Gadis Buta Tersayang

Gadis Buta Tersayang
Bab 7. Suka sama lu


__ADS_3

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya yang kita tunggu-tunggu pun tiba. Freya muncul dengan suara tongkatnya yang khas di telinga gue, gue pun tersenyum ke arahnya dan reflek melangkah mendekati gadis itu. Gue lihat Royyan sama Bobi juga ngikutin dari belakang sambil kebingungan.


"Hai Freya!" gue sapa aja tuh cewek sambil berdiri di depannya.


"Hah kamu siapa??" Freya kelihatan banget kagetnya sewaktu gue sapa dia dan berhenti di depannya, walau dia gak lihat tapi pasti dia tahu kalau ada orang di hadapannya saat ini.


"Gue Razza, yang kemarin loh. Masa lu udah lupa aja sama suara gue?" ucap gue.


"Ohh, jadi kamu Razza? Maaf ya, aku belum bisa kenalin suara kamu. Soalnya kita kan baru ketemu satu kali," ucapnya sambil tersenyum.


Lagi-lagi gue terpesona sama senyuman cewek ini, dan gue yakin Bobi sama Royyan juga suka banget ngeliat senyuman Freya.


"Gapapa Freya, yang penting sekarang lu udah tau yang ada disini tuh gue," ucap gue pede.


"Ah iya, terus kamu mau apa cegat aku?" tanyanya terlihat bingung.


"Gue pengen kenalin lu ke teman-teman gue, mereka juga ada disini nih. Lu mau kan kenalan sama mereka?" jawab gue.


"Teman kamu?" Freya langsung mengernyitkan dahinya, seolah dia penasaran siapa teman-teman gue yang gue maksud tadi.


"Iya cantik, teman-teman gue ini ada dua. Mereka semua cowok dan namanya Bobi sama Royyan, lu mau kan kenalan sama mereka?" ucap gue.


Freya justru diam dengan wajah menoleh ke kanan dan kiri, gue pun tersenyum lalu mengarahkan wajah Freya ke tempat teman-teman gue berada. Dia kaget saat gue pegang wajahnya, tapi gue menjelaskan kalau gue cuma mau kasih tau dimana Bobi dan Royyan berada.


"Mereka ada disitu, lu gak perlu repot-repot buat cari mereka. Jadi, boleh dong lu kenalin diri ke mereka?" ucap gue.


"Eee a-aku Freya," ucapnya gugup sambil mengulurkan tangannya ke depan.


Sontak gue langsung menurunkan telapak tangan Freya, jujurlah gue gak rela tangan semulus itu dipegang alias disentuh sama cowok lain, meskipun itu teman-teman gue sendiri.


"Kamu apa-apaan sih? Tadi kamu suruh aku kenalan sama mereka, kok tangan aku malah diturunin?" protes Freya.

__ADS_1


"Sorry Freya, gue cuma gak mau mereka sentuh lu. Nanti malah keenakan lagi mereka, lagian gue juga gak rela kali," ucap gue santai.


"Maksud kamu apa sih Razza?" heran Freya.


"Gak ada kok, udah ya nurut aja sama gue Freya?" ucap gue.


Meskipun Freya sedikit bingung, pada akhirnya dia mengangguk saja menuruti kemauan gue. Kini Freya kembali menatap ke arah Bobi dan Royyan, gue juga minta mereka berdua untuk mengenalkan diri kepada Freya saat ini.


"Heh, cepet kalian kenalin diri ke Freya! Waktunya udah mepet nih," suruh gue.


"Yah elah, gimana mau kenalan sih bre? Lo aja pelit banget, masa kita pegang tangan dia aja gak boleh?" ujar Royyan.


"Tau ih, padahal kita kan cuma mau kenalan sama tuh cewek dan gak bakal apa-apa," sahut Bobi.


"Kalian gausah pada bawel deh, tinggal bilang aja nama kalian Bobi sama Royyan gitu! Ngapain harus pake pegang tangan segala?" ujar gue.


