
Malam..
Matahari sudah terbenam dan malam pun akhirnya tiba... Aku masih terbaring di kasur disebuah kamar rumah sakit... Pada saat pertama kali aku pingsan yaitu ditempat kerjaku, aku tak merasakan adanya suhu tinggi dibadan ku, tetapi sekarang suhu badanku malah naik... Aku berfikir apa yang terjadi denganku, sementara itu Win sedang berada diluar rumah sakit untuk membeli makanan... dia sudah memberiku nomer telfonnya tetapi aku tidak ingin merepotkan Win dengan hal kecil seperti ini...
Aku berusaha membalikkan badan dan mengambil alat ukur suhu... singkat cerita aku berhasil mengambilnya.. aku mengukur suhu badanku ternyata suhunya lumayan tinggi yaitu 39,7°... aku mulai terbatuk sedikit... aku juga berfikir apa yang aku perbuat hingga aku diberi begitu banyak penderitaan seperti ini.. kenapa ini semua terjadi padaku..
DRRTT DRRTT DRRTT DRRTT DRRTT~ (telfon dari Van)
"Apa itu?.. hah si brengsek itu menelfonku?... ternyata dia masih peduli terhadap simpanannya... dasar lelaki bodoh..." Perkataanku didalam hati..
DISISI LAIN~
"Ayolah Lia!!... angkat telfon ku!!... aku takut sesuatu terjadi padamu!!... ayolah Lia! aku mohon!!..." Dengan perasaan khawatir setengah mati...
Pada saat itu Van sedang berada di hotel dan disebuah kamar yang disewanya untuk Lia selama seminggu... Dan Van melihat uang yang diatas mejanya hanya diambil selembar...
"Apa apaan ini!!.. Lia aku akan mencari mu!! aku tak mau kehilanganmu!! Lia tunggu aku!!" Memakai pakaian dan bersiap untuk mencari Lia...
Setelah hal itu Van memutuskan untuk melacak lokasi Lia dan Mengutus seseorang untuk mengikutinya dari belakang jika terjadi sesuatu padanya... Setelah Van tau Lia sedang berada di sebuah rumah sakit, kekhawatiran Van meningkat drastis...
***KEMBALI KE ***LIA******~
tok tok tok tok~~
"Lia aku pulang... Lia apakah ingin makan bersama ku?!... Lia sudah tidur??" Memegang makanan dan berjalan kearah Lia...
Saat itu Win melihatku memalingkan muka kearahnya... Tetapi pada saat dia membalikkan badanku dan melihat ekspresi muka ku dia sangat panik... muka ku memerah, air mataku menetes sedikit, dan penuh keringat... wajahku sangat pucat dan merah..
"Lia!! apa yang terjadi padamu!!... Lia!!" Perkataan Win sedang panik...
Win sangat panik pada saat itu... dia seperti kehilangan akal sehatnya untuk mengatasi ku... dia mengambil alat ukur panas dan mengukur suhu badanku dan dia membacanya 40,1° itulah panasku pada saat itu...
__ADS_1
"Lia!! bagaimana ini!.. apa yang terjadi dengan mu.. dokterrr!!!... kemarilah!!" Teriak Win karna panik...
Tidak lama setelahnya dokter datang dengan membawa pralatan lengkap... Dokter kembali mengukur panasku karna alat dokter sangat akurat... panasku adalah 40,1° ya panasku menetap... Dokter bilang jika aku tidak dirawat dengan benar benar baik maka resokonya akan semakin buruk kedepannya oleh karna itu dokter menyediakan perawat untuk merawatku tetapi harus membayarnya lagi..
"Tidak perlu!! aku bisa merawat diriku!!.. aku bisa pulang sekarang juga!.. aku tak perlu dirawat sebegitunya" Aku segah perkataan dokter kepada Win...
Dan setelah itu aku dibius obat penenang... aku merasa sedikit lebih tenang dari sebelumnya...
"Tidak apa apa dokter, dia tidak ingin dirawat oleh orang lain... aku akan merawatnya dengan intruksi mu.." Win berbicara kepada dokter...
"Baiklah jika begitu.. ini obat dan instruksi perawatannya.. kami akan mengirim makanan kesini setiap jam 7 pagi ok!.. baiklah permisi" Dokter itu berbicara berkemas dan pergi dari kamarku...
Tidak lama setelah itu~
BRUKK~
"Lia!! apa yang terjadi dengan mu!! kenapa kau tak mengangkat telfonku!!" Van datang dan berteriak kencang...
"Diamlah aku datang kesini untuk Lia... sedang apa kau disini Win?" Tanya Van kepada Win...
"Dia yang membawaku kesini dan dia juga yang merawatku! dan kau pergi dengan wanita lain... hei jaga lah tunanganmu! kau tak perlu mengunjungiku lagi!" Aku marah dan menangis membentak Van...
