Gadis Buta Tersayang

Gadis Buta Tersayang
Bab 17. Curi-curi kesempatan


__ADS_3

Gue hanya menyeringai, lalu memutar tubuhnya sambil melingkarkan tangan gue di lehernya. Gue bisa lebih leluasa menciumi area leher yang mulus dan putih itu, disitu gue bikin dia terus melenguh sampai memukul-mukul tangan gue meminta berhenti. Namun, tentu gue gak perduli dan terus menciumi leher mulusnya.


"Kamu jangan kurang ajar ya Razza! Stop gak atau aku bakal teriak nih!" ancamnya.


"Gue cuma minta lu jawab sekarang Freya, gue sayang sama lu dan gue mau lu jadi pacar gue!" ucap gue.


"Iya iya, aku tahu kamu sayang sama aku. Aku cuma minta waktu dari kamu buat berpikir," ucapnya.


"Kenapa harus mikir lagi sih? Tinggal jawab iya aja apa susahnya coba?" tanya gue.


"Enak banget kamu kalo ngomong, aku harus mikir lah karena ini kan menyangkut masa depan aku. Emangnya kamu pikir pacaran itu mudah apa?" ucapnya sedikit kesal.


"Terus lu butuh waktu berapa lama cantik? Gue gak bisa nunggu terlalu lama, karena gue udah pengen banget lu jadi pacar gue!" ucap gue.


"Ih yaudah lepasin dulu ah!" kesalnya.


"Gue gak bakal lepasin lu, abisnya wangi lu enak banget sih Freya," ucap gue yang masih terus menciumi lehernya.


"Iyalah, aku kan rajin mandi dan suka pake body lotion. Emangnya kamu tuh yang bau gak pernah mandi!" cibir Freya.


"Dih dih, kok lu ngatain gue? Gue sering mandi kali, lagian gue wangi dan gak bau!" ucap gue.


"Iya kamu wangi kok Razza, kamu juga anak baik dan aku suka itu. Sekarang kamu lepasin aku ya Razza?" ucapnya sambil tersenyum manis.


"Duh, manis banget sih itu senyum. Kalau gak ada orang disini, udah gue cium tuh bibir lu cantik," goda gue dengan sensual.


"Kamu mesum banget sih!" ucapnya kesal.

__ADS_1


Gue terkekeh pelan sambil melepas pelukan itu, gue lihat dia merasa lega dan langsung mengambil nafas panjang setelah gue lepasin tubuhnya. Namun, tak lama gue kembali rangkul pundak dia dan menghujani wajahnya dengan kecupan. Freya tidak bisa menghindar, menurut gue cewek ini cukup lemah dan mudah sekali dicium-cium.


"Gue sayang banget sama lu, kalau kita udah nikah nanti, gue pasti bakal jadi lelaki yang paling bahagia. Gue mau punya anak banyak dari lu, pasti lu juga mau kan?" ucap gue sangat antusias.


"Ish dasar aneh! Kamu masih sekolah, jangan bahas soal nikah!" ucapnya.


"Hahaha..." gue akhiri obrolan itu dengan tawa keras, di bawah guyuran hujan gue cium bibirnya, hanya menempel tapi sudah berhasil bikin dia ketar-ketir.


Freya sepertinya sangat kaget saat mendapat kecupan manis di bibirnya, tapi gak ada unsur berontak dan dia hanya diam saja seolah menikmati apa yang gue lakukan ini. Tentu gue pun gak mau melepaskannya, gue terus tempelkan bibir gue ke bibirnya tanpa ada pergerakan lain.


Rasanya benar-benar nikmat, tekstur kenyal dan lembut bibir Freya sangat terasa di bibir gue. Belum pernah gue cium bibir perempuan sebelumnya, ini adalah kali pertama gue lakuin dan ternyata beneran enak banget, pantas aja banyak orang-orang yang suka ciuman sama pacar atau kerabatnya.


