
Dikediaman izkandar syifa dan farhan sedang duduk dimeja makan menunggu fahmi turun dari kamarnya
Setelah menunggu beberapa menit fahmi pun turun dgn penampilan yang sudah rapi dan tas di tangganya
"Iz Ayo sini sarapan dlu" ujar syifa yang mengajak putranya untuk sarapan
*Izham pun Berjalan kemeja makan dan duduk di kursinya
*Menyiapkan sarapan untuk putranya mengoleskan coklat pada roti
"Ini iz" Menyodorkan piring yang sudah berisi 2buah roti
*Mengambil piring yang berisi 2buah roti dan mulai memakannya
"Iz besok kita kerumah Fatimah ya kita langsung lamar" ujar farhan
*Uhukkk uhukkk
"Ini iz minum susunya dlu" Syifa menyodorkan segelas susu kepada putranya karna putranya keselek gara-gara mendengar ucapan suaminya
*meminum susunya
"Paa kenapa secepat itu"
"Kan sudah bulan 5Hari
Fatimah juga sudah dirumahnya" Ujar farhan dengan santai dgn memasukan totinya kedalam mulut
"Tapi paa itu kan terlalu cepat " jawab fahmi yang tidak setuju
"Tidak jga iz"jawab farhan singkat
"Iya deh paa terserah" pasrah
*Lajut Memakan rotinya dgn kesal
"Iz makannya pelan-pelan" ujar syifa yang melihat putranya makan dgn cepat karna ia sedang kesal
__ADS_1
"Emm"
*Selesai makan
"Maa paa Iz berangkat dlu ya" Ujar fahmi pada kedua orang tuanya
"Iya iz, hati hati dijalan" Jawab syifa
"Paa , papa hari ini gk kekantor kan? "
"Iya mama gk, emang knp? "Jawab farhan
" Gimana kalo kita ke mall beli beberapa barang buat calon menantu kita untuk pernikahannya"ujar syifa
"emm blh juga, maa ayo siap siap "
"Iya paa ayo "jawab syifa
Didalam perjalanan menuju kantornya fahmi terlihat sangat kesal
" Khan gimna aku gk kesal besok aku harus menemui wanita itu dan harus melamarnya "jawab fahmi
" Emm emang tuan belum siap? "
"Kau ini sangat bodoh ya Khan, ya sudah pastilah aku tidak siap bahkan aku belum memikirkan untuk menikah hatiku saja masih pada Melisya" jawab fahmi dgn kesal
"Tuan boleh kah aku mengatakan sesuatu? "
"Em katakan"
"T-tapi tuan janji jangan marah apa lagi memukul ku oke"
"Iya iya Khan gk mukul palingan membunuhmu"
"Ya sudah lah tuan muda tidak jadi kalo gitu "
"Khan! Jangan sampai tanganku ini melayang dipipimu itu " jawab fahmi yang mulai emosi
__ADS_1
"Okey tapi tuan muda janji jangan marah dan tetap tenang "
"Astaga Khan cepat katakan " menggertakan giginya
"Tuan tau tidak "
"Astaga Khan kau ini, sudah jelas aku mau tau darimu malah nanya balik,ya sudah pastilah aku gk tau "
*Menyentil telinga Khan
"Auuu tuan muda sakit, tuan
Kan saya blm selesai berbicaranya sudah tuan jawab, yang salah tuan sendiri bukan saya ,tuan muda yang tak sabaran "
*mengelus-ngelus telinganya
" Tuan. dlu pas tuan muda masih berpacaran dengan nona Melisya saya pernah mengikuti nona pergi ke hotel ia bertemu dengan laki-laki yang tampan dan memeluk laki-laki itu dan mereka pergi kedalam kamar mereka hanya berdua " ujar Khan
Fahmi hanya terdiam dan sesak didada
"Hanya itu? "Jawab fahmi
" tidak tuan, masih banyak lagi yang kulihat tapi aku tak berani memberi tau tuan muda karna disaat itu tuan muda sedang gila"ujar Khan
"Apa kau bilang!!!!!! "
"Iya tuan benar saya memang banyak melihat kelakuan nona Melisya yang tidak tuan ketahui "
"Bukan itu maksudku! Kau bilang aku tadi gila hah " jawab fahmi dengan nada tinggi membuat telinga Khan sedikit sakit
"Aduh tuan kecilkan nada suara anda bisa hancur telingga saya, iya maaf tuan maksud saya tuan sedang gila karna sedang jatuh cinta pada nona Melisya" tegaskan
"Baguslah jawabanmu kali ini meloloskan mu dari hukuman " ujar fahmi
"Tuan maafkan aku sebelumnya tidak memberi tau tuan tentang ini karna saya takut tuan marah besar dan kecewa, saya juga binggung mau mengatakannya atau tidak pada anda tapi mungkin sekarang lah waktunya aku mengatakan semua yang ku selidiki ttg nona Melisya" ujar Khan
"Katakan saja Khan semua yang mu tau ttg Melisya"
__ADS_1