FALLING IN LOVE

FALLING IN LOVE
Di fitnah


__ADS_3

Senyum Laura belum terlewati malam kemarin . bagaimana Alan membuat nya tidak bisa berkata apa-apa. setelah acara makan malam semalam . ada pertunjukan kembang api membuat Laura semakin merasa bahagia .


Pagi ini Laura masih bermalas-malasan di dalam kamar setelah kepergian suaminya itu . Laura mengambil ponselnya lalu membuka pesan dari beberapa teman dan rekan setimnya. Laura pun membalas satu persatu pesan mereka . Laura berhenti di pesan Ilham .


"*Mas Ilham juga tau ulang tahun ku "


"Wajahnya sangat tidak asing lagi , tapi aku sangat melupakannya "


Laura membalas pesan Ilham. lalu ia mencoba menghilangkan kegundahan hatinya* . "Aku mau anter makan siang buat mas Alan , tapi apa itu tidak membuat orang kantor mas Alan curiga "ucap Laura pelan .


"Aku kan sepupunya , jadi tidak masalah "ucap Laura lalu iya bergegas turun kebawah untuk memasak , mba Lilis yang sedang menyetrika baju menyapa nona muda nya itu .


"Nak Laura , ada apa ? "tanya mba Lilis pekerja setengah hari dirumah mereka .


"Mba. ..aku mau tanya nih . mba tau kan kantor mas Alan ? "tanya Laura sambil berkekeh . aneh sekali istri tidak tahu dimana suaminya bekerja.


"Tahu nak . memangnya ada apa ? "


"Laura mau anter makan siang buat mas Alan mba . itung itung buat bayar kemarin "ucap Laura . mba Lilis pun menulis alamat kantor Alan . lalu Laura langsung menyiapkan makan itu dengan tangannya sendiri . dengan dendagan membuat mba Lilis hanya menggeleng melihat semangat Laura .


Makan siang buatan Laura sudah siap , iya juga sudah sangat rapi dan cantik dengan celana kulot berwarna coklat muda , kaos putih dengan jas abu-abu menutup tubuhnya dengan sempurna , hijab berwarna coklat muda selaras dengan celana yang iya pakai .


"Wah . nak Laura auranya cantik banget si nak "ucap mbaLilis saat melihat Laura yang baru saja turun dari kamar .


"Hehe .. makasih ya mba . Laura berangkat dulu . makasih ya udah kasih alamat mas Alan "ucap Laura berpamitan dengan mba Lilis .


"Iya nak ,


"Assalamualaikum mba "


"Wa'alaikum sallam "gojek pesanannya datang dan membawa nya menuju kantor Alan .


Terlihat tiga tingkat gedung yang ada di depannya, dengan langkah pelan Laura pun menyapa security yang ada di depan gedung itu.

__ADS_1


"Misi pak , benar kantor Alan Arya Pratama ? "


"Ya mba benar , mau ketemu sama pak Arya "tanya security itu . ya di kantor Alan di kenal dengan nama Arya .


"Iya .. apa pak Arya nya sibuk ?


"Gak kok mba . nanti saya tanyakan dulu sama asisten pak Arya "Laura mengganguk .


"Dengan mba siapa ? "


"Mba ana .. sepupunya pak Arya "ucap Laura sambil tersenyum .


"Sepupunya pak Arya , oh saya kira siapa , silahkan mba masuk saja saya antar . "ucap security itu ramah kepada Laura .


"Tapi bapak gak bilang dulu " tanya Laura .


"Kata pak Arya . siapapun yang datang wajib mengabari pak Arya dulu kecuali keluarganya . mba kan sepupunya jadi mba sangat di persilahkan untuk masuk "jelas pak security itu ramah . Laura mengangguk lalu melangkah masuk di kawal oleh pak security .


"Mba naik satu lantai lagi lalu ambil ruangan sebelah kanan ya , disana ruangan pak Arya " jelas pak security itu saat sedang menunggu lift .


Laura melangkah menuju ruangan yang di tunjukkan oleh pak security tadi , tapi ruangan itu tidak tertutup rapat.


deg ... Laura terdiam sejenak menatap ruangan itu .


"*Kenapa kamu gak pernah bilang kalo kamu sudah menikah Al , dan wanita yang jadi sepupu kamu itu . itu istri kamu , iya kan "ucap samar terdengar dari dalam sana .


"Iya dia istri ku , tapi ini hanya pernikahan perjodohan , dari awal aku tidak mencintai nya "ucap Alan terhenti . ya baru saja elena menyampaikan perasaan nya kepada Alan . namun iya telah terlambat Alan sudah menikah .


