
Kedua pengusaha muda yang kini cukup populer dikelasnya tampak berjabat tangan, menggunting pita dan meresmikan pembangunan proyek kerjasama kedua perusahaan besar.
Aura ketampanan keduanya membuat mata kaum hawa akan terpesona.
Mainaka Zalindra Permana dan Darren Harold.
Dua pria lajang, mapan, tampan, dan pastinya idaman semua wanita diseluruh jagat raya.
"Bro, semoga proyek yang kita kerjakan berjalan dengan lancar. Btw, nanti malam bisakan ikut bergabung. Ya ada party untuk merayakannya. Bagaimana?" Mainaka saat selesai ceremony.
"Sepertinya aku tak bisa. Besok ayahku akan ada operasi." Darren yang memang tak menyukai acara-acara seperi itu bisa beralasan terutama memang Daddy Daniel besok akan menjalani operasi.
"Aku doakan semoga operasi Tuan Daniel bisa berjalan dengan lancar." Mainaka menepuk bahu rekan bisnisnya.
Acara berlangsung sambil mereka menikmati alunan lagu dari suara merdu penyanyi terkenal Shafira Savio Prabowo.
Darren fokus melihat HP nya mengecek sejumlah pekerjaannya.
Mainaka yang memperhatikan sikap rekan bisnisnya mengerutkan dahi.
"Dia ini straight atau,,," batin Mainaka dalam hati.
"Darren, mari kita diminta foto bersama dengan penyanyi cantik itu." Mainaka mengajak Darren yang tak memperhatikan perkataan MC untuk maju berfoto dengan sang penyanyi.
Mainaka bercipika cipiki dengan sang penyanyi.
"Selaku cantik dan suara yang indah." puji Mainaka pada sang penyanyi cantik.
"Terima kasih." dengan senyum ceria sang peyanyi merangkul lengan Mainaka.
"Playboy!" batin Darren melihat sikap Mainaka.
"Oh iya, Bro Darren perkenalkan ini Shafira si cantik yang memiliki suara merdu sekaligus kakak sepupuku. Mbak ini Darren Harold ia rekan bisnisku."
Darren terkejut karena sesaat lalu ia sudah buruk sangka oleh rekan bisnisnya.
"Hai panggil saja Fira. Kamu teman Darren ya? Jangan dekat-dekat dengan Darren si Playboy cap botol ini!" pembawaan Shafira yang lucu dan ceria memang membuatnya dicintai oleh semua orang termasuk para fans nya.
"Mbak, aku sudah mentok. Kanaya my lovely." Mainaka memegang dadanya.
"Jadi udah restu nih, Uncle dan Aunty?" Shafira sambil menaikan sebelah alisnya.
"Ah kenapa kesana sih. Itu on prosess."Mainaka tampak tak suka diingatkan soal restu kedua orang tuanya soal Kanaya.
"Hai Sayang. Maaf aku mengurus ini dan itu." Fadli yang merupakan tim lawyer Darren terkejut saat melihat pria itu memeluk Shafira.
"Kalian?" Darren dengan wajah bingung.
"Ini pacarku Dar." Fadli masih merangkul pinggang Shafira.
"Wow! jadi kapan nih resminya?"Mainaka meneouk lengan Fadli.
"ASAP! ya kan Honey?" Fadli dengan tatapan penuh cinta.
"Setelah Mas Saga dan Mbak Kila baru aku mau!" Shafira yang memang ingin kedua kakak kembarnya menikah lebih dulu.
__ADS_1
"Come On Mbak, Mas Saga dan Mbak Kila masih betah sendiri, kamulah maju duluan." Mainaka menyenggol lengan sepupunya.
"Darren, apa kamu tak mau kita kenalkan dengan kakaknya Fira. Gimana pendapatmu honey?" Fadli menaikan alisnya pada Fira.
"Aku sih Yes!" Fira tersenyum.
"Sikat Bro. Kakaknya yang bernama Shakila cantik loh. Kita bisa jadi sepupu nanti!" Mainaka menepuk lengan Darren.
Seperti biasa Darren hanya tersenyum tak menjawab atau mengiyakan.
Darren juga tak mengetahui mengapa ia tidak bergeming.
Darren juga tak ada keinginan dan hasrat jika dijodohkan.
Bukan berarti Darren tidak normal, hanya belum ada wanita yang mampu membuat hatinya tergetar dan terusik.
"Oh iya, aku dengar Mikha kini sudah di Indonesia? Bagaimana RS di Amerika? Sekarang dimana Mikha Praktek?" tanya Shafira.
Belum sempat Mainaka menjawab yang dibicarakan menelpon.
"Panjang umur Mbak. Nih. Aku jawab dulu ya." Mainaka memperlihatkan panggilan Mikha.
