FALLING IN LOVE

FALLING IN LOVE
Sweet Moment Daddy Daniel & Mommy Syahla


__ADS_3

"Selamat pagi Tuan Daniel. Bagaimana kondisi hari ini? " Dokter Arjuna saat visit ke ruang rawat Daddy Daniel.


"Sudah lebih baik Dokter Arjuna. Terima kasih." Daddy Daniel yang sedang menikmati sarapan disuapi Mommy Syahla.


"Syukurlah Tuan Daniel. Saya juga sudah menerima hasil biopsi dan Alhamdulillah saat ini dan insha Allah kedepannya Tuan Daniel kini sudah bersih dari sel kanker. Tetap selalu jaga pola makan, olahraga teratur, diet seimbang, dan tetap semangat Tuan." Arjuna membacakan hasil report medis Daniel dengan senyum di wajahnya.


"Alhamdulillah. Semua berkat Dokter Arjuna. Saya mengucapkan banyak terima kasih." Daniel dengan hati penuh rasa syukur kini tubuhnya kembali sehat dan bersih dari kanker.


"Terima kasih Dokter Arjuna." Mommy Syahla dengan binar matanya bahagia suami tercintanya kini sehat kembali.


"Apakah masih ada yang dirasakan Tuan?" Dokter Arjuna memastikan kondisi Daddy Daniel.


"Tidak. Aku baik-baik saja. Bahkan sudah bisa sarapan." Daddy Daniel dengan senyumannya.


"Oh begitu. Silahkan dilanjutkan sarapannya Tuan Daniel. Jika memang begitu hari ini Anda sudah boleh pulang. Sebulan ke depan kita akan bertemu lagi untuk control memastikan tubuh Tuan Daniel sudah betul-betul sehat." Dokter Arjuna dengan senyuman menawan menatap senang pasiennya berhasil ia tangani tentu membuat hatinya bahagia.


"Iya. Sekali lagi Terima kasih. Pasti Tuan Abimanyu sangat bangga memiliki putra seperti Dokter Arjuna. Sampaikan salamku kepada Tuan Abimanyu." Daddy Daniel menjabat tangan Dokter yang seusia Darren putranya.


"Insha Allah akan saya sampaikan salam Tuan pada Papa. Mari Tuan, Nyonya, Saya permisi dulu." Dokter Arjuna meninggalkan ruang rawat Daddy Daniel.


"Dad, Dokter Arjuna sudah punya pacar atau belum ya?" Mom Syahla begitu mengagumi Dokter tampan berkharisma yang seusia putra sulungnya.


"Mommy ingin dia untuk Divya?" Daddy Daniel menatap wajah istri tercintanya.


"Ya tidak salah kan? Mom lihat Dokter Arjuna sangat perhatian, ramah, baik terlebih dia tampan dan kharismatik!" Mommy Syahla tak menyadari ia begitu memuji dokter muda itu wajahnya begitu berbinar.


"Honey, kemari!" Daddy Daniel merengkuh pinggang wanita yang sudah puluhan tahun menemani dirinya.


"Daddy, ini RS. Nanti ada perawat masuk bagaimana?" Mommy Syahla yang tak siap saat Daddy Daniel mengecup manis bibirnya.


"Meski aku sudah tua, aku tetep Daniel yang pencemburu honey. Tadi itu hukuman buatmu." Daniel menyolek hidung bangir milik istrinya.


"Hukuman apa?" Mommy Syahla yang masih merona akibat ciuman Daddy Daniel.


"Hukuman karena kamu memuji pria lain di hadapanku. I'm jealous baby. Your mine, darling." Daniel mengecup lagi bibir yang selalu membuatnya candu.

__ADS_1


"Astaga Tuan Daniel yang tampan. Aku memujinya berharap ia jadi menantu kita. I still loving you baby." Mommy Syahla mengecup pipi suami tercintanya.


Tok Tok Tok.


Permisi


Perawat datang untuk memberikan informasi untuk kepulangan Daddy Daniel.


"Maaf Tuan, Nyonya, keluarga diminta untuk mengurus administrasi." Perawat tampak kikuk karena tak sengaja melihat moment kemesraan kedua pasangan paruh baya yang masih begitu romantis.


"Baik Sus. Terima kasih." Mommy Syahla bersikap tenang seolah tak terjadi apa-apa.


"Kalau begitu saya permisi. Mari Tuan, Nyonya." perawat menutup pintu seakan berkata dalam gerakan matanya silahkan lanjutkan!


"Daddy, malu!" Syahla memukul pelan dada suaminya rona wajahnya memerah.


