Flower Life

Flower Life
Eps 1 - Sebelum Pagi


__ADS_3

Sebelum pagi,


Malam itu seorang gadis kecil sedang berbincang bersama Ibunya dengan perasaan rindu untuk ayahnya tersemat dihati mungilnya itu, tak lama kemudian ia pun mengutarakan rasa rindunya itu kepada Ibunya


“Hmm Ibu, Aku pengen bertemu ayah.”Ucap gadis itu dengan wajah tertunduk


“Lia sekarang sudah malam tidurlah sayang.”Gadis itu pun dengan lantang membantah Ibunya


“Tapi Lia pengen main sama Ayah! Sekarang!”


“Sayang, sekarang sudah malam tidurlah, ayahmu akan pulang besok.”


Sabar Ibunya menanggapi gadis kecil tersebut “Tt.. Tapi.. “ Dengan berat hati Lia pun pergi ke tempat tidurnya sambil mengembangkan pipinya kesal.


“Hoammm” Suaraku dengan mulut terbuka lebar sembari mengerjakan mata pertanda baru bangun tidur. Akupun segera mandi dan bersiap - siap untuk pergi ke sekolah lalu sarapan bersama Ibuku. “Ibuu, kapan Ayah akan pulang?” Tanya ku kepada Ibu setelah selesai makan.


Tanpa ada angin atau apapun, Ibu langsung tersedu - sedu dan dengan pelan berkata "Lia, sebenarnya ayahmu sudah meninggal sejak kamu masih bayi"


Bagai guntur di siang hari, Kalimat itupun menyambar telinga dan pikiranku "Tidak!! Ayah belum meninggal!” Teriakku kepada Ibu.


Dengan perasaan campur aduk, akupun segera berlari keluar rumah sambil terisak - isak


BRAAKKK~


Suara pintu yang dibanting dibelakang ku...


Ya, beginilah hidupku. Namaku Lia Ravaendha, saat ini aku berumur 6 tahun. Ayahku sudah meninggal sejak aku masih bayi, dengan begitu Ibuku yang sekarang mencari nafkah demi membiayai keluargaku.


Sekolah.. Hmm.." Batinku dalam hati. Dan aku langsung pergi ke kelasku dan memulai pelajaran seperti biasa.


Huffffttt, Bosannya" Batinku dalam hati sambil menenggelamkan wajahku dalam lipatan tanganku. Tanda sadar, aku pun tertidur dan waktu berjalan dengan lambat.


BYURRR~


Suara air yang ditumpahkan ke kepala seorang gadis kecil yang sedang terlelap, ia pun langsung terbangun dan melihat dirinya basah kuyup. Melihat dirinya dikelilingi teman - temannya gadis kecil itupun langsung berdiri dari tempat duduknya dan memaki teman - temannya itu.


“Apa yang kau lakukan” Maki ku pada bocah lelaki yang menumpahkan air ke kepalaku itu.


“Heh, anak tak punya ayah harusnya diam saja dirumah dan bersih - bersih”


Ucap lelaki itu dengan nada mengejek. Teman - temannya pun langsung mengikutinya dan meledekku


“Huuu tak punya bapak”


Tanpa sadar, kejadian tadi pagi pun kembali terngiang dalam kepalaku, kata - kata Ibuku dan bentakku pada Ibu. Dengan emosi yang berkecamuk, akupun langsung menerobos kepungan teman - temanku itu dan berlari keluar sekolah dengan air mata yang mulai membendung.

__ADS_1


Gadis kecil itupun pulang dan dalam perjalanannya ia pun menangis dan menyebut Ayah dan Ibunya dalam hati kecilnya itu dengan wajah berlinang air mata.


‘Ibuu. . . Ayah. . . .


Setelah berlari agak jauh, iapun mulai merasa lelah dan menyeka air matanya yang sedari tadi membanjiri wajah mungilnya itu. Tak terasa, pintu rumah pun sudah di depan mata.


TIME SKIP~


Akhirnyaa proses pembelajaran di SMA terkutuk itu berakhir jugaa’


Hehe he he he hehehee… Nyamannya.. Aku sangat senang! Dan juga, Ibu pasti bahagia…


‘Kyaaa!’ Aku girang sekali... Aku tak sabar ingin berjumpa dengan Ibu saat dirumah nanti... He he he hehe he he he... ‘Ibuu u u u u u.. teriakku senang... Aku lulus... Ha ha ha ha ha ha ha...


11 tahun sudah berlalu... Kini Lia Ravaendha sudah tumbuh besar, menjadi wanita mempesona yang memiliki mata indah, pipi imut, rambut panjang, kulit putih dan halus, Lia sangat cantik dan menawan. Kini Lia berumur 17 tahun dan hampir memasuki usianya yang ke 18.


