat papa karna, Hana gak mau kehilangan papa Hana cuma punya papa pa ".
" Papa sayang sama han " ujar Hamdan sembari memeluk Hana.
" Pa hana mohon ya sama papa jangan tinggalin hana ".
" Gak sayang papa janji gak bakalan ninggalin Hana karna papa sayang sama Hana " ujar Hamdan.
.............................................
Ting........ (notifikasi)
" Besok setelah jam pulang kantor temui saya di cafe dekat kantor ingat jangan sampai terlambat " pesan Pangeran.
" Pangeran, kamu mau apalagi sih selalu saja memerintah dengan ancaman ".
Pagi Harinya.
" Pa Hana udah siapin sarapan papa ya jangan lupa obatnya diminum, Hana sarapan di kantor aja Hana pamit ya pa ".
" Iya han hati-hati dijalan " ujar Hamdan.
Saat berjalan Hana terus mengucap syukur dan senyum bahagia karna keadaan papanya yang semakin membaik.
" Terima kasih ya Allah sudah memberikan kesembuhan buat papa semoga papa selalu sehat umur panjang, dan bisa jagaiin hana ".
Kantor
" Pagi Hana wahh senyumannya manis banget pagi ini " ujar Asri.
" Iya mbak alhamdulillah papa keadaannya udah mendingan hana senang banget mbak ".
" Alhamdulillah kalo begitu mbak juga ikut bahagia jadi sekarang makin semangatkan kerjanya jangan nangis lagi, apalagi nangis sendirian ditaman belakang " ujar Asri.
" Iya mbak hana makin semangat kerjanya ".
Hana dan semua orangpun menjalankan pekerjaannya masing-masing.
" Permisi tuan saya ingin mengantarkan minuman ".
__ADS_1
" Silahkan masuk " ujar Pangeran.
" Ini minumannya tuan ".
" Jangan lupa dengan yang saya sampaikan tadi malam " ujar Pangeran.
" Saya tidak akan lupa tuan kalo begitu saya permisi ".
.............................................
Kantin
" Senyum-senyum sendiri terus rin bahagia banget ya yang bentar lagi dilamar ".
" Ehhh ada hana maaf ya aku gak tau kalo kamu udah ada disini " ujar Rina.
" Iya dimaafin lagian aku ngerti kok sama yang lagi bahagia banget ".
" Ahh kamu bis aja han " Rina.
Merekapun menyantap makan siang sembari berbicara dan tersenyum penuh bahagia.
Tetapi nyatanya Hana penuh pikir setiap saat karna perintah Pangeran kepadanya akankah perintah baik, atau mungkin perintah yang sulit untuk diterima Hana.
Matahari mulai surut dari atas langit menuju ufuk barat cuaca yang terang benderang, mulai berganti dengan hangatnya suasana sore dan senja yang akan datang.
" Masuk " ujar Pangeran.
" Terima kasih tuan ".
" Saya tunggu 15 menit jika kamu tidak sampai maka akan semakin membuat diri kamu susah " ujar Pangeran.
" Baik tuan saya akan sesegera mungkin ke cafe yang sudah tuan beritahu ".
Di cafe
" Permisi tuan ".
" Baik kamu tepat waktu kali ini, tidak perlu duduk kamu berdiri saja sampai saya selesai makan " ujar Pangeran.
" Tapi tuan apakah tidak bisa tuan bicara langsung saja atau biarkan saya duduk tuan ? ".
" Saya tidak suka bantahan " tegas Pangeran.
Hana pun berdiri sembari menunggu pangeran selesai menyantap hidangannya bahkan saat itu pangeran sengaja memperlambat makanya agar Hana berdiri lebih lama.
__ADS_1
" Tuan bisakah tuan percepatan makan tuan saya harus segera pulang tuan ".
" Kamu tidak berhak memerintah saya jadi kamu terima saja semua yang saya perintahkan " ujar Pangeran.
