
Sambaran petir menemani derasnya deraian air hujan dan air mata Hana didalam dinginnya gudang.
Hana terus bertahan melawan dinginnya udara yang masuk ke gudang hanya selimut tipis dan kasur tua yang menjadi tempat tidurnya.
" Hujan bahkan petir bagaimana dengan dia apakah dia baik-baik saja tapi kenapa aku malah memikirkan dia ahhh sudahlah " ujar Pangeran.
Hana dan Pangeran pun terlelap ditempat yang jauh berbeda dan takdir yang juga berbeda.
07:00 WIB
" Kenapa kepalaku terasa pusing ya aku juga sedikit pucat mungkin karna suasana semalam mungkin, aku harus bersiap-siap untuk ke kantor ".
......................................
" Sepertinya dia sudah pergi kalo pun belum aku tidak ingin memanggilnya bukankah dia tidak mau aku datangi ".
Di balik jendela kamar.
" Pagi pak ".
" Pagi mbak Hana kok kelihatannya mbak Hana pucat mbak sakit " ujar Amar satpam.
" Gak pak Hana baik-baik saja hanya sedikit gak enak badan ohh iya bapak gak usah panggil mbak sama Hana panggil Hana aja ya pak ".
" Yasudah hati-hati di jalan Hana atau tidak ingin berangkat bersama tuan saja ke kantornya ? " Amar.
" Gak usah pak lagian mana mungkin tuan boss kita ceo Hana di kantor masa mau tumpangin Hana, yaudah Hana berangkat ya pak ohh ya Hana boleh salaman sama bapak gak ? ".
" Boleh sih han tapi kenapa harus salaman juga ? " ujar Amar.
" Ga Hana cuma keinget papa Hana aja pak bolehkan ? ".
" Papa (tersenyum) " Amar.
" Pasti pak Amar tersenyum karna denger aku manggil papa karena aku miskin ya jadi gak cocok panggil papa tapi, gakpapa sih pak amarkan gak tau tentang yang aku alamin " membatin.
" Loh kok malah ngelamun yasudah boleh " ujar Amar mengulurkan tangannya.
" Makasih ya pak Hana pamit assalamualaikum ".
" Waalaikumussalam " Amar.
" Sikapnya memang tidak pernah berubah dari dulu tapi takdir hidup dia yang berubah dan takdir itu untuk menyadarkan dia " Gerutu Pangeran dari balik kaca kamarnya.
" Ya ampun Hana kamu pucat banget kamu sakit kenapa malah masuk kerja ? " ujar Rina.
" Gak aku gakpapa rin cuma sedikit sakit aja tapi aku masih kuat kok kerjanya yaudah aku ganti baju dulu ya ".
" Tapikan Han kamu itu sakit udah libur ajalah nanti aku izinin ke mbak asri pasti diizinin kok " ujar Hana.
" Udah aku gakpapa Rina jangan terlalu kawatir gitu kamu bikin aku salting aja diperhatiin gitu ".
__ADS_1
" Hana aku lagi serius bukan becanda ini soal kesehatan kamu nanti kalo sakit kamu makin parah gimana ? " kekeh Rina.
" Ya jangan di do'anin makin parah dong rin udah ahhh aku mau ganti baju dulu dahhh ".
" Hana Hana gak pernah berubah dari dulu selalu gapapa gapapa padahal lagi sakit, ada masalah aku salut sama kamu han sehat-sehat sama bahagia terus ya Hana " ujar Rina.
Semua orang dikantor sibuk dengan urusan pekerjaan mereka masing-masing.
" Biar mbak aja yang ngantar minuman ke ruangan tuan pangeran kamu istirahat saja kamu pucat sekali " ujar Alma.
" Tapi kak saya masih kuat ".
" Lebih baik kamu duduk saja daripada membuat masalah diruangan tuan " Alma.
" Baik kak terima kasih sudah menolong Hana kak ".
" Ehmmmmmm " Alma.
Ruangan Pangeran
Tok................. tok.................
" Kenapa dia baru datang liat saja kamu akan tau akibatnya (batin), masuk " ujar Pangeran.
" Permisi tuan ini minumannya " ujar Alma.