Setelah itu Van berlari kearahku dan dia memegang jidad ku..
"Lia kenapa badanmu panas sekali!... apa kau sedang sakit aku akan merawatmu sampai kau pulih kembali dan kita akan mendirikan rumah yang mewah dan megah untukmu!.." Kata Van kepadaku...
"Cukup Van!! jangan sentuh aku!!.. pulanglah dan jaga tunanganmu!! pergi Van!! pergi!!..." Bentakku kepada Van...
Saat itu Van tidak memperdulikan ucapanku dan dia bertanya kepada Win tentang apa yang terjadi denganku...
"Win!.. apa yang terjadi dengannya!?" Tanya Van seperti akrab dengan Win...
__ADS_1
"Lia bekerja di salah satu mini market ku... aku beru saja datang dan melihat dia terbaring dilantai dan teman temannya disana sangat panik.. oleh karna itu aku membawanya kesini" Jawab Win dengan ramah...
Setelah dialog tersebut Van banyak sekali bertanya tentang mengapa tidak mengangkat telfon mengapa hanya mengambil sangat sedikit uang yang ada di meja dan kenapa aku harus bekerja... Van menanyakan itu semua padaku...
"Lia!! jawablah aku!! aku ini pacarmu! kau seharusnya tak akan mengecewakanku.." Van bertanya kepadaku seperti memohon...
"Sudahlah Van!.. aku tidak ingin pacaran denganmu!.. aku hanya simpanan mu aku tak ingin dijadikan simpanan olehmu!!... sekarang pulang lah dan jagalah calon mu tuan De!!" Jawabku dan aku kembali membentaknya!!
Van bertanya kembali padaku... Tentang ada apa denganku! kenapa sifatku ke dia berubah total dan dia menuduh Win gang menghasutku...
"Van hentikan!!.. Aku tau sebenarnya kau tak keluar kota hari itu!!.. aku tahu semuanya Van!.. kau pergi ke bar keluarga Mu dan kau duduk bersebalahan dengan wanita yang sangat cantik dan bodynya lebih bagus dariku!!.. dan juga beritamu dengannya sudah tersebar kemana mana!.. itu adalah calon ibu dari anakmu!!.. kau jagalah dia dan jangan pernah muncul dihadapanku lagi tuan De!!.." Bentakku kepada Van...
"Lia!! aku tak ingin bersamanya!! aku ingin kau yang menjadi calon ibu dari anakku Lia!!... kumohon aku tidak mencintainya.. ini bukan keinginanku! ini adalah keinginan orang tuaku Lia!.. aku mohon!!... aku ingin menikahimu!!" Jawabnya sambil menatap muka ku...
Saat perdebatan itu berlangsung, Win sesegera mungkin mengambil tindakan untuk meleraikan kami...
"Hei Van!.. sepertinya Lia sangat membencimu!.. aku tidak bermaksut ikut campur dalam urusan kalian.. tetapi aku hanya menghawatirkan kesehatan kariawanku.. dengarkan katanya dan kau pulanglah... aku akan menjaga dan merawatnya dengan baik! jangan khawatirkan dia" Tegur Win kepada Van...
"Baiklah!!.. seharusnya kau tau apa yang lakukan kepada Lia!.. jangan macam macam kepadanya!... Jaga dia baik baik!!" Van memakai jaznya dan pergi dari kamarku...
Setelah saat itu aku menangis sekencang kencangnya... aku berteriak.... air mataku mengalir sangat banyak dan air itu sangat panas.... Win menutup pintu kamarnya dan berjalan kearahku... dia memelukku....
"Lia... sudahlah tidak apa apa... sekarang kau akan aman... aku akan menjagamu.. kau adalah kariawanku!.. teman temanmu sangat menghawatirkan kesehatanmu sekarang.. jangan memikirkan hal ini lagi karna akan berpengaruh pada kesehatanmu.." Win berkata padaku sangat ramah...
"Ya~ ya aku tak akan memikirkannya" Sambil tersedu dan menenangkan diri sendiri...
"Baiklah... sekarang kau akan tidur... apakah kau ingin makan bersamaku?... aku akan menyuapimu... jika tidak.. tenangkan dirimu dan tidurlah Lia temanmu sedang menunggumu untuk pulih" Win berkata ramah sambil memegang tanganku...
Malam itu sudah berlalu, akhirnya aku tertidur nyenyak... Dalam hati aku mengucapkan trimakasih untuk Win...
DISISI LAIN~
__ADS_1
"Lia!... aku akan berusaha mendapatkan mu kembali.. aku sangat ingin bersama mu bukan bersama Mey! Lia tunggulah aku" Perkataan Van menuju keluar dari rumah sakit...