
Sore hari menjelang jam kantor selesai.
Tok.......tok........
" Permisi tuan boleh saya masuk ".
" Masuk saja " ujar Pangeran.
" Permisi tuan saya ingin mengambil gelas kotor tuan ".
" Silahkan " Pangeran.
Mengambil gelas dan menaruhnya ke atas nampan.
" Tuan ".
" Ya ada apalagi jika ingin membersihkan ruangan ini maka tunggu sampai saya menyiapkan semua tugas saya " ujar Pangeran.
" Tidak tuan kalo masalah itu saya tau tuan tapi disini saya ingin bertanya apakah hari ini saya harus kembali ke rumah tuan ? ".
" Terserah kamu saja jangan ganggu saya " ujar Pangeran.
" Benarkah tuan terserah saya terima kasih banyak tuan tapi tuan saya masih...... ".
" Jika masih ada yang ingin dibicarakan maka bicaralah dengan cepat saya sudah bilang saya sibuk, atau kamu mau saya berubah pikiran dan menyuruh kamu kembali ke rumah saya hari ini " ujar Pangeran.
" Maaf tuan baik saya ingin, ehmm begini tuan jika boleh hari ini saya pulang ke rumah saya dan besok saya akan ke rumah tuan tapi setelah saya menemani Rina dulu tuan bagaimana ? ".
" Memangnya teman kamu itu mau kemana sampai harus ditemani saya sudah cukup baik hari ini dengan kamu " tegas Pangeran.
" Minggu depan Rina akan bertunangan tuan jadi saya ingin menemani dia untuk membeli kebaya untuk pertunangannya tuan, apakah saya boleh pergi tuan ? ".
" Ehmmmm " diam Pangeran.
" Untuk besok saja tuan saya janji akan langsung ke rumah tuan setelah urusan Rina selesai tuan ".
" Baiklah ta.... " ujar Pangeran disela Hana.
" Terima kasih tuan ".
" Saya belum selesai bicara kenapa kamu menyela ucapan saya " Pangeran.
" Maaf tuan saya terlalu senang karena hari ini tuan sudah baik ".
" Apa kamu bicara apa ? " Pangeran.
" Tidak tuan saya tidak bicara apa-apa ohh iya silahkan tuan lanjutkan perkataan tuan ".
" Saya izinkan semua permintaan kamu tapi hari ini kamu harus menunggu saya sampai pekerjaan saya selesai " ujar Pangeran.
" Hanya itu baiklah tuan tapi tidak akan terlalu malamkan tuan ? ".
" Lihat dan tunggu saja jangan banyak bicara karna itu akan membuat saya berubah pikiran " Pangeran.
" Baiklah tuan kalo begitu saya permisi dulu saya harus menyelesaikan pekerjaan saya dulu dan setelah selesai saya akan kembali kesini tuan permisi " tersenyum.
" Kenapa sekarang aku malah kasihan untuk membuatnya menderita setiap melihat air matanya aku malah tidak berdaya " batin Pangeran.
......................................
Tok...............tok.............
" Permisi tuan boleh saya masuk ".
" Silahkan " Pangeran.
__ADS_1
" Apakah pekerjaan tuan sudah selesai ? ".
" Tunggu saja kamu boleh duduk dulu mungkin sekitar 1 jam lagi akan selesai " Pangeran.
" Kalo masih lama bagaimana saya tunggu diluar saja tuan maksud saya, saya tunggu dipantri dulu nanti saya kembali lagi kesini ".
" Kamu dengar bukan apa yang saya katakan tadi maka ikuti saja jangan banyak tanya dan alasan atau kamu kembali hari ini ke rumah saya " tegas Pangeran.
" Baiklah tuan ".
Satu jam bukanlah waktu yang sebentar apalagi hanya menunggu diam dan duduk saja.
Hana sudah mulai bosan saat baru duduk beberapa menit saja. Ia pun berdiri dan mendekat ke jendela melihat indahnya pemandangan dari jendela.
" Wahhhh aku belum pernah melihat pemandangan kota dari atas seperti ini sungguh indah ".
Ujar Hana sembari mengambil ponselnya dan memotret pemandangan kota.
" Kamu yakin tidak pernah melihat pemandangan seperti itu tapi saya kurang percaya mana mungkin orang kaya tidak pernah melihat hal yang demikian " sindir Pangeran.
" Terdiam ".
" Ohhh iya ya saya lupa jika kamu itu tidak jadi orang kaya lagi dan mungkin memang belum pernah melihat pemandangan ini karna, dulu kamu juga menjadi orang kaya di kampung jadi wajar saja " ujar Pangeran.
" Aku pikir kamu benar-benar baik dan berubah seperti dulu tapi aku salah kamu tetap keras dengan dendam masa lalumu " membatin.
