FALLING IN LOVE

FALLING IN LOVE
Sifat yang berbeda


__ADS_3

Laura hanya terdiam sesekali ia masih menghapus air matanya yang terus mengalir membasahi pipinya . Ilham masih fokus mengobati kedua tangan Laura yang lecet karena tadi iya jatuh .


"Sudah ,, "Ilham tersenyum setelah selesai mengobati tangan Laura .


"Terimakasih mas "


"Hem .. saya yakin kamu tidak melakukan itu , dan sahabat suami kamu tidak apa apa , tenang ya "ucap Ilham terus menenangkan wanita itu .


"Tapi gak ada lagi yang percaya sama Laura mas "


"Aku percaya ! , sudah jangan menangis , kebenaran pasti akan menang dengan sesuatu yang salah lau " Laura hanya terdiam sambil mengangguk .


"Laura mau pulang mas ,


"Yakin ? "Laura mengangguk yakin .


"Oke , aku antar ya ? "


"Terimakasih ya , tapi Laura mau naik taksi aja "


"Ya sudah . aku Carikan taksi . tunggu "Ilham menuju lobby mencari taksi yang akan membawa wanita itu .


"Hati hati , kabarin ya kalo sudah sampai " ucap Ilham , Laura mengangguk lalu melangkah masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan pria itu . Ilham mengambil ponselnya . menelpon seseorang lalu iya pun pergi meninggalkan tempat itu .


.........


Alan menuntun elena yang berjalan dengan ter atih atih


"Kenapa tidak di rawat si El , tar kan kalo disini ada yang ngurusin kamu "ucap Alan .


"Aku gak bakal betah di sini . udah makanannya gak enak , trus bau obat "keluh elena .


"Aku takut sama istri kamu Al , aku takut nanti dia berbuat lebih jauh dari ini "ucap elena serius .


"Tidak usah khawatir , aku akan terus menjaga kamu "ucap Alan menyakini


"Janji ya "Alan mengangguk lalu mereka meninggalkan rumah sakit .


"Kamu mau pulang rumah Tante , apa mau kemana ? "


"Aku gak mau pulang ke rumah Al . Pasti papa tiri ku akan marah . kamu tau kan dia "ucap elena . Alan terdengar menghembuskan nafas . lalu mengangguk .

__ADS_1


"Ya sudah di apartemen ku saja "ucap Alan .


"Kamu yakin . aku gak enak ngerepotin kamu , dan tar gimana kalo Laura tahu? " tanya elena sambil memperhatikan wajah pria itu .


"Tidak usah pedulikan dia , biar aku yang urus "ucap Alan lagi masih menuju apartemen miliknya . Elena tidak bicara lagi , ada banyak sekali pemikiran yang membuat iya tersenyum menang.


....


"Aku akan telpon mba Lilis untuk nemanin kamu " ucap Alan belum Alan menekan tombol hijau untuk menghubungi mba Lilis , elena mengambil ponselnya .


"Tidak usah Al . aku bisa sendiri "ucap elena serius .


"Nanti malam pasti kamu akan takut jika sendiri , sudah tidak apa apa biar mba Lilis yang temani kamu "


"Ya sudah kamu yang paksa ya . sebenarnya aku ga apa apa "ucap elena


"Sudah sana pulang nanti Laura nungguin kamu "ucapnya sambil berkekeh kecil .Alan hanya mengangguk tanpa menjawab perkataan wanita itu . lalu iya mengambil ponselnya dan kunci mobil . elena berjalan mendekati pria itu lalu memeluknya .


Alan tidak membalas , seketika hati dan pikiran nya tertuju kepada Laura . entah apa yang terjadi pada dirinya sampai apapun yang bersangkutan dengan wanita lain selalu ada laura di pikiran nya .


"Makasih , dan maafkan Laura . aku yakin tadi dia tidak sengaja melakukan itu , lagian ini juga cuman satu Minggu sudah sembuh kok "ucap elena .


"Jangan lupa minum obatnya dan istirahat , aku pulang dulu "Alan segera meninggalkan elena yang masih berdiri disana menatap kepergian pria itu .


Di dalam mobil Alan terlihat sedang memikirkan Laura . kenapa ia bisa berbuat seberani itu , apa tadi Laura mendengar ucapan Elena yang mengungkapkan rasanya Kepada dirinya . entah lah .


Alan tidak kembali ke rumah , dirinya bergegas menuju kantor untuk mengecek cctv terakhir di ruangannya , dan ingin menanyakan cctv di ruang tangga darurat apa sudah di betulkan . ya karena satu Minggu yang lalu cctv itu ada gangguan .


"Siang pak " sapa pak security melihat Alan turun dari mobilnya .


"Siang ,,


"Oh ya , apa wanita tadi sudah pergi ? "tanya Alan mengisyaratkan wanita itu adalah Laura.