"Aku makin gemas dan semakin ingin mengecupmu Darl." Daddy Daniel semakin senang menggoda istrinya yang selalu merona meski sudah jutaan kali ia lakukan sepanjang pernikahan mereka.


"Mom, Dad!" Devano si bungsu yang minim akhlak masuk tanpa babibubebo.


"Mataku selalu selalu tercemar dan jiwa jombloku meronta-ronta Dad, Mom." Devano menghampiri kedua orang tuanya mengambil tangan keduanya mencium dengan takzim.


"Makanya suruh kakakmu Darren cepat menikah, kemudian Kak Divya baru kamu Dev!" Mommy Syahla dengan cepat mengingatkan sang putra bungsu.


"Tenang Mom, aku tak akan mendahului Kak Darren. Meski calon menantu Momny sudah ada." Devano yang selalu yakin akan pesonanya bisa mendapatkan hati Dokter Kanara.


"Siapa kali ini Dev? Kamu tak bedanya dengan kakakmu Divya. Sebulan sekali ganti gandengan!" Mommy Syahla yang kelewat pusing dengan tingkah anak tengah dan anak bungsunya.


"No! kali ini aku cukup 1 Mom. Mommy setujukan kalau aku dengan Dokter Kanara?" Devano duduk disisi brangkar Daddy Daniel.


"Dokter Kanara?" Daddy Daniel mengernyitkan dahinya seolah belum yakin dengan perkataan Devano.


"Memang Dokter Kanara mau sama Playboy cap Badak seperti kamu, huh!" Mommy Syahla yang tahu seperti apa Devano.


"Ya masih usaha sih Mom. Tapi aku yakin dia sudah terpesona sama aku. Cuma gengsi aja!" Devano dengan mantap.

__ADS_1


"Ya Mommy doakan yang terbaik untuk semua anak-anak Mom. Iya kan Dad?" Mommy Syahla meminta dukungan suaminya.


"Yups. Selama kalian bahagia. Kami pun sebagai orang tua akan merestui." Daddy Daniel selalu menyukai optimisme Devano dalam segala hal.


Termasuk saat Devano memilih menjadi Pembalap Profesional Daniel akhirnya memberikan restu bahkan memberikan fasilitas terbaik agar Devano bisa menjadi yang terbaik dari hobinya tersebut.


"Thanks Dad. Btw, Kapan Dad boleh pulang? Masih betah disini?" Canda Devano.


"Sembarangan!" Mommy Syahla menepuk lengan Devano.


"Ya kali Mom, Daddy seperti aku yang selalu rindu RS ini." Pikiran Devano tertuju pada Dokter Kanara.


"Dasar! Lebih baik kamu ke bagian adminstrasi. Tadi perawat memberitahukan Daddy sudah boleh pulang. Cepat!" Momny Syahla meminta Devano.


"Dengan senang hati Bu Ratu." dengan gaya layaknya punggawa kerajaan memberi hormat pada sang ratu.


Devano bergegas keluar menuruti permintaan Momny tercintanya.


"Lihat tuh Dad, putramu! Kelakuannya itu!" Mommy Syahla mengelap sudut bibir Daddy Daniel.


"Biarkan saja. Aku seperti bercermin bila melihat semangat Devano." Daddy Daniel tersenyum.


"Oh jadi ngaku ya, kalau Playboynya menurun kamu Honey!" Mata melotot Mommy Syahla justru terlihat menggemaskan bagi Daddy Daniel.


"Tidak Darling. Semangat dan Optimismenya. Terutama dalam mengerjar wanita yang ia cintai. Seperti saat aku mengejarmu dulu, Miss Lala." Daddy Daniel teringat moment puluhan tahun silam saat ia berjumla pertama kali di toko buah kala Mommy Syahla bersama para muridnya.


"Aku jadi ingat saat pertama kali berjumpa denganmu, Mr. Daniel!" Mommy Syahla juga terkenang moment keduanya pertama bertemu.


"Ya, dahiku sedikit benjol karena lemparan jeruk siswamu Caca!" Daddy Daniel teringat.


"Ya. Aku jadi rindu murid-murid terbaikku. Semoga mereka sehat dan sukses dimanapun berada." Mommy Syahla terlintas bayangan saat ia masih menjadi guru SD.


"Miss Lala, I Love You!" Daddy Daniel mengulang moment pernyataan cintanya dulu.


"I Love You Too, Mr. Daniel!" Mommy Syahla menerima pelukan hangat dari suami yang telah puluhan tahun menemani dan mewarnai hidupnya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2