Gadis Buta Tersayang

Gadis Buta Tersayang
Bab 11. Diomongin


__ADS_3

Gue sama Freya masih menikmati bakso yang enak dan lezat itu, gue juga terus lihatin wajahnya dan gue bisa tahu kalau Freya suka banget sama bakso ini. Gue pun tersenyum, gak tahu kenapa lihat wajah Freya aja udah bikin hati gue ngerasa nyaman dan seakan tak bisa berpaling.


Selama makan, gue emang lebih banyak diam karena gue gak mau mengganggu selera makan Freya. Apalagi terlihat kalau Freya sangat menikmati bakso itu, gue pun juga gak tega buat ganggu dia. Tapi, tiba-tiba aja dia noleh ke gue seolah hendak bicara.


"Ada apa Freya? Baksonya enak kan? Atau kepedesan?" tanya gue coba menebak apa yang hendak dia katakan.


"Gak kok, ini enak banget dan pas. Tadi kamu juga gak taruh sambal kan?" jawabnya.


"Enggak lah sayang, gue kan ikutin mau lu tadi. Lagian kenapa sih lu gak suka pedas? Takut sakit perut?" ucap gue.


"Bukan gitu, tapi setiap makan pedas aku selalu ngerasa sakit perut setelahnya. Makanya aku gak mau lagi deh makan pedas," jelasnya.


"Pantesan, yaudah gapapa yang penting baksonya tetap enak walau gak pedas," ucap gue.


Freya hanya mengangguk dan kembali melanjutkan memakan baksonya, dia mungkin lupa dengan alasan dia melihat ke arah gue tadi. Karena gue juga penasaran, yaudah gue tarik aja lagi dagu dia supaya menghadap ke wajah gue. Dia kelihatan bingung dan mengernyitkan dahinya.


"Kenapa Razza? Kamu gak habisin baksonya?" tanya Freya pelan.


"Lo tadi kan ngeliat ke gue, lu mau ngapain Freya? Masa tiba-tiba balik lagi sebelum bicara?" ujar gue coba mengingatkan gadis itu.


"Oh iya, tadi itu aku mau bilang makasih aja karena kamu udah ajakin aku makan disini," ucapnya.


Gue kecewa mendengarnya, gue pikir dia mau ngomong kalau dia pengen jadi pacar gue gitu kan. Eh ternyata malah cuma mau bilang makasih, tapi gapapa deh mungkin emang belum waktunya. Yaudah gue langsung lepasin dah tuh dagunya, supaya dia bisa lanjut makan lagi.


"Oh cuma itu, sorry ya kalau gue jadi ganggu lu makan. Sekarang lu bisa lanjut makan kok sampai habis, dipuasin ya!" ucap gue sambil senyum.


"Gapapa, emangnya kamu mikir aku mau ngomong apa tadi?" tanyanya.


"Eee ya gak tahu, gue kan penasaran makanya gue minta lu buat ngomong. Sekarang karena lu udah ngomong, ya gue jadi gak penasaran lagi," jelas gue.

__ADS_1


"Sebenarnya ada hal lain yang aku juga mau omongin ke kamu Razza," ucapnya yang justru kembali membuat gue penasaran.


"Apa tuh?" tanya gue.


"Aku cuma mau minta ke kamu buat enggak terlalu deketin aku terus, soalnya aku gak mau ngerepotin kamu Razza," jawab Freya.


Gue tersenyum saja mendengarnya, dia pun kelihatan bingung karena gue gak merespon perkataannya tadi.


"Kamu kenapa malah diam? Gak suka ya aku bilang kayak gitu?" tanya Freya.


"Bukan, tapi gue gak pengen turutin kemauan lu. Pokoknya gue bakal terus ada di dekat lu dan bantu lu sebisa gue, jangan pernah lu halangin gue buat lakuin itu ya!" jawab gue.


"Ta-tapi..."


"Gak ada tapi tapian, lu nurut aja sama gue dan jangan bantah!" sela gue.


Freya menggeleng dan akhirnya pasrah dengan perkataan gue, ini yang gue suka dari dia karena dia lebih gampang buat dikasih tahu. Meskipun dia sempat membantah tadi, tapi sekarang dia udah mau nurut sama gue.