"Sudah pak , tadi kanyak nya di tolong sama pengemudi mobil lain . karena ngejar mobil bapak . mba itu jatuh , yang saya Lihat si tangannya lecet "jelas pak security itu . seketika perasaan Alan tidak menentu , iya hampir melangkahkan kakinya untuk meninggalkan kantor , namun iya urungkan . lalu iya bergegas menuju ruangannya .


Alan melihat beberapa rekaman cctv terakhir di semua arah , namun sayang cctv di tangga darurat masih terlihat mati .


"Sial ,,.


"Aku tidak yakin Laura melakukan itu , apa itu hanya murni kecelakaan ! tapi tidak mungkin Elena jatuh tidak ada sebab . "Alan terus menimang nimang pemikiran nya yang terasa berat .

__ADS_1


lalu ia menelpon,, ada hembusan nafas panjang. Alan tidak melanjutkan pekerjaannya , iya memilih untuk pulang karena ada perasaan khawatir apalagi tapi security mengatakan jika Laura jatuh .


sampainya Alan di rumah mereka , dan melangkah masuk kedalam saat iya akan melangkah menuju kamar . Laura terlihat berdiri di ruang tamu sambil menatap nya .


"Mas ..


"Em . bagaimana keadaan mba elena ? "ucapnya gugup . pandangan alan tertuju pada tangan Laura yang terlihat ada perban di kedua tangannya .


"Kamu sok peduli dengan elena , bukanlah kamu yang membuat elena terluka ? "Alan sengaja mengatakan itu untuk melihat reaksi wanita itu .


"Mas Alan ,,,. "air mata Laura terlihat menetes begitu saja.


"Aku tidak akan menjelaskan apapun mas , walaupun aku menjelaskan nya mas Alan tidak akan percaya , semoga kebenaran itu cepat terungkap "ucap Laura sambil masih menangis .ada keputusan dari sikap wanita itu .


"Kamu keras kepala lau , "ucap Alan sambil tertawa kecil namun terdengar mengerikan untuk wanita itu .


"Kamu cemburu ,. sampai kamu melakukan itu semua ? " Laura menatap wajah suaminya itu ,


"Jika memang aku cemburu , aku tidak mungkin sejahat itu untuk mencelakakan mba elena "ucap Laura menghapus air matanya .


"Dan ingat aku tidak mungkin merendahkan diri sendiri atas nama cinta "ucap Laura berubah dingin lalu melangkah meninggalkan Alan yang masih menatap tak percaya dengan ucapan wanita itu .


"apa maksudnya ? , semakin kesini aku bahkan belum sepenuhnya mengenal nya . "ucap Alan sambil mengikuti langkah Laura menuju lantai atas .


"Apa yang kamu ucapkan itu membuat aku terkejut lau , aku kira kamu akan mengakui dan meminta maaf . tapi nyatanya kamu malah menyombongkan diri "ucap Alan masih menatap kearah Laura .


"Apa mas Alan percaya jika aku mengatakan aku tidak membuat mba elena terjatuh ? "tanya Laura dengan tatapan serius .


"Dari semua sikap kamu lau . aku tidak mungkin percaya ? "Laura mengangguk lalu melangkah menuju lemari . mengeluarkan koper lalu mengemasi barang-barang nya yang ada di sana .


"Kamu mau kemana ? " tanya Alan menghentikan tangan Laura yang sedang mengemasi barang-barang nya .


"Kita tidak mungkin satu kamar dalam keadaan saling tidak percaya mas , biar Laura tidur di lantai bawah , sekiranya Sampai mas Alan percaya suatu hari nanti , atau tidak sama sekali "ucap Laura sambil tersenyum namun air mata tidak bisa ia hindari . Alan tidak mengatakan apapun . iya masih terkejut dengan sikap dan perilaku Laura yang sangat berbeda dengan yang di kenal selama ini . Laura yang ceria , Laura yang mudah tersenyum . namun sekarang iya hanya melihat wajah cantik itu selalu menunduk , keras kepala , dan sikapnya menjadi dingin .


"Aku sudah banyak berlatih dengan rasa sakit , sampai aku bisa setengar ini untuk melalu masalah dengan kamu mas , maaf aku tidak mengerti akan perasaan ku sendiri "setelah selesai membereskan barang nya , Laura menatap wajah suaminya itu .


Ada perasaan bersalah di mata wanita itu , namun iya harus melawan nya , agar Alan membencinya dan memilih untuk meninggalkannya karena sifatnya itu . elena hanya ingin Alan , apa lagi iya sudah tau kenapa Elena meninggalkan Alan dalam waktu empat tahun ini . ya kemarin Laura tidak sengaja melihat komputer Alan dan membaca pesan dari orang yang mencari tahu tentang kepergian elena selama ini ...


Bersambung...


Assalamualaikum

__ADS_1


Hi guys terimakasih sudah mampir jangan lupa like komen biar nambah semangat 🙂


__ADS_2