Exhausted In Destruction : Wandering In A New World Filled With Harem

Exhausted In Destruction : Wandering In A New World Filled With Harem
Asrama Putri, Long Ji | eps. 028


__ADS_3

Exhausted in Destruction : Wandering in a New World Filled With Harem


Eps. 028 ~ Asrama Putri, Long Ji


^^^author : Akaii.^^^


Setelah Ming Yue pergi Max Saunders menatap Guru Jing dan Guru Lee meminta mereka untuk membayang kan peta universitas, setau mereka dan mengunakan mana untuk menganbar nya di buku " Kitab Pengetahuan ".


Setelah itu bebrapa bagian sudah tergambar tetapi belum komplit baru seper lima dari luas asli universitas yang tergambar.


Max melihat, mengunakan otoritas nya untuk menambah kan pemberitahuan untuk setiap pemilik buku untuk menggambar kan peta unviversitas di bagian yang masih buram.


Ketika pemberitahuan tugas datang maka sisi putih aka menyala dan jika informasi baru masuk maka sisi hitam akan bersinar.


Dan Max mengatur sistem poin konstribusi tergantung seberapa banyak informasi yang mereka sumbangkan, yang nanti nya poin konstribusi ini akan menjadi mata uang baru di Kamp milik nya.


Max Saunders sudah memikir kan dengan detail tetang kamp milik nya, mulai dari tingkat tan, sistem administrasi dan pemerintahan, mata uang dan lokasi.


Juga beberapa orang yang cakap untuk di latih dengan sempurna, atau agen dan Pemimpin boneka.


Seberapa jauh pemikiran Max Saunders hanya dia yang tau.


Setelah berbagai persiapan Max Saunders berangkat tanpa sepengetahuan orang lain


Di sisi lain di Asrama perempuan, tepat nya di sebuah restoran di depan asrama perempuan.


Di dalam gedung berlantai tiga yang digunaksn untuk makan dan memasak, juga kelas koki di masa lalu, kini ada dua orang yang bersembunyui di sebelah jendela dan melihat ke arah asrama putri.


Asrama putri memiliki dua gedung yang terpisah, mereka melihat ke gedung sebelah timur.


Mereka melihay sekeliling yang kinj terlihat seperti neraka, noda darah ada dimana mana, meja kursi berserakan dan terbalik sembarangan, pintu rusak. Seluruh tempat itu seloha olah telah di terjang badai besar.


Udara dingin menyapu malam yang sepi dan hanya ada dua orang hidup dan dua orang itu kini bersembunyi di dalam banguna restoran itu


Dua hari berlau sejak terakhir kali mereka makan dan akhirnya rasa lapar mulai menguasai mereka dan mengalah kan rasa takut yang ada.

__ADS_1


" Yan Yan, apakah kamu yakin dengan ini, dengan apa yang akan kita lakukan " Tanya salah satu dari dua siswi yang masih hidup dan bersembunyi di gedung.


" Li Na , apa kah kita punya pilihan lain " Yan Yan seorang mahasiswi yang tinggi dan mempesona, berusia awal dua puluh menjawab tanpa daya. " Sudah empat puluh dua jam sejak saya mencicipi makanan terakhir dengan mulut dan sekarang perut ku meronta ronta seolah ada mahkluk yang hidup di dalam nya, jika kita tidak mengambil resiko untuk mendapat kan makanan, ketika energi kita habis kita akan mati dengan kelaparan di sini bahkan tanpa bisa berharap. "


Wajah Li Na penuh dengan ketidak berdayaan , kapan dia harus mengalami penderitaan seperti ini? Menjadi lapar adalah sesuatu yang tidak pernah terlintas di pikiran nya dan dia juga tidak berharap itu terjadi.


Di masa lalu jika dia ingin makan sesuatu dia tinggal menelfon restoran atau pun pesan secara online lewat aplikasi.


Juga bisa pergi untuk mengunjugi jurusan koki dan memasak untuk makan. Tetapi sekarang semua nya semua itu menghilang begitu tiba tiba sehingga sulit untuk mencerna nya dengan mudah.


" Aku tau itu, jika kita tetap bersama mereka kita tidak akan pernah kelaparan, dan hal hal seperti ini tidak pernah terjadi... "


" kamu, Diam! Jangan katakan itu lagi! "


Yan Yan memarahi Li Na yang mengerutu dan membicarakan hal yang tidak ingin dia dengar.