"Bisa dong, emang gue kan udah jadi mata buat lu. Gue akan terus ada di dekat lu Freya," ucap gue.


Freya tersenyum, lalu tiba-tiba gue mendengar samar-samar ucapan orang di belakang kita. Mereka membicarakan tentang hubungan gue sama Freya, yang sepertinya berhasil membuat Freya merasa galau.


"Eh eh, kok mau ya itu cowok pacaran sama cewek buta? Kalau gue sih ogah ya, males banget masa harus selalu kasih tau ini itu yang jelas bikin ribet!"


"Iya bro, yang ada cuma nyusahin kita sebagai cowok. Bisa-bisanya ada yang pacaran sama cewek buta."


Begitulah suara yang terdengar di telinga gue, dan sepertinya Freya juga mendengarnya. Terlihat dari ekspresi dia yang langsung murung dan menunduk, bahkan baksonya sampai tidak dimakan. Sontak gue langsung emosi, gue menoleh ke belakang bermaksud menegur dua pria yang tadi membicarakan gue.


"Heh! Kalian bisa gak gausah ikut campur urusan orang?!" ucap gue tegas.

__ADS_1


Kedua pria itu pun terdiam tak berani menatap gue, Freya yang tadi murung kini bangkit menahan gue supaya gak emosi ke mereka. Freya memegangi tangan gue dan membujuk gue, karena gue terkesima sama pegangan tangan Freya, yaudah deh gue nurut aja dan gak marahin cowok-cowok sialan itu lagi.


"Lo kenapa sih malah belain mereka? Gue gak terima lu dihina kayak gitu, cewek buta tuh gak serendah itu Freya. Harusnya lu biarin gue hajar mereka!" ucap gue.


"Jangan Razza! Kamu harus bisa tahan emosi, ini kan tempat umum. Kalau kamu masih begitu, aku pergi nih dari sini," ucapnya.


"Eh eh, iya Freya gue nurut deh sama lu. Please jangan pergi! Kalau lu pergi, hidup gue nanti jadi murung lagi seperti sebelumnya. Kan lu itu penyemangat gue tau," ucap gue.


"Yaudah, kamu lupain aja perkataan mereka tadi ya? Mending kita fokus makan sekarang," pinta Freya.


"Iya Freya, lu mau gue suapin gak? Biar rasanya lebih enak gitu," ucap gue memberanikan diri.


Dia tersenyum manis, tapi sedetik kemudian gue lihat dia menggeleng dan malah memalingkan wajahnya ke samping. Gue pun menatap heran, tak lama kemudian dia berbicara kalau dia menolak usulan gue buat suapin dia. Oh tentu saja gue sedih banget saat itu.


"Eh kamu kok jadi diam aja? A-aku salah bicara ya Razza?" ucap Freya merasa bersalah.


Gue senang dia bicara kayak gitu, itu artinya dia perduli sama gue. Langsung aja gue pegang lagi tangan dia dan saat itu juga dia terkejut, gue bisa rasain kagetnya dia sewaktu gue pegang tangan dia yang halus itu.


"Gue cuma agak kecewa aja, soalnya lu gak mau gue suapin. Ya tapi gue gak masalah sih, gue juga gak mau maksa lu," ucap gue.


"Beneran nih kamu gapapa? Aku bukannya gak mau, tapi aku malu aja kalau disuapin sama kamu. Apalagi disini kan rame banget pasti, nanti yang ada kita diobrolin lagi," ucapnya.


"Yaudah, kita gausah bahas itu lagi. Maaf ya kalau gue tadi agak ngada-ngada," ucap gue.


"Kamu gak salah kok, wajar aja kalau kamu pengen suapin aku. Justru aku yang harus minta maaf karena gak mau disuapin sama kamu," ucapnya.


"Gak gak, lu gak salah Freya. Udah ya kita lanjut aja makannya?" ucap gue.


Dia mengangguk, kami pun kembali memakan bakso itu sampai habis. Perasaan gue senang banget kali ini, karena gue bisa makan berdua sama Freya dan ditambah gadis itu juga kelihatan manis banget saat ini.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2