Laura melangkah meninggalkan mereka berdua , Laura memilih untuk lewat tangga darurat agar iya cepat sampai di lantai bawah , namun langkahnya runtuh saat ini iya terduduk .


"Tapi sekarang aku mencintai nya , El . aku gak bisa jauh dari Laura , Bahkan aku gila , dan sangat takut jika dia meninggalkan aku "ucap Alan menunduk .


"Aku kira kamu mencintai aku , tapi ternyata tidak " ucap elena .

__ADS_1


"Aku pernah mencintai mu , tapi itu sudah hilang dan aku mencintai istri ku , aku mohon mengertilah El , aku gak mau kehilangan Laura " ucap Alan mencoba menggapai tangan wanita itu . namun Elena menepis nya . lalu pergi meninggalkan Alan disana . iya sengaja lewat tangga darurat agar iya cepat pergi meninggalkan luka yang baru saja tergores oleh pria itu . namun langkahnya terhenti melihat wanita yang sedang tertunduk sambil menangis di tangga lantai dua itu* .


"Dasar wanita ****** "maki elena melihat itu Laura segera berdiri .


"Apa maksud mba elena ? "


"Kamu jangan pura pura tidak tahu


. kamu tahu kan kalo aku dan Alan saling mencintai , tapi kamu tetap mendekati nya , dan mungkin saja kamu yang selalu mengajukan diri pada Alan sampai Alan menolak ku Sekarang "ucap elena dengan tatapan marahnya . Laura hanya terdiam namun saat ini iya sangat takut apa lagi mereka saat ini ada di tangga .


"Gak mba . aku gak pernah melakukan itu . bahkan aku berusaha menjauh saat mba elena kembali "jelas Laura melihat elena terus mendekati nya . benar saja seketika Elena mendorong keras tubuh wanita itu , untung saja Laura menghindar . hingga tidak mengenai nya .


"Mba elena ,...."teriak Laura mencoba menggapai tangan elena yang terpeleset jatuh hingga membuat wanita itu terguling guling sampai lantai dasar .


Laura ketakutan , iya bingung apa yang akan iya lakukan . pintu darurat terbuka terlihat security yang mengantar nya tadi kaget melihat itu . dan langsung berteriak minta tolong karena elena terlihat mengeluarkan darah dari kepala dan tangannya .


"Mba . apa yang mba lakukan " tanya security itu .


"Pak saya tidak melakukan apa-apa , saya berani bersumpah "ucap Laura menyakinkan . tubuhnya bergetar takut terjadi sesuatu kepada elena . semua sudah berkumpul terlihat elena masih sadar . Alan pria itu tiba di lokasi kejadian melihat elena yang terbaring tersimbah darah membuat pria itu langsung mengambil tubuh wanita itu dan memangku nya . tatapan alan tertuju pada Laura yang masih pada posisinya . Laura menggeleng sambil menangis .


"Siap kan mobil "teriak Alan para staf pun langsung melakukan perintah Alan . dan Alan langsung membawa tubuh wanita itu menuju rumah sakit terdekat . Laura mencoba mendekati para staf yang sedang panik melihat kejadian itu .


Laura tidak mempedulikan tatapan tajam dan benci dari para staf yang telah berpikir jelek tentang nya .


"Mas. . aku gak melakukan itu .aku berani bersumpah mas . Tolong percaya. "Laura mencoba untuk menggapai tangan suaminya itu . namun Alan langsung menepis nya .


"Terjadi sesuatu kapada elena , aku akan membawa kasus ini ke pihak berwajib lau , aku gak nyangka kamu bisa berbuat sekejam ini "ucap Alan dengan amarahnya . membuat Laura menangis .


"Gak mas ,. Laura gak ngalakuiin itu . Laura bersumpah , tolong percaya "ucap Laura sambil mencoba menyentuh tangan suaminya itu . alan malah mendorong nya sampai terjatuh , lalu masuk kedalam mobil yang membawa mereka menuju rumah sakit . Laura berdiri mencoba untuk mengejar mobil yang membawa Elena dan Alan . hingga laura kembali terjatuh . menangis putus asa karena tidak ada yang percaya kepada nya saat ini,


Karena memang depan kantor Alan adalah jalan yang biasa Ilham lewati , Ilham melihat seseorang yang tidak asing baginya . Ilham pun segera menepikan mobilnya , dan berlari mendekati wanita yang sedang terduduk sambil menangis itu . Ilham tidak bertanya apapun . Ilham langsung memapah wanita itu untuk masuk kedalam mobil nya .


Bersambung ...

__ADS_1


Assalamualaikum


Hi guys terimakasih sudah mampir jangan lupa like komen biar nambah semangat 🙂


__ADS_2