Dan suara teriakan itu mengejut kan Li Na, Yan Yan tampak nya tidak peduli jika zombie itu memakan nya atau mahkluk lain mendengar teriakan nya, saat dia melihat Li Na mata nya menunjukan kemarahan " Kamu Gila, Kamu ingin kembali ke tempat itu, untuk apa? Ke tempat Long Ji, untuk menjadi salah satu ****** nya atau menjadi istri nya, Eh? "


Wajah Li Na berwarna ungu ketika mendengar ini dan hati nya penuh penyesalan mengingat hal hal sebelum nya, tentang semua kelakuan Long Ji selama dua hari mereka berada di kelompok.


Yan Yan meludah ke tanah sambil mengutuk Long ji, " aku lebih baik mati kelaparan atau di makan oleh zombie dari pada tinggal dengan anjing liar Long Ji itu, ini baru empat hari setelah perubahan tetapi kemanusiaan nya sudah hilang seperti binatang buas "


" He, Lihat Lihat lah kesana! " Li Na menujuk ke luar ke arah pintu masuk asrama. Menarik ujung pakaian Yan Yan untuk melihat di mana tangan nya menunjuk.


Dengan wajah penuh amarah dan kesedihan Yan Yan melihat ke kuluar, di malam yang dingin dan suasana suram dan menyeramkan di mana mana, Namun di melihat sesuatu yang mengejut kan di luar jendela dan dia tidak bisa menghirup nafas dingin.


" Apa apaa itu, apakah Dia manusia, atau hantu, monster, mana ada manusia yang begitu kuat! "


...


Orang yang di lihat Yan Yan dan Li Na, yang mereka bilang monster adalah Max Saunders yang saat ini sedang berlarian kesana kemari membantai semua zombie yang dia lihat.


Tebasan.


Tendangan.

__ADS_1


Pukur, robek. Max membunuh zombie membabi buta seperti orang gila. Namun, dia saat ini benar benar waras.


Max Saunders melakukan itu untuk memancing kelompok yang sebelum nya, menggiring zombie ke arah nya.


Dia melihat salah satu anggota kelompok itu, keluar dari asrama putri di gedung barat.


Seharusnya orang orang itu bersembunyi di sana, jadi Max membabi buta untuk memancing sekelompok zombie ke arah nya.


Namun saat Max akan melanjutkan tindakan nya dia melihat dua orang siswi sedang melihat, mengawasi nya dari lantai tiga sebuah banguna di sebrang asrama putri.


Max berhenti sejenak, melihat mereka saat kedua pihak saling menatap dua gadis di sebrang merasa sedikit gemetar.


Yan Yan dan Li Na bingung, kenapa orang itu bisa melihat ke arah mereka, tetapi mereka juga sedikit takut.


Jika nanti orang itu seperti Long Ji maka tamat sudah mereka, karena kekuatan Max Saunders di luar pikiran mereka.


Saat mereka saling menatap, mereka melihat Max Saunders memberi kan mereka kode untuk turun dan menemui nya di lantai satu gedung restoran itu.


Kedua nya mengaguk terpaksa dan berjalan turun kelantai pertama.


Melihat itu Max langsung pindah segera mungkin sebelum di lihat orang lain.


Dia masuk kedalam gedung itu.


Mencari sebuh kursi dan duduk dia atas nya, menunggu kedua gadis itu turun, sekitar lima menit kedua gadis itu berdiri di depan nya.


Mereka terlihat lusuh dan pucat seperti orang sakit, meski begitu itu tidak bisa menutupi pesona mereka sebagai gadis mudan.


" Jadi Kalian berdua siapa dan mengapa kalian bersembunyi di sini, bagaimana dengan orang orang di asrama putri, juga guru lain nya? "


Max menanyai kedua orang itu.


" Ka .... Kami dari asrama barat tetapi kami terpaska pergi karena di sana " Saat Li Na akan menjawab pertanyaan Max, Yan Yan menatap nya dan dia berhenti sejenak.


" Sebelum itu, bisa kah tuan ini memberi kami sedikit makanan, kami akan menjawab semua pertanyaan tuan nya " Yan Yan gadis yang pintar ini meminta makanan untuk imbalan atas jawaban mereka.

__ADS_1


Ya lagi pula mereka belum makan dua hari jadi mereka pasti sangat kelaparan.


__ADS_2