Gadis bercadar penaklu hati CEO arrogant

Gadis bercadar penaklu hati CEO arrogant
Terpaksa


__ADS_3

Setelah Syifa Dan fatmah, Rendi Dan Farhan berpelukan Lalu Fahmi menyalimi kedua orang tua fatimah


"MasyaAllah gantengnya kamu nak fahmi" puji fatmah disela fahmi membungkukkan badannya mencium punggung tangannya


"Tante juga cantik"jawab fahmi terpaksa, fahmi terpaksa baik dihadapan kedua orang tua fatimah , karna mama Dan papanya yang memintanya


"Ah bisa aja kamu nak Fahmi "Oh Yaa silahkan duduk dlu mbak, pak Farhan Dan nak fahmi" Pinta fatmah kepada keluarga izkandar untuk duduk dikursi sederhana diruang tamu rumah mereka itu


Dan kini Semua orang sudah duduk dikursi mereka masing-masing Farhan bersebelahan dengan Syifa istrinya, Rendi bersebelahan dengan fatmah istrinya Dan Fahmi duduk sendiri dikursi nya


"Bagaimana mbak fatmah, fatimahnya setuju dengan perjodohan ini " Tanya Syifa kepada fatmah bundnya fatimah


"Ah tentu saja mbak, fatimah anak kami setuju untuk menikah dengan nak fahmi"jawab fatmah dengan senyuman


"Oh jadi wanita itu benar-benar setuju menikah denganku, tanpa melihat dgn mengenal siapa Fahmi izkandar yang sebenarnya" Batin fahmi seraya senyum sinisnya


" Bagaimana dengan Fahmi sendiri apakah setuju dengan pernikahan ini "Tanya Rendi melihat kearah Fahmi yang diam dari tadi


" Terpaksa"Ketus Fahmi dengan entengnya

__ADS_1


Seketika Mata keempat orang yang sudah mulai menua itu membelalakan matanya masing-masing


"Terpaksa? " Tanya Rendi "Apa Kau terpaksa ingin menikah dengan putri kami" Tanya Rendi lagi


"Ah tidak omm bukan begitu,tadi Fahmi sedang memikirkan klien Dan perusahan Fahmi yang ku titipkan pada Khan" Tegas Fahmi Berbohong tetapi berusaha meyakinkan itu kebenarannya


"Apa yang Kamu pikirkan memang nya sehingga kamu mengatakan kata terpaksa itu" Tanya Rendi lagi yang sedikit penasaran


"Itu om aku memikirkan, jika nanti seandainya aku sudah kembali keperusahan, Lalu klien bertanya kenapa Khan yang mengurus meeting beberapa hari ini selama kami berada disini , jadi makanya aku Bilang terpaksa tadi om, karna dipikiran aku, aku juga harus menjawab pertanyaan klien itu Terpaksa menyuruh khan yang menggantikanku " Jelas fahmi dengan nada suara pelan Dan meyakinkan


Sedangkan Farhan Dan Syifa hanya diam mendengar penjelsan putra mereka, fahmi sangat pandai berbohong


"Oh begitu, ternyata kamu sedang memikirkan pekerjaan mu ya" Ujar Rendi sambil menganguk-ngangukkan kepala nya


"Iya om " jawab Fahmi dgn senyum kecilnya


"Baik lah tidak perlu lama-lama lagi, Aku Akan memanggil Fatimah dulu kekamarnya"ujar Fatmah


"Ah Iya mbak silahkan panggil Fatimahnya" Jawab Syifa dengan penuh semangat

__ADS_1


"Iya tunggu dlu ya" ujar fatmah lalu beranjak dari duduknya Dan langsung berjalan kekamar Fatimah


Sementara fatimah yang sedang berada dikamar merasa gugup dan takut


Fatimah sedang duduk dikursi didepan cermin besar dikamarnya


Fatimah tidak menggunakan cadar ia hanya mengenakan jilbab


"Ya Allah apakah laki-laki itu akan menerimaku"ucapnya


" Aku belum pernah bertemu dengan nya dan tidak tau bagaimana sifat dan sikap laki-laki itu, tapi kuharap ia laki-laki yang baik"


"Tapi entah kenapa Aku merasa sangat gugup untuk bertemu dengannya"


"Atau karna ini untuk yang pertama kalinya?, ah iya mungkin karna ini untuk yang pertama kalinya Aku bertemu dengan laki-laki yang tak pernah ku temui sebelumnya" ucapnya lagi


"Allahumma inni asaluka nafsan buka muthmainnah, tu'minu biliqoika wa tardho bi qodho wataqna'u bi'athoika"ucap fatimah seraya memandangi wajahnya sendiri dari pantulan cermin


Fatimah menghembuskan nafas lalu memasang cadarnya

__ADS_1


__ADS_2