
Freya POV
Aku benar-benar canggung saat Razza menawarkan diri untuk membantuku berjalan dan menggantikan peran tongka milikku, dia bilang akan menjadi mata buatku supaya aku tidak kesusahan lagi. Awalnya aku ragu, tapi lambat laun aku mulai percaya padanya kalau dia benar-benar tulus membantuku.
Sepanjang jalan dia selalu menuntunku dengan berhati-hati, aku sama sekali tak menyangka kalau Razza yang sebelumnya aku kira orang jahat ternyata bisa jadi sebaik ini. Dia bahkan sudah dua kali membantuku setelah kemarin dia sempat melawan preman yang ingin mengambil tasku.
Saat sampai di rumah, aku langsung mengajaknya masuk ke dalam dan menemui ibu di meja makan. Meski tak bisa melihat, tapi aku tahu bahwa disana sudah terdapat banyak makanan, sebab aku dapat mencium aroma masakan ibuku. Aku pun tidak tahan lagi untuk memakan masakan ibu saat ini.
Kami akhirnya mulai makan siang bersama, aku meminta juga pada Razza untuk tidak perlu sungkan dan memakan apapun yang dia mau. Oh ya, aku memang biasanya makan dibantu sama ibu karena aku masih kesulitan makan sendiri dalam keadaan seperti ini, walau sudah lama juga aku mengalami kebutaan di mataku.
Setelah selesai makan, aku dengar Razza pamit pada ibu dan juga aku. Dia bilang kalau dia mau pulang karena hari sudah sore, entah kenapa aku merasa sedih mendengar dia ingin pulang. Padahal lelaki itu bukan siapa-siapa aku, apa mulai saat ini aku sudah merasakan jatuh cinta sama dia?
Kini tinggal aku berdua dengan ibu, dapat kurasakan ibu mendekat dan meraih satu tanganku untuk digenggam. Kalau sudah seperti ini, aku yakin pasti ada sesuatu penting yang hendak dibicarakan olehnya padaku. Benar saja, sedetik kemudian dia pun mulai berbicara.
"Freya, kamu itu sebenarnya sama nak Razza ada hubungan apa? Kok dia jadi makin sering main kesini sama kamu lagi?" tanya ibu penasaran.
"Eee kita gak ada hubungan apa-apa kok Bu, tadi aku gak sengaja aja ketemu sama dia di jalan terus dia mau bantu aku buat pulang ke rumah. Emang kenapa ya Bu?" jawabku dengan jujur.
"Gapapa sih, ibu cuma ngerasa kayaknya nak Razza itu ada rasa deh sama kamu," ucap ibu.
"Apa sih Bu? Ya mana mungkin Razza punya rasa sama aku? Ngaco aja deh ibu," ucapku sedikit terkekeh.
"Kata siapa gak mungkin? Ibu bisa rasain kok tiap kali dia tatap kamu, tatapannya itu beda banget sayang," ucap ibu penuh keyakinan.
__ADS_1
"Aku gak tahu sih Bu, aku kan gak bisa lihat waktu dia tatap aku," ucapku.
"Maka dari itu, kamu percaya aja sama ibu. Ibu ini kan udah berpengalaman tentang percintaan sayang, jadi ibu tau yang mana tatapan cinta dan yang mana tatapan biasa," ucap ibu.
"Iya ibu, terus aku harus gimana kalau emang Razza suka sama aku? Apa aku harus balas perasaan Razza gitu Bu?" tanyaku bingung.
"Ya tergantung kamu lah sayang, kamu suka juga apa enggak sama nak Razza? Kalau kamu emang suka, yaudah kamu balas perasaan dia. Tapi kalau enggak, kamu bersikap biasa aja," jawab ibu.
"Dari awal juga aku biasa aja kok Bu," ucapku.
Ibu merangkul ku, dapat kurasakan kehangatan saat bersamanya seperti ini. Ibu juga membisikkan kata-kata yang membuatku menjadi berpikir panjang mengenai Razza, ibu mengatakan jika tidak semua kebaikan yang dilakukan oleh lelaki itu benar-benar tulus sebab kebanyakan dari mereka hanya mengincar sesuatu yang mereka inginkan.
Freya POV end
•
•
Mungkin emang ini rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama, gue jadi sulit buat lupain wajah si Freya yang cantik itu. Meskipun dia buta, gue tetap merasa Freya cocok buat jadi ibu dari anak-anak gue nantinya. Huh andai aja gue bisa nikah sama Freya dengan segera dan bikin banyak anak, pasti seru.
Tak lama, terdengar suara pintu kamar gue diketuk. Saat itu gue baru selesai mandi dan lagi berpakaian, yaudah gue tunda aja dulu make bajunya karena gue paling malas kalau udah ada yang ketuk-ketuk pintu kamar gue kayak gini. Gue buka dah tuh pintu, eh ternyata yang ada di luar itu si Syifa, adik gue yang masih SMP terus nyebelin.
Gue tatap dia dengan jengkel, dan dia sendiri juga terkaget-kaget melihat kondisi gue yang telanjang dada. Gue gak perduli, toh salah dia juga yang main ketuk pintu aja dan gak mau berhenti. Gue paksa dia buat ngomong, akhirnya dia bilang kalau dia cuma mau pinjam laptop gue buat ngerjain tugas. Gue kasih aja dah biar gak ribet, ya semoga dia gak lihat banyak video begituan di laptop gue.
__ADS_1
"Ini laptopnya, kamu jangan buka yang lain-lain ya!" ucap gue memperingatinya seraya memberikan laptop itu ke Syifa.
Syifa manggut-manggut sambil senyum, gue akui senyumnya sedikit manis dan mirip sama Freya. Ya walau tetap masih lebih manis Freya, apalagi Freya kan gak nyebelin kayak dia. Untungnya dia adik gue, jadi gue masih bisa sabar buat enggak pukul dia atau kurung dia di kamar mandi.
Selang beberapa lama, gue dengar dia jerit di kamarnya lumayan keras. Sontak gue penasaran dan langsung bangkit dari sofa tempat gue duduk sambil nonton tv, gue bergegas ke kamarnya untuk ngecek kondisi adik gue. Dia keluar dengan wajah jengkel dan menatap gue tak suka.
"Ada apa sih?" tanya gue dengan heran, dan dia malah mukul-mukul tubuh gue.
"Heh, lu kenapa sih bocah?! Gak jelas banget, ditanya malah ngamuk-ngamuk kagak jelas. Dasar aneh!" gue kesal dan mencengkram dua tangan adik gue itu sampai dia merengek kesakitan.
"Ish, sakit kak lepas!" pintanya.
Gue pun melepasnya, lalu dia menjelaskan kenapa dia marah-marah sama gue. Ya ternyata dia kaget karena wallpaper laptop gue itu gambar cewek seksi yang dadanya gede dan menyembul keluar, gue kira dia udah lihat video anu di laptop gue ternyata baru wallpaper aja udah syok.
"Oalah karena itu toh? Kamu gausah lebay deh, itu wajar tau buat seorang lelaki. Lagian kamu emang mau lihatin wallpaper terus apa?" ucap gue.
"Enggak sih, tapi tetap aja aku jadi ternodai gara-gara kakak. Pokoknya aku bakal laporin kakak ke papa sama mama!" dia mengancam ku.
"Yaudah, sekarang balikin laptop kakak dan kakak gak akan pinjamin lagi ke kamu!" ucap gue.
"Eh eh, enggak kak enggak gak jadi dilaporin deh. Aku ke dalam dulu ya lanjut buat tugas?" udah gue duga dia gak berani buat laporin gue.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...