FALLING IN LOVE

FALLING IN LOVE
Di bela suami


__ADS_3

Suara burung kenari berkicau membuat matanya sedikit demi sedikit terbuka , Laura langsung melonjak kaget ..


"Bunda kenapa gak di bangunin "teriak Laura sambil berlari menuju kamar mandi .


"Gak sholat subuh ya Allah "ucap Laura sambil berselonjor di lantai kamar mandi sambil menangis , sedangkan suaminya dan bunda Fatimah yang sedang berada di meja makan mendengar teriakkan Laura . Alan pun langsung menghampiri Laura yang memang sedang terduduk di lantai sambil menangis .


"Kenapa ? "laura masih dengan posisi nya .Alan yang melihat itu hanya bisa tersenyum .


Wajah cantik dengan rambut acak-acakannya membuat Laura terlihat sangat menggemaskan .


"Mas Alan ngapain disini ? "tanya Laura yang sadar jika saat ini iya sangat jelek .


"lihat lah wajah mu .."bukan menjawab Alan malah meledek wanita itu . karena tidak terima Laura langsung menendang kaki suaminya itu dengan keras hingga membuat Alan tersungkur .


gantian Laura yang tertawa meledek pria yang sedang kesakitan itu .


"Cemen ..cuman di tendang aja langsung jatuh .. huhhu "ucap Laura sambil berkekeh kecil namun melihat wajah suaminya yang terlihat sangat kesakitan membuat Laura merasa tidak enak . Laura pun langsung berdiri mendekati Alan .


"Mas Alan gak apa-apa ? "tanya Laura merasa jika candaannya keterlaluan .


"Kamu gak liat , ahh sakit "ucap Alan memelas . Laura mencoba mendekati Alan


"Maaf ya mas , Laura cuman becanda "ucap Laura mencoba menolong Alan dan mengajaknya untuk berdiri .


"Aku gak bisa berdiri gimana ini "ucap Alan masih dengan tatapan serius nya .


"Ya udah Laura bantu "Laura menjulurkan tangannya untuk membantu Alan .


Belum Alan menggapai tangan Laura bundanya sudah ada di sana melihat kejadian itu .


"Laura ,,, "tegur bunda Fatimah .


"Bunda ,, laura cuman becanda , mas Alan aja yang lembek "ucap Laura menarik kembali tangannya lalu menatap Sinis kearah suaminya itu . Alan yang melihat itu menjadi ingin sekali memarahi wanita itu .


"Laura .,. bunda hukum kamu ya ? "bentak bunda Fatimah .

__ADS_1


Laura menciut baru kali ini bundanya memarahinya . Alan yang melihat kejadian itu mencoba untuk berdiri .


"Bunda gak apa-apa kok .. cuman jatuh sedikit " ucap Alan menengahi kedua wanita itu .


"Jangan mencoba membela anak itu , jika dia tidak mau meminta maaf "tegas bunda Fatimah . Laura hanya menunduk .


"Gapapa Bun , tar kalo di kasih minyak urut bisa sembuh kok " ucap Alan sambil berkekeh dan merengkuh pinggang istrinya itu .


"Tadi Laura pasti cuman becanda kan "bela Alan sambil menatap wajah cantik wanita itu . Laura hanya terdiam sambil menatap suaminya itu .


"Ya kan sayang "ucap Alan lagi masih menatap kearah istrinya . Laura belum menjawab lalu menatap bundanya yang masih menatap kearahnya .


"Tadi Laura kesal karena mas Alan, karena mas Alan meledek Laura , jadi kaki ini replek nendang, Laura gak sengaja buat mas Alan jatuh . maaf "ucap Laura sambil menunduk , itulah kebiasannya jika sudah merasa bersalah .


"Bunda gak minta alasan , hari ini kamu harus full merawat Alan sebagai ganti ruginya "ucap bunda , mbok Sum hanya terdiam melihat kejadian itu . iya ingin tersenyum melihat tingkah polos nona nya itu . setelah itu mbok Sum kembali mendorong kursi roda dan membawa wanita paruh baya itu meninggalkan keduanya . Laura terisak artinya bundanya belum memaafkan nya .


"Hey . udah jangan nangis , bunda pasti gak serius kok " ucap Alan membawa wanita itu kedalam pelukannya . Laura masih terisak baru kali ini bundanya semarah itu .


"Maaf ya mas "ucap Laura pelan .


