Flower Life

Flower Life
Eps 2 - Penculikan


__ADS_3

Kejutan


‘Argh’


‘Dimana ini?’


Perlahan, Aku mulai sadar dan membuka matanya. Dengan pandangan yang rabun aku melihat keadaan di sekitarnya dengan terheran - heran.


“Ini… Kamar? Tunggu.. Kenapa aku ada disini?.. Tadi malam..”


Dengan susah payah, Aku mencoba mengingat kejadian sebelum dia ada di dalam kamar itu, kepalanya yang sakit perlahan mulai mengumpulkan pecahan - pecahan memori sampai terkumpul dan menjadi satu ingatan utuh.”Tadi malam.. Pengemis itu.. Lalu.. Sekelompok pria datang dan.. Aku.. Diculik!”


Menyadari hal itu, Aku pun mulai ketakutan dan melihat sekelilingnya dengan lebih cermat dan terkejut ketika melihat dirinya telanjang tanpa busana di atas kasur.. Dan lebih mengejutkannya, dia tak sendiri di atas kasur itu.. Melainkan di sampingnya ada seorang lelaki yang juga tanpa busana.. Yaa tanpa busana! Merasa panik dan takut, ia pun berdiri dan berlari ke arah pintu keluar kamar. Menyadari dirinya tanpa busana, ia pun mengurungkan niatnya dan sebaliknya kembali ke kamar dan memasuki kamar mandi.


‘Cleekk’


Frustasi tentang keadaannya, Aku tanpa sadar mulai memikirkan Ibunya yang sedang sakit di rumah.


Karena ketakutan akan lelaki yang seranjang dengannya itu, Aku memutuskan untuk mengurung dirinya dikamar mandi sampai si lelaki itu pergi.


‘Cleekk’


‘Cleekk’


Aku pun merasa bahwa ia sudah menuggu cukup lama dan memutuskan untuk keluar dari kamar mandi dan melihat kesana kemari untuk mencari keberadaan si lelaki itu.


"Maafkan aku, aku tak bersalah.. ehh?... Kemana dia?"


Alangkah lega rasanya, melihat lelaki itu tidak masuk dalam pandangannya.


"Iya, dia beneran pergi... Aku harus pergi sebelum dia kembali"


Setelah melihat ulang bahwa lelaki itu sudah benar - benar tidak ada, Aku pun memberanikan diri dan melangkah keluar dari kamar mandi. Ketika Aku keluar kamar mandi, ia pun langsung memastikan bahwa laki - laki itu memang sudah benar - benar tidak ada di kamar itu. Setelah mengkonfirmasi keberadaan lelaki itu, Aku langsung bergegas mencari pakaian yang dapat dikenakannya.


"Dimana.. dimana bajuku...ehh, apakah ini baju untukku?"


Saat sedang mencari pakaian, Aku pun menemukan satu pasang busana perempuan dengan secarik kertas di atasnya. Aku pun mulai membaca kertas itu dan tanpa sadar memuji tulisan tangan si penulis. Kertas itu berisi.. Nomor telefon? Sepertinya begitu..


Aku pun mencoba memasukkan nomor tersebut ke dalam ponselnya. Setelah mengkonfirmasi bahwa itu memang nomor telefon, Aku mulai memikirkan hal yang diperlihatkan ponselnya itu, alangkah terkejutnya ia ketika melihat foto seorang lelaki yang tampan dan gagah di foto profilnya.. Yang mengejutkan Lia bukanlah wajah mempesonanya, tetapi..

__ADS_1


"Lelaki ini wajahnya sama persis dengan lelaki yang tadi, ya ini dia" Dengan persaan yang kesal dan keyakinan atas profil lelaki itu...


Lelaki itu sungguh mirip dengan lelaki yang seranjang dengannya pagi itu!


"Aku harus cepat pergi dari sini dan menemui Ibu!!..."


Panik, Aku pun segera mengenakan busana didepannya itu dan langsung bergegas meninggalkan kamar hotel itu dan menemui ibunya dirumah...


Aku berjalan di siang hari yang panas itu di tepi jalan dengan tergesa gesa... Lia sangat khawatir akan keadaan Ibunya, Aku terus berfikir... Sedang apa ibu dirumah sekarang, apakah dia sudah makan, apakah dia sedang tertidur nyenyak... Aku sangat takut jika sesuatu terjadi pada Ibu... Ibu, Liasegera pulang sekarang dan menemui Ibu...


Sesampainya dirumah...


Tok tok tok~


"Ibu aku pu~... Ibu, Ibu tidak boleh tidur dilantai, nanti bisa masuk angin" dengan wajah senyum dan air mata setetes di pipinya...


"Ibu apakah sudah makan?... aku membawakanmu makanan ayo makanlah..." duduk dengan memangku kepala Ibu...


"Ibu aku juga membawa obatmu, sekarang ayo makan dulu setelah itu baru meminum obatnya..." tersenyum...


