Flower Life

Flower Life
Eps 3 - Pertemuan


__ADS_3

Pulang?


Pada malam itu hujan sangat deras, bajuku basah kuyup, sangat dingin, sangat sedih, marah, dan aku diselamatkan lagi dengan lelaki yang merupakan teman masa kecilku... Aku digendong dan dibawa masuk ke mobilnya tanpa persetujuanku... Dia juga membatalkan bunuh diriku, aku kesal tetapi juga merasa aman...


Aku didalam mobil dan dia memelukku, sangat terasa hangat... Van De yang dulu sangat berbeda dengan yang sekarang... Pada malam itu Van membawaku pulang kerumahnya, dan kami sampai...


"Ayo turunlah Lia, ini rumahku dan rumah keluarga De... Kau akan beristirahat disini sampai kau merasa baikan ok!" penuh perhatian mengucapkannya kepadaku...


"Baiklah, aku akan turun" jawabku pasrah...


Aku sangat sedih atas kepergian Ibuku, aku tak punya apa apa lagi, dan sekarang aku juga mengikuti kemauan seseorang... Aku hanya boneka yang dikendalikan...


"Lia, ayo masuk semua orang menyambut mu disini..." Van sangat lembut...


"Kami bukan menyambutnya, kami hanya ingin mengusirnya dari sini... Hei gembel, sana pergi..." Ucap Ibu De...


Aku sangat tidak diterima disini, tapi disisi lain aku sangat ingin isterahat dan tidur di kasur hangat...


"Sebagai pewaris kekuarga ini, aku perintahkan kalian untuk minggir dan biarkan Lia masuk!!.." ucap Van dengan tegas...


"Lia ayo ikuti aku, kau akan isterahat disini!..." ucap Van dengan lembut kepadaku...


"Ya, aku akan menurutimu" ucapku tanpa pikir panjang...


Aku menuju kekamarnya berjalan sambil tertidur di pundaknya, aku sangat lelah dan sangat ingin beristirahat dengan tenang, tapi tak ada seseorang pun hang membiarkan aku beristirahat, bahkan ketika aku ingin beristirahat untuk selama lamanya... Tak lama setelah itu kami sampai disebuah ruangan yang sangat besar dan mewah...


"Ini akan menjadi tempat isterahat mu, kau pasti suka... sekarang tidurlah, aku akan mengurus semuanya" Van berbisik di telingaku...


Tak lama setelahnya Van menaruh ku di tempat tidur yang sangat nyaman dan sangat hangat... Malam itu akhirnya aku bisa merasakan tidur nyenyak kembali, aku sangat merasa aman disini... Sangat aman...


***


Malam pun berlalu, aku bangun dibawah lampu yang masih menyala dengan terang... Aku mengedipkan mataku dan melihat sekitarku... Aku sangat terkejut, Van tidur disebelahku persis disebekahku dan sangat dekat!... Aku pun turun dari ranjang tersebut, dan aku terkejut sekali lagi... Aku bangun tanpa busana lagi seperti dihotel waktu itu...


"Ternyata Van De itu tumbuh menjadi seorang cabul... Cuihhh..." aku sangat kesal padanya...


Aku memakai bajuku dan bergegas pergi meninggalkan kamarnya Van De... Aku sangat kesal padanya... sangat.. sangat.. sangat.. sangat.. sangat.. sangat kesal kepadanya!!

__ADS_1


"Sampai jumpa Van cabul.. Cuih.. Cuih.. Cuih!!.. Bye!" kataku sambil mengolok oloknya...


BRUUKKK!!~~ aku membanting pintu kamarnya dengan keras... ha!! ha!! ha!!...


Pada pagi hari itu, aku keluar dari rumah seorang cabul dan pergi untuk melanjutkan apa yang belum terselaikan bagiku... Aku harus mencari pekerjaan untukku bertahan hidup... Aku mencari pekerjaan tetap yang cocok untukku agar kehidupanku


lebih terjamin...


"Pak... apakah disini membutuhkan pelayan?"


"Pak... apakah disini butuh pekerja kecil?"


"Pak... apakah disini aku bisa mendapatkan pekerjaan?"


"Pak... sepertinya aku bisa membantumu, aku kuat kok!"


aku berkeliling dan mencari kemana mana!!... tetapi satu orangpun tak ada yang memberikan aku pekerjaan... aku sangat ingin memerlukan pekerjaan... sangat!!.. sangat!!.. sangat memerlukannya untukku sendiri...


Aku sangat lelah, aku belum memakan apapun sejak malam tadi... Aku sangat lapar, aku ingin makan meskipun sebuah roti...