"Ya adikku cantik yang bawel. Kenapa tidak kesini. Ada Mbak Fira nih sama pacarnya. Kamu dimana huh!" Mainaka menanyakan keberadaan adiknya.
"Aky baru sampai parkiran Kak. Kakak dimana?" Mikha yang memang diminta sang kakak untuk datang sejak awal tapi ia ada jadwal praktek mendadak dan telat.
Mainaka nelihat sang adik yang sedang mencari dirinya.
Mainaka melambaikan tangan.
Posisi Darren membelakangi Mikha hingga ia tidak melihat siapa yang datang.
"Duh adikku yang bawel. Capek?" saat Mikha mendekat dipeluknya adik tersayangnya.
"Mbak Fira. Ah aku kangen. Sebel deh aku ga bisa lihat Mbak Fira perform, kangen lihat Mbak nyanyi." Mikha memeluk kakak sepupunya.
Posisi Mikha membelakangi Darren yang saat itu sedang menerima telpon hingga agak berdiri sedikit jauh dari mereka.
"Mbak juga kangen kamu Mikha. Kenalkan ini Fadli, Fadli ini adik sepupuku Mikha dia dokted loh!" Shafira mengenalkan Mikha pada Fadli.
"Senang bertemu kamu Mikha. Wah bu Dokter sudah ada pendamping belum? Aku punya kembaran Loh, ya walau tampannya lebih tampan aku sih!" Fadli pribadi yang humoris.
"Mikha kakak akan kenalkan dengan rekan bisnis kakak. Bro Darren kesini!" Mainaka memanggil Darren yang sedang menelpon.
Darren baru saja selesai menerima telpon dari kantor kembali bergabung.
Tentu saja keduanya kini saling berhadapan.
"Dia!"
"Es Balok!"
Baik Mikha mauoun Darren saling memberikan respon.
Tentu saja Mainaka, Shafira dan Fadli melihat keduanya dengan saling melirik.
__ADS_1
"Wait, kalian saling kenal?" Mainak coba memahami situasi.
"Tidak!"
Jawaban keduanya yang kompak membuat semua yang ada disana menjadi penasaran meski sama-sama mengatakan tidak.
"Bro Darren kenalkan ini adikku satu-satunya. Mikhayla. Mikha, ini rekan bisnis kakak namanya Darren Harold." Mainaka mengenalkan keduanya.
"Sudah Tahu!"
Kembali jawaban keduanya kompak.
Mainaka, Shafira dan Fadli kompak tertawa melihat kejadian dihadapan matanya.
"Darren, Mikha ini Dokter di RS." Mainaka ingin memancing keduanya.
"Dokter Mikha yang merawat ayah saya." Darren memilih angkat suaramenetralkan segala canggung.
"Iya kak Tuan Daniel pasienku." jawab Mikha.
"Jadi besok kamu yang akan mengoperasi Tuan Daniel Ayah Darren?" Mainaka menanyakan.
"Aku mendampingi Dokter Arjuna kak." Mikha menjelaskan posisinya.
Mainaka manggut-manggut.
"Mikha, aku kembali bertanya padamu, bagaimana mau tidak aku kebalkan dengan kembaranku?" Fadli kembali menanyakan.
"Apakah kembaranmu akan tahan dengan sikap bawelnya? adikku ini bawel sekali! Galak pula!" Mainaka sengaja meledek sang adik.
"Betul!" Darren reflek menjawab saat Mainaka menyebut kata "Galak"
Darren menyadari keceplosannya membuat semua menatapnya.
Tapi ia pasang wajah cool seolah tiada yang mendengar ucapannya.
Mikhayla tentu saja kesal dengan spontanitas Darren membenarkan perkataan kakaknya yang menyebut ia galak.
"Justru aku rasa mereka akan cocok Naka." Fadli dengan senyuman menjawab.
"Btw, Darren bagaimana mau ga aku kenalkan dengan kembaranku?" Shafira menanyakan.
"Kak Kila mana suka sama es balok!" Kini Mikha mencelos tanpa menyadari akan jadi perhatian semua kakak-kakaknya.
"Siapa es balok?" Mainaka menatap kearah Mikha dan Darren.
Darren tentu saja kesal dikatai Es Balok oleh Mikha.
"Tidak kak. Aku cuma bilang mau minum es, soalnya disini panas!" Mikha mengalihkan.
"Ada-ada saja kamu!"Mari kita masuk.
Mainaka mengajak semuanya untuk menuju buffee yang telah disediakan.
"Sepertinya, ada sesuatu antara mereka?"batin Mainaka saat melihat adik dan rekan bisnisnya saling melempar tatapan sengit.
__ADS_1
...****************...