"Kan cuman pengen becanda "ucap Alan


"Tapi sakit ya "ucap Laura khawatir , menyentuh pinggang suaminya itu .


"Jangan sentuh sentuh bukan muhrim "ucap Alan membuat Laura segera menarik tangannya , seketika tawa pria itu memecah keheningan melihat wajah cantik istrinya itu berubah memerah karena malu .


"Jail emang "ucap Laura sambil mencubit pinggang pria membuat Alan meringis menahan sakit di pinggangnya .


Laura mengambil minyak urut lalu menyuruh Alan untuk berbaring di ranjang. Laura malu tapi rasa bersalahnya membuat iya memberanikan diri untuk menyentuh pinggang suaminya itu .


"Jalan jalan yuk "ajak Alan saat Laura baru keluar dari kamar mandi .


"Jalan jalan kemana ? "tanya Laura


"Inikan kota kamu .. kok nanya , kemana aja aku ikut "ucap Alan tersenyum .

__ADS_1


"Bilang bunda dulu " ucap Laura sambil membersihkan wajahnya .


"Bunda pasti izinin , siap siap aja aku ke bunda dulu "Laura hanya menatap suaminya itu yang terlihat berjalan meninggalkan nya .


"Mba elena , aku tidak tahu bagaimana cara mba elena memenuhi hati mas Alan sampai sedalam itu , tapi selagi aku masih ada kesempatan , aku akan terus mencoba melakukan hal terbaik untuk mas Alan , walau kecil sekali kemungkinan untuk mas Alan mencintai ku " Laura masih ingin berusaha untuk mengambil hati Alan , walau terdengar jahat tapi Laura memiliki hak akan cinta suaminya , walau pernikahan mereka hanya pernikahan siri .


"Laura sama mas Alan berangkat ya Bun "pamit Laura sudah rapi dengan gamis berwarna Crem dan jilbab berwarna hitam .tas selempang yang selalu menemani wanita itu . Alan hanya memakai celana selutut berwarna biru dan kemeja pendek berwarna putih .


"Hati hati , jangan bikin ulah lagi "ancam bundanya untuk Laura . Laura hanya mengangguk .


"Pamit ya Bunda "ucap Alan sambil menyalimi tangan ibu mertua nya itu .


"Hati hati ya "


"Assalamualaikum "ucap keduanya lalu mereka meninggalkan bundanya yang masih menatap bahagia ke arah mobil yang semakin menjauh itu .


"Ya Allah , semoga pilihan Abi tepat memilih Alan menjadi suami Laura , semoga alan bisa menjaga Laura kedepannya , tentunya atas izin dan kehendak mu ya Robb "bunda Fatimah terlihat lebih tenang lalu meminta mbok Sum untuk mengantar nya ke kamar karena ingin istirahat ...


Di dalam mobil .


"Emang bunda gak pernah marahin kamu ? "tanya Alan memecah keheningan di antara mereka berdua .


"Jarang si ,, jarang banget "ucap Laura sambil menikmati pemandangan indah di kota itu tujuan mereka adalah tugu lautan api yang sangat terkenal di kota Bandung . Alan mengganguk .


"Tapi dulu pernah satu kali bunda marah besar . karena aku melempar apel di kepala anak , bukan anak tapi dia sudah remaja . mungkin baru lulus SMP , karena aku membela diri , aku tidak suka terlalu di perhatikan , aku kira dia mau melakukan hal buruk karena terus menatap ku akhirnya aku melakukan itu , tapi bunda tetap memarahi ku "cerita Laura sambil berkekeh kecil mengingat kejadian waktu itu . Alan hanya terdiam ia ingat siapa pria itu apa Laura sama sekali tidak mengingat mereka di masa kecilnya .


"Apa kamu ingat siapa dia ? " tanya Alan .


"Laura sama sekali tidak ingin mengingat nya karena itu sudah berlalu . "ucap Laura


"Ya lebih baik kamu tidak mengingat nya " ucap Alan lagi . pikirannya kembali menerawang jauh bagaimana Ilham sangat berjuang untuk mendapatkan cinta wanita di sebelahnya itu. ada rasa rindu Dimana mereka bisa bercerita panjang lebar namun sekarang hanya impian yang tidak akan terulang .


Bersambung.....


Assalamualaikum

__ADS_1


Hi guys terimakasih sudah mampir jangan lupa like komen biar nambah semangat 🙂


__ADS_2