
Sore hari Alan dan Laura sedang duduk di ayunan dengan memangku siren dengan canda tawa dari keduanya . namun tatapan Laura tertuju pada kedua paman dan bibinya yang baru saja datang untuk menjemput siren .
"Paman , bi , mama papa sayang "ucap Laura, siren antusias mendekati kedua orangtuanya itu .
"Mama , papa , siren mau menginap di sini , karena siren mau ikut om bikin adek yang banyak sama Tante lau "ucap polos gadis kecil itu . membuat Abian menatap kearah Alan dengan sedikit sengit.
"Kamu ini , ngomong apa si sayang , "ucap Devi sedangkan Laura hanya tersenyum malu . lalu menatap kearah suaminya itu dengan tatapan kesal .
"Kamu sama Tante mama ke depan dulu ya , papa mau bicara dengan om "ucap Abian Devi mengandeng tangan siren.laura dengan ragu akhirnya mengikuti perintah pamannya itu . tinggallah kedua pria itu dengan sama sama masih terdiam . Alan bingung karena ia belum pernah mengobrol dengan pria yang ada di depannya itu setelah menikah dengan Laura.
"Mau kamu apakan keponakan saya , jika tidak mampu membahagiakan nya maka kembalikan Laura kepada kami , kami masih mampu memberikan kebahagiaan untuk Laura "ucap Abian dengan terus terang nya. Alan menelan ludah kasar dadanya terasa naik turun gugup dan takut , sekarang keluarga Laura sudah tau keadaan rumah tangga nya.
"Maafkan saya , saya mengakui kesalahan saya selama ini paman , tapi sekarang aku ingin memperbaikinya , aku berjanji akan membahagiakan Laura "ucap Alan dengan ketegasan membuat pria di depannya itu menatap kearah Alan .
"Saya sudah kecewa , saya tidak percaya dengan ucapan kamu "ucap Abian memalingkan wajahnya .
"Tapi sekarang keputusan ada di Laura , jika dia ingin berpisah atau bertahan saya tidak bisa memaksa . tapi satu hal yang harus kamu tahu , saya adalah wali Laura saat ini , saya memiliki hak untuk mengambil Laura dari kamu jika kamu tidak mampu untuk membahagiakan keponakan saya , Igat itu "lalu Abian melangkah meninggalkan Alan yang masih menatap kearah Abian .
"Saya berjanji dengan kesungguhan paman , Tolong beri saya kesempatan satu kali lagi , saya akan membahagiakan Laura.saya berjanji "ucap Alan , Abian terhenti namun itu hanya sebentar lalu Abian kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Alan sendiri di sana .
Tidak lama kemudian Laura harus melepas kepulangan keponakannya itu . karena Devi mengatakan jika besok siren harus sudah masuk sekolah jadi tidak bisa menginap di rumah mereka .
"Daaa Tante. aku mau adek yang banyak ya . tunggu siren kalo mau bikin adek ya "ucap siren antusias . Devi hanya menggeleng mendengar ucapan putri nya itu .
"Tidak usah di dengar , sudah ya kami pamit dulu "pamit Devi , Laura mengangguk lalu memeluk kedua wanita itu . dan menyalimi om nya dan mereka pun meninggalkan rumah mereka .
__ADS_1
Alan tersenyum melihat Laura , membuat wanita itu merinding , kenapa tiba tiba berubah seperti itu "batin Laura sedikit senyum . lalu ia melangkah masuk melewati suaminya itu namun tak lama kemudian tubuhnya terasa melayang karena Alan menggendong nya dengan brutal
"Lepas mas . kenapa si kamu , aneh banget "ucap Laura sambil memukul-mukul punggung pria itu agar Alan menurunkan nya.
Alan mendudukkan Laura di sofa ruang tamu sedangkan iya duduk di bawah sambil menatap dalam wanita itu . tatapan itu mampu membuat Laura salah tingkah .
"Mas kenapa si , jangan buat aku takut deh "ucap Laura sambil memalingkan wajahnya .
"Jangan tinggalkan aku , berikan aku kesempatan satu kali lagi untuk memperbaiki nya lau "ucap Alan suaranya terdengar berat membuat Laura menatap kearah suaminya itu .
"Dari tadi mas Alan selalu bilang begitu , memangnya Laura mau pergi kemana ? , Laura gak kemana-mana mas "ucap Laura menyakinkan pria itu .
"Kamu sudah bercerita tentang pernikahan kita dengan paman dan bibi ? "tanya Alan , Laura tidak menjawab .
"Mas ." Laura pun menurunkan tubuhnya untuk duduk setara dengan suaminya itu.
"Kita pasti menemukan kebahagiaan kita masing-masing , mba elena juga sekarang udah kembali "
"Aku tidak mencintai elena "ucap Alan tegas
"Kamu mencintai nya mas , aku ikhlas jika mas ingin bersama mba elena "ucap Laura lagi .
"Aku gak mau lau , aku gak mau sama elena , aku maunya sama kamu "ucap Alan putus asa , Laura tidak bisa menahan air matanya .
"Itu hanya perasaan karena merasa bersalah mas , "ucap Laura .
__ADS_1
"Gak ini perasaan dari hati aku , hati ku memilih kamu , hanya ada kamu , tolong percaya padaku "ucap Alan menggenggam tangan wanita itu. Laura menggeleng cepat lalu melepaskan tangan Alan yang menggenggam tangan nya .
"Maaf ,,, aku udah gak mau maksa kamu mas , dan aku yakin akan mengakhiri semua ini "ucap Laura sambil menghapus air matanya . Alan menggeleng mendengar ucapan wanita itu .
"Aku gak mau lau " ucap Alan dengan tangisan.
"Aku gak mau lau , kasih satu kali kesempatan lagi . aku mohon "ucap Alan sambil menatap wajah cantik istrinya itu .
Mereka sama sama terdiam , sesekali masih terdengar suara Isak tangis dari kedua nya .
"Bagaimana jika bunda tau , dan mama papa tahu apa kamu pernah memikirkan hal itu "ucap Alan pelan .
"Mereka akan mengerti "ucap Laura .
"Apa kamu tidak pernah mencintai ku ? "tanya Alan namun iya tidak bisa menatap wajah Laura .
"Memang harus nya dia tidak tumbuh , semoga aku bisa "ucap Laura , hanya ada hembusan nafas dalam dari suaminya itu .
"Ini bukan jawaban lau , aku masih memberikan waktu untuk kamu menyadari perasaan kamu "ucap Alan lalu beranjak dari duduknya menuju mobil dan pergi meninggalkan Laura sendiri di dalam sana yang menangisi keadaan yang semakin rumit .
Bersambung ...
Assalamualaikum
Hi guys terimakasih sudah mampir jangan lupa like komen biar nambah semangat 🙂
__ADS_1