" Kenapa kamu yang mengantarkan minuman saya kemana dia apa dia tidak masuk kerja hari ini " Pangeran.
" Maksud tuan Hana dia masuk hari ini tuan tapi dia seperti kurang enak badan jadi saya yang mengantarkan minuman tuan " jelas Alma.
" Baik tuan ".
Jarum jam terus berputar hingga menunjukkan pukul 17:00 semua karyawan sudah bersiap untuk pulang ke tujuan mereka.
" Kak Hana duluan ya ".
" Ohhh iya tunggu dulu Han saya pulang memberi tau kamu kalo tadi tuan pangeran menyuruh kamu ke ruangannya " ujar Alma.
" Ke ruangan tuan ehhh yasudah Hana kesana kak terima kasih ya kak udah bantuin Hana ".
" Ya ya udah sana ntar kamu kena masalah saya duluan " ujar Alma.
" Iya kak ".
Tok........... tok...............
" Masuk " ujar Pangeran.
" Permisi tuan ".
Pangeran memandangi wajah Hana yang memang terlihat pucat dan lemah.
__ADS_1
" Ternyata dia benar-benar pucat " batin Pangeran.
" Maaf tuan ada apa tuan memanggil saya ke ruangan saya ada yang bisa saya bantu ? ".
" Tidak ada saya hanya ingin bertanya kenapa tadi pagi bukan kamu yang mengantarkan minuman saya ? " ujar Pangeran.
" Maaf tuan saya sedang tidak enak badan jadi tadi kak Alma mau membantu saya untuk mengantarkan minuman tuan sekali lagi saya minta maaf tuan ".
" Ehhmmmmm " jawab Pangeran.
" Apakah masih ada yang lain tuan ? ".
" Tidak ada kamu boleh pergi dan jangan sampai terlambat sampai di rumah mengerti " ujar Pangeran.
" Baik tuan kalo begitu saya permisi tuan ".
Langkah Hana mulai meninggalkan ruangan Pangeran dengan hati yang cukup tenang namun, dengan batin yang lelah harus terus patuh pada perintah.
Kesalahan dari kesombongan orang tuanya dimasa lalu membuat ia dan orangtuanya mendapatkan teguran, sampai jatuh miskin dan hidup serba kekurangan namun batin dan jiwa serta raga Hana sudah cukup siap menerima semuanya.
" Aku sebenarnya rindu sama papa tapi kalo aku pulang aku takut papa makin kawatir dan bisa jadi juga tuan tidak mengizinkanku ".
Menunggu angkot untuk menuju rumah Pangeran.
" Kiri bang ".
Hana turun dari angkot dan menyerahkan uang Rp. 5.000.
" Iya mbak kalo boleh tau mbak kerja dikomplek mewah sana ya jadi pembantu mbak ? " ujar supir angkot.
" Iya bang kok bisa tau aja bang saya pembantu ".
" Ya masa iya sih mbak turun angkot terus jalan ke arah komplek mewah sana kalo mbaknya yang punya rumah disana gak mungkin naik angkotkan mbak " ujar supir angkot kembali.
" Bener juga ya pak yaudah saya duluan ".
" Tapi sayang juga sih mbak, soalnya mbak cantik masa jadi pembantu mendingan jadi istri bang aja mau gak mbak ? " goda supir angkot.
" Maaf bang saya duluan ".
" Yaudah mbak " supir angkot.
" Kapan ya aku bisa kayak dulu lagi gak harus sama kayak dulu juga paling nggak aku bisa bahagia lagi sama papa terutama gak kesusahan buat makan ".
Setelah sampai digerbang rumah milik Pangeran.
" Sore mbak Hana kok bapak liat mbak Hana makin pucat ya mbak udah berobat ? " ujar Amar satpam.
" Gakpapa pak Hana cuma kecapean aja nanti juga sembuh lagi kalo gitu Hana masuk duluan ya pak ".
" Iya mbak " ujar Amar.
__ADS_1
Saat melangkah menuju rumah tiba-tiba kepala Hana pusing dan jatuh pingsan.
" Astagfirullah mbak Hana " kejut Amar.