
Bab 7 judul cerita Khan part 2
"Katakan saja Khan semua yang mu tau ttg Melisya" ujar Fahmi yang penasaran dgn informasi yang diketahui Sekretarisnya itu
"Baiklah tuan"jawab Khan
"Oh iya tuan hari ini ada meeting? "
"Tidak, hari ini tidak ada meeting, kenapa emangnya " tanya Fahmi jujur
"Kalau tidak ada meeting berarti kita tidak perlu mempercepat perjalanan gk papa lama, biar bisa menceritakan semuanya pada tuan muda" ujar Khan
"Em ya baiklah "jawab fahmi
"Yang pertama kali aku curiga pada nona Melisya pada saat nona menelpon
Seseorang dan saya mendengar kalau nona Melisya mengatakan *Sayang tunggu saja ditempat biasa*dari disitulah saya mulai menyelidiki nona Melisya
Dan benar saja nona Melisya menemui laki-laki itu dicafe xxx mereka memesan makanan dan makan bersama bahkan sesekali mereka saling suapi makan dari situ saya mulai curiga pada Nona Melisya dan setelah itu saya slalu mengawasinya
Saya pikir waktu itu ingin memberi tau tuan muda tapi saya blm yakin untuk memberi tau tuan dan memilih menutupinya"
"Emm lalu" ujar fahmi yang teliti mendengarkan setiap kata keluar dri mulut Khan
__ADS_1
"Lalu, tuan ingat waktu tuan minta ditemani makan siang pada nona Melisya dan tiba-tiba ia pergi meninggalkan tuan muda? "
"Oh iya ingat, lalu apa yg terjadi " tanya fahmi, memang benar ia ingat kejadian itu
"Lalu disaat nona Melisya pergi, disaat itu juga kan saya pamit pada tuan muda bahwa saya ada urusan "
"Emmm lalu? "Tanya fahmi
"Lalu saya mengikuti Nona Melisya benar saja ia makan siang dgn laki-laki itu lagi, tapi saya tidak bisa mendengar apa yg mereka bicarakan dan bahkan saya tidak bisa lama-lama meninggalkan tuan muda jadi saya kembali keperusahaan"
"Lalu pas saya ingin pulang tak sengaja saya melihat mobil nona Melisya behenti dihotel dan saya mengikutinya masuk kedalam hotel melihat nona Melisya berpelukan dgn laki-laki itu lagi dan mereka masuk kekamar hotel mereka hanya berdua "
"Oh jadi yang mu lihat ia di hotel itu bukan yg pertama kalinya " tanya fahmi
Lanjut
"Tuan ingat juga waktu nona Melisya sedang di dalam ruangan tuan muda dan tiba-tiba ponselnya berdering ada seseorang yang menelponnya? "
"Iya ingat, waktu papanya meminjam uangkukan? " tanya fahmi
"Bukan tuan, tuan salah
Waktu nona Melisya pergi untuk menjawab panggilan itu saya mengiringinya dan mendengarkan pembicaraan mereka nona Melisya bilang seperti ini *Iya sayang sabar aku ini lagi mencari cara untuk meyakinkan Fahmi untuk meminjamkan ku uang, kau sabar ya sayang, baiklah daa I love you "
__ADS_1
"Makanya tuan waktu itu aku bilang tidak usah meminjamkan uang pada nona Melisya tapi tuan bilang *sudah lah Khan kau tidak perlu ikut campur urusan ku, lagian ini uang ku bukan uangmu terserah ingin ku berikan pada siapa *"
"Khan kau tau uang itu untuk siapa? "
"Iya tuan pas saya cek ke bank, ternyata uang itu ditransfer kepada laki-laki itu karna ingin pergi keluar negri" jawab Khan
"Astaga Melisya ternyata kau benar-benar membohongiku"Lirih fahmi yg kesal
" apa hanya disitu yang kau tau Khan "tanya fahmi
" tidak tuan masih ada beberapa hal "jawab Khan
" ya udh ayo katakan lagi "tegas fahmi
" Apa yakin tuan mau tau "
"Ya tentu saja yakin"
"Baiklah tuan kita lanjut didalam ruangan tuan karna kita telah sampai di perusahaan
" em" jawab fahmi
Merekapun masuk kedalam kantor dan disapa olh para karyawan, dan semua karyawan membungkukkan badan ketika fahmi dan Khan lewat.
__ADS_1