
Exhausted in Destruction : Wandering in a New World Filled With Harem
Eps.029 ~ Konflik Dengan Long Ji
^^^author : Akaii.^^^
Max Saunders menatap Yan Yan, meski sedikit gugup dan takut gadis itu tetapi berdiri tegap, walau pun sedikit gemetar.
Max merasa bahwa gadis seperti ini lah yang layak untuk hidup di era baru, buka mereka yang masih terpaku dengan kehidupan manja mereka sebelum nya.
Menganguk Max mengambil dua buah roti isi dan dua air mineral. " Makan lah, pelan pelan dan cerita kan semua dengan detail! "
Max Saunders menaruh nya di meja, membiarkan mereka berdua untuk mengambil dan memakan nya.
Menunggu sebentar, setelah lima menit mereka makan seperti tidak pernah melihat makanan selama satu bulan , padahal baru berapa hari dunia berubah.
Namun dilihat dari penampilan mereka sebelum nya bisa sedikit di maklumi. Ketika mereka selesai mengisi perut, mereka menatap Max Saunders dengan hati hati, menundukan kepala dan mengucap kan terima kasih.
" Terima Kasih karena memberi kami makan dan minum, kami berdua sudah tidak makan selama dua hari, sebelum nya perkenalkan saya Yan Yan dari departemen model tahun ketiga "
" Dan ini teman Saya Li Na dari jurusan tari, tahun ke tiga, sebelum nya kami berada di asrama putri sebelah barat. Beberapa hari sebelum nya ada sekelompok mahasiswa yang datang ke asrama kami dengan alasan untuk melindungi kami "
__ADS_1
Yan Yan dan Li Na mulai menceritakan semua nya dari awal.
" Kelompok itu beranggota kan sepuluh orang dan dipimpin oleh Long Ji dari departemen Bela Diri tahun pertama. Long Ji berasal dari keluarga Long di ibukota sihir yang setara dengan keluarga Mu dan keluarga Xin, namun masih di bawah keluarga Qin yang nota bene berlatar belakang militer "
" Karena Long Ji dari keluarga Long, semua orang memilih untuk mengikuti nya dengan harapan keluagga Long akan datang dan membantu mereka, itu yang mereka pikirkan pada waktu pertama kali Long Ji datang. "
" Awal nya semua orang di asrama barat senang dengan itu, tapi belum sampai sehari Long Ji mulai bertidak gila dia meminta semua orang mematuhi perintah nya dan hanya mereka yang patuh pada nya yang mendapat kan makanan "
" Hari berikut nya dia bilang bahwa dia adalah raja, dia mulai bertindak di luar nalar, dia mulai mengacam para siswi dan guru perempuan dia asrama barat untuk menjadi selir nya atau alat pemuas nafsu, mereka yang tidak patuh akan di kurung dan tidak di beri makan "
" Sejauh ini sebelum kami pergi ada sekitar sepuluh orang yang dikurung, juga Long Ji mengambil lima selir baik yang di paksa dan juga suka rela, dan anak buah nya juga bebas menyerang gadis gadis yang ada "
" Dia begitu sombong di asrama barat, tetapi dia tidak berani pergi ke asrama timur. Meski di asrama putri sebelah timur lebih besar dan fasilitas dan persediaan nya lebih banyak, dari yang kami dengar sebelum nya ada satu zombie yang sangat kuat dan dapat membuat tanah membeku "
" Sebelum nya Long Ji keluar untuk mencari sesuatu dia mengunci semua tempat dan mengurung semua gadis di lantai dua, untung nya kami sempat lari ke lantai tiga dan berhasil menyelinap pergi dengan susah payah, kalau tidak kami mungkin sudah gila karena di paksa oleh Long Ji dan kelompok nya. "
" Saat kami melarikan diri sudah ada dua gadis yang hampir gila karena di kurung di ruang gelap dan tidak mendapat kan makanan sedikit pun, Juga ada Guru yang ingin memberi makan gadis itu, namun tindakan nya di ketahui anggota kelompok Long Ji dan Guru itu di perkosa oleh orang orang itu secara bergantian dan di buang untuk memberi makan zombie "
" Setelah itu tidak ada lagi yang berani melawan Long Ji, meski mereka sering mengunpat atau mengutuk secara diam diam tetapi tidak ada yang berani berbicara secara langsung karena takut bahwa mereka akan di buang untuk makanan zombie "
Menarik nafas sebentar, tengorokan Yan Yan sedikit kering saat bercerita tanpa henti, dia minum sebentar dan mengatur nafas.
__ADS_1
Setelah itu Li Na yang bergantian untuk melanjut kan cerita Yan Yan.
" Kemarin sebelum Long Ji pergi ada dua siswa yang datang untuk menyelamat kan siswa asrama putri dan mereka kebetulab terlibat konflik entah bagaimana Long Ji itu sangat kuat dia bisa berubah menjadi beruang besar dan memukuli kedua orang itu hingga sekarat "
" kemudian dia melempar kedua siswa itu ke arah sekelompok zombi, dia hanya menonton dan tertawa seolah olah melihat sebuah mahakarya seni, anggota kelompok nya juga sama, meski hanya lima orang kelompok Long Ji sangat kuat "
" Long Ji sendiri bisa berubah menjadi beruang, kemudian ada yang bisa melempar bola api, pisau angin, ada yang mengubah tangan nya menjadi cakar yang tajam ada juga yang bisa menciptakan panah angin dari udara tipis "
" Sedang kan lima orang yang hilang atau mati saat pergi ke asrama timur kami tidak tau, yang pasti saat Long Ji akan pergi dia akan meninggal kan dua orang untuk berjaga "
" Setelah kami berhasil pergi kami memutar lewat belakang dan berhasil bersembunyi di restoran ini, meski semua isi nya sudah di kosong kan oleh penyintas yang lewat "
" meski kami melihat semua nya tapi kami tidak bisa melakukan apa pun, menyentuh pisau saja kami gemetar apa lagi melawan Long Ji yang ganas itu "
" Kami hanya bisa bersembunyi di sini seperti tikus yang melihat semua nya tetapi tidak berani bertindak sama sekali "
" Dan kemarin dia juga pergi dan kembali dengan seorang Guru yang terlihat sangat tua dan gemuk, seharus nya guru itulah yang menangani segala urusan univesitas sehingga Long Ji mau membawa nya ke sini "
" Karena dari tindakan nya sebelemu nya dia tidak ingin ada orang yang memerintah dia atau berada di atas nya "
Li Na mengambil nafas dan meminta Yan Yan untuk bergantian melanjutkan cerita nya. Yan Yan menganguk dan melanjukan cerita.
__ADS_1
" Baru tadi kami melihat ada anggota yang kembali dari perjalanan dan juga mereka terlihat ketakutan seperti melihat hantu, padahal kekuatan mereka saja sudah seperti monster dan di lihat dari arah nya seharus nya dari departemen kesehatan "
" Sepertinya mereka melihat hal hal yang membaut mereka takut, juga sebelum nya kami berniat untuk pergi ke asrama putri timur karena kami sudah tidak tahan dengan rasa lapar kami "