
" Hana akan sering-sering menemui papa " ledek Pangeran.
" Siapa yang memperbolehkan kamu untuk menemui papamu itu bahkan aku ingin melihat dia mati dalam kesepian karena ditinggalkan oleh putri tercintanya ".
" Tuan saya rela tuan hinakan caci maki saya tapi tidak dengan papa saya jika tuan menginginkan kema...... " terpotong.
" Jangan berani bicara disini tahan dulu kita lanjutkan nanti di rumah mewahku " ujar Pangeran.
Pangeran menghentikan Hana karna tidak ingin supirnya tau lebih dalam masalah mereka.
Beberapa menit perjalanan mobil masuk ke perkarangan Pengeran House yang begitu indah, dengan nuansa putih, taman yang indah dan air mancur.
" Selamat datang di rumahku tapi lebih tepatnya istana pengeran bukan " sombong Pangeran.
" Benar ini terlihat seperti istana bukan rumah ".
" Mulai sekarang kamu berada disini tetapi sebagai upik abu alias pembantu dan jangan bermimpi untuk bisa menjadi Cinderella " lagi-lagi sombong Pangeran.
" Kuat Hana kamu pasti kuat (membatin), saya tidak pernah berpikir sedikit pun tentang hal yang tuan katakan tadi atau mungkin tuan yang menginginkan saya menjadi Cinderella tuan ".
" Apa saya tidak salah dengar ? kamu sudah berani mencoba melawan saya baik akan saya buat kamu diam dan menangis liat saja.
Saya juga tidak pernah memimpikan kamu sebagai Cinderella saya dan itu hanya dongeng bukan kehidupan nyata " tegas Pangeran.
Setelah berdebat beberapa menit lamanya pangeran memanggil pembantunya untuk menunjukkan kamar Hana.
" Ini kamar untuk kamu sesuai perintah tuan silahkan " ujar pembantu.
" Tunggu dulu bi saya ini manusia bukan barang bekas yang tak terpakai lalu diletakkan di gudang seperti ini ".
" Mengenai hal itu saya tidak tau tapi lebih baik kamu ikuti saja perintah tuan agar tidak mendapatkan masalah lebih berat lagi saya permisi " ujar pembantu.
" Aku yakin jika pembantu itu juga di ancam oleh pengeran berhati jahat itu ".
Tok......... Tok..........
" Bagaimana sudah menyelesaikannya dengan baik ? " ujar Pangeran.
" Sudah tuan sesuai perintah tuan kalo begitu saya permisi tuan " ujar pembantu.
__ADS_1
" Tunggu dulu mungkin kamu melupakan perintah saya tadi siang, suruh semua pembantu, tukang kebun, dan penjaga rumah untuk berlibur 1-2 minggu ini " Pangeran.
" Baik tuan semuanya sudah saya lakukan " pembantu.
" Kerja bagus " senyum penuh bangga Pangeran.
" Haruskah begini takdir yang aku terima karna dendam masa lalu yang dirasakan Pangeran padaku dan orang tuaku ".
Lelah terus meratapi nasibnya Hana pun terlelap diatas kasur yang sudah tidak layak pakai, dengan pencahayaan yang redup serta dinginnya gudang yang terletak dibelakang perkarangan rumah Pangeran.
Matahari mulai menyapa hari ini adalah hari pertama ia bekerja atau mungkin lebih cocok sebagai budak yang dipekerjakan oleh tuan yang tak memiliki perasaan iba sedikit pun.
Langkah kaki Hana masuk menuju rumah Pangeran ia memperhatikan isi rumah dan matanya tertuju pada foto kedua orang tua Pangeran.
" Om Utama, tante Mita hana rindu dengan kalian dimanakah kalian sekarang hana ingin bertemu dan melihat om dan tante ".
" Heiii upik abu lancang sekali kamu masuk ke istanaku tanpa permisi dan memandangi foto orang tuaku " hardik Pangeran.
" Saya tidak tau dan belum tau seperti apa peraturan diistana tuan ini, dan andai tuan tau saya sangat rindu ingin bertemu orang tua tuan om utama dan tante mita ".
" Jangan pernah sebut nama orang tua saya dengan mulutmu yang kotor itu " ujar Pangeran.