" Kenapa diam kamu tidak sanggup bicara " Pangeran.
" Tidak apa-apa tuan ".
......................................
18:30 WIB
" Tuan apakah masih lama ini sudah terlalu lama ? ".
" Baiklah tuan tapi saya izin keluar sebentar ingin memberitahu papa jika saya pulang terlambat ".
" Kenapa harus keluar disini saja atau ruangan saya kurang besar ? " ujar Pangeran.
" Bukan begitu tuan, uhhhh yasudah saya telpon papa disini saja ".
" Yasudah tidak apa-apa Han hati-hati kalo sudah pulang nanti " ujar Hamdan.
" Iya papa kalo begitu Hana tutup ya pa ".
" Ya " Hamdan.
" Sudah selesai bukan jadi untuk apa kamu keluar jika disini bisa " Pangeran.
19:00 WIB
" Ya Allah apakah masih lama aku takut sendiri jika pulang terlalu malam " gelisah.
" Tenang saja saya sudah selesai cepat turun " Pangeran.
Parkiran.
" Tugas saya sudah selesai tuan juga ingin pulang kalo begitu saya pamit pulang juga tuan ".
" Siapa bilang tugas kamu selesai ? " Pangeran.
" Tuan saya harus melakukan apalagi sekarang sudah malam tuan saya takut jika nanti pulang sendirian terlalu malam tuan ".
" Jika kamu memang ingin pulang sendirian silahkan tidak masalah bagi saya " ujar Pangeran.
__ADS_1
" Maksud tuan ? atau tuan ingin mengantar saya pulang ? ".
" Masuk atau pergilah sendirian " ujar Pangeran dan masuk ke dalam mobil.
" Tunggu apa aku tidak salah dengar atau aku sedang bermimpi dia baik " membatin.
Tittttttttttt (bunyi klakson).
" Baik tuan " masuk ke dalam mobil.
....................................
" Terima kasih banyak tuan, tuan sudah mau mengantarkan saya ".
" Heemmmmm " Pangeran.
Sampai
" Sekali lagi terima kasih tuan sudah mau mengantarkan saya, apakah tuan ingin mampir dulu ".
" Tidak perlu jika papa kamu melihat saya seperti ini maka, kamu tau apa yang akan terjadi atau memang kamu ingin papa kamu tau siapa saya boleh saya akan turun " Pangeran.
" Tidak tuan (menarik tangan Pangeran) saya tidak ingin itu terjadi saya mohon tuan jangan katakan yang sebenarnya, saya takut ini akan mempengaruhi keadaan papa tuan saya mohon ".
" Baiklah (melirik tangannya yang dipegang oleh Hana ) " Pangeran.
" Maaf tuan maaf, kalo begitu saya pamit terima kasih sekali lagi tuan ".
" Hemmmmmm " Pangeran.
Mobil kembali melaju menuju istana Pangeran.
" Kenapa saat Hana memegangku terasa begitu tenang dan penuh kelembutan, ahhh berhentilah berpikir hal aneh itu Pangeran ". gerutu Pangeran.
" Pa papa Hana pulang ".
" Iya han " Hamdan.
" Papa sudah makan atau biar Hana siapkan dulu makanannya pasti papa belum makankan ".
" Sudah kamu baru saja pulang lebih baik bersih-bersih saja dulu nanti baru kita makan bersama papa tunggu " ujar Hamdan.
" Yasudah Hana bersih-bersih dulu papa tunggu ya ".
Prince House's
" Halo bagaimana kabarnya sayang baik-baik saja bukan ? " ujar Paramita.
" Baik ma Pangeran baik-baik saja mama sama papa gimana baikkan ? " Pangeran.
" Tentu sayang mama dan papa baik-baik saja bahkan mereka lebih baik lagi bisa kembali ke kampung ini sayang " ujar Paramita.
" Syukurlah ma kalo Pangeran yang disana mungkin hanya dendam yang semakin membara ma " ketus Pangeran.
" Pangeran mama kan sudah sering bilang tidak perlu dendam sayang biarkan semua yang sudah terjadi berlalu begitu saja " Paramita.
" Mungkin mama sama papa bisa biarin hal itu tapi Pangeran gak akan ma " Pangeran.
" Sudah-sudah jangan bahas ini lagi hari ini mama ingin tau bagaimana kabar putra mama bukan malah jadi begini.
Ohh iya mama dapat kabar kamu bawa perempuan ke rumah sekarang mama tanya kamu bawa siapa ? " Paramita.
" Perempuan ? perempuan siapa ma lagian mama tau darimana atau jangan-jangan dari Defri......... " Pangeran.
" Tidak penting yang penting itu jawab siapa perempuan yang berkunjung ke rumah kita itu sayang " Paramita.
__ADS_1
" Kurang ajar lo def....... " batin Pangeran.