
Esok harinya Alan pulang sebelum Laura sampai , karena Alan tahu hari ini adalah hari spesial untuk wanita itu . hari ini bertambah usia Laura genap dua puluh tahun dan Alan sudah memboking tempat spesial di sebuah resort di pulau Ancol . Alan akan mengajak Laura untuk menikmati malam pergantian usianya dengan cara yang berbeda .
Laura yang melihat mobil Alan sudah terparkir rapi , hanya menatap lalu melangkah masuk.
"Lau ..
"Assalamualaikum mas " salam Laura
"Wa'alaikumsallam lau "ucap Alan menghampiri wanita cantik itu .
"Cepat ganti baju , aku akan mengajakmu ke suatu tempat "ucap Alan masih dengan senyum nya .
"Mau kemana ? "tanya Laura menatap bingung kearah suaminya itu
"Rahasia donk , cepat nurut aja , sana mandi dulu , trus pake baju yang udah aku gantung di kamar "ucap Alan sambil menuntun wanita itu menuju kamar mereka . Laura hanya menurut saja . iya melihat sebuah gamis berwarna biru Dongker dan ada sedikit corak dibawah gamis cantik itu . Laura menatap wajah suaminya itu .
"Kalo mau cepat tahu . buruan sana siap siap "ucap Alan sambil tersenyum , lalu meninggalkan Laura untuk kembali ke ruang tamu untuk menunggu wanita itu.
Dua puluh menit waktu yang sudah Laura gunakan untuk bersiap-siap .namun sepertinya wanita itu belum ada tanda tanda akan turun dari lantai dua rumah itu .
"Sabar Alan , lima menit nya wanita .bisa kamu pakai mandiin mobil , beli e-toll , beli makan malam , mungkin juga bisa naik haji dulu . huh derita para suami "batin Alan yang sudah tidak sabar menunggu wanita itu .
"Mas aku gak punya sepatu yang cocok buat baju ini "ucap Laura yang sedang menatap laki laki itu dengan wajah di tekuk , namun Alan malah terpesona melihat kecantikan wanita itu . Alan terdiam sejenak , memperhatikan Laura yang sedang memanyunkan bibirnya itu . membuat Alan gemas saja dengan tingkah wanita itu.
"Mas ,, aku gak usah pakai baju ini ya , gak enak Bagus banget soalnya sayang kalo kotor "ucapnya sambil berkekeh kecil melihat wajah suaminya itu yang berubah kesal .
"Ya sudah pinjam saja baju pak Muhtar buat kamu pakai malam ini "Laura hanya tertawa mengingat bagaimana iya memakai baju pak Muhtar sopir pribadi papa mertuanya itu . Alan melihat jam sudah menunjukkan pukul lima sore . melihat matahari terbenam adalah sesuatu yang sangat indah .
"Pakai sepatu kamu yang hitam juga cocok kok , pakai itu aja oke , aku ganti baju dulu "ucap Alan mendekati Laura, Laura memicingkan matanya menatap kearah suaminya hingga Alan tertawa kecil melihat ekspresi lucu itu .
hanya sepuluh menit saja Alan sudah siap bahkan pria itu berubah bak putra mahkota yang sangat tampan . Laura hanya terdiam menatap pria yang berstatus suaminya itu
"Aku tampan kan , tidak ada alasan kamu tidak mencintai ku "goda Alan , Laura memalingkan wajahnya lalu mengambil tas selempang berwarna putih itu lalu melangkah menuju mobil yang akan mengantarkan mereka pada tujuan mereka yang masih di rahasiakan pria itu .
"Hey . aku cuman becanda , jangan marah nanti wajah mu jadi jelek "ledek Alan menambah kesal wanita yang ada di depannya itu.
"Ya udah kalo aku jelek . ajak aja cewek lain , atau mba elena sana "ucap Laura mengambil serius ucapan pria itu . Alan menelan ludah dengan kasar . haiiz sensitif sekali perasaan wanita ini . bahkan di ajak becanda saja langsung mengambil jalan untuk bertengkar .
__ADS_1
"Aku hanya Bercanda lau , bahkan aku ingin sering sering melihat mu marah karena kamu terlihat sangat cantik jika sedang merajuk "ucap Alan sambil tersenyum menatap wajah cantik istrinya itu . tak mampu di pungkiri bahwa Laura merasa bahagia dengan ucapan pria itu . namun iya gengsi lalu hanya melewati Alan lalu masuk kedalam mobil suaminya itu .
Di dalam mobil Alan mencoba untuk mencari berbagai topik pembicaraan agar Laura tidak bosan .
"Lau aku perhatikan cafe milik kamu rame terus , pasti besar donk pendapatan nya dalam sebulan "ucap Alan memecahkan keheningan Diantara mereka berdua .
"Em . Alhamdulillah mas "jawab Laura sambil tersenyum .
"Berapa target dalam satu bulan , ya itung bersihnya deh "
"Emm . gak bisa bilang udah bersih ya , aku itung omset penjualan nya perbulan bisa delapan lebih gitu "
"Oh . delapan ?
"Ya delapan ratus juta , tapi itu aku itung omsetnya . ya lumayan lah "ucap Laura sambil berkekeh
"Lumayan segitu , aneh . anak seumuran kamu pasti belum kepikiran kesitu lau , tapi kamu .