" Saya tidak seburuk itu tuan kenapa sampai setega itu tuan bicara pada saya, dimana Arya yang dulu saya kenal arya yang selalu baik dan suka menghibur membuat senyuman orang-orang ".
" Hahahaha Arya ? arya kamu yang dulu sudah tidak ada dan tidak akan pernah ada kembali, yang ada sekarang hanya pangeran pangeran tuan kamu mengerti " tegas Pangeran.
" Ya memang Arya yang saya kenal sudah tidak ada lagi sekarang hanya ada tuan sang pangeran " pergi.
" Kamu mau kemana saya belum selesai bicara " teriak Pangeran.
" Saya ingin ke dapur tuan ".
" Bagus kau tau akan dirimu karna mulai sekarang kamu akan menjadi pembantu dirumah ini dan lakukan semuanya sendiri".
" Sendiri ? apa tuan tidak salah bicara bukankah tuan memiliki istana mana mungkin saya bisa mengerjakannya sendirian ".
" Itu urusanmu bukan saya tapi jangan pernah mencoba membantah, saya tunggu sarapannya dan jangan sampai terlambat " ujar Pangeran.
Hana pun menuju dapur dan membuatkan sarapan, dengan alat dan bahan-bahan masakan yang ada ia mulai membuat sarapan.
__ADS_1
Dalam beberapa menit sarapan pun sudah terhidang aroma nasi gorengnya begitu menggoda.
" Haruskah aku memanggil dia ke kamarnya tapi sepertinya tidak perlu, panggil saja daripada sarapannya dingin pasti aku yang akan disalahkan lagi ".
Namun saat Hana akan menuju kamarnya tiba-tiba Pangeran sudah turun dari kamarnya.
" Tuan tuan sudah datang saya baru saja akan memanggil tuan, karna sarapannya sudah siap tuan selamat menikmati ".
" Siapa yang akan memakan masakanmu itu saya tidak terbiasa dengan makanan orang-orang sepertimu itu " ujar Pangeran.
" Jika tuan tidak menginginkan masakan saya kenapa tuan meminta saya untuk memasak tuan bisa tidak menghargai saya sedikit saja tuan sedikit saja ".
" Tidak ada harga untuk orang seperti kamu tidak ada " tegas Pangeran yang semakin menyakiti hati Hana.
" Baiklah terserah tuan saja karna semua keputusan tuan yang memutuskannya dan saya tidak dapat membantah dan bersikeras melawan tuan biar saya bersihkan makanannya ".
Hanapun membersihkan meja makan dan membawa masakannya ke dapur dengan penuh kecewa, air mata sempat ingin menetes namun ia berusaha tegar karna tidak ingin terlihat lemah.
" Terimalah nasib akibat sifat sombong dirimu dan orang tua mu dulu pada keluargaku sekarang kau juga harus merasakan sakitnya " batin Pangeran puas melihat Hana.
Siang mulai menjelang setelah membersihkan meja makan dan dapur Hana lanjut membersihkan halaman rumah depan belakang.
Saat itu Pangeran berada di ruang kerjanya hari ini mereka tetap dirumah karna hari minggu.
Merasa lelah bekerja hampir seharian akhirnya Hana beristirahat dengan duduk di taman dibawah dinginnya pohon.
Saat itu Pangeran tidak sengaja memandangi Hana dari tingkat atas rumahnya dibalik jendela kamarnya.
Entah kenapa hal dimasa lalu kembali terlintas dipikiran Pangeran.
" Kamu malu gak temanan sama aku Hana ? " ujar Pangaren.
" Malu kenapa harus malu pangeran aku seneng kok bisa temanan sama kamu ".
" Tapi aku miskin Hana aku juga jelek kok kamu mau temanan sama aku sih, kita jangan temanan lagi ya " Pangeran.
" Ya ampun Arya (panggilan masa kecil) aku gak pernah bilang gak mau temanan sama orang miskin, aku senang bisa temanan sama kamu dan inget kamu itu ganteng.
Pokoknya aku tetap mau jadi temen kamu gimana kalo nanti aku yang jadi miskin, aku jelek kamu tetap mau gak temanan sama aku ayo jawab ".
__ADS_1
" Aku gak peduli apapun yang terjadi nanti Hana tapi aku janji kamu kita akan tetap berteman dan jadi sahabat, karna aku sayang sama kamu kita tetap jadi sahabat ya Hana " ujar Pangeran.