FALLING IN LOVE

FALLING IN LOVE
Kedatangan elena


__ADS_3

Hari hari terasa biasa Alan sering sekali pulang larut karena memang pekerjaan nya sangat menumpuk apalagi sudah mau akhir tahun .


Elena belum Jadi pulang bulan ini dengan alasan jika urusannya belum selesai , pria itu sempat kecewa , tapi iya harus memahaminya .


Seperti malam biasanya setelah masak hingga menunggu suaminya pulang Laura setia menunggu , namun alan selalu pulang di atas jam sepuluh malam . Laura sering sudah tertidur .


Hari ini laura sangat malas untuk ke cafe karena iya merasa badannya terasa tidak enak ,hingga iya memutuskan untuk beristirahat saja di rumah.


"Lau ,,," suara cempreng Mita membuat Laura hanya menggeleng mendengar ocehan wanita itu , sudah hampir dua bulan Mita tinggal di Kalimantan karena memang kedua orang tuanya sedang ada pekerjaan disana . namun Minggu depan mereka sudah kembali ke Jakarta ,


kabar baiknya Mita akan mendaftar sebagai mahasiswa di universitas UGM Yogyakarta universitas impian kedua sahabat itu .


"Laura , kamu benar-benar gak mau ikut ,buat daftar bulan depan , izin aja dulu , siapa tau suami kamu izinin "ucap Mita lagi .


"Aku bukan gak mau , tapi gimana sama bunda , aku gak bisa tinggalin bunda selama itu mit "ucap Laura menatap wajah sahabatnya yang ada di layar ponselnya itu .


"Iya juga si . hehe "


oh ya mau oleh oleh apa , tar aku beliin "ucap Mita semangat rindu sekali rasanya berjumpa dengan sahabatnya itu .


"Cepat kembali saja sudah cukup "ucap Laura .


"Oh ya ,. ciee kangen ya "ledek Mita sambil berkekeh menggoda Laura .


"kangen pala mu "keduanya tertawa cekikikan . hingga suara ketukan pintu membuat Laura tersadar lalu melangkah untuk membuka pintu. Laura pun mematikan sambungan telepon dengan sahabatnya itu.


"surprise ..... "ucap seorang wanita dengan baju ketatnya membuat Laura menatap heran .sama halnya dengan elena yang menatap bingung dengan Laura .


"Maaf ,, siapa ya ? "tanya Laura masih dengan tatapan heran .


" benar rumah Alan kan "tanya wanita itu .


"Iya ,., "


"Kamu siapa nya Alan ? , saya elena sahabat dekat Alan " ucap elena menjulurkan tangannya, Laura terdiam sejenak menatap wajah wanita itu .


"Ya saya , emm saya sepupu jauh mas Alan , mas Alan sedang ke kantor , mungkin malam pulangnya "ucap Laura sambil tersenyum kikuk .

__ADS_1


"Oh , sepupu , saya baru tahu Alan punya sepupu "ucap elena sambil berkekeh .


"Masuk dulu "tawar Laura .


"Makasih ya "namun pandangan elena tertuju pada jari manis wanita yang ada di hadapannya itu .


"Cincin kamu ? , maksud saya itu cincin yang kami beli lima tahun yang lalu Alan bilang dia ingin melamar seorang wanita yang ia cintai , tapi sepertinya di berikan kepada kamu , hadiah ulang tahun ? "tanya elena lagi . Laura semakin gugup .


"Iya ,. waktu itu aku maksa mas Alan untuk kasih kado ulang tahun . jadi mungkin karena mas Alan belum beli kadonya ,trus di kasih cincin ini "ucap Laura sambil tertawa . elena hanya mengangguk sambil tersenyum .


"Kamu menginap di sini ? "tanya elena sambil mengedarkan pandangannya menelusuri rumah sahabat nya itu .


"Tidak ,. em saya hanya beberapa hari disini karena sedang libur "bohong Laura , Laura mengutuk dirinya karena bisa bisa nya dia sangat pintar mencari kebohongan.


Mereka mengobrol lumayan lama , namun Laura sudah memberi kabar kepada Alan untuk segera pulang karena elena ada di rumah mereka .


"Kamu tahu Alan itu rajin dan rapi sekali , bahkan iya tidak akan keberatan untuk membersihkan rumah jika melihat sesuatu yang kotor menurutnya " Laura hanya mengangguk saja . sejauh ini Laura tidak melihat suaminya itu si pembersih yang ada di pemberantakan . apa lagi soal ambil baju . namun iya memilih untuk tersenyum saja .