" hebat ya kamu "ucap Alan lagi masih menatap kearah Laura dengan senyuman nya .
"Em. cita cita aku kalo ada kesempatan untuk kuliah aku pengen dari uang sendiri mas , gak mau ngerepotin orang lain , terutama bunda "ucap Laura
"Iya .. setelah semuanya selesai "ucap Laura
"Memangnya apa yang belum selesai? "tanya Alan tidak menangkap perkataan wanita itu . Laura hanya tersenyum sambil menatap suaminya itu .
Tak berselang lama akhirnya mobil Alan memasuki parkiran .dan Alan pun memarkirkan mobilnya .
"Eh . jangan turun dulu "tahan Alan saat Laura akan membuka pintu mobil .Alan segera turun dan membukakan pintu mobil untuk Laura . namun iya kembali menahan Laura lalu meminta Laura untuk menutup mata nya .
"Mas ribet , apa sih "ucap Laura memelas kepada Alan .
"Sudah nurut , inikan hari spesial kamu. aku gak akan macam macam kok "ucap Alan sambil terus menuntun wanita itu untuk mendekati sebuah meja yang sudah didekorasi dengan sangat baik .
"Hari spesial apa ? "
"kamu lupa hari ulangtahun kamu ? , huh si sok sibuk "herca Alan .
__ADS_1
"Ulang tahun , hah .. mas Alan tahu ? .
"Suami macam apa yang tidak tahu hari ulang tahun istrinya sendiri "ucap Alan . ucapan pria itu mampu membuat Laura terdiam. tanpa menjawab lagi .
"Jangan ceburin aku kelaut ya mas , aku gak bisa berenang "ucap Laura takut .
"Iya cerewet "ucap Alan sambil tertawa ,Laura hanya memanyunkan bibirnya mendengar ledekan pria itu . Alan melihat sudah pukul lima lewat empat puluh menit , saat ini senja terlihat sangat cantik .
Alan membuka kain hitam yang menutupi mata istrinya itu , Laura terdiam sejenak menatap keindahan di hadapannya itu .
"Mas .. ini bagus banget ,, woo "ucap Laura tidak menghilangkan senyum bahagia dari wajah cantik nya . alan yang berada di samping wanita itu tersenyum menatap wajah bahagia wanita yang iya sayangi itu . ya kata sayang mungkin saat ini yang mampu iya terjemahan di dalam hatinya . takut jika Laura meninggalkan nya , karena ia trauma Laura akan meninggalkan nya sama seperti elena waktu itu .
"ma sya Allah ini indah banget "ucap Laura melangkah sedikit mendekati ombak yang tenang terpancarkan senja di sore hari ini .
"Awas kena air laut , tar kamu di gulung ombak "tegur Alan .Laura mengangguk .
"Selamat ulang tahun ya , mungkin memang harusnya semalam , tapi aku tidak mau mengganggu tidur mu "ucap Alan sambil tersenyum lalu melangkah memeluk wanita itu . Laura membalas pelukan pria itu .
"Makasih ya mas , aku gak nyangka kalo mas bisa nyiapin semua ini , Laura rasa ini terlalu berlebih-lebihan "ucap Laura , Alan menatap tajam kearah istrinya itu .
"Ya ya maaf , terimakasih ya " Alan mengganguk . dan lima orang berpakaian rapi membawa beberapa barang di tangan mereka . ada kue , bunga , dan dua piring steak , dan satunya lagi membawa minuman di nampan .dan satu lagi sebuah kado .
"Wah .. berasa jadi ha ri yang di Drakor itu Lo mas "ucap Laura sambil berkekeh iya ingat Drakor yang iya tonton .
"Di sini gak ada Drakor drakoran "ralat Alan . Laura hanya tersenyum .
Seorang memberikan bunga mawar cantik kepada Laura . Laura menerimanya , dan satu perempuan yang membawa kue yang telah di pasang lilin , Laura menatap Alan . lalu mereka meniupnya bersama ada senyuman bahagia di Antara keduanya.
setelah itu keduanya lagi menaruh makan dan minuman untuk Laura dan Alan di meja . terakhir seseorang pria memberikan kado untuk Laura , Laura mengambilnya . mengambil beberapa foto dengan sunset oleh staf , setelah mengucapkan terimakasih para staf meninggalkan Alan dan Laura disana . wanita itu masih dengan senyum manisnya .
"Mas .. ini berlebihan sekali , tapi aku senang . terimakasih ya "ucap Laura sambil terus mencium bunga mawar yang ada di pelukan nya .
"Ya itu yang aku harapkan , maaf ini sangat sederhana "ucap Alan merendah menarik kursi mempersilahkan Laura untuk duduk . Laura pun menurut , Alan duduk di kursi di hadapan wanita itu . seketika suasana menjadi gugup . ada dengupan kencang di dalam sana di antara keduanya saat pandangan mereka beradu .
"Ayo silahkan di makan , kamu pasti lapar kan ? "ucap Alan menutupi kegugupannya . Laura mengangguk . mereka menikmati makanan dan malam ini dengan bahagia . Ini adalah hari dimana Laura tidak ingin melupakannya "......
Bersambung ..
__ADS_1
Assalamualaikum
Hi guys terimakasih sudah mampir jangan lupa like komen biar nambah semangat 🙂