Tapi, lambat laun Freya mulai sadar kalau yang kita lakukan ini salah. Dia dorong tubuh gue dengan keras sambil sedikit memukul, gue akhiri aja ciuman atau yang lebih tepatnya kecupan itu. Meskipun gue agak kecewa karena gue belum bisa merasakan gimana enaknya french kiss seperti orang-orang.


"Ih Razza, kamu apa-apaan sih? Kamu lancang ya berani cium-cium bibir aku! Asal kamu tahu ya, tadi itu first kiss aku tau! Kamu kurang ajar banget sih jadi cowok!" sentaknya dengan sangat emosi.


"First kiss? Wow, sama dong sayang tadi juga first kiss aku kok," ucap gue santai.


"Gue serius Freya, gue belum pernah ciuman sebelumnya. Makanya gue tadi gak tahu harus gimana lagi setelah bibir kita saling tempel," ucap gue coba meyakinkan dia.


"Iyain aja, kalo gitu aku mau kita pulang sekarang deh. Lama-lama kita disini nanti yang ada kamu malah berbuat mesum lagi," ucap Freya.


"Enggak lah Freya, gue gak mungkin kayak gitu sama lu. Gue ini laki-laki baik, lagian keadaan juga masih hujan deras Freya. Emangnya lu mau jalan sambil hujan-hujanan?" ucap gue.


"Biarin aja, yang penting kita gak diam disini. Aku gak mau kamu curi-curi kesempatan!" ucapnya.


"Iya iya, gue janji deh sama lu kalau gue gak akan ngelakuin itu lagi. Gue juga minta maaf karena gue udah curi first kiss lu tadi," ucap gue dengan tegas.

__ADS_1


Dia hanya diam dengan wajah yang masih kesal, gue sedikit merasa tidak enak karena sudah mencuri sesuatu yang seharusnya belum gue lakukan itu. Tapi walau begitu, gue gak nyesel karena gue emang pengen jadi yang pertama buat Freya dalam segala-galanya.


"Kalau lu mau pukul gue, silahkan pukul aja Freya! Lo boleh lakuin apapun yang lu mau ke gue kok, ayo Freya lakukan itu!" ucap gue.


"Kenapa aku harus pukul kamu? Udah deh gausah drama di depan aku, mending kita pergi sekarang karena aku udah malas disini!" ucapnya kesal.


"Sabar sayang, tunggu sebentar lagi ya sampai hujannya agak reda!" ucap gue memintanya menunggu sebentar.


"Mau sampai kapan lagi? Aku rasa ini udah gak terlalu deras kok, bisa lah kita pergi sekarang," ucapnya kekeuh.


"Lo susah amat dikasih taunya deh, gue udah bilang ini hujannya masih gede eh lu malah ngeyel terus! Gue gak mau lu kehujanan terus sakit, Freya! Gue perduli loh sama lu," ucap gue tegas.


"Halah perduli apanya? Bilang aja kamu cuma mau curi-curi kesempatan lagi ke aku!" ucapnya.


"Gak lah sayang, gue kan udah janji. Tunggu sebentar lagi, abis itu nanti gue antar lu sampai ke depan rumah deh," ucap gue.


"Iya iya.." akhirnya dia menurut dan tidak membantah lagi seperti sebelumnya.


Gue tersenyum lebar, lalu kembali memeluknya dengan erat dan mengusap punggungnya lembut. Gue berikan kehangatan pada tubuhnya, sambil berharap semoga Freya tidak marah lagi sama gue. Walaupun dari ekspresinya saat ini, gue yakin banget kalau dia masih marah banget.


"Jantung lu kok berdebar kencang banget sih? Lu suka ya gue peluk kayak gini?" tanya gue sedikit menggoda.


Sontak ekspresinya langsung berubah, dia seolah tersipu dan wajahnya memerah. Gue senyum melihat dia seperti itu, mukanya benar-benar bikin gue gemas dan pengen gigit aja.


Tak lama hujan mulai reda, tapi gue tetap peluk dia dan usap rambutnya. Gue paling suka kalau lagi dalam keadaan kayak gini, gue gak mau lepas pelukan ini karena gue menyukainya.


"Gue sayang sama lu Freya!" ucap gue mantap.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2