Keduanya terlihat memutar bola mata, sepertinya mereka kesal sama sikap gue. Ya tapi gue sih bodoamat, toh ini pilihan yang tepat karena gue gak mau ada cowok lain yang sentuh tangan Freya. Entah kenapa mulai hari ini gue mau cuma gue yang boleh sentuh si Freya.


"Yaudah lah bro, kita cabut aja yuk! Males disini cuma jadi nyamuk," ujar Bobi mengajak Royyan pergi dari sana.


"Iya bro, mending kita ke warkop aja kumpul sama yang lain. Daripada disini malah ganggu orang yang lagi kasmaran, nyuruh kenalan tapi gak boleh pegang tangannya," cibir Royyan.


Gue tersenyum saja sambil menggeleng pelan, gue malah semakin merapatkan tubuh gue sama Freya. Dari yang gue lihat sih, Freya sama sekali gak nolak sentuhan dari gue. Dia malah diam aja seolah dia nyaman dan menikmati rangkulan gue, mungkin ini lampu hijau dari dia buat gue.


"Terserah kalian aja, lagian gue sama Freya juga mau cabut kok," ucap gue.


"Okelah, kita berdua pergi ya? Selamat bersenang-senang bro!" ucap Bobi.


Gue manggut aja sambil memperlihatkan senyum lebar yang khas dari bibir gue, lalu Bobi dan Royyan pun pergi sesuai ucapan mereka. Kini hanya tinggal gue dan Freya, gue pun beralih menatap gadis itu dengan tangan yang masih nyaman merangkul tubuhnya.


"Lo kok gak protes sih gue rangkul begini? Lo keenakan ya?" gue sengaja menggoda dia, pengen tahu aja reaksinya gimana.

__ADS_1


"Bukan, aku cuma gak mau aja bikin kamu sakit hati di depan teman-teman kamu. Nah, sekarang kan mereka udah gak ada, jadi lepasin ya?" ucap Freya.


"Kalo gue gak mau gimana?" tanya gue mencoba menggodanya.


"Umm, lepasin ya Razza? Kamu jangan macam-macam deh atau aku teriak nih!" dia mengancam gue, dan jujur gue gak takut sama sekali sama ancamannya karena gue yakin dia gak mungkin kayak gitu.


"Lo mau teriak? Yaudah, coba aja teriak kalo berani! Lagian disini itu sepi kok, gak bakal ada yang dengar suara lu juga," ucap gue santai.


"Masa sih? Disini kan dekat jalan raya, harusnya ramai orang-orang dong," ujarnya tak percaya.


"Bener sayang, lu gak percayaan banget sih sama gue. Mulai sekarang, gue bakal jadi mata buat lu," ucap gue.


"Maksud kamu apa sih?" tanyanya keheranan.


"Iya sayang, gue yang akan tuntun jalan lu mulai hari ini. Jadi, lu gak perlu takut kesasar lagi atau gimana lah," jawab gue.


"Apaan sih? Bisa gak jangan pake sayang sayang kayak gitu?! Aku jadi geli tau dengernya," dia protes karena gue panggil sayang.


"Geli apa demen? Ayolah, lu pasti belum pernah dipanggil sayang sama cowok kan?" goda gue.


"Kata siapa? Aku juga udah pernah punya pacar ya, jangan sangka aku buta terus gak ada yang mau sama aku!" ujarnya.


"Hahaha, iya sih wajar lu kan cantik. Gue aja tertarik sama lu meski lu buta," ucap gue sembari membelai rambutnya yang halus.


"Kamu suka sama aku?" tanyanya sedikit kaget.


"Bisa dibilang begitu, tapi gak tahu lah gimana perasaan gue yang sebenarnya. Kita jalanin aja dulu gimana?" ucap gue agak ragu.


Dia hanya diam, arah matanya juga enggak lagi lihat ke gue. Sepertinya dia sedikit terganggu mendengar ucapan gue tadi, mungkinkah dia gak suka gue ngomong gitu?


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2