Sesampainya di rumah... Lia memgetuk pintu dengan persaan bahagia...


TOK TOK TOK~....


"Ibuu!! Lia pulang!" teriakku dari pintu sambil tersenyum, dan dalam sekejap senyum itu pun menghilang ketika Lia melihat Ibunya sempoyongan menghampirinya.


"uhuk.. uhuk.. uhk.. uhk.. uhk.. uhuk.." Ibu Lia terbatuk keras...


" Ibu! Kenapa? Kenapa Ibu keluar kamar?! " Tanyaku sambil berusaha menahan tangis…


Dengan tergesa - gesa menghapus air mata, aku pun membopong Ibu kembali ke kamarnya dan membaringkannya.


" Ibu… Ibu harus cepat sembuh... Aku akan membelikan obat untuk Ibu." ucapku sambil menangis


" Ibu tunggu disini... Aku akan mendapatkan obat untukmu Bu..”


“Yaa.. Pekerjaan!! Aku akan bekerja Bu!" Ucapku dengan tegas dan lantang...


‘Sore ini aku harus mendapatakan pekerjaan yang cukup untukku dan Ibu…’ Batinku dengan tegas.


Memikirkan tentangnya, sungguh… Seorang gadis lulusan SMA mencari kerja? Konyol sekali!


Aku harus bisa menemukan pekerjaan tetap meskipun pekerjaan yang berat dan sulit untuk dilakukan... Demi kesehatan Ibuku, aku bertekad kuat untuk mencapai tujuan dan merawatnya... Dan aku pun mulai berkeliling mencari pekerjaan di sekeliling kota.


 


" Pak apakah bapak membutuhkan kariawan? "


" Pak apakah keluarga bapak memerlukan pembantu? "

__ADS_1


" Pak sini aku bantu aku kuat kok? "


Seharian penuh berkeliling tanpa mendapat tawaran satupun… haihh..


Siang pun berganti malam dan aku belum mendapatkan pekerjaan...


Setelah seharian berkeliling kesana kemari mencari pekerjaan, aku belum juga mendapatkan satupun pekerjaan... Dengan frustasi, akupun mulai memikirkan keadaan Ibuku yang sedang sakit ... Sesaat setelahnya, akupun mulai berjalan sambil termenung sampai... Aku bertemu seorang pengemis pria dijalanan dan aku pun mencoba berkomunikasi dengannya…


 


" Pak apakah bapak baik-baik saja? " Tanyaku kepada pengemis itu.


" Bapak belum memakan apapun dari tadi siang nak. " Lirih bapak tersebut.


" Aku hanya ada sedikit uang, gimana ya? " Batinku dalam hati..


" Nak!! Bapak lihat kamu sedang mencari pekerjaan... Apa kau mau ikut bapak sebentar untuk mengenalkanmu dengan seseorang? " Tawar bapak itu dengan seringai jahat.


" Trima kasih pak!... Aku ikut denganmu! " Ucapku tanpa pikir panjang..


 


Di malam yang suram ini... Aku mengikuti seorang pengemis yang meminta uang kepadaku... Aku juga ragu akan tindakan yang aku ambil... Dan ini pertama kalinya aku melihat bapak ini.. Sesampainya diicelah - celah gang yang sangat gelap... Bapak itupun tiba - tiba berbalik dan menatap tajam ke arah ku...


 Dengan susah payah, akupun memberanikan diri untuk bertanya


" Pak!.. kita mau kemana?... "


" Sudah kamu ikuti dan perhatikan saja " Jawab bapak itu...


Kami pun melanjutkan perjalanan... Aku dihantui rasa takut dan takut... Jika aku lari aku tidak akan mendapatkan pekerjaan... Jika aku mengikutinya... Aku juga belum mengenalnya, bahkan namanya pun aku tidak tahu...


Malam ini aku dihantui rasa takut yang berlebihan... Dan bapak tadi pun menghilang dari hadapanku... Aku pun mulai linglung tak tau harus kemana, disini sangat gelap sehingga aku tidak tau arah untuk kembali... Aku pun berpikir untuk teriak sekeras - kerasnya supaya ada orang yang mendengarku dan membantuku mencari jalan keluarnya… Saat hendak berteriak, tiba-tiba sekelompok orang pun berlari ke arahku dan menyergapku...


 


" Tolongggg... " Teriakku dengan keras


" Apa yang mau kalian lakukan?? " Tanyaku ketakutan dengan keringat dingin dan seketika itu pandanganku mulai buram, buram... Dan buram... Aku pingsan ketakutan...


‘dukk’


‘tretetetetettt’


‘Ngungg’

__ADS_1


Ketika terbangun, yang kulihat hanyalah… Atap mobil…


Kesadaranku pun mulai menipis.. Lagi…


__ADS_2