
Dia hanya menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas, gue langsung naik ke atas motor disusul oleh Freya yang juga naik dengan bantuan gue. Dia awalnya gak mau peluk gue, tapi karena gue minta dan juga demi keselamatan, akhirnya dia mau lingkarin tangannya di pinggang gue dan meluk gue.
Tanpa basa-basi lagi, gue pun melajukan motor dengan kecepatan sedang menuju rumahnya. Gue sangat senang dan nyaman karena gue dipeluk sama perempuan yang gue sayangi, gue rasa juga Freya begitu karena dia kelihatan tulus banget peluk gue walau awalnya ragu-ragu.
Tidak butuh waktu lama, gue sama Freya pun tiba di rumah yang memang jaraknya tak terlalu jauh dengan supermarket tadi. Gue turun dari motor, lalu bantu Freya buat turun juga supaya dia gak jatuh. Gue benar-benar perduli sama dia, gue tentu gak mau gadis yang gue cintai terluka.
"Kamu mau mampir dulu atau langsung pulang aja?" tanyanya yang menurut gue kurang jelas, dia mau nawarin mampir tapi kayak ngusir.
"Umm, jelas mampir dong Freya. Gue kan udah bilang tadi gue mau main dulu di rumah lu," jawab gue tanpa ragu.
"Yaudah, ayo kamu masuk aja ke rumahku! Tapi, tolong bawain belanjaan aku juga ya Razza soalnya berat nih!" ucapnya sambil tersenyum.
Jelaslah gue gak bisa nolak kalo udah lihat senyuman dia yang lebih manis dari gula itu, mungkin gue udah terhipnotis sama senyuman dia yang emang memabukkan. Langsung aja gue bawa tuh barang belanjaan, gak gue biarin dia bawa sedikitpun belanjaan tersebut.
"Nih gue bawain, apa sih yang enggak buat cewek cantik kayak lu?" ujar gue.
"Kamu bisa berhenti gak gombalin aku? Aku bosen tahu dengarnya," ucapnya.
"Gak bisa sayang, lu itu cantik banget sih. Jadi, ya harus digombalin terus," ucap gue.
"Terserah kamu lah, aku mau pergi duluan aja!" sepertinya dia kesal sama gue, karena dia langsung pergi gitu aja tanpa menunggu gue lebih dulu.
Gue hanya senyum melihatnya, Freya kalau lagi ngambek begitu emang tambah gemesin, bukannya kelihatan serem. Gue langsung aja susul dia ke dekat rumahnya sambil bawa barang-barang belanjaan di tangan.
Setelahnya, gue pun diajak masuk ke dalam rumah itu sama Freya dan ibunya. Gue senang banget karena sekarang ibunya itu jadi lebih welcome ke gue, gak seperti awal yang masih kelihatan jutek dan gak suka saat gue datang kesana.
Kini gue dan Freya duduk di ruang tamu, kita hanya berdua karena ibunya sedang ada di dapur membereskan barang belanjaan bersama pelayan yang bekerja disana. Gue tatap wajahnya, perlahan gue memberanikan diri pegang tangannya. Tapi, dia marah dan malah pukul punggung tangan gue.
__ADS_1
Plaaakk
"Duh sakit!" gue reflek menjerit sembari mengusap punggung tangan gue yang dipukul sama dia.
"Rasain! Suruh siapa kamu berani pegang-pegang tangan aku?" ujarnya.
"Buset galak amat sih lu! Gue kan cuma pengen pegang tangan lu, emang gak boleh ya? Kita itu bentar lagi bakal pacaran Freya, pegangan tangan tuh suatu hal yang lumrah," ucap gue protes.
"Kamu pede banget sih kalau aku bakal jawab iya ke kamu, padahal belum tentu kan aku mau jadi pacar kamu. Jangan terlalu kepedean deh!" ucapnya.