"Ibu aku belum mendapatkan pekerjaan apapun Ibu... Sampai sekarang aku masih membebani Ibu he.. he.. he.. he... Besok aku akan melanjutkan mencari pekerjaan yang pas untukku dan Ibu" tersenyum...


"Ibu, bangunlah... Ibu, bangunlah!... aku akan menyuapimu" tersenyum setengah menangis...


"Ibu jangan bercanda lagi, ini sungguh tidak lucu" menangis...


"Ibu!!!... Ibu bangun sekarang!!!... Ibu bangun!!!... Harus bangun!!!..." Teriak dengan kencang...


"Ibu harus makan sekarang!!!... IBU CEPAT BANGUN!!!... Ibu harus meminum obatnya!!!..." Teriak kencang...


"Ibu, jangan seperti itu" Dengan pandangan yang memudar dan Aku pingsan...


Aku sangat tertekan dan dia sangat tidak bisa menerima kepergian Ibunya... Sejak kecil, Aku sudah banyak merasakan penderitaan... Hal itu membuat mentalnya menjadi lemah, sangat lemah...


Lia terbangun dan Lia tersadar sekarang ia sedang terbaring dirumah sakit, Lia mengingat tentang kejadian tadi dan Lia berlari keluar dan...


"Ibu... Ibu... Ibuku dimana!!??... Ibuku dimana!!??" Berlari sambil berteriak kencang...


"Ibu... Ibu dimana!!??... Jangan bersembunyi dariku Ibuuuuu!!!"

__ADS_1


Gbruukk... Aku terjatuh


Aku melihat kearah depan ada kereta yang membawa seseorang, itu ibuku... Aku melihatnya dan berlari kearahnya berteriak...


"Ibu... apakah kau sudah sadar!!??..." tiba tiba petugas menutupi Ibu dengan kain putih...


"Ibu!!!... jangan begitu, aku tak suka dengan sifatmu!!... Ibu!!.. inikah hadiah ulang tahun yang kau berikan untukku!!... inikah dia!!?" aku menangis teriak seorang diri...


Hari ini adalah hari ulang tahunku... Aku sangat membenci hari ulang tahunku, karna setiap ulang tahunku selalu ada hal hal buruk terjadi padaku... Aku sangat sangat sangat sangat membenci hari dimana ulang tahun ku...


Aku berjalan sempoyongan dan tak tau kemana arah aku berjalan... Selama dijalan aku berfikir tentang sekarang aku tidak punya apa apapun lagi... Apapun yang aku punya selalu hilang dihadapanku, aku tidak punya apa apa... Akupun juga sudah mempertimbangkan untuk mengakhiri hidupku saja...


Saat itu sedang hujan... Aku berjalan ke lantai teratas di rumah sakit itu dan aku berencana untuk melompat dari sana dan terjun kebawah sambil menikmati angin angin yang segar... Aku akan sangat menikmati hari ini...


"Untuk terakhir kali aku bermohon... Dihari ulang tahunku aku meminta untuk tidak ada yang mencegahku dan menyelamatkanku ketika aku ingin terjun dari sini" dengan air mata yang mengalir deras...


"Ibu, kita akan bersama lagi setelah ini!!.. kita akan menemui ayah juga... kita akan hidup bahagia setelah ini" Sangat berharap akan kematiannya...


Swhuusss~ angin bertiup kencang


"Hei... apa yang kau lakukan, kau fikir permintaanmu akan dikabulkan?!! kau harus melunasi hutangmu kepadaku sebelum kau mati!" Seorang lelaki yang sama dengan orang sekamar denganku semalam memelukku dari belakang dan menyelamatkanku...


Aku sempat memberontak dan sangat ingin menemui ibu disana... Seperti yang kau tahu, keinginanku takkan pernah dikabulkan...


"Kau siapa!!... Kenapa kau menyelamatkanku! kenapa kau membuat keinginanku tak terwujut!?" aku bertanya kepadanya dengan amarah dan tangisku..


"Apakah kau tidak mengingatku?... seharusnya kau mengingatku sekarang!!.. aku adalah orang yang selalu membullymu dulu.. Ya aku Van De!!..." jawabnya dengan tenang..


"Kenapa sekarang kau menolongku... Apakah untuk mencegah keinginanku terwujut!?... Kau sangat jahat!..." dengan amarah dan tangisku..


"Tak ada alasan khusus untuk menolongmu... Aku hanya berbuat baik kepadamu, hanya itu saja!.. dan kau harus membayar semua kebaikan ku!!.. ikut denganku!" jawab Van De...


Ternyata, Van De berasal dari keluarga De... Dia menggendongku dipundaknya dan berjalan dengan cepat membawaku pergi entah kemana... Ternya Van ingin membawaku ke rumahnya...


"Lepaskan aku!!..." aku sambil meronta...


"Sudah diam!!... atau aku akan melemparmu ke lantai dasar" jawab Van De...


"Yasudah lemparlah aku!!" jawabku...

__ADS_1


"Tidak sebelum kau membayar hutang mu!" jawab Van De...


__ADS_2