"Dulu dia sering sekali menginap di apartemen ku , karena memang aku tidak bisa jika tidur sendiri , dan waktu itu mba aku lagi pulang anaknya sakit jadi dia sering nemenin aku "cerita elena dengan senyum nya . tak berselang lama akhirnya mobil Alan datang dan pria itu terlihat langsung menuju ruang tamu elena yang melihat Alan . langsung berlari dan memeluk tubuh pria itu .


"Kamu tahu aku sangat merindukanmu "ucap elena masih dengan memeluk Alan .


"Ya aku juga "Alan sedikit melepaskan pelukannya .


"Emm .. maaf maaf aku gak ingat ada kamu , aku sama Alan memang sudah biasa seperti itu , iya kan Alan , apa lagi sudah lama tidak bertemu "jelas elena masih menempel dengan pria itu . Laura hanya mengangguk tanpa bicara apapun .


"Saya buatkan minum dulu buat mas Alan "ucap Laura lalu beranjak dari duduknya menuju dapur. Alan hanya terdiam .


"Elena , jangan terlalu seperti itu "tukas Alan menjauhkan diri dari elena .


"Kamu tidak merindukan ku ya , aku kira aku seseorang yang kamu rindukan ternyata tidak , ya sudah aku pergi saja " rajuk elena , Alan langsung menarik tangan wanita itu .lalu menuntun elena untuk duduk .


"Bukan seperti itu , ada orang lain disini , aku tidak enak , "ucap Alan sambil menatap wajah sahabatnya itu . dirinya sangat tidak nyaman apalagi mengingat wajah istrinya itu .


Tak berapa lama Laura kembali dengan membawa satu gelas kopi dan beberapa makanan ringan , dan air botol .


Laura menaruhnya di atas meja sambil tersenyum . sedangkan Alan tak memindahkan tatapnya dari Laura .

__ADS_1


"Saya tinggal dulu ya , "pamit Laura namun Alan mencegahnya . Laura menatap pria itu .


"Disini saja "ucap Alan pelan , Laura menarik kembali tangannya . kenapa rasanya sangat aneh sekali, tangan yang baru saja menyentuh wanita lain itu menyentuh tangan nya .


"Aku lupa matiin laptop tadi , sebentar " ucap Laura sambil tersenyum lalu melangkah meninggalkan mereka berdua . elena hanya diam saja sambil melihat itu , iya senang sekali jika Laura meninggalkan mereka berdua .


"Kamu tahu tadi aku Dateng ke rumah kamu ,disana aku tidak bertemu siapapun selain mba Lilis, katanya Alan sudah tidak tinggal disini , yang aku tau disinilah rumah yang selalu kamu kunjungi kalo lagi sedih kan ? "ucap elena panjang lebar . Alan hanya tersenyum kecil walau hatinya gelisah melihat sikap Laura tadi .


"Kamu nginap dimana ? "tanya Alan .


"entah , aku belum mau ketemu mama , sama papa tiri ku , apa boleh aku menginap di sini ?, sampai besok " ucap elena sambil berkekeh


"Tidak boleh "ucap Alan spontan . membuat elena menatap kearah Alan .


"Kenapa ? "


"Tidak apa-apa , cuman hari ini aku akan menginap di kantor , karena besok ada meeting ,jadi malam ini aku harus menyelesaikan beberapa desain "ucap Alan sambil mengangguk menyakinkan wanita itu .


"Kan ada sepupu kamu " ucap elena


"Sepupu ? "


"Itu tadi , dia sepupu kamu kan !"


"Oo ... iya tapi dia akan pergi malam ini , jadi rumah kosong "ucap Alan mengalihkan pandangan . "Sepupu ,. sangat pintar untuk berbohong "batin Alan


"Kamu kenapa si , kanyak nya beda , ya udah deh aku mau pulang rumah mama aja , tapi besok kamu harus nemenin aku ke restoran favorit kita , oke .. gak ada penolakan "ucap elena beranjak dari duduknya lalu mengecup pipi pria itu . Alan hanya terdiam . aneh kenapa sama sekali tidak ada rasa bahagia di dalam hatinya saat ini . bahkan dulu setiap elena melakukan itu ia selalu merasa berbunga bunga , tapi sekarang ,. entah iya tidak tahu.


"Antar aku ya , sekalian mau ke kantor lagi kan ? "tanya elena sambil berjalan menuju pintu keluar .


"Emm . iya si .. ya sudah aku antar , tapi tunggu aku mau bicara dengan sepupu ku dulu , takut nanti sore dia pulang " elena hanya mengangguk , dan langsung membawa tubuhnya masuk kedalam mobil Alan . sedangkan Alan langsung berlari menuju kamar atas untuk melihat keadaan wanita itu ...


Bersambung...


Assalamualaikum


Hi guys terimakasih sudah mampir jangan lupa like komen biar nambah semangat 🙂

__ADS_1


__ADS_2