"Pede itu wajib Freya, daripada kita merendah. Lagian gue yakin lu bakal terima gue buat jadi pacar lu, secara gue kan baik dan tulus sayang sama lu. Apalagi lu juga cinta sama gue kan?" ucap gue.
"Ih pede sih pede, tapi jangan pede banget kayak gitu juga kali!" cibirnya.
"Lo itu kenapa sih gitu banget sama gue? Tinggal bilang iya aja susah banget, gausah malu-malu kali sama gue mah!" ucap gue.
"Ya aku sih sabar aja, tapi gue cuma mau kasih tahu lu aja kalau gue yakin lu mau terima gue," ucap gue.
"Iyain aja, nanti kita lihat ke depannya apakah dugaan kamu itu benar atau enggak. Aku soalnya masih belum bisa mastiin aku suka sama kamu apa enggak, jadi sabar ya!" ucapnya.
Gue manggut-manggut aja tanpa berkata apapun, lalu tak lama ibunya Freya kembali ke ruang tamu dan ikut duduk di samping Freya. Dia senyum ke arah gue sambil memeluk Freya dari samping, entahlah gue mendadak gugup saat bertatapan dengan ibu sekaligus calon mertua gue itu.
"Kalian abis ngobrolin apa aja nih? Kelihatannya seru banget sampe tegang kayak gitu, emangnya kalian bahas soal apa?" tanya ibunya Freya penasaran.
"Eee kita cuma bahas kelanjutan hubungan kita tante, soalnya saya memang ada niat buat serius sama Freya. Dan saya berharap Freya pun mau menjalin hubungan sama saya," jawab gue.
Freya langsung melongok mendengarnya, tampak dia kaget dan tak terima dengan perkataan gue itu.
__ADS_1
"Kamu bicara apa sih Razza? Kenapa kamu ngomong gitu ke ibu aku? Jangan ngaco deh ya!" ucap Freya menegur gue.
"Ya kan lebih baik kita jujur ke ibu kamu Freya, daripada terus-terusan bohong itu gak baik loh," ucap gue dengan santai.
"Jujur apanya? Kamu ngaco aja deh Razza, tolong jangan bicara yang aneh-aneh ke ibu aku! Bu, ibu jangan percaya sama Razza ya!" ucap Freya panik.
"Kamu itu kenapa sih sayang? Kalau emang kamu mau berhubungan sama Razza, ya gapapa. Ibu juga gak bakal larang kamu, soalnya nak Razza itu kan orangnya baik dan ibu yakin dia bisa jaga kamu sayang," ucap ibunya.
"Iya Bu, tapi beneran kok aku gak ada rasa sama Razza. Kita itu cuma temenan aja, aku juga gak ada niatan buat berhubungan sama dia," ucap Freya.
"Duh nyesek," gumam gue lirih.
Tampaknya Freya mendengar ucapan gue yang walaupun pelan tapi memang lebih dekat ke dia, Freya pun menatap gue seolah menyesal karena sudah bikin gue sedih. Ya walau itu baru dugaan gue melihat dari ekspresinya saat tatap gue, tapi kayaknya sih emang iya.
"Kamu nyesek kenapa? Kamu punya penyakit asma?" tanyanya penasaran.
Gue langsung tepuk jidat mendengarnya, gue kira dia mau berubah pikiran karena dengar gue bilang nyesek, eh ternyata dia malah tanya kayak gitu. Untung aja gue sayang sama tuh cewek, kalo enggak pasti udah gue tinggalin atau gue tusuk dia pake pisau dapur karena sangking kesalnya.
"Enggak Freya, aku nyesek karena dengar ucapan kamu tadi. Kamu bilang kan kamu gak mau ada hubungan sama aku, makanya aku nyesek banget dengarnya," jelas gue.
"Ohh, maaf ya Razza udah bikin kamu nyesek? Mending kamu minum dulu gih minuman kamu biar gak nyesek!" ucapnya.
"Iya." singkat gue sambil mengangkat gelas minuman dan meminumnya, rasanya enak walau bukan Freya yang buat.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1