"tolonglah.. tolonglah.. tolong selamatkan aku.. aku takkan kuat lagi" putus asaku... Tak lama setelah itu, pandanganku mulai kabur, kabur, dan aku pingsan lagi... Aku memiliki fisik yang sangat lemah... Sebelum aku pingsan sepenuhnya, aku melihat seseorang menggendongku...


"Dimana aku... Siapa yang membawaku kesini?" kataku sambil ketakutan... Aku mengingat ingat kembali tentang kejadian tadi... Ada seseorang yang membawaku ketika aku pingsan aku tahu itu pasti Van De...


Terdengar suara percikan air dari kamar mandi... seperti ada yang sedang mandi didalam... aku sangat penasaran... siapa orang itu. Tidak lama setelahnya percikan air itu berhenti dan tak lama seseorang membuka pintu kamar mandi...


"Cepat sekali kau menebaknya!... ha.. ha.. ha.. ha..! kau jenius!.." Berbicara sambil bertepuk tangan...


"Apa yang lucu dari ini hmmmppphh.. dasar penculik!" wajahku memerah...


"Hei!!.. apakah sudah cukup melihat tubuh ku yang indah ini?.. kalau belum cukup lihat saja lagi!.. ha.. ha.. ha.. ha..!" Dengan sikap yang sangat percaya diri...


"Hmmmpphhh dasar seorang cabul yang sangat pede!!... siapa juga yang ingin melihat tubuh jelekmu itu!.. ha.. ha.. ha..!" Jawabku dengan sombong...


Aku sangat lega karna yang membawaku tadi malam adalah Van... Tapi ada suatu kejanggalan di pikiranku, aku berfikir pada saat Van menolongku dia selalu saja membuka bajuku, tetapi tidak dengan kali ini...


"Heh cabul... kenapa kau kali ini tidak membuka bajuku... apakah kau sudah bertobat?" tanyaku malu malu...

__ADS_1


"Jika ingin kubuka yaudh sini!..." jawabnya dengan main main...


"Tidak seperti itu dasar cabul yang tak pernah tobat!!.. cuih cuih!! hmmmpphh!!!" aku berteriak didepannya...


"Hei selama ini aku membuka bajumu hanya karna kau tidak layak memakainya" jawabnya dengan sombong...


"Hah?.. udh cabul, kepedean, sombong lagi!!.. hushh jangan dekat!!" segahku padanya...


"Hei dengarkan penjelasanku!!... diamlah dulu... dengarkan penjelasanku..." meberiku keterangan...


"Ya baiklah aku akan diam!... sudah apa yang mau kau jelaskan cepat katakan!..." segahku kembali...


Aku berdialog sangat panjang dengannya... sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat dan seterusnya... ha.. ha.. ha.. seperti itulah panjangnya!!... Dia memberi penjelasan kepadaku tentang hal yang kami bicarakn tadi... Ternyata...


"Saat kejadian kau di dalam mobil yang menculik mu waktu itu, kau terbaring di lantai mobil itu, sangat kotor... dan aku menyelamatkanmu dan juga membawamu ke hotel pada saat itu... Bajumu kotor dan tidak layak untuk kamu pakai dan aku membuka bajumu dan membelikan untukmu yang baru" berkata dengan benar...


"Lalu pada saat dirumah sakit itu, kenapa kau membuka bajuku!?" tanyaku kepadanya...


"Aku membuka bajumu karna pada saat itu sedang hujan... kau anggap aku ini hewan ya?... aku juga punya rasa kasihan kepadamu... dasar siput!!.." Van mengejekku siput...


"Dan kenapa pada saat ini aku memakai pakaianku?" tanyaku malu malu kepada Van...


"Hei apakah ada sesuatu pada bajumu?... kalau ada katakanlah aku akan mengeringkannya atau membelikanmu yang baru jika kau mau!..." jawab Van dengan sombong...


Aku benar benar sudah sangat salah faham dengannya... Aku sangat berasa bersalah padanya...


"Hei maafkan aku karna sudah menganggapmu lelaki yang tak beres... he.. he.. he.. he..!" maafku dengan tulus...


"Apakah kau fikir dengan begitu saja aku sudah memaafkanmu?... dasar sibut bodoh!.. ha.. ha.. ha..!" jawab Van dengan sombong...


"Trus aku harus melakukan apa agar aku bisa dimaafkan oleh mu!?" tanyaku kaku...


"Kau ingin tahu kau harus apa?" sambil memegang lekukan dibawah bibirku...


Aku sangat gemetaran pada saat itu dan tak tau apa yang harus aku lakukan... Dan akhirnya aku memilih untuk tenang... Tetapi jantungku masih berdegup sangat sangat sangat kencang psda saat itu... Jarak diantaranya dan aku begitu dekat sehingga aku saja bisa merasakan hembusan nafas dari hidungnya...


“Kau harus menjadi........~”

__ADS_1


__ADS_2