" Aku gak nyangka kamu berubah arya yang dulu baik dan penyayang malah berubah, mungkin karna waktu itu kita masih kecil jadi belum ngerti tentang jalan kehidupan ini " membatin.
" Saya sudah selesai kamu silahkan duduk, ohh iya kamu duduk dilantai bukan dikursi " ujar Pangeran.
" Terima kasih atas tawarannya tuan tapi lebih baik saya berdiri saja dan tuan bisa memulai pembicaraan ".
" Baiklah itu pilihan kamu untuk berdiri jadi, saya ingin memerintahkan kamu dari apa yang sudah saya katakan kemaren. Jadi saya ingin kamu datang dan tinggal di rumah saya sebagai pembantu " ujar Pangeran.
" Maaf tuan saya tidak bisa jika tuan perintah tentang hal ini, mungkin tuan bisa mencari yang lainnya atau saya bisa lembur di kantor setiap hari ".
" Yang membuat aturan dan perintah itu saya bukan kamu jadi jangan membantah setiap perkataan saya " Pangeran.
" Tuan bukankah tuan tau jika papa saya baru saja pulang dari rumah sakit jadi saya tidak bisa meninggalkan dia sendirian tuan, saya mohon tuan tolong kali ini saja ".
" Besok selesai pekerjaan kamu sudah bersiap untuk datang ke rumah saya, jika tidak kamu mungkin sudah tau apa yang akan saya lakukan " ujar Pangeran lalu pergi meninggalkan Hana.
" Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan sekarang bagaimana dengan papa, apa yang harus aku katakan padanya alasan apa yang harus aku katakan ".
Langkah kaki Hana terasa berat untuk menuju rumahnya berat membayangkan jika harus meninggalkan papanya sendirian.
Sebelum kembali ke rumahnya Hana terdiam duduk disebuah taman merenungi nasib yang ia terima saat ini begitu berat.
Saat itu sepasang mata terus memperhatikannya dibalik kaca mobil mewahnya.
" Ini belum seberapa Hana masih ada banyak rasa yang harus kau rasakan, memang kebenaran jika roda itu berputar adalah tepat dan sekarang posisi diatas adalah diriku aku akan membuatmu merasakan penderitaan yang aku terima dulu " batin Pangeran.
Langkah kaki yang lemah kembali tegap kuat menuju rumah dengan tentengan sebungkus nasi untuk sang papa.
Di malam hari mata Hana tak bisa terlelap dengan nyenyak karna memikirkan bagaimana dengan permintaan pangeran padanya.
" Besok selesai pekerjaan kamu sudah bersiap untuk datang ke rumah saya, jika tidak kamu mungkin sudah tau apa yang akan saya lakukan " (terbayang ucapan pangeran).
" Kenapa dia mempersulit hidupku ya tuhan rasanya aku ingin menyerah saja, mama tolong Hana pa papa hana tidak sanggup lagi " membatin.
Karna pikirin yang keras dan hati yang tak tau arah akhirnya mampu terlelap karna lelah seharian bekerja, bukan hanya fisik yang lelah hati dan mentalpun terkena imbasnya yang paling menyakitkan.
Sepertinya hari ini Hana tidak mencoba membicarakan tentang hal tersebut pada papanya, ia tidak tau alasan apa yang harus ia katakan pada papanya.
Pangeran House
" Lihat saja jika dia tidak mengikuti apa yang saya perintahkan maka tidak akan ada kata maaf, yang akan dia terima hanya penderitaan yang semakin berat ingat itu " gerutu Pangeran.
__ADS_1
" Kenapa perasaanku tidak enak seperti akan terjadi sesuatu yang menimpa aku harap bukan pada Hana, maafkan papa Hana kamu harus merasakan hidup menderita bahkan tidak merasakan bangku kuliah karna hidup kita yang terpuruk akan kebangkrutan " batin Hamdan.