
"Allhamdulilah anak mama"
*senyum dan Mencium puncak kepala anaknya itu
*terkejut
"Maa? " ujar fahmi
"Iya kenapa iz"
"Mama barusan nyium izham? "Tanyanya tidak percaya setelah sekian lama ia mendapat ciuman dari sang ibu
Bukan kenapa syifa juga menahan itu agar fahmi sadar karna fahmi berubah total dari fahmi yang dulu
Fahmi yang dlu sangat sholeh namun sekarang fahmi sudh berubah Sholat pun jarang yg membuat orang tuanya kecewa
" iya mama nyium iz tadi, kenapa iz gk suka mama cium lagi? "
"Izham sangat merindukan ciuman mama"*Mencium puncak kepala mamanya
[Mama bisa saja memanjakan mu seperti tapi kau harus berubah menjadi izham mama kecil dlu]Batinnya
" Maa"ucap fahmi
"Iya, kenapa iz? "
"Boleh iz tidur dipangkuan mama? " Melihat wajah mamanya penuh harap
"Emm, boleh gk ya 🙄? "
"Ayolah maa boleh ya" Bujuknya pada ibunya dgn bibir melengkung kebawah
"Iya deh bolehin aja, soalnya anak mama ini akan segera menikah "ucap syifa
Fahmi pun berbaring dipangkuan mamanya
__ADS_1
Namun dgn raut muka marah karna mamanya tdi membahas pernikahannya
****
" 📞 Assalamuallaikum Bunda" ujar Fatimah didalam panggilannya
"Waalaikumsalam Raa " jawab Fatimah
"Bunda apa kabar? "
"Alhamdulillah, Zahra sendiri apa kabar? "
"Alhamdulillah, juga bun"jawab Fatimah
Zahra adalah panggilan Fatimah (Fatimah azzahra)
Jadi Zahra nya yg diambil
" Assalamualaikum Zahra "ucap Rendi
" waalaikumsalam ayah, ayah apa kabar? "
"Tentu saja ayah, ayah mau ngomong apa? " jawab Fatimah yang binggung apa yang mau diomongkan oleh ayahnya
"Fatimah maaf sebelumnya mungkin kamu tidak akan kuliah kemadinah menyusul kakakmu"Ujar Rendi yang sedikit sedih karna berkulian di Madinah adalah impian Fatimah dari kecil
"Kenapa yah, kok gk jadi?ada yg slh sama Zahra ya?" Tanya Fatimah pemasaran karna tiba-tiba ia tak diizinkan berkuliah kemadinah sedang orang tuanya tau ia sangat ingin berkuliah di Madinah bersama sang kakak
"Tidak raa bukan seperti itu, tapi kamu akan menikah" ujar Rendi
"Zahra akan menikah yah? " Tanya zahra yang tidak menyangka ia akan menikah sedangkan ia tidak pernah dekat dgn laki-laki
"Iya raa, kamu akan menikah"
......
__ADS_1
"Zahra, kamu mau kan nak? "
"Iya yah insyaallah Zahra mau" jawab Zahra sedikit kecewa
"Alhamdulillah, nak ayah tutup dlu ya telponnya 2hari lagi kamu luluskan Ayah dan bunda akan ke pesantren menjemputmu
" baiklah ayah, Assalamualaikum "
"Waalaikumsalam, nak" jawab Rendi
Tuttt 📞
Huh *Mendengus kasar
Ternyata Fatimah akan menikah dan bukan berkuliah
Fatimah sangat ingin menjadi ustazah dan mengajarkan sedikit ilmu yang Fatimah punya
tapi ya sudahlah jika ini sudah takdir Fatimah, Fatimah akan menerimanya *Lirihnya
tapi Fatimah akan menikah dgn siapa? siapa yang akan menjadi suami Fatimah?
Ayah tidak pernah mengatakan ada laki-laki yang akan melamar Fatimah
lalu siapa laki-laki itu? tapi tidak mungkin laki-laki itu tidak mengenal Fatimah, laki-laki itu pasti mengenal Fatimah, tapi siapa?
*Tanya Fatimah kepada dirinya sendiri
"Fatimah, Sudah dipanggil ustazah untuk masuk" Teriak salah satu santriwati
"Baiklah Fatimah akan segala masuk " Jawab Fatimah yang bergegas masuk
*****
"Ayah apakah Fatimah tidak akan marah dengan pernikahan yang mendadak ini? " Tanya fatmah kepada sang suami yang sedikit mencemaskan Fatimah
__ADS_1
"InsyaAllah bun anak kita tidak akan marah, lagipula ia mungkin ingat dgn fahmi, bukankan 3tahun yang lalu kita menceritakan kisahnya dgn fahmi dimasa kecil mereka"
"jga juga sih, semoga Fatimah dan fahmi akan bahagia selamanya " Ucap fatmah dgn mata berkaca-kaca