FALLING IN LOVE

FALLING IN LOVE
Ingin pergi


__ADS_3

Hari demi hari terlewati dengan cepat , hubungan suami istri itu semakin renggang , apalagi Alan yang selalu pulang malam . dan hari libur pun iya gunakan untuk beristirahat di rumah.


Laura ingin menyerah saja dengan keadaan seperti ini , seperti saat ini iya sedang menimang nimang sebuah dokumen dan ijazah nya . iya sangat ingin pergi jauh tanpa di ganggu siapapun . pasti rasanya nyaman sekali .


"Lau .. , jadi mau daftar gak , kalo masih ragu . kamu masih punya waktu Kok satu dua Minggu lagi "ucap Mita .


"Aku gak tahu mit , kalo aku pergi nanti bunda sama siapa ? ,tapi kalo aku cuman di sini rasanya sangat tidak nyaman "ucap Laura sambil menunduk.


"Suami kamu ? , masih dekat dengan wanita jablay itu "ucap Mita , ya Mita sudah tahu apa yang menimpa sahabatnya itu .


"Hii . sembarangan kamu . gak boleh ngomong kanyak gitu "ralat Laura .


"Lagian kenapa ganggu suami orang , pengen banget gue ketemu tu orang lau , pengen gue tonjok aja tu lakik , gak punya perasaan emang "luapan emosi wanita yang ada di depannya itu sangat lah besar kepada Alan yang sudah membuat Laura bersedih .


Setelah mengobrol itu , Mita berpamitan untuk pulang karena ada beberapa hal yang masih harus di siapkan untuk berangkat besok ke Yogyakarta .


"Aku anterin kamu ya besok "rengek Laura . Mita mengganguk antusias .


"Oke . aku pulang dulu ya sayang ku "ucap Mita sambil mencubit pipi wanita itu. laura hanya mengangguk sahabatnya itupun pergi meninggalkan dirinya yang masih duduk di kursi pengunjung .


"Aku mau pulang ke rumah bunda ,tapi bagaimana dengan keadaan bunda . apa itu tidak akan menggangu kesehatan bunda , jika bunda tau bagaimana pernikahan kami "Laura hanya mampu terdiam menatap kosong di hadapannya . pernikahan yang seharusnya menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kedua pasangan namun apa yang alan dan Laura dapatkan , hanya rasa sakit karena keegoisan keduanya .


"Aku ingin menemui paman , ya mungkin bibi Devi bisa memberi nasehat untuk masalahnya saat ini . sekalian iya ingin melihat perkembangan perusahaan Abi nya .

__ADS_1


Laura memesan grab car , tak berselang lama akhirnya pesanan grab car nya telah datang , dan membawa wanita itu menuju rumah paman dan bibinya .


Rumah dua lantai itu terlihat sangat sederhana , apalagi ada kedua keponakan nya yang masih sangat menggemaskan yang selalu membuat Laura merindukan nya . Laura pun langsung mengetok pintu beberapa kali hingga seorang gadis kecil membukanya dengan ekspresi antusias .


"Tante lau "ucap gadis berumur tujuh tahun itu sambil memeluk Laura .


"Kamu udah gede banget si sekarang , kanyak nya baru kemaren masih di bedong "ucap Laura sambil berkekeh mencium kedua pipi gadis kecil itu .


"Tante lau yang jarang main ke rumah siren sekarang , apa om gak bolehin Tante Dateng ke sini "oceh siren menatap kesal kearah bibinya itu .


" Ya gak lah sayang , Tante lau . itu kan ada kerjaan . jadi sering lupa kalo punya ponakan secantik siren sama si ganteng Zidane "ledek Devi mendekati keduanya . Laura pun langsung menghambur ke pelukan wanita itu .


"Lihat sekarang iya seperti anak kecil "Laura tidak mempedulikan ucapan Devi ia masih betah memeluk wanita itu .


"Pasti ada masalah " tebak Devi Laura menggeleng namun suara Isak tangisnya membuat Devi hanya mengusap punggung wanita itu . untuk menguatkan .


"Tentang Alan ? "tanya Devi , Laura tidak langsung menjawab , lalu iya hanya mengangguk.


"Tidak usah sungkan untuk bercerita , bibi dan paman sampai saat ini adalah pendengar setia untuk semua keluh kesah kamu lau , jadi cerita siapa tahu kami bisa bantu "Laura menatap kearah wanita itu. ya selama ini Devi dan pamanya Abian lah yang selalu ada di pihaknya . dan menjadi orang pertama yang selalu ada untuk bunda Fatimah dan Laura setelah kepergian abi nya.


Laura pun menceritakan pokok permasalahan mereka , Devi mendekati Laura dan memeluk kembali wanita itu .


"Aku masih ingin memperbaikinya bi , tapi dengan sikap mas Alan semakin hari semakin dingin membuat Laura tidak punya kepercayaan untuk hal itu "ucap Laura sambil tersenyum namun sakit hatinya membuat iya tidak mampu meneruskan ucapannya .

__ADS_1


"Kamu mencintai nya ? "Laura menggeleng cepat , membantah tebakan bibinya itu . Devi hanya tersenyum .


"Tidak ada yang salah lau , Alan suami kamu , Alan berhak mendapatkan cinta dari istrinya "Laura hanya terdiam .


"Kamu maunya apa ? , mau berpisah , atau meminta untuk menjaga jarak terlebih dahulu , nanti paman mu yang akan mencoba untuk bicara dengan Alan jika itu sudah menjadi keputusan mu "tawar Devi .


"Kamu sudah dewasa lau , bibi yakin kamu tidak akan gegabah mengambil keputusan . bibi percaya itu ! "tegas Devi lagi sambil tersenyum .


Setelah mengobrol itu Laura semakin tenang. lalu iya menemani kedua keponakannya menghabiskan waktu bersama . bahkan rencananya Laura ingin menginap di rumah bibinya itu . tidak ada penolakan .bahkan kedua keponakannya itu sangat bahagia jika Laura bermalam di rumah mereka .


setelah menidurkan siren dan Zidane Laura baru ingat jika iya belum memberi tahu suaminya untuk menginap di rumah bibinya. Laura bergegas mengambil tas selempang nya dan mengambil ponselnya .


"Huh habis baterai lagi "ucap Laura pelan . iya pun keluar untuk meminjam charger kepada Devi yang saat itu sedang menemani Abian makan malam . terdengar bincang-bincang keduanya .


"*Berpisah.. mungkin itu jalan terbaik "ucap Abian samar samar terdengar di telinga Laura .


"Pasti ada jalan lain , aku tahu Laura memiliki impian untuk melanjutkan pendidikan nya di UGM , mungkin mereka bisa break dulu . daripada langsung memutuskan untuk berpisah "ucap Devi tidak setuju dengan pendapat suaminya itu .


"Mereka hanya menikah siri , walau Alan tidak mengucap talak pun , dengan prilakunya , itu adalah sebuah kesalahan , aku tidak mau keponakan ku terus tersakiti seperti ini "tegas Abian .


"Aku akan mendukungnya untuk melanjutkan pendidikan nya , nanti aku tinggal bicara dengan kak Fatimah , dan aku yakin tidak mungkin kak Fatimah membiarkan pernikahan ini berlanjut dengan perilaku Alan yang seperti itu "ucap Abian lagi . Devi hanya terdiam. ia juga tidak mau Laura terus dalam keadaan seperti ini* . Laura pun langsung berbalik arah masuk kembali ke kamar kedua keponakannya itu. sambil mencerna ucapan bibi dan paman nya itu ...


Bersambung ..

__ADS_1


Assalamualaikum


Hi guys terimakasih sudah mampir jangan lupa like komen biar nambah semangat